1,720,962 research outputs found
KESANTUNAN BAHASA ANAK DI PAUD MEKAR SARI GONDORIYO KECAMATAN JAMBU
Dalam mendidik karakter bangsa kita tentunya dapat memanfaatkan kekayaan budaya bangsa Indonesia, keanekaragaman kultur dan tradisi itu merupakan aset bangsa yang sangat berharga dan perlu dilestarikan. Termasuk budaya Jawa yang mengandung nilai-nilai luhur adalah bagian dari aset bangsa yang harus jaga agar menjadi simbul kebanggaan/identitas nasional bangsa Indonesia. Salah satu jawaban untuk mengatasi krisis kesantunan bahasa yang sedang melanda di negara kita khususnya pada anak usia dini dan anak remaja adalah pendidikan karakter yaitu dengan kesantunan Bahasa. Berdasarkan latar belakang diatas dapat diidentifikasi masalah dalam penelitian ini sebagai berikut : (1) wujud kesantunan bahasa anak berdasarkan kesantunan bahasa dalam interaksi belajar mengajar di Paud Mekar Sari Gondoriyo Kecamatan Jambu; (2) wujud kesantunan berbahasa guru berdasarkan kesantunan bahasa dalam interaksi belajar mengajar di PAUD Mekar Sari Gondoriyo. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah wujud kesantunan anak dalam interaksi belajar mengajar di PAUD Mekar Sari Gondoriyo. Sumber data dalam penelitian ini adalah tuturan guru dan siswa dalam interaksi belajar mengajar di PAUD Mekar Sari Gondoriyo. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini, yaitu teknik rekam dan teknik catat. Adapun teknik analisis data yang digunakan, yakni pengumpulan data, pereduksian data, penyajian data, dan penyimpulan data.Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) wujud metode kesantunan bahasa guru dalam interaksi belajar mengajar di PAUD Mekar Sari Gondoriyo, yaitu dengan metode tuturan deklaratif yang ditemukan menyatakan makna pragmatik imperatif suruhan, ajakan, permohonan, persilaan, dan larangan, dan wujud tuturan interogatif yang menyatakan makna pragmatik imperatif perintah, permohonan, dan persilaan; (2) wujud kesantunan bahasa anak dalam interaksi belajar mengajar di PAUD Mekar Sari Gondoriyo, yaitu wujud deklaratif yang ditemukan menyatakan makna pragmatik imperatif suruhan, ajakan, permohonan, dan larangan, dan wujud tuturan interogatif yang menyatakan makna pragmatik imperatif perintah dan permohonan. Selanjutnya, hasil penelitian ini diharapkan menjadi masukan kepada guru dan siswa agar memperhatikan penggunaan tindak tutur yang santun terhadap lawan tutur dalam interaksi belajar mengajar. Kata kunci: kesantunan, bahasa, anak usia din
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Pembiasaan Penggunaan Bahasa Jawa pada Anak Usia Dini di PAUD Al-Falah Kecamatan Ungaran Timur Kabupaten Semarang
Bahasa Jawa adalah salah satu bahasa komunikasi yang digunakan secara khusus di lingkungan etnis Jawa. Bahasa ini merupakan bahasa pergaulan, yang digunakan untuk berinteraksi antarindividu dan memungkinkan terjadinya komunikasi dan perpindahan informasi sehingga tidak ada individu yang ketinggalan zaman. Dalam kedudukannya sebagai bahasa daerah, bahasa Jawa memiliki fungsi sebagai (1) lambang kebanggaan daerah, (2) lambang identitas daerah, dan (3) alat perhubungan di dalam keluarga dan masyarakat daerah. Oleh karena itu, generasi muda suku Jawa sudah sepantasnya melestarikan bahasa Jawa demi kelangsungan dan tetap terjaganya bahasa Jawa di Pulau Jawa. Apalagi, bahasa Jawa merupakan bahasa budi yang menyiratkan budi pekerti luhur, atau merupakan cerminan dari tata krama dan tata krama berbahasa menunjukkan budi pekerti pemakainya.  Berdasarkan latar belakang diatas dapat diidentifikasi masalah dalam penelitian ini sebagai berikut : (1) wujud pembiasaan bahasa Jawa anak berdasarkan lingkungan etnis jawa dalam interaksi belajar mengajar di PAUD Al-Falah Kecamatan Ungaran Timur Kabupaten Semarang; (2) wujud metode dan media pembelajaran bahasa jawa guru dalam interaksi belajar mengajar di PAUD Al-Falah Kecamatan Ungaran Timur Kabupaten Semarang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah wujud kesantunan anak dalam interaksi belajar mengajar di PAUD Al-Falah Kecamatan Ungaran Timur Kabupaten Semarang. Sumber data dalam penelitian ini adalah tuturan guru dan siswa dalam interaksi belajar mengajar di PAUD Al-Falah Kecamatan Ungaran Timur Kabupaten Semarang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini, yaitu teknik rekam dan teknik catat. Adapun teknik analisis data yang digunakan, yakni pengumpulan data, pereduksian data, penyajian data, dan penyimpulan data. Kata kunci : Pembiasaan, Bahasa Jawa, Anak Usia Din
Tata Krama Budaya Jawa Membentuk Sikap Santun Anak Usia Dini
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang penerapan tata krama budaya jawa dalam membentuk sikap santun anak usia dini. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif, pengumpulan data dengan wawancara mendalam kepada 15 keluarga jawa yang berada di 3 Sekolah yaitu: 5 keluarga di SPS Aisyiyah Tunas Melati, 5 keluarga di Madrasah Diniyyah dan 5 keluarga di SD Gendengan Yogyakarta. Hasil penelitian mengindentifikasikan bahwa penerapan tata krama dengan menggunakan budaya jawa dapat membentuk sikap santun anak. Orang tua di SPS Aisyiyah Tunas Melati, di Madrasah Diniyyah dan di SD Gendengan masih meyakini bahwa penerapan tata krama dalam budaya jawa dapat membentuk sikap saling menghargai, sikap saling menghormati, dan membentuk sikap santun anak mereka terhadap orang lain
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
