1,723,297 research outputs found
Dari Khemah ini (Arafah-Mina, Haji 2011)
Indahnya senja di Arafah
Siangnya penuh doa
Dalam angin dan hawa panas
Jemaah terus menadah tangan
Dengan air mata dan harapan
Doa dipanjatkan moga Allah perkenankan
Dari khemah perubatan ini
Aku melihat jemaah kembali kepada-Nya
Selesa manapun kau di sana
Kepada Allah jua kita akhirny
Teliti syor seragam takwim Hijrah sama tarikh Hari Arafah, Aidiladha
Perbezaan tarikh Zulhijah antara negara Islam sekali lagi menjadi polemik, iaitu mengenai Hari Wukuf ditetapkan pada hari ini seperti akan dilaksanakan jemaah haji di Arafah, sebelum Aidiladha disambut esok di Arab Saudi
Problematika Puasa Arafah dan Tarwiyah
This paper examines the fasting of arafah and tarwiyah, both problematic in terms of arguments and the determination of the day, which often occurs every year. Through the study of Library Research which refers to the opinions of ulama. This study concludes that fasting arafah and tarwiyah are worship practices that have sunnah values, according to the arguments presented. As for the polemic of determining the day, it is divided into two groups. First: consider that arafah is a sign for the time when the haji “wukuf” in Arafah. And second: assume that arafah is a date (9 Zulhijjah). Both have their own basis of thinking, but the author as a researcher chooses the second opinion
Analisis Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Nasabah BMT Arafah Sukoharjo
Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis, menguji dan mengetahui pengaruh kualitas pelayanan yang terdiri dari realiability (kehandalan), responsiveness (daya tanggap), tangible (kemampuan fisik), empathy (kemudahan akses dan pemahaman atas nasabah), assurance (jaminan kepastian) terhadap kepuasan nasabah di BMT Arafah Sukoharjo. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai masukan dan bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan upaya peningkatan kualitas pelayanan nasabah.
Analisis data dalam penelitian ini menggunakan regresi linier berganda dengan uji t, uji F dan koefisien determinasi (R2). Populasi dalam penelitian ini adalah semua nasabah BMT ARAFAH, yang dijadikan sampel dalam penelitian ini adalah 100 nasabah sebagian BMT ARAFAH dan akan di pilih secara acak. Teknik penarikan sampling yang digunakan penulis adalah (pursposive random sampling).
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa keandalan (reliability) berpengaruh terhadap kepuasan nasabah BMT Arafah Sukoharjo, berarti H1 yang menyatakan bahwa variabel keandalan (reliability) berpengaruh terhadap kepuasan nasabah BMT Arafah Sukoharjo, terbukti kebenaranya. Daya tanggap (responsiveness) tidak berpangaruh berpengaruh terhadap kepuasan nasabah BMT Arafah Sukoharjo, berarti H2 variabel daya tanggap (responsiveness) berpengaruh terhadap kepuasan nasabah BMT Arafah Sukoharjo, tidak terbukti kebenaranya karena daya tanggap karyawan BMT Arafah Sukoharjo sudah menjadi hal yang wajar dalam setiap pelayanan, dan setiap nasabah sudah pasti mendapatkan pelayanan dengan daya tanggap yang baik dari karyawan. Jaminan kepastian (assurance) berpengaruh terhadap kepuasan nasabah BMT Arafah Sukoharjo, berarti H3 yang menyatakan bahwa variabel jaminan kepastian (assurance) berpengaruh terhadap kepuasan nasabah BMT Arafah Sukoharjo, terbukti kebenaranya. Kemudahan akses dan kemudahan atas konsumen (emphaty) berpengaruh terhadap kepuasan nasabah BMT Arafah Sukoharjo, berarti H4 yang menyatakan bahwa variabel kemudahan akses dan kemudahan atas konsumen (emphaty) berpengaruh terhadap kepuasan nasabah BMT Arafah Sukoharjo, terbukti kebenaranya. Kemampuan fisik (tangibles) tidak berpengaruh terhadap kepuasan nasabah BMT Arafah Sukoharjo, berarti H5 yang menyatakan bahwa variabel kemampuan fisik (tangibles) berpengaruh terhadap kepuasan nasabah BMT Arafah Sukoharjo, tidak terbukti kebenaranya karena BMT Arafah sukoharjo disebabkan oleh adanya bukti fisik bangunan dan fasilitas pada BMT Arafah Sukoharjo secara umum sama dengan perusahaan lembaga keuangan pada umumnya. Sehingga nasabah tidak menganggap tangible pada BMT Arafah sukoharjo merupakan hal yang menarik sehingga meningkatkan kepuasan nasabah
General Banking Activities and Market Development Process of Al-Arafah Bank Limited: A hands-on initiative of Notun Bazar Branch
This internship report has been prepared as a requirement of the United International University BBA program. The report covers the entire General Banking and Market Development Process of Al-Arafah Islami Bank.
First of all, this report highlighted the banking sector and general banking of Bangladesh Bank and also try to highlight the Overview, history growth, customer mix, products, Operations, and SWOT analysis of Al-Arafah Islami Bank.
Secondly in the organizational part, I have given the details of General Banking and Market development of the organization.
Thirdly, I have discussed the General Banking and Marketing Development Process of Al-Arafah Islami Bank, through which you will get all the information. Lastly, I tried to give some recommendations and solutions during my three months of the Internship experience
Donor engagement: past, present and future : Palestinian perspectives on the reconstruction of Gaza
Nur Arafah ; issuing department: Friedrich-Ebert-Stiftung, Department of Middle East and North Afric
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Nasabah Memakai Produk Di Bmt Arafah
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-fa ktor apa yang mempengaruhi motivasi nasabah memakai produk di BMT Arafah Cemani Grogol Sukoharjo. Berdasarkan hasil penelitian diharapkan dapat bermanfaat sebagai sumbangan pemikiran serta masukan-masukan untuk mengembangkan
produk selanjutnya baik jasa maupun barang. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan alat analisis regresi linier berganda dengan uji t, uji F dan koefisien determinasi (R2). Populasi dari penelitian ini adalah keseluruhan responden yang menjadi subjek penelitian yaitu
konsumen yang menabung di BMT Arafah Cemani Grogol. Sedangkan jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah sebanyak 100 responden dengan convenience sampling sebagai teknik pengambilan sampel. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pelayanan yang tepat (X1)
diperoleh nilai thitung = 2,991 > 1,985, sehingga secara parsial berpengaruh signifikan terhadap motivasi konsumen dalam menabung di BMT Arafah Cemani Grogol. Keharaman bunga bank (X2) diperoleh nilai thitung = 2,755 > 1,985,
sehingga secara parsial berpengaruh signifikan terhadap motivasi konsumen dalam menabung di BMT Arafah Cemani Grogol. Lokasi yang strategis (X3) diperoleh nilai thitung
= 2,536 > 1,985, sehingga secara parsial berpengaruh
signifikan terhadap motivasi konsumen dalam menabung di BMT Arafah Cemani Grogol. Promosi (X4) diperoleh nilai t
hitung = 2,735 > 1,985, sehingga secara parsial berpengaruh signifikan terhadap motivasi konsumen dalam menabung di
BMT Arafah Cemani Grogol. Pelayanan yang tepat merupakan variabel yang paling dominan berpengaruh terhadap motivasi konsumen dalam menabung di BMT Arafah Cemani Grogol
PROSEDUR PEMBIAYAAN DAN PENANGANAN MASALAH PADA KJKS BMT ARAFAH SUKOHARJO
Pertumbuhan ekonomi dalam pembangunannya tidak lepas dari sektor
lembaga keuangan. Dengan adanya lembaga keuangan, masyarakat yang
kekurangan dana baik yang bersifat produktif maupun konsumtif dapat teratasi.
Namun yang menjadi masalah yaitu minimnya masyarakat yang mengetahui
prosedur pembiayaan dalam suatu lembaga keuangan, khususnya dalam hal ini
adalah BMT. Sehingga terkadang masyarakat mengurungkan niat pergi ke
lembaga keuangan untuk melakukan permohonan pembiayaan bukan karena
ketidaktahuan masyarakat tentang lembaga keuangan, melainkan ketidaktahuan
masyarakat akan prosedur pembiayaan itu sendiri, yang dianggap berbelit-belit
dan butuh proses panjang. Dan dari pada itu, kecemasan terjadinya pembiayaan
bermasalah yang efeknya akan berdampak besar bagi kelangsungan hidupnya. Hal
ini menjadi permasalahan baru bagi masyarakat pada umumnya. Sehingga dalam
hal ini perlu adanya pelaksanaan khusus terkait prosedur pembiayaan dan
penanganan masalah pada lembaga keuangan khususnya KJKS BMT Arafah.
Tujuan penelitian Tugas Akhir ini adalah untuk mengetahui prosedur apa
saja yang dilakukan KJKS BMT Arafah dalam memberikan pembiayaan. Selain
itu juga untuk mengetahui prosedur penanganan masalah pada pembiayaan yang
diberikan. Ruang lingkup penelitian ini mencakup diskripsi umum profil KJKS
BMT Arafah dan prosedur pembiayaan serta penanganan masalah. Kemudian,
metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi
wawancara langsung dengan pengurus KJKS BMT Arafah dan observasi dengan
mengamati langsung kegiatan bagian pembiayaan dalam proses pembiayaan.
Metode pembahasan yang digunakan oleh peneliti adalah model pembahasan
Diskriptif yaitu pembahasan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai suatu
obyek yang di teliti.
Penelitian ini akan dibahas khusus bagaimana prosedur pembiayaan dan
penanganan masalah pada KJKS BMT Arafah. Hal ini bertujuan untuk
mengetahui bagaimana prosedur pembiayaan dan penanganan masalah sehingga
pihak yang kekurangan dana lebih mudah mengakses lembaga keuangan
khususnya BMT Arafah. BMT Arafah belum dapat menerapkan prosedur yang
dianggap mudah oleh pihak kekurangan dana. Dan sebagai saran, hendaknya
BMT Arafah mempermudah prosedur pembiayaan dan penanganan masalah tanpa
harus keluar dari prinsip syar’i.
Kata Kunci: Prosedur pembiayaan, Penanganan masalah
Pandangan Abdul Hakim bin Amir Abdat terkait pelaksanaan puasa Arafah dalam perspektif fiqh dan astronomi
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh: pertama, dinamika perbedaan penetapan awal bulan dalam penanggalan Hijriah di Indonesia. Penetapan tersebut berpengaruh pada waktu pelaksanaan puasa Arafah di Indonesia hal ini dikarenakan puasa Arafah berkaitan dengan pelaksanaan wukuf di Arafah pada 9 Dzulhijjah. Kedua, terdapat perbedaan pendapat mengenai waktu pelaksanaan puasa Arafah. Perbedaan ini berangkat dari ketetapan Arab Saudi dan ketetapan yang berlaku pada negara-negara di luar Arab Saudi atau mengikuti hasil ketentuan negara masing-masing. Dalam konteks inilah Abdul Hakim bin Amir Abdat memiliki konsep tersendiri terkait waktu pelaksanaan puasa Arafah.
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis pandangan Abdul Hakim bin Amir Abdat dengan dua rumusan masalah, yaitu: 1) Bagaimana pandangan Abdul Hakim bin Amir Abdat terkait pelaksanaan puasa Arafah?, dan 2) Bagaimana pandangan Abdul Hakim bin Amir Abdat terkait pelaksanaan puasa Arafah dalam perspektif fiqh dan astronomi?.
Jenis penelitian ini adalah kualitatif-kepustakaan sedangkan pendekatan penelitiannya yaitu scientific-cum doktriner. Sumber data berasal dari Kitab Al-Masaa’il karya Abdul Hakim bin Amir Abdat dan karya lain yang relevan. Pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi, yaitu mengumpulkan data kepustakaan berupa kitab, buku, jurnal, tesis, disertasi yang relevan dan menelaahnya tentang masalah yang menjadi fokus penelitian. Analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan.
Penelitian ini menyimpulkan, pertama, Pandangan Abdul Hakim bin Amir Abdat tentang waktu pelaksanaan puasa Arafah berlandaskan pada Hadits Riwayat Muslim. Maka, Abdul berpendapat bahwa waktu pelaksanaan puasa Arafah memiliki dalil dan hujjah yang kuat. Oleh karena itu, pelaksanaan puasa Arafah berkaitan dengan waktu (9 Dzulhijjah) dan tempatnya (wukuf di Arafah). Kedua, ditinjau dalam perspektif fiqh mengenai pandangan Abdul Hakim bin Amir Abdat terkait waktu puasa Arafah menurut penulis tidak representatif. Hal tersebut dikarenakan, apabila mengacu pada sejarah bahwa pada waktu itu Nabi Muhammad SAW. telah melaksanakan puasa sunnah itu sebelum nabi menunaikan ibadah haji wada’ sehingga puasa yang dilakukan nabi sebelum beliau menunaikan ibadah haji tidak menganut kepada hari wukuf di Arafah karena pada waktu itu ibadah haji belum disyariatkan sehingga belum ada wukuf, dan pandangan Abdul Hakim bin Amir Abdat juga tidak memiliki kesesuaian apabila ditinjau dari perspektif astronomi. Hal tersebut dikarenakan adanya daerah atau wilayah tertentu yang melakukan pemberlakuan wilayah hukum (mathla’) terhadap waktu pelaksanaan puasa Arafah.
ABSTRACT:
This research is motivated by: first, the dynamics of differences in the determination of the beginning of the month in the Hijri calendar in Indonesia. This determination affects the time of implementation of the Arafah fast in Indonesia, this is because the Arafah fast is related to the implementation of standing at Arafah on 9 Dzulhijjah. Second, there are differences of opinion regarding the timing of the Arafah fast. This difference departs from the provisions of Saudi Arabia and the provisions that apply to countries outside Saudi Arabia or follow the results of the provisions of each country. It is in this context that Abdul Hakim bin Amir Abdat has his own concept regarding the timing of the Arafah fast.
This study aims to describe and analyze the views of Abdul Hakim bin Amir Abdat with two formulations of the problem, namely: 1) What are the views of Abdul Hakim bin Amir Abdat regarding the implementation of the Arafah fast?, and 2) What are the views of Abdul Hakim bin Amir Abdat regarding the implementation of the Arafah fast from the perspective fiqh and astronomy?.
This type of research is qualitative-library while the research approach is scientific-cum doctrinal. The data source comes from the Kitab Al-Masaa'il by Abdul Hakim bin Amir Abdat and other relevant works. Data collection uses the documentation method, which collects library data in the form of books, books, journals, theses, dissertations that are relevant and examines them on the issues that are the focus of research. Data analysis was carried out by means of data reduction, data presentation, and drawing conclusions.
This study concludes, first, Abdul Hakim bin Amir Abdat's view of the time of fasting for Arafah is based on the Hadith of Muslim history. So, Abdul is of the opinion that the timing of the implementation of the Arafah fast has strong arguments and evidence. Therefore, the implementation of the Arafah fast is related to the time (9 Dzulhijjah) and the place (wukuf at Arafah). Second, from the perspective of fiqh regarding Abdul Hakim bin Amir Abdat's view regarding the fasting time of Arafah, according to the author, are not representative. This is because, if we refer to history, at the time the Prophet carried out the Hajj wada’ so that the fast was carried out by the prophet before he is performing the Hajj pilgrimage does not adhere to the wukuf day on Arafah because at that time the pilgrimage was not yet prescribed so there was no wukuf yet,and Abdul Hakim bin Amir Abdat’s view also did not mathch when viewed from an astronomical perspective. This is because there are certain areas or areas that apply jurisdiction (mathla') to the time of implementation of the Arafah fast
ARAFAH DAN FADILAHNYA MENURUT AL-QURTUBI DALAM TAFSIR AL-JAMI' LI AHKAM AL-QUR'AN
Penelitian ini berjudul 'Arafah dan fadilahnya menurut al-Qurtubi dalam
tafsir al-Jami' li Aihkam al-Qur'an, penelitian ini termasuk penelitian kepustakaan
(Library research). Data-data yang diperlukan berupa pemikiran tokoh-tokoh
para mufassir terutama tentang ayat 'Arafah yang terdapat pada surat al-Baqarah
ayat 198, diambil dari beberapa kitab, buku-buku, dan artikel-artikel.
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap penafsiran al-Qurtubi tentang
'Arafah dalam tafsir al-Jami' li Ahkam al-Qur'an dan fadilah apa saja yang ada
dalam 'Arafah.
Untuk mendapatkan hasil maksimal dari penelitian ini, maka penulis
menerapkan metode pendekatan normatif guna mengetahui kebenaran dan
ketetapan suatu argumentasi yang dijadikan dasar.
Sementara untuk menganalisis data-data tersebut digunakan metode
deduktif-induktif. Metode deduktif digunakan untuk memperoleh gambaran
umum tentang pemikiran para cendikiawan muslim tentang 'Arafah dan
fadilahnya, sedang metode induktif digunakan untuk membaca fenomena-fenomena
yang muncul sebagai gambaran lengkap dan utuh dari basil penelitian
ini.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Penafsiran al-Quritubi tentang
'Arafat yaitu bahwa 'Arafat adalah bentuk jamak yang menempati mufrad dan
menunjukkan pada nama tempat tertentu di mana para jama'ah haji
melaksanakan wukuf, di samping itu al-Qurtubi juga mengatakan bahwa 'Arafat
adalah lafal yang munsarif(bertanwin).
Adapun fadilah 'Arafah menurut tafsir al-Jami' li Ahkam al-Qur'an karya
al-Qurtubi meliputi puasa 'Arafah, wukuf di 'Arafah, serta doa dan zikir hari
'Arafah. Fadilah puasa 'Arafah yaitu barang siapa puasa pada hari 'Arafah, maka
pahalanya akan melebur dosa-dosa satu tahun yang sudah lalu dan satu tahun
yang akan datang. Sementara wukuf di 'Arafah merupakan salah satu kegiatan
haji yang terpenting dan tidak dapat diganti dengan dam (ini menurut para imam
kecuali Malik). Sedangkan fadilah doa dan zikir hari 'Arafah adalah Allah 'Azza
wa Jalla mendekat dan membanggakan mereka dihadapan para malaikat, lalu
Allah berfirman apa yang mereka inginkan
- …
