317 research outputs found

    Kontribusi K.H. Muh. Nuh Khaeruddin dalam Pengembangan Pondok Pesantren Al-Furqan Ereng-Ereng Kabupaten Bantaeng Tahun 1986-2004

    No full text
    This is a writing of the contributions of KH. Muh. Nuh Khaeruddin in the development of the Al-Furqan Ereng-Ereng Islamic Boarding School, Bantaeng Regency, from 1986 to 2004. The main objectives of this research are to detail the biography of KH. Muh. Nuh Khaeruddin, trace the history of the founding of the Al-Furqan Ereng-Ereng Islamic Boarding School, and analyze the contributions of KH. Muh. Nuh Khaeruddin to the school's development. This research employs a qualitative descriptive analysis method, utilizing both library and field data. The primary field data source was obtained through interviews, while the library data were collected from various relevant sources. The research approach encompasses historical, educational, religious, and anthropological perspectives. The research steps include heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. The results of this research are as follows: First, KH. Muh. Nuh Khaeruddin was born in the village of Ereng-Ereng, Bantaeng, on June 6, 1940. His notable works include the book "Al-Tashrif," the book "Mahu Al-Ibadah," and guidelines for Zakat and Fasting. Second, the history of the Al-Furqan Ereng-Ereng Islamic Boarding School began with the return of KH. Muh. Nuh Khaeruddin to his hometown to promote Islamic education. In 1986, he founded the Al-Furqan Ereng-Ereng Islamic Boarding School. Third, KH. Muh. Nuh Khaeruddin's focus on deepening religious knowledge had a positive impact on the students, leading to the development of a cadre of preachers to continue his missionary efforts. Implications: The author hopes that this thesis will be useful for readers to learn about KH. Muh. Nuh Khaeruddin, a scholar who significantly influenced the development of Islamic education, particularly at the Al-Furqan Ereng-Ereng Islamic Boarding School in Bantaeng Regency. Future researchers are recommended to discuss in more detail the development of Islamic boarding schools influenced by KH. Muh. Nuh Khaeruddin's thinking.Tulisan ini adalah studi mengenai kontribusi KH. Muh. Nuh Khaeruddin dalam pengembangan pondok pesantren Al-Furqan Ereng-ereng Kabupaten Bantaeng tahun 1986-2004. Dengan masalah pokok yang menjadi tujuan penelitian ini untuk mengetahui biografi pendidikan KH. Muh. Nuh Khaeruddin, untuk mengetahui sejarah pendirian pesantren Al-Furqan Ereng-ereng, serta menganalisis kontribusi KH. Muh. Nuh Khaeruddin dalam pengembangan Pesantren Al-Furqan Ereng-ereng. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif analisis deskriptif dengan data pustaka dan data lapangan. Sumber utama data lapangan diperoleh melalui wawancara. Sedangkan data data pustaka diperoleh melalui penulusuran sumber-sumber pustaka terkait. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan historis, pendidikan, agama, dan antropologi. Langkah-langkah penelitian ini adalah heuristik, ktirik sumber, interspretasi, dan historiografi. Hasil dari penelitian ini diperoleh pertama, KH. Muh. Nuh Khaeruddin lahir di kampung Ereng-Ereng Bantaeng pada tanggal 06 Juni 1940, dengan karya-karyanya ialah kitab Al-Tashrif kitab Mahu Al-Ibadah, Pedoman Zakat dan Puasa. Kedua, sejarah Pesantren Al-Furqan Ereng-Ereng dimulai dengan kembalinya KH. Muh. Nuh Khaeruddin ke kampung halamanya untuk mengembangkan pendidikan Islam hingga pada tahun 1986 KH. Muh. Nuh Khaeruddin mendirikan Pesantren Al-Furqan Ereng-Ereng. Ketiga, pengembangan pendidikan dengan memfokuskan untuk memperdalam ilmu agama yang diterapkan KH. Muh. Nuh Khaeruddin berdampak positif terhadap santri sehingga mampu melahirkan kader muballigh sebagai penerus perjuangan dakwahnya. Implikasi, Penulis berharap agar skripsi ini dapat bermanfaat bagi pembaca untuk mengetahui salah satu ulama yakni KH. Muh. Nuh Khaeruddin yang memberikan pengaruhnya terhadap pengembangan pendidikan Islam terutama pada Pesantren Al-Furqan Ereng-ereng Kabupaten Bantaeng. Juga disarankan bagi peneliti selanjutnya membahas lebih detail mengenai perkembangan pesantren yang dipengaruhi pemikiran KH. Muh. Nuh Khaeruddin

    Pesan Dakwah Dalam Novel Hati Suhita Karya Khilma Anis (Analisis Wacana Teun A. Van Dijk)

    No full text
    ABSTRAK Farida Royani. 2020. Pesan Dakwah dalam Novel Hati Suhita Karya Khilma Anis (Analisis Wacana Teun A. Van Dijk) Skripsi Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing Dr. Muh. Tasrif, M.Ag. Kata Kunci: Pesan Dakwah, Novel Hati Suhita Awalnya novel hanya digunakan sebagai media untuk pengisi waktu luang. Namun, pada kenyataannya novel dijadikan sebagai media transformasi pesan yang efektif. Salah satu novel yang mengandung unsur keislaman yaitu novel Hati Suhita karya Khilma Anis. Novel ini menginspirasi tentang pesantren, cinta, persahabatan, keluarga, agama, dan kehidupan. Pesan dakwah yang ditujukan dalam novel ini diperlihatkan dalam bentuk taat beribadah dan berbudi pekerti baik terhadap sesama manusia. Untuk mengetahui pesan dakwah yang terdapat dalam novel Hati Suhita, penulis merumuskan masalah sebagai berikut: (1) Bagaimana pesan dakwah dalam struktur makro novel Hati Suhita karya Khilma Anis? (2) Bagaimana pesan dakwah dalam superstruktur novel Hati Suhita karya Khilma Anis? (3) Bagaimana struktur mikro novel Hati Suhita karya Khilma Anis? Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa dokumentasi dan observasi teks. Untuk menganalisis data, penulis menggunakan analisis wacana yang dikembangkan oleh Teun A. Van Dijk yang membagi wacana menjadi tiga tingkatan, yaitu struktur makro, superstruktur dan struktur mikro. Penelitian ini menghasilkan beberapa kandungan pesan dakwah dalam novel Hati Suhita karya Khilma Anis. Pertama, pesan dakwah akidah, meliputi berdo’a, shalat, membaca Al-Qur’an dan ziarah kubur. Kedua, pesan dakwah syari’ah meliputi, tirakat, dzikir, menuntut ilmu, kasih sayang terhadap sesama, memuliakan tetangga, tabarrukan, dan memberi nasihat. Ketiga, pesan dakwah akhlak, meliputi patuh kepada suami, mikul duwur mendem jeru, sabar, patuh kepada orangtua, ikhlas, syukur, dan mencium tangan orangtua

    (FILE KOSONG BLM DIUPLOAD)Pesan Dakwah Dalam Novel Hati Suhita Karya Khilma Anis (Analisis Wacana Teun A. Van Dijk)

    No full text
    ABSTRAK Farida Royani. 2020. Pesan Dakwah dalam Novel Hati Suhita Karya Khilma Anis (Analisis Wacana Teun A. Van Dijk) Skripsi Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing Dr. Muh. Tasrif, M.Ag. Kata Kunci: Pesan Dakwah, Novel Hati Suhita Awalnya novel hanya digunakan sebagai media untuk pengisi waktu luang. Namun, pada kenyataannya novel dijadikan sebagai media transformasi pesan yang efektif. Salah satu novel yang mengandung unsur keislaman yaitu novel Hati Suhita karya Khilma Anis. Novel ini menginspirasi tentang pesantren, cinta, persahabatan, keluarga, agama, dan kehidupan. Pesan dakwah yang ditujukan dalam novel ini diperlihatkan dalam bentuk taat beribadah dan berbudi pekerti baik terhadap sesama manusia. Untuk mengetahui pesan dakwah yang terdapat dalam novel Hati Suhita, penulis merumuskan masalah sebagai berikut: (1) Bagaimana pesan dakwah dalam struktur makro novel Hati Suhita karya Khilma Anis? (2) Bagaimana pesan dakwah dalam superstruktur novel Hati Suhita karya Khilma Anis? (3) Bagaimana struktur mikro novel Hati Suhita karya Khilma Anis? Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa dokumentasi dan observasi teks. Untuk menganalisis data, penulis menggunakan analisis wacana yang dikembangkan oleh Teun A. Van Dijk yang membagi wacana menjadi tiga tingkatan, yaitu struktur makro, superstruktur dan struktur mikro. Penelitian ini menghasilkan beberapa kandungan pesan dakwah dalam novel Hati Suhita karya Khilma Anis. Pertama, pesan dakwah akidah, meliputi berdo’a, shalat, membaca Al-Qur’an dan ziarah kubur. Kedua, pesan dakwah syari’ah meliputi, tirakat, dzikir, menuntut ilmu, kasih sayang terhadap sesama, memuliakan tetangga, tabarrukan, dan memberi nasihat. Ketiga, pesan dakwah akhlak, meliputi patuh kepada suami, mikul duwur mendem jeru, sabar, patuh kepada orangtua, ikhlas, syukur, dan mencium tangan orangtua

    al-Misbāh fī al-Nahw By Nāsir al-Dīn al-Mutarrizī al-Nahwī (d. 610/1213) A Critical Edition of the Text with the Life History of the Author

    No full text
    Nāsir al-Dīn al-Mutarrizī al-Nahwī (d.610/1213) was one of the most renowned figures in the field of Arabic Grammar. He has left an indelible mark on the world of Arabic language and literature. He is also known as the successor of al-Zamakhsharī. He wrote a number of books but his al-Misbāh fī al-Nahw gained prominence at a level that no other book in this field could claim to achieve. For this reason, a great number of commentaries have been written in every age, of which the most famous are al-Daw and Khulāsat al-I‘rāb written by Tāj al-Dīn al-Isfrā’īnī and ‘Abd al- Karīm al-Tūsī (better known as Hājjī Bābā) respectively. Moreover, its translation into other languages also demonstrates its value as a useful book. Although al-Misbāh has been edited on more than one occasion, the published editions do not fulfil the needs and requirements of modern academic research criteria. The basic aim of this thesis is to present this book with a current modern research style so that the students, teachers and ordinary readers of Arabic language and literature may benefit from this work. This thesis is divided into two parts. The first part deals with the life history of the author and his other works. A brief note of the environment under which he grew up (generally referred to as the ‘Seljuk’ period) is also included in this part. The second part consists of a text edition that deals with the derivation (Takhrīj) of syntactical issues together with the differing opinions of grammarians on syntactical/grammatical issues. This part also proffers the idiomatic English translation of al-Misbāh

    Designing Information System To Support Business Process Improvement In A Small-Mid Size Bottled Drinking Water Industry

    No full text
    Due to inefficiencies of the business processes in small-mid size of bottled drinking water industries, it is necessary to improve them. The improvements are carried out in business processes of production, warehouse, delivery, marketing, and finance departments. The main causes of the inefficiencies are the inefficiencies of the business process itself and that the business processes of those departments were not integrated. This paper is concerned with designing information system to support for the integration of those departments. First, we mapped the business process of each department using flow diagram. Then analyze the inefficiencies of each department. Next, we redesign the business processes and standardize them. The next step is integrating the business processes by designing the information system. We design the information system modular. The modules are marketing module, production module, logistic module and finance module. Data Flow Diagram (DFD) is used to model the system. Relational database management system (RDBMS) is used to design the database. User interfaces are built to ease in using the program application. The outputs of the information system are reports and documents in monitor screen view and in printing. The validation showed that the information system designed can support the business process improvements. Keywords: business process improvement, integration, information system, small-mid size of bottled drinking water industr

    PENGARUH FREKUENSI MENGIKUTI KEGIATAN KEAGAMAAN DAN DUKUNGAN GURU TERHADAP HASIL BELAJAR PAI SISWA DI SMPN 10 SALATIGA TAHUN AJARAN 2024/2025

    No full text
    Saputri, Anis. 2025, Pengaruh Frekuensi Mengikuti Kegiatan Keagamaan Dan Dukungan Guru Terhadap Hasil Belajar Pai Siswa Di SMPN 10 Salatiga Tahun Ajaran 2024/2025. Skripsi, Fakultas FTIK Program Studi S1- Pendidikan Agama Islam UIN Salatiga. Pembimbing: Dr. Muh Hafidz, M.Ag. Kata Kunci: Kegiatan keagamaan, dukungan guru, hasil belajar Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Apakah ada pengaruh frekuensi mengikuti kegiatan keagamaan terhadap hasil belajar PAI siswa di SMPN 10 Salatiga tahun ajaran 2024/2025? Apakah ada pengaruh dukungan guru terhadap hasil belajar PAI siswa di SMPN 10 Salatiga tahun ajaran 2024/2025? Apakah ada pengaruh frekuensi mengikuti kegiatan keagamaan dan dukungan guru secara simultan terhadap hasil belajar PAI siswa di SMPN 10 Salatiga tahun ajaran 2024/2025? Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Data yang didapat selanjutnya diolah dengan cara memakai alat kemudian diolah menggunakan bantuan SPSS. Jenis penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan menggunakan metode kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di SMPN 10 Salatiga pada bulan April. Populasi yang diambil sebanyak 79 siswa menggunakan teknik simple random sampling. Terdapat 3 variabel dalam penelitian ini yaitu Frekuensi Mengikuti Kegiatan Keagamaan (X1), Dukungan Guru (X2) dan Hasil Belajar (Y). Penelitian ini menggunakan uji validitas dan reabilitas untuk uji coba instrumen penelitian yang kemudian diperoleh jumlah sebanyak 27 butir soal. Untuk menganalisis data menggunakan bantuan IBM SPSS Stastitic versi 26. Hasil dari pada yang sudah di dapatkan Variabel Kegiatan keagamaan dengn thitung 1.649 dengan nilai signifikan sebesar 0,003 < 0,05. Variabel Dukungan Guru dengan thitung 1.504 dengan nilai signifikan sebesar 0,016 < 0,05. Jadi dapat disimpulkan bahwa Kegiatan keagamaan dan dukungan guru berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa Di SMPN 10 Salatiga Tahun Ajaran 2024/2025.

    KESESUAIAN SARANA DAN PRASARANA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DI KECAMATAN PRAMBANAN SLEMAN BERDASARKAN PERMENDIKNAS NO 24 TAHUN 2007

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi dengan belum diketahuinya kesesuaian sarana dan prasarana pendidikan jasmani di SMP se-Kecamatan Prambanan Sleman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar tingkat kesesuaian sarana dan prasarana pembelajaran pendidikan jasmani di SMP seKecamatan Prambanan Sleman berdasarkan Permendiknas No.24 tahun 2007 tentang sarana dan prasarana olahraga. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif menggunakan metode survei. Teknik pengambilan data menggunakan lembar observasi. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh SMP yang berada di Kecamatan Prambanan Sleman yang berjumlah 9 sekolah. Teknik analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan hasil observasi. Hasil penelitian kesesuaian sarana dan prasarana pendidikan jasmani di SMP se-Kecamatan Prambanan Sleman menunjukkan tingkat kesesuaian tiap sekolah yaitu SMP N 1 Prambanan sebesar 77,27%. SMP N 2 Prambanan 72,72%. SMP N 3 Prambanan 77,27%. SMP N 4 Prambanan 40,9%. SMP Muh 1 Prambanan 68,18%. SMP Muh 2 Prambanan 9,09%. SMP Muh Boarding School 40,9%. MTs N 1 Prambanan 86,36%. SMP IT Baitussalam 72,72%. Dengan demikian kesimpulan dari hasil penelitian ini yaitu tingkat kesesuaian dari keseluruhan sarana dan prasarana di SMP se-Kecamatan Prambanan sebesar 62,68%

    Islamisasi di Sinjai (Suatu Tinjauan Sejarah)

    No full text
    Berdasar hasil penelitian ditemukan bahwa kedatangan dan penerimaan Islam berlangsung dari tahun 1604 sampai 1607. Islam menjadi agama resmi kerajaan, antara tahun 1607 sampai 1613. Dari letak geografis, kedatangan dan penerimaan Islam dari tiga arah, yaitu: Dari Timur dibawa oleh Dato’ ri Tiro, dari Barat dibawa oleh Dato’ ri Bandang dan To Maeppe Daeng Situncu, dan dari Utara dibawa oleh Laming. Strategi islamisasi bersifat educatif persuasif dengan pendekatan tasawuf dan syariat. Ada dua pola penyebaran Islam, yaitu: Bottom up dan top down. Integrasi syariat Islam kedalam konsepsi pangngaderreng, melahirkan dua institusi, yaitu parewa sara’ dan parewa ade’. Kolaborasi dua institusi itu, menyebabkan proses transformasi dan internalisasi nilai-nilai Islam, sehingga terwujud tatanan masyarakat bercorak Islam pada sistem sosial dan budaya di Sinjai. Kausalitas Islam mudah diterima, menyebar, dan berkembang di Sinjai, adadua, yaitu: Pertama, sebab langsung. Islam memiliki banyak nilai yang sama dengan nilai-nilai kepercayaan masyarakat pra Islam dan penerapan strategi dakwah yang tepat oleh ulama, serta keberadaan penguasa yang menjadi muballig. Kedua, sebab tidak langsung. Kondisi kondusif sosial politik antar kerajaan dan dukungan pararaja/penguasa menguatkan progresifitas islamisasi di Sinjai. Kontekstualisasi ‘ibrah rekonstruksi sejarah islamisasi di Sinjai untuk kekinian adalah urgensi menemukan local wisdom (kearifan lokal), yang dapat dikompilasi dengan nilai-nilai ajaran Islam. Kompilasi itu, dapat menjadi formulasi umat Islam dalam memberikan kontribusi solutif terhadap berbagai masalah dalam kehidupan sosial. Selain itu, seorang Muslim harus memiliki dua kesalehan, yaitu: kesalehan individu dan kesalehan sosial. Dua kesalehan itu bermakna bahwa seorang Muslim harus memiliki kepedulian sosial sebagaimana ia peduli pada diriny

    Penerimaan Islam di Sinjai Abad XVII (Analisis Perubahan Sosial-Politik dan Budaya)

    No full text
    Mitos dan kemunculan To Manurung merupakan cikal bakal berdirinya kerajaan-kerajaan di Sinjai. Terdapat beberapa kerajaan di Sinjai, seperti: Tondong,Bulo-Bulo, Lamatti, Turungeng, Terasa, Manimpahoi, Manipi, Pao, Suka, Balasuka. Pada mulanya masing-masing kerajaan otonom. Konfrontasi antara Gowa dan Bone menyebabkan terbentuknya aliansi Tellu Limpoe dan Pitu Limpoe. Kedatangan Muslim di Sinjai ditandai dengan makam Puang Demmaq. Pada tahun 1604, I TowaSuro-Raja Lamatti XI diislamkan oleh Dato ri Tiro. Pada tahun 1607-1610, Dato ri Bandang mengislamkan La Pateddungi-Raja Bulo-Bulo IX. Putta Massabangnge, Puang Belle, Tuanta Yusufu, Syek Ibrahim Rahmat, Laming, dan To Maeppe DaengSituncu, I Bolong Daeng Makketti, Laloasa Daeng Parani, Raja Daeng Mattojeng,Ismaila Daeng Pahonging, merupakan tokoh islamisasi. Pada tahun 1637, muncululama yang memiliki silsilah tarekat Syattariyah dan Qadiriyah, yakni: Haji al-Syekh al-Julaij Ahmad bin Abdullah al Bugisi, Al-Syekh Abdul Rahman bin Abdullah Lamatti, Syekh Abdul Jalil bin Abdullah Bulo-Bulo, danSyekh Abdul Basir bin Abdul Jalil al-Bira wa al-Bugisi. Top Down merupakan pola islamisasi di Sinjai. Islamisasi di Sinjai berasal dari arah Timur, Barat, dan Utara dengan pendekatan tasawuf dan syariat. Perubahan Sosial-politik dan budaya dapat dilihat dalam tiga aspek. Pertama, Perubahan Sosial dalam aspek pemahaman keagamaan yakni: lahirnya kelompok Pagama dan penganut Attoriolong. Kedua, Perubahan Sosial dalam aspek sistem sosial yakni: integrasi Sara (syariat) Islam ke dalam Pangngaderreng. Ketiga, Perubahan Sosial dalam aspek ritual-tradisi budaya bercorak Islam, seperti: Sikkiri Jumaq, Mabbilang Penni, Matteggo, Mattampung, Mabbarasanji, Mabbasya Doangdan Mappanre Temme
    corecore