1,720,961 research outputs found
Modul guru pembelajar paket keahlian teknik gambar bangunan kelompok kompetensi I
Modul diklat pengembangan keprofesian berkelanjutan bagi guru dan tenaga kependidikan ini diharapkan menjadi referensi dan acuan bagi penyelenggara dan peserta diklat dalam melaksakan kegiatan sebaik-baiknya sehingga mampu meningkatkan kapasitas guru. Modul ini disajikan sebagai salah satu bentuk bahan dalam kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan bagi guru dan tenaga kependidikan
Modul guru pembelajar paket keahlian teknik gambar bangunan, kelompok kompetensi F.
Modul diklat pengembangan keprofesian berkelanjutan bagi guru dan tenaga kependidikan ini berisi materi pedagogik, yakni pengembangan ekstrakurikuler, dan materi profesional, gambar dan rencana konstruksi bangunan. Submateri profesional ialah Memeriksa data hasil pengukuran vertikal dan horizontal) dan pematokan, Menghitung volume pekerjaan sesuai dengan ketentuan, Membuat analisa bahan dan upah berdasarkan SNI, sampai mencetak gambar dengan perangkat lunak, Menyajikan gambar proyeksi bangunan, yaitu gambar situasi, denah, potongan, tampak, dan detail konstruksi sesuai kaedah gambar teknik
Modul guru pembelajar paket keahlian teknik gambar bangunan, kelompok kompetensi H
Modul diklat pengembangan keprofesian berkelanjutan bagi guru dan tenaga kependidikan ini diharapkan menjadi referensi dan acuan bagi penyelenggara dan peserta diklat dalam melaksakan kegiatan sebaik-baiknya sehingga mampu meningkatkan kapasitas guru. Modul ini disajikan sebagai salah satu bentuk bahan dalam kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan bagi guru dan tenaga kependidikan
Analisis Komparatif Biaya dan Faktor Eco-Efficiency Aluminum Formwork dan Conventional Formwork Proyek Pembangunan The Ayoma Apartment
Formwork (bekisting) adalah suatu konstruksi sementar yang berfungsi sebagai cetakan beton untuk menghasilkan beton dengan ukuran, bentuk, dan posisi yang sesuai dengan yang direncanakan. Sebagai konstruksi sementara, formwork harus mampu memikul berat formwork itu sendiri, semua beban mati dan beban hidup yang bekerja pada struktur yang dicetaknya, serta peralatan kerja. Pada proyek pembangunan The AYOMA Apartment digunakan dua tipe formwork yaitu aluminum formwork (bekisting aluminium) dan conventional formwork (bekisting konvensional) yang diaplikasikan dalam satu lantai. Dalam perencanaan proyek ini sendiri belum dilakukan komparasi terhadap dua jenis formwork yang digunakan baik dari segi biaya maupun faktor lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komparasi antara aluminum formwork dan conventional formwork dari segi biaya dan faktor eco-efficiency. Komparasi dilakukan khusus pada pekerjaan bekisting Lantai 3 West Tower The AYOMA Apartment. Perhitungan biaya dilakukan dengan menghitung volume pekerjaan bekisting dan analisis harga satuan pekerjaan (AHSP) yang mengacu kepada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No. 28/PRT/M/2016 tentang Analisa Harga Satuan Pekerjaan Bidang Pekerjaan Umum. Adapun faktor eco-effciency ditinjau dari produksi sampah yang dihasilkan oleh manpower. Dari perhitungan diperoleh biaya aluminum Rp 2.708.328.757,73 atau 2,25 lipat lebih mahal dibandingkan biaya conventional formwork sebesar Rp 1.204.987.034,60. Namun bila faktor reusability dipertimbangkan, aluminum formwork lebih efisien hingga 14,83 kali dibandingkan dengan conventional formwork. Pada analisis faktor eco-efficiency, sampah yang dihasilkan manpower untuk pelaksanaan pekerjaan aluminum formwork lebih sedikit, yaitu hanya 56,48% dari sampah yang dihasilkan oleh manpower untuk pekerjaan conventional formwork. Faktor sampah yang dihasilkan bahan utama dan mutu pekerjaan beton yang dihasilkan juga mendukung kesimpulan bahwa tingkat eco-efficiency dari aluminum formwork lebih tinggi dibandingkan dengan conventional formwork
Modul guru pembelajar paket keahlian teknik gambar bangunan, kelompok kompetensi C
Modul diklat pengembangan keprofesian berkelanjutan bagi guru dan tenaga kependidikan ini berisi materi pedagogik dan profesional. Materi pedagogik: (1) Menentukan pengalaman belajar yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diampu; (2) Memilih materi pembelajaran yang diampu yang terkait dengan pengalaman belajar dan tujuan pembelajaran. Materi profesional: (1) Menafsirkan letak titik berat akibat besarnya gaya-gaya yang bekerja pada benda baik secara analitis maupun grafis: (2) Membuat gambar kerja fondasi batu kali: (3) Merencanakan dan menentukan kebutuhan alat pelindung diri sesuai jenis pekerjaan: (4) Menerapkan fungsi perintah penggambaran 2 dimensi dengan perangkat lunak; (5) Menerapkan cara memodifikasi gambar kerja dengan perangkat lunak: (6) Menerapkan fungsi perintah penggambaran obyek 3 dimensi dengan perangkat lunak
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
