1,720,968 research outputs found

    STRATEGI PEMBINA PRAMUKA DALAM MEMBENTUK KEPRIBADIAN MUSLIM SISWA MAN 1 TRENGGALEK

    Get PDF
    ABSTRAK Skripsi dengan judul “Strategi Pembina Pramuka Dalam membentuk Kepribadian Muslim Siswa MAN 1 Trenggalek” di tulis oleh Aqidatul Izza, NIM 17201153323, Pembimbing Drs. Muh. Kharis, M.Pd. Kata kunci: Strategi , Kepribadian Muslim. Konteks penelitian: Kemajuan zaman dapat mempengaruhi kepribadian muslim siswa MAN 1 Trenggalek. Anggota Pramuka di MAN 1 Trenggalek banyak yang memiliki kepribadian muslim seperti, cinta tanah air, disiplin, tanggung jawab, sehat jasmani dan rohani serta mempunyai jiwa tolong menolong, gotong royong dan juga percaya diri. Pembina Pramuka sebagai tenaga pendidik penting dalam pendidikan kepramukaan yang dapat membentuk kepribadian muslim siswa MAN 1 Trenggalek. Fokus penelitian: (1) Bagaimana strategi pembina Pramuka dalam membentuk kepribadian muslim siswa MAN 1 Trenggalek. (2) Bagaimana hambatan strategi pembina Pramuka dalam membentuk kepribadian muslim siswa MAN 1 Trenggalek. (3) Bagaimana dampak strategi pembina Pramuka dalam membentuk kepribadian muslim siswa MAN 1 Trenggalek. Tujuan penelitian: (1) Strategi pembina Pramuka dalam membentuk kepribadian muslim siswa MAN 1 Trenggalek. (2) Hambatan strategi pembina Pramuka dalam membentuk kepribadian muslim siswa MAN 1 Trenggalek. (3) dampak strategi pembina Pramuka dalam membentuk kepribadian muslim siswa MAN 1 Trenggalek. Metode penelitian: Pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian di Madrasah Aliyah Negeri 1 Trenggalek. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi dengan teknik analisis data melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan data dengan perpanjangan keikutsertaan, keajekan pengamat, triangulasi data dan pengecekan teman sejawat. Tahap penelitian, peneliti menggunakan tahap pra-lapanan, pelaksanaan, dan laporan. Hasil penelitian: (1) Strategi pembina Pramuka dalam membentuk kepribadian muslim menggunakan sistem among. Tanggung jawab atas keputusan musyawarah dan menjalankannya dengan arahan pembina Pramuk, memberikan kondisi lingkungan yang baik dari Bantara dan Laksana, dikenalkan, learning by doing, learning to earn dan learning to serve, mempertahankan satuan terpisah antara laki-laki dan perempuan, Tut Wuri Handayani dan memberikan kritik. Faktor pembentukan kepribadian muslim disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal. (2) Hambatannya, pembina membuat jarak, kurang percaya diri, kurang menguasai masalah, kurang memiliki ketrampilan berkomunikasi, menagnggap dirinya lebih, mengikuti kehendak orang lain, ingin berbicara terus menerus / menguasai, memaksakan kehendak, meremehkan orang lain dan menjadiakan orang lain objek. Hambatan dapat di atasi dengan banyak interaksi dan komunikasi. (3) Dampaknya: kegiatan upacara berdampak pembentukan kepribadian syahadatain dan mushalli. Baris berbaris berdampak pembentukan kepribadian syahadatain, mushalli dan shaim. Permainan berdampak pembentukan kepribadian muzakki dan haji

    Pengaruh Kedisiplinan Siswa Terhadap Peningkatan Kualitas Hasil Belajar PAI (Studi Kasus Madrasah Tsanawiyah Taufiqiyah Ngajum Malang)

    Get PDF
    Penelitian ini merupakan penelitian deskriftif tentang pengaruh kedisiplinan siswa terhadap peningkatan kualitas hasil belajar pai, madrasah tsanawiyah taufiqiyah ngajum malang,metode penelitian yang digunakan yakni metode deskriftif kuantitatif. responden dalam penelitian ini merupakan peserta didik kelas vii-x Madrasah Tsanawiyah Taufiqiyah Ngajum Malang. pemilihan sampel menggunakan teknik sampling jenuh sehinnga responden pada penelitian ini sebanyak 29 orang peserta didik.secara umum sebagian siswa sudah mentaati peraturan sekolah dan sebagian kecil masih belum mentaati peraturan disekolah. pentingnva menanamkan kedisiplinan bagi anak sejak dini, selain kontrol orang tua dan guru juga sangat diperlukan.Tujuan Penelitan Ini Adalah Mengetahui Kedisiplinan Belajar, Mengetahui Kedisiplinan Siswa Dan Pengauh Kedisiplinan Terhadap Hasil Belajar. Sejauh mana tingkat kedisiplinan seorang siswa dalam mentaati peraturan disekolahnya.Hasil penelitian ini akan menjadi sebuah acuan tingkat kedisiplinan siwa di katakan rendah atau tinggi, dan untuk mengetahui keadaan tersebut seorang peneliti harus mengamati keadaan secara langsung. Dengan melakukan survey secara langsung, agarpeneliti dapat mendapatkan inforamsi secara lengkap dan akurat.teknik pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi

    Pengaruh Model Pembelajaran Discovery Menggunakan Mind Mapping Terhadap Berpikir KreatifSiswa Kelas XI IPS SMA Negeri 10 Malang

    No full text
    RINGKASAN   Izza, Aqidatul.2018. Pengaruh Model Pembelajaran Discovery Menggunakan  Mind Mapping Terhadap Berpikir KreatifSiswa Kelas XI IPS SMA Negeri 10 Malang. Skripsi, Jurusan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. Sumarmi, M.Pd, Pembimbing (2) Purwanto S.Pd, M.Si   Kata Kunci : Berpikir Kreatif, Model Pembelajaran Discovery, Mind Maping   Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah model pembelajaran discovery menggunakan mind mapping dapat berpengaruh terhadap berpikir kreatif siswa kelas XI IPS di SMA 10 Malang. Pentingnya berpikir kreatif dalam pemecahan masalah dan pemberian solusi menjadi latar belakang penelitian. Pemilihan model pembelajaran discoverylearningsebagai model pembelajaran dikarenakan model tersebut melibatkan siswa dalam melakukan penemuan. Selain itu, upaya lain untuk mendorong siswa lebih kreatif yaitu mind mapping, yaitu teknink penulisan yang berbeda dari catatan linier. Jenis penelitian ini adalahpenelitian eksperimen kuasi (quasi experiment) atau eksperimen semu. Terdapat dua kelas, yaitu kelas kontrol menggunakan model pembelajaran konvensional dan kelas eksperimenyang menggunakan model yang diteliti. Pengambilan data dalam penelitian eksperimen ini menggunakan pre-test-post-test kontrol group design. Analisis data menggunakan uji independentsample t-test perlu dilakukan uji prasyarat yaitu uji homogenitas dan uji normalitas untuk melakukan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata gain score kelas eksperimen lebih tinggi 13,43 dari pada kelas kontrol sebesar 5,78. Dari hasiluji independentsample t-test, nilai taraf signifikansi atau probabilitas (sig) < 0,05 maka hipotesis Model pembelajaran discovery menggunakan mind mapping berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa diterima. Saran yang dapat diberikan peneliti untuk peneliti selanjutnya maupun guru yang akan menggunakan model pembelajaran discovery agar lebih memahami tahap dalam model discoverysebelum melaksanakan penelitian atau pembelajaran supaya berhasil

    Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Dipadu dengan Project Based Learning (PjBL) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas X Lintas Minat Biologi SMAN 2 Malang

    No full text
    ABSTRAK  Penelitian ini bertujuan untuk untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas X Lintas Minat SMAN 2 Malang mata pelajaran Biologi  melalui penerapan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing dipadu dengan PjBL. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif-kuantitatif. Penelitian terdiri dari 3 siklus dan pada masing-masing siklus terdiri dari 4 pertemuan. Tahap penelitian terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilakukan pada materi Animalia dan Ekosistem. Subjek penelitian yaitu 34 siswa kelas X Lintas Minat yang terdiri dari 13 orang siswa laki-laki dan 21 orang siswa perempuan. Hasil belajar yang diukur pada penelitian ini adalah hasil belajar kognitif dan psikomotor. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan non tes. Tes dilakukan untuk mengukur hasil belajar kognitif siswa yang dilaksanakan setiap akhir siklus. Teknik non tes dilakukan dengan observasi keterlaksanaan pembelajaran dan kinerja proyek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing dipadu dengan PjBL oleh guru pada siklus I hingga siklus III berturut-turut adalah 85%, 88%, dan 100% dengan kriteria sangat baik. Keterlaksanaan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing dipadu dengan PjBL oleh siswa pada siklus I hingga siklus III berturut-turut adalah 80% dengan kriteria baik,  88%, dan 100% dengan kriteria sangat baik. Hasil belajar kognitif siswa melalui penerapan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing dipadu dengan PjBL menunjukkan ketuntasan klasikal sebesar 71% pada siklus I, 79% pada siklus II, dan 88% pada siklus III dengan peningkatan dari siklus I-III sebesar 17%. Hasil belajar psikomotor siswa berupa kinerja proyek melalui penerapan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing dipadu dengan PjBL menunjukkan ketuntasan klasikal sebesar 76% pada siklus I, 82% pada siklus II, dan 88% pada siklus III dengan peningkatan dari siklus I-III sebesar 12%

    The Meaning and Function of Pegon Inscriptions on The First Gate of Bejagung Lor Tomb Complex

    No full text
    This study aims to examine the meaning and function of Pegon inscriptions on the first gate of the complex of Sunan Bejagung Lor\u27s Tomb. The Pegon inscriptions are of significant size and contain advice or guidance. This qualitative research is based on a symbolic interactionism approach. Data is collected through interviews, field observations, and literature review. The research reveals that the Pegon inscriptions primarily serve as sengkalan for the numerals at the end of each sentence. They are also perceived as valuable advice by the local community, who view them as the wise words of the sunan. The gate was constructed in 1896 by Tuban regent, Raden Toemenggoeng Koesoemodikdo, not Sunan Bejagung\u27s disciples. This research enriches our understanding of the history and culture of Sunan Bejagung Lor\u27s Tomb and sheds light on the significance of the Pegon inscriptions on the gate

    ANALISIS SARANA DAN PRASARANA PERPUSTAKAAN SDN 1 DURENAN BERDASARKAN SNP SD NO. 10 TAHUN 2017

    No full text
    Sarana dan prasarana merupakan kegiatan mengatur persiapan peralatan untuk proses terselenggaranya kegiatan. Tujuan peneliti berdasarkan SNP no.10 untuk mengetahui sarana dan prasarana perpustakaan yang di terapkan di SDN 1 Durenan, serta mengetahui kendala apa saja yang terjadi di perpustakaan SDN 1 Durenan. Peneliti menggunakan metode kualitatif, uji keabsahan data menggunakan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Hubermen yakni reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data menggunakan metode triangulasi yang berupa teknik, waktu dan sumber. Hasil penelitian ini mencakup 4 indikator berdasarkan SNP no.10 yaitu gedung, area, sarana, dan lokasi perpustakaan. Berdasarkan Hasil Penelitian ditemukan 4 indikator SNP no.10 tersebut diketahui terdapat hanya 1 indikator yang sesuai yaitu sarana, sedangkan terdapat 3 indikator yang tidak sesuai yaitu luas gedung, area di perpustakaan tidak memiliki multimedia, lokasi perpustakaan yang kurang strategis. Kendala sarana dan prasarana dalam penerapan SNP no.10 yaitu dari segi faktor internal yaitu rak koleksi buku sebagian sudah lapuk, komputer milik perpustakaan di pakai oleh operator sekolah, sehingga pustakawan menggunkaan laptop pribadi. Faktor ekternal luas gedung perpustakaan SDN 1 Durenan 71 m2, seharusnya berdasarkan SNP no.10 memliki luas 72m2

    Perilaku Konsumsi Mahasiswa Dalam Memilih Dan Menggunakan Pakaian Bekas Studi Pada Kalangan Mahasiswa Di Surabaya

    Get PDF
    Pakaian bekas adalah sebuah fenomena konsumtif di masyarakat post modern. Eksistensi pakaian branded dengan harga yang terjangkau menjadi motivasi konsumtif di kalangan mahasiswa yang memiliki keterbatasan dana. Penelitian ini membahas fenomena konsumsi pakaian bekas pada kalangan mahasiswa di kota Surabaya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perilaku konsumsi pakaian bekas. Studi dilakukan pada mahasiswa yang bertempat tinggal di kota Surabaya. Pakaian bekas sendiri memberikan pengaruh bagi para mahasiswa yang telah mengkonsumsi pakaian bekas. Oleh sebab itu, dalam penelitian ini fenomena mengkonsumsi pakaian bekas dipilih untuk mengetahui proses mahasiswa mengkonsumsi pakaian bekas. Penelitian ini memfokuskan tentang keputusan mahasiswa mengkonsumsi pakaian bekas. Penelitian ini menggunakan teori konsumsi Jean Baudrillard. Paradigma yang digunakan untuk memahami permasalahan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi. Subyek dalam penelitian ini sejumlah enam orang mahasiswa yang mengkonsumsi pakaian bekas secara aktif di kota Surabaya. Metode penentuan subyek yang digunakan adalah purposive. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara langsung dengan menggunakan instrument penelitian pedoman wawancara. Hasil dari penelitian dari fenomena mengkonsumsi pakaian bekas pada mahasiswa adalah, mahasiswa lebih memilih mengkonsumsi pakaian bekas karena harganya yang terjangkau dan lebih murah. Kedua karena dapat mendapatkan pakaian ber-merek yang limited edition, dan yang terakhir adalah ingin menunjukan citra dirinya terhadap lingkungan sekitranya

    gambaran penanaman nilai-nilai antikorupsi di sekolah dasar islam sunan ampel II sidoarjo

    Get PDF
    Pendidikan antikorupsi adalah usaha yang diterapkan di suatu lembaga pendidikan untuk membentuk mental atau karakter siswa antikorupsi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penanaman nilai-nilai antikorupsi di Sekolah Dasar Islam Sunan Ampel II Sidoarjo. Penelitian ini bersifat empris dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengambilan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kegiatan wawancara dilakukan dengan 3 narasumber yakni kepala sekolah dan 2 guru. Sedangkan pelaksanaan observasi dilakukan peneliti selama 4 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sekolah Dasar Islam Sunan Ampel II Sidoarjo telah menerapkan nilai-nilai anti korupsi yang ditunjukkan dengan penerapan 9 (Sembilan) nilai anti korupsi yaitu kejujuran, kemandirian, keberanian, keadilan, kesederhanaan, kepedulian, kerja keras, tanggungjawab, dan kedisiplinan.    
    corecore