1,720,994 research outputs found
UPAYA MENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PENERAPAN STRATEGI INSIDE- OUTSIDE CIRCLE (IOC) DI KELAS VIII MTs SWASTA AL-ISTIQOMAH KEC.TANAH JAWA
     Penelitian ini untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dengan menerapkan strategi Inside -Outside Circle (IOC). Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas dengan tiga siklus. Instrumen yang digunakan adalah observasi, tes, dan wawancara. Berdasarkan hasil observasi bahwa peningkatan pengelolaan pembelajaran yaitu 3,30, 3,55, dan 3,77 dan peningkatan respon siswa yaitu 2,67, 3,00, dan 3,83. Berdasarkan tes hasil belajar menunjukkan peningkatan hasil belajar yaitu 60,42%, 83,33%, dan 93,75%. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa penerapan strategi Inside- Outside Circle (IOC) dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa VIII MTs Swasta Al-Istiqomah Kec.Tanah Jawa.Kata kunci: Penelitian Tindakan Kelas, hasil belajar matematika, strategi Inside- Outside Circle (IOC)
PERBEDAAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS DAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN AUTOGRAPH
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Perbedaan kemampuan komunikasi matematik antara siswa yang memperoleh pembelajaran melalui model pembelajaran Inkuiri berbantuan Autograph dan siswa yang memperoleh model pembelajaran Ekspositori berbantuan Autograph, (2) Interaksi antara model pembelajaran dan kemampuan awal matematika siswa (tinggi, sedang dan rendah) terhadap kemampuan komunikasi matematik siswa, (3) Perbedaan kemandirian belajar siswa yang memperoleh pembelajaran melalui model pembelajaran Inkuiri berbantuan Autograph dan siswa yang memperoleh model pembelajaran Ekspositori berbantuan Autograph (4) Interaksi antara model pembelajaran dan kemampuan awal matematika siswa (tinggi, sedang dan rendah) terhadap kemandirian belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian semi eksperimen. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 5 Pematangsiantar, analisis data yang digunakan ANAVA dua jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Terdapat perbedaan kemampuan komunikasi matematik dan kemandirian belajar siswa antara siswa yang memperoleh model pembelajaran inkuiri berbantuan Autograph dengan siswa yang memperoleh model pembelajaran ekspositori berbantuan Autograph, (2) Terdapat interaksi antara model pembelajaran yang digunakan dan kemampuan awal matematika siswa terhadap kemampuan komuniksi matematik siswa dan kemandirian belajar siswa. Kata kunci: inkuiri, ekspositori, autograph, komunikasi matematis, kemandirian belaja
Perbedaan Keterampilan Komunikasi Matematis Siswa Melalui Pembelajaran Pengajaran Kontekstual Dengan Model Pembelajaran Berbasis Masalah
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keterampilan komunikasi matematis siswa dalam peluang materi dengan menggunakan model pembelajaran PBL dan CTL di kelas X Sekolah Menengah Swasta Al-Istiqomah di Kabupaten Jawa. Jenis penelitian ini adalah semi eksperimental. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas X Sekolah Menengah Swasta Al-Istiqomah, Kabupaten Jawa. Sampel penelitian adalah 2 kelas. Hasil penelitian diperoleh F_count> F tabel yaitu 15,31> 3,99, sehingga untuk menguji hipotesis dapat disimpulkan bahwa menolak H0 berarti berterima kasih Ha, terdapat perbedaan kemampuan komunikasi matematis siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran berbasis masalah dengan siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching Lerning. Ada perbedaan dalam keterampilan komunikasi matematis siswa yang diajarkan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah dibandingkan dengan siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran Lerning Teaching Lerning 9
REFLEKSI DAN STRATEGI PEMBELAJARAN MELALUI MEDIA DARING PADA ERA NEW NORMAL
ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perlunya melakukan evaluasi kembali pembelajaran yang dilakukan di rumah, baik dengan refleksi pembelajaran atau pun dengan pemberian angket. Hal ini sangat penting di lakukan agar pencapaian pembelajaran tidak lagi terhalang hanya karena kurang tepat dalam memilih strategi yang akan diterapkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Data diambil dengan menggunakan instrumen berupa angket persepsi mahasiswa mengenai pembelajaran daring selama pandemi covid 19. Kemudian memberikan strategi pembelajaran pada masa new normal sesuai dengan kekurangan dan kelebihan selama pembelajaran daring pada masa pandemi covid 19 agar pembelajaran yang baik dapat diteruskan dibantu kuota internet dan yang kurang baik dapat diperbaiki saat new normal. Instrumen berupa angket yang berisi 4 pertanyaan dengan menggunakan google formulir dengan link berikut: https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLScbp13o22tfUAuS4lyx1s7Nu7aOodcsnOmvFxAcnv5Tf_2Zg/viewform?usp=sf_link . Berdasarkan jawaban 45 mahasiswa diketahui bahwa refleksi dari pembelajaran daring yaitu mahasiswa akan sebanyak 50 GB/bulan selama 4 bulan secara gratis. Kemudian strategi yang dapat dilakukan oleh dosen adalah menyiapkan kuisioner sebelum pembelajaran agar dapat diketahui hal-hal yang dapat digunakan selama pembelajaran di masa new normal seperti penggunaan media pembelajaran kombinasi dan membuat video pembelajaran yang dapat membantu mahasiswa mengerti apa yang mahasiswa pelajari agar mahasiswa tidak melulu mengerjakan tugas tanpa penjelasan. Kata kunci : refleksi, strategi, media daring, new norma
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
PERSEPSI MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA TENTANG PEMBELAJARAN DARING SELAMA MASA LEARN FROM HOME (LFH) PANDEMIC COVID-19
Tujuan dari penenlitian Analisis deskriptif pada penelitian ini yaitu untuk mengkaji persepsi mahasiswa Pendidikan Matematika mengenai pembelajaran daring terkait pemanfaatan Aplikasi yang digunakan, kelebihan dan kekurangan serta respon tertentu yang digemari mahasiswa untuk membantu mereka menghasilkan output yang lebih baik dari kegiatan belajar mengajar secara daring selama masa covid-19.populasi pada penelitian ini adalah seluruh mahasiswa program studi (prodi) pendidikan matematika semester genap, dan sampel yang daiambil sebanyak 58 mahasiswa pada prodi pendidikan matematika. Teknik pengumpulan data yaitu dengan angket melalui Googleform serta wawancara. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dari sampel yang diukur mahasiswa lebih banyak menggunakan pembelajaran daring menggunakan aplikasi whatsapp sebanyak 49 responden dan menggunakan google classroom sebanyak 35 responden dan pada aplikasi lainnya sebanyak 12 responden 4 responden pada zoom dan 3 responden pada google meet. Dengan respon mahasiswa pada pernyataan “Pembelajaran daring membuat proses perkuliahan lebih terorganisir†menunjukkan bahwa yang menyatakan tidak setuju sebnyak 48% dan yang menyatakan “Cukup setuju†sebnyak 36%,dll. dengan temuan saran dari beberapa mahasiswa yang menyatakan perlunya dilakukan evalusi bersama baik dosen atau mahasiswa dalam memilih aplikasi dan memanfaatkannya sebagai sarana pembelajaran. Kata Kunci:  persepsi mahasiswa, aplikasi, pendidikan matematik
LANCAR BERHITUNG TANPA MENGAHAFAL MELALUI METODE JARIMATIKA GUNA MENDUKUNG KECERDASAN ANAK DI SD NEGERI NO. 014686 SIDOMULYO GUGUS-IV
AbstrakPengabdian ini telah dilaksanakan di SD Negeri No. 014686 Sidomulyo Gugus-IV.Kec Pulo Bandring Kabupaten Asahan. Hal yang menjadi masalah pokok sehingga perlu dilakukan pengabdian ini adalah keadaan anak- anak yang semakin kesulitan dalam berhitung, kesulitan dalam menghafalkan perkalian, yang berdampak pada menurunnya semangat dan minat belajar anak. Hal tersebut pula yang melatarbelakangi anak bahkan orang tua menganggap berhitung adalah hal yang sulit dan rumit dan susah, sampai ketahap bosan karena yang mereka kerjakan tidak menemukan solusi. Salah satu faktor yang menjadi sebab masalah tersebut terjadi yaitu belum terciptanya metode pengajaran yang menarik dan tidak membosankan peserta didik, terutama pada pelajaran matematika. Solusi yang ditawarkan untuk persoalan diatas adalah dengan menggunakan metode Jarimatika dalam berhitung. Dengan metode jarimatika yang tepat dapat memberikan visualisasi proses berhitung, menggembirakan anak saat digunakan, tidak memberatkan memori otak dan alatnya gratis, selalu terbawa dan tidak dapat disita. Hasil dan Pembahasan dari pengabdian yang dilakukan siswa lebih aktif dalam pembelajaran dengan metode jarimatika, dan memberi damapak positif pada aspek afektif, kognitif dan perilaku.  Kata kunci : Matematika, Perkalian, Jarimatika Abstract              This service has been carried out at SD Negeri No. 014686 Sidomulyo Gugus-IV. Kec Pulo Bandring Asahan. This is the main problem this service needs to be done is the condition of children who are increasingly difficult in counting, difficulty in memorizing multiplication, which has an impact on decreasing enthusiasm and interest in children\u27s learning. It is also the background of children and even parents consider counting is a difficult and complicated and difficult thing, to the point of being bored because what they are doing is not finding a solution. One of the factors that caused the problem to occur is that the teaching methods that are interesting and not boring for students have not been created, especially in mathematics. The solution offered for the above problem is to use the Jarimatika method in counting. With the right Jarimatika method can provide a visualization of the counting process, encouraging children when used, not burdensome memory of the brain and free tools, always carried away and can not be confiscated. The results and discussion of the service performed by students are more active in the learning method using Jarimatika, and give positive feedback on affective, cognitive and behavioral aspects.  Keywords: Mathematics, Multiplication, Jarimatik
PKMS PELATIHAN PEMBANGUNAN KEPRIBADIAN ANAK USIA DINI MELALUI PEMBELAJARAN BAHASA DAN MATEMATIKA
Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada lingkungan Pendidikan Anak Usia Dini  (PAUD) Terpadu  Al- Mudzakir terkhusus pada pembelajaran bahasa dan matematika yang dianggap mampu mewakili dalam perkembangan kepribadian anak pada pelajaran lain sehingga ketika mereka sudah mampu berbahasa dan bernalar dengan pola kepribadian yang baik maka tumbuhlah anak tersebut menjadi pribadi yang baik. Kegiatan ini dilakukan meliputi kegiatan sebagai berikut pembimbingan, pendampingan, dan pelatihan bagi mitra untuk membantu membangun kepribadian anak melalui pembelajaran bahasa dan matematika yang menjadi pokok perkembangan kualitas  Al-Mudzakir, yang saat ini mengalami penurunan jumlah siswa sampai 26% diduga karena belum pernah diadakannya suatu kegiatan yang mampu meningkatkan kualitas pembelajaran pada aspek pembangunan kepribadian anak usia dini khususnya melalui pembelajaran bahasa dan matematika. Upaya yang dilakukan adalah memberikan visualisasi atau melakukan pembelajan praktik langsung terhadap materi yang dipelajari yang langsung dievaluasi. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah mengajak anak dalam mengembangkan pola kepribadian dengan praktik langsung yang menjadikan anak mudah mengeksplor kemampuan yang dimiliki dalam berbahasa dan bernalar karena pada fase pengevaluasian anak langsung mengetahui kepribadian yang biasa mereka lakukan baik atau buruk. Dengan upaya tersebut diharapkan sekolah Pendidikan Anak Usia Dini  (PAUD) Terpadu  Al- Mudzakir dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas setiap tahunnya. Target luarannya adalah satu artikel pada media massa cetak/elektronik yang sudah terbit pada koran Waspada yang berjudul “UNA Menangkan Hibah PKMS†pada tanggal 30 April 2019; video kegiatan sudah di upload di link youtube berikut: https://www.youtube.com/watch?v=xZP5kmPz1i8&feature=youtu.be; dan peningkatan keberdayaan mitra sesuai permasalahan yang dihadapi dalam bentuk permainan yang bisa digunakan mitra setiap saat.Kata kunci: Kreativitas Kepribadian Anak; Bahasa; Matematika
PERSEPSI DOSEN FKIP TENTANG PERKULIAHAN DARING SEBAGAI SARANA PEMBELAJARAN DI MASA COVID-19
ABSTRACTIn a descriptive study that examines the perceptions of Teaching and Education Faculty (FKIP) students about online lectures as a learning tool during the Covid-19 pandemic. Perception data was obtained from the Asahan University Quality Assurance Institute (LPM) questionnaires which were distributed to lecturers who carried out the online teaching and learning process during the Covid-19 pandemic. This study uses the student population of the Faculty of Teacher Training and Education (FKIP) Universiatas Asahan (UNA). The sample in this study was 26 lecturers as respondents consisting of 3 fields of study program in FKIP Asahan University, namely Mathematics Education and Indonesian Language and Literature Education and English Language Education. The results showed that overall there were 17 lecturers who did online learning through the Whatsapp application and 14 lecturers also did the Google Classroom application and 1 lecturer did on Google Meet and on the zoom application as many as 4 lecturers with other options as many as 3 lecturers. However, in the single application from the data above, there are 8 lecturers who only do online learning using Whatsapp and 5 lecturers who only use the Google Classroom application. Lecturers\u27 responses during online learning as a whole give negative responses and suggestions, it can be seen from the questionnaire in the fifth statement from a sample of 26 lecturers, there are 38%, namely 10 lecturers choose "disagree" and 27% or 7 lecturers choose "quite agree" and choose " agree "and 8% only 2 lecturers who choose" strongly agreeâ€. Keywords: Perception, online learning, Lecture
- …
