1,720,964 research outputs found
Manajemen Pelayanan Customer Service di Bank Syariah Indonesia Kantor Cabang Banjarbaru dalam Mengatasi Keluhan Nasabah
Penelitian ini dilatar belakangi mengenai pentingnya memberikan
manajemen pelayanan oleh customer service terhadap nasabah yang mempunyai
keluhan. Customer service memberikan pelayanan yang terbaik agar nasabah
merasa puas serta keluhan nasabah dapat ditangani. Keluhan terjadi karena adanya
ketidaknyamanan atau ketidakpuasaan nasabah terhadap layanan maupun produk
pada bank. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen pelayanan dan
kendala yang dihadapi oleh customer service dalam mengatasi keluhan nasabah di
Bank Syariah Indonesia KC Banjarbaru.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yaitu peneliti
turun ke tempat penelitian melakukan wawancara. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kualitatif deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pelayanan customer
service mengatasi keluhan nasabah sudah sesuai SOP (Standar Operational
Procedure) dan arahan dari kantor pusat. Kendala yang dihadapi oleh customer
service mengatasi keluhan nasabah ada dua yaitu sering terjadi gangguann atau
offline jaringan yang akibatnya pelayanan menjadi terganggu dan nasabah harus
menunggu. Kurangnya pemahaman nasabah akan menghabiskan waktu yang
banyak sehingga customer service harus memberikan penjelasan yang jelas
Disparitas putusan hakim pada perkara perwalian: Analisis penetapan nomor 57/Pdt.P/2019/PA.Sor dan penetapan nomor 58/Pdt.P/2016/PA.Mrs
Secara normatif ibu kandung merupakan wali atas anak kandungnya yang berhak mewakili sang anak dalam melakukan perbuatan hukum. Hal tersebut diperkuat dalam ketentuan Pasal 47 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan yang menyatakan bahwa orang tua wajib mewakili anaknya yang masih berada di bawah umur dalam melakukan perbuatan hukum. Namun faktanya pihak bank mensyaratkan nasabahnya, dalam hal ini seorang ibu untuk memiliki penetapan perwalian dari pengadilan untuk melakukan perbuatan hukum. Seperti pada perkara nomor 57/Pdt.P/2019/PA.Sor dan nomor 58/Pdt.P/2016/PA.Mrs. Dimana kasus hukumnya sama, namun berbeda dalam amar penetapannya yaitu, majelis hakim Pengadilan Agama Soreang menetapkan pemohon sebagai wali yang sah bagi anak kandungnya, sedangkan majelis hakim Pengadilan Agama Maros menetapkan pemohon sebagai orang tua kandung atas anak kandungnya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertimbangan hukum hakim dalam penetapan nomor 57/Pdt.P/2019/PA.Sor dan penetapan nomor 58/Pdt.P/ 2016/PA.Mrs tentang Perwalian, metode penemuan hukum hakim dalam penetapan perwalian di Pengadilan Agama Soreang dan di Pengadilan Agama Maros serta faktor yang melatarbelakangi disparitas dalam penetapan perwalian di Pengadilan Agama Soreang dan di Pengadilan Agama Maros.
Kerangka berpikir dalam penelitian ini terletak pada isi penetapan pengadilan agama tentang perwalian yang telah berkekuatan hukum tetap (in kracht), serta penemuan hukum oleh hakim yang berkaitan dengan perwalian.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian content analysis dan pendekatan yuridis normatif dengan pendekatan komparatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan studi dokumentasi dan studi kepustakaan.
Hasil dari penelitian ini disimpulkan sebagai berikut: 1) Pertimbangan hukum pada penetapan Pengadilan Agama Soreang, hakim melakukan penemuan hukum, menetapkan pemohon sebagai wali dengan dasar pertimbangan yang digunakan Pasal 47 Undang-Undang Perkawinan dan kaidah fiqih. Majelis hakim Pengadilan Agama Maros yang menetapkan pemohon sebagai ibu kandung, dengan mempertimbangkan kedudukan orang tua dan wali yang berbeda. 2) Pengadilan Agama Soreang menggunakan interpretasi sosiologis. Majelis hakim Pengadilan Agama Maros tidak memerlukan interpretasi hukum, mengutamakan peraturan terkait dengan perwalian dan kekuasaan orang tua. 3) Ketiadaan hukum yang mengatur secara jelas tentang perwalian oleh orang tua kandung serta penilaian dari masing-masing hakim terhadap fakta hukum yang diperoleh dari persidangan menjadi faktor yang melatarbelakangi disparitas pada penetapan perwalian di Pengadilan Agama Soreang dan di Pengadilan Agama Maros
BIMBINGAN KEAGAMAAN TERHADAP REMAJA DI PANTI REHABILITASI SOSIAL TUNA SOSIAL (PRSTS) BARAKAT CANGKAL BACARI PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh bimbingan keagamaan pada remaja
laki-laki di Panti Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial (PRSTS) Barakat Cangkal
Bacari Provinsi Kalimantan Selatan yang melakukan kegiatan bimbingan
keagamaan agar tercapainya seorang remaja laki-laki yang paham agama, remaja
yang berkualitas dengan paham dan mengerti bagaimana hidup yang sesuai
dengan ajaran Islam. Sebab remaja kelak berperan penting dalam pembangunan
bangsa. Maka dari pada itu diperlukan remaja yang baik sesuai dengan ajaran
Islam. Rumusan masalah pada penelitian ini ialah bagaimana bentuk bimbingan
keagamaan terhadap remaja dan apa saja faktor pendukung dan penghambat
bimbingan keagamaan di Panti Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial (PRSTS) Barakat
Cangkal Bacari Provinsi Kalimantan Selatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui bentuk bimbingan keagamaan terhadap remaja dan apa saja faktor
pendukung dan faktor penghambat bimbingan keagamaan terhadap remaja di
Panti Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial (PRSTS) Barakat Cangkal Bacari Provinsi
Kalimantan Selatan
Jenis Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan
pendekatan kualitatif deskriptif. Penulis melakukan wawancara kepada
pembimbing, pengelola dan peserta di Panti Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial
(PRSTS) Barakat Cangkal Bacari Provinsi Kalimantan Selatan. Penulis juga
melakukan observasi dan dokumentasi untuk menggali data yangterkait dengan
bimbingan keagamaan terhadap remaja di Panti Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial
(PRSTS) Barakat Cangkal Bacari Provinsi Kalimantan Selatan
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa bentuk bimbingan
keagamaan terhadap remaja di Panti Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial (PRSTS)
Barakat Cangkal Bacari Provinsi Kalimantan Selatan adalah bimbingan fiqih,
bimbingan baca tulis Al-qur’an, dan bimbingan membaca selawat agar dapat
mendekatkan diri dan selalu mengingat kepada Allah. Sedangkan faktor
pendukung bimbingan keagamaan ialah semangat dari dalam diri peserta panti,
sarana yang cukup memadai. Sedangkan faktor penghambat ialah faktor cuaca
atau jauhnya jarak rumah pembimbing ditambah dengan cuaca yang buruk
Pengembangan Model Pembelajaran Saintifik Berbasis Kearifan Lokal untuk Perkembangan Kognitif Anak Usia 5-6 Tahun
Permasalahan ketika menyusun buku yang diimplementasikan di Taman Kanak-Kanak (TK) Mawar Kelas B1 meliputi pelaksanaan kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) belum optimal dan Guru kurang memahami pendekatan saintifik, yang berdampaknya belum optimalnya perkembangan kognitif anak seperti yang diharapkan. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan model pembelajaran dengan pendekatan saintifik berbasis kearifan lokal untuk perkembangan kognitif Anak Usia 5-6 tahun yang valid, praktis, dan efektif. Kegiatan diterapkan untuk mencapai kemampuan anak dalam mengamati, bertanya, mencoba atau bereksperimen, mencari penalaran dan berkomunikasi melalui pengembangan tema dan indikator dalam Kurikulum PAUD 2013. Riset menggunakan metode R&D dari ADDIE dengan tahapan analyze, design, development, implement, evaluation. Hasil validitas valid dan hasil kelayakan media sangat layak digunakan. Hasil uji kepraktisan produk dinyatakan sangat praktis, produk dinyatakan sangat efektif. Hasil pengembangan dari penelitian ini adalah produk yang dinyatakan valid, praktis dan efektif
The Students\u27 Perceptions of Creating Videos to Engage Them in Speaking
This research investigates the students’ perceptions of creating videos to engage them in speaking. This research employed a descriptive method. The population of this research was the third year students of Social Program of SMAN 1 Soppeng in the academic year 2017/2018. This research used purposive sampling, taking XII IPS 1 totaling 25 students as the sample. The instruments of this research were questionnaire and interview. The results of this research showed that creating videos has many advantages in engaging the students to speak English. Recording the conversation or dialogue is a fun activity for them although they feel nervous for the first few minutes, a few minutes later, they feel very much enjoying recording their activities and performance with their friends. Creating videos seems to be interesting and motivating the students to speak fluently. The students stated that they can see their expressions, gestures, and their mistakes by replaying their videos, so it will make them aware of their weakness and their mistakes. It creates self-learning and self-evaluation for the students. It makes the students motivated to improve their speaking skills. Thus, it is concluded that the students have positive perceptions on the effectiveness of creating videos in engaging them to speak English
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
