219 research outputs found

    FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELENGKAPAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANGKIR KECAMATAN DAMPAL SELATAN KABUPATEN TOLITOLI

    No full text
    ABSTRAK RINI ANGRAINI. Faktor yang Berhubungan dengan kelengkapan Kunjungan Antenatal Care di Wilayah Kerja Puskesmas Bangkir Kecamatan Dampal Selatan Kabupaten Tolitoli. ( di bawah bimbingan Rosmala Nur ) Peminatan Biostatistik, KB dan Kependudukan Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako Pemeriksaan kehamilan (antenatal care) yang tidak lengkap mengakibatkan risiko dan komplikasi kehamilan tidak terdeteksi secara dini dan hal ini dapat berkontribusi terhadap kematian ibu dan bayi. Faktor utama penyebab kematian ibu setiap tahunnya adalah akibat pendarahan. Hal ini dapat dicegah dengan pemeriksaan kehamilan secara lengkap dan rutin. Berdasarkan data Puskesmas Bangkir cakupan kunjungan ibu hamil pada pelayanan ANC (K1 dan K4) tahun 2021 186 (K1 62% dan K4 50%) dan cakupan kunjungan ibu hamil belum mencapai target yang ditetapkan yaitu K1 100% dan K4 95%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, sikap dan dukungan suami dengan kelengkapan kunjungan pemeriksaan kehamilan (antenatal care) di Wilayah kerja Puskesmas Bangkir Kecamatan Dampal Selatan Kabupaten Toli-Toli. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang bersifat analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 63 responden dipilih dengan menggunakan simple random sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan (p = 0,002), sikap (p = 0,012) dan dukungan suami (p = 0,005) berhubungan dengan kelengkapan kunjungan pemeriksaan kehamilan. petugas kesehatan terutama bidan di harapkan memberikan pelayanan ANC (10 T) yang baik dan benar sesuai dengan standar pelayanan yang ditetapkan kepada ibu hamil. Peran suami perlu dioptimalkan untuk mendukung ibu melalui pemberian motivasi, perhatian dan pendampingan dalam pemeriksaan ANC. Kata Kunci : Puskesmas, Kunjungan, Antenatal Car

    Pengelolaan Keuangan Retribusi Wisata Kabupaten Banyuwangi Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Banyuwangi Nomor 13 Tahun 2011 Tentang Retribusi Jasa Usaha

    No full text
    Pasal 18 Ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia menyatakan bahwa, “Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi atas daerah-daerah provinsi dan daerah provinsi itu dibagi atas kabupaten dan kota, yang tiap-tiap provinsi, kabupaten dan kota itu mempunyai Pemerintahan Daerah, yang diatur dengan undang-undang”. Pasal 18 Ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia menyatakan bahwa Pemerintah Daerah berwenang untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan menurut asas otonomi dan tugas pembantuan. Pemberian sebagian kewenangan pemerintah pusat kepada daerah otonom, bukan berarti bahwa pemerintah daerah berdaulat. Sebab pengawasan dan kekuasaan tertinggi tetap berada di tangan pemerintah pusat, daerah semata-mata sebagai penyelenggaraan otonomi di daerah. Sumber-sumber Penerimaan Daerah menurut Pasal 5 Undang-Undang Nomor 33 tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah antara lain : (1) Pendapatan Asli Daerah; (2) Dana Perimbangan; (3) Lain-lain Pendapatan. Sedangkan Sumber Pendapatan Asli Daerah menurut pasal 6 Undang-Undang No 33 tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah antara lain : (1) Pajak Daerah; (2) Retribusi Daerah; (3) Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan; dan (4) Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah. Dalam rangka pembiayaan pemerintahan daerah untuk melaksanakan tugas pemerintahan dan pembangunan senantiasa diperlukan sumber penerimaan yang dapat diandalkan. Daerah otonom dituntut untuk dapat mendukung pembiayaan pengeluaran daerah. Dari berbagai alternatif sumber penerimaan yang dipungut oleh daerah, Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah menetapkan pajak dan retribusi daerah menjadi salah satu sumber penerimaan yang berasal dari dalam daerah dan dapat dikembangkan sesuai dengan kondisi masing-masing daerah. Pemerintah daerah sebagai daerah otonom, berhak untuk melakukan pemungutan salah satunya adalah retribusi. Menurut Pasal 1 Angka 64 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, retribusi daerah adalah pungutan Daerah sebagai pembayaran atas jasa atau pemberian izin tertentu yang khusus disediakan dan/atau diberikan oleh Pemerintah Daerah untuk kepentingan orang pribadi atau badan. Namun tidak semua jasa yang diberikan oleh pemerintah daerah dapat dipungut retribusinya, tetapi hanya jenis-jenis jasa tertentu yang diberikan oleh pemerintah daerah dapat dipungut retribusinya sesuai dengan pertimbangan sosial-ekonomi layak dijadikan objek retribusi.2 Kabupaten Banyuwangi mengembangkan sektor pariwisata dalam mengoptimalkan pendapatan daerah dari sektor retribusi. Peraturan Daerah Kabupaten Banyuwangi Nomor 13 Tahun 2011, tidak dijelaskan secara khusus tentang mekanisme pengelolaan keuangan retribusi wisata di Kabupaten Banyuwangi yang saat ini wewenang untuk memungut serta mengelola dana retribusi daerah tidak lagi terpusat pada Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Banyuwangi melainkan wewenang tersebut dilimpahkan kepada OPD (Organisasi Perangkat Daerah) serta dampak dari pengelolaan keuangan retribusi wisata terhadap Pendapatan Asli Daerah. Tipe penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif sedangkan pendekatan masalah yaitu menggunakan Undang-Undang dan konseptual. Metode pengumpulan bahan hukum yang digunakan adalah sumber bahan hukum primer, sumber bahan hukum sekunder, dan bahan non hukum serta analisa bahan hukum. Pada bab pembahasan akan membahas mengenai 2 (dua) hal yang terdapat dalam rumusan masalah. Penelitian skripsi ini dilakukan di Dinas Kebudayan dan Pariwisata Kabupaten Bayuwangi serta Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Banyuwangi. Hasil dari penelitian skripsi yang penulis lakukan adalah, Daerah berwenang untuk mengelola keuangan daerahnya sendiri, sesuai dengan Pasal 280 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah. Berdasarkan Pasal 2 Huruf a Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 Tentang Pengelolaan Keuangan Daerah yang berbunyi, “hak daerah untuk memungut pajak daerah dan retribusi daerah serta melakukan pinjaman”, dalam pasal tersebut dijelaskan pemerintah daerah diberikan kewenangan untuk melakukan pungutan pajak daerah dan retribusi daerah dalam upaya meningkatkan pendapatan daerah. Dalam pengelolaan keuangan retribusi wisata terdapat 5 (lima) mekanisme pengelolaan antara lain: (1) perencanaan; (2) pelaksanaan; (3) pengelolaan; (4) pertanggung jawaban dan; (5) pengawasan yang dalam pelaksanaanya telah sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Dengan mekanisme pengelolaan keuangan retribusi wisata yang sistematis dan terstruktur maka akan berdampak positif terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Banyuwangi meningkat setiap tahunnya, terbukti dengan meningkatnya pendapatan asli daerah selama 5 tahun terakhir. Pada tahun 2013, jumlah pendapatan asli daerah sebesar 183,24 milyar; tahun 2014 pendapatan asli daerah sebesar 283,49 milyar; tahun 2015 pendapatan asli daerah sebesar 346,99 milyar; tahun 2016 pendapatan asli daerah sebesar 367,80 milyar; dan tahun 2017 pendapatan asli daerah sebesar 388, 960 milyar. Sektor pariwisata merupakan salah satu sektor strategis yang dikembangkan oleh daerah Kabupaten Banyuwangi guna meningkatkan perekonomian daerah, pengembangan wilayah serta pemberdayaan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mendukung pengembangan kawasan objek wisata, serta pengembangan potensi perekonomian daerah dari sektor pariwisata salah satunya pemungutan retribusi wisata terhadap objek wisata yang ada di Kabupaten Banyuwangi. Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga dipengaruhi oleh kunjungan wisatawan sehingga meningkatnya pendapatan daerah sektor retribusi pariwisata tergantung berapa banyak wisatawan yang mengunjungi objek wisata. Dengan potensi pariwisata yang dimiliki Kabupaten Banyuwangi menjadikan sektor pariwisata sebagai salah satu upaya Pemerintah Daerah dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan mengembangkan wilayah objek wisata secara optimal, serta mengikutsertakan masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan wilayah objek wisata sebagai upaya pemberdayaan masyarakat agar wilayah sekitar objek wisata dapat maju dan berkembang

    ASPÉK PSIKOLOGI DINA NOVEL RINI KARYA YOSEPH ISKANDAR (Ulikan Struktural jeung Psikologi Sastra)

    No full text
    Penelitian ini membahas struktur cerita dan aspek psikologi tokoh utama yang terdapat di dalam novel Rini karya Yoseph Iskandar. Tujuan dalam penelitian ini untuk mendeskripsikan (1) tema, (2) fakta carita, (3) sarana carita, dan (4) psikologi tokoh utama yang terdapat dalam novél Rini karya Yoseph Iskandar. Metode yang digunakan adalah deskriptif analitis dengan teknik studi pustaka. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) tema dalam novel Rini ini adalah kehidupan dan takdir mengenai jodoh, kematian, dan kebahagiaan. (2) fakta cerita yang terdapat dalam novel Rini terbagi menjadi alur, latar, dan pelaku; alur cerita dibagun oleh 12 episode dengan alur maju; pelaku dibagi menjadi pelaku utama dan pelaku tambahan, terdapat tiga pelaku utama dan 13 pelaku tambahan; latar dalam cerita pun terbagi menjadi tiga, dengan 9 latar tempat, 8 latar waktu, dan latar sosial mengenai bahasa serta lingkungan, (3) sarana sastra yang terdapat dalam novel Rini terbagi menjadi judul, sudut pandang, dan gaya bahasa; judul Rini menggambarkan isi cerita; sudut pandang yang digunakan oleh penulis merupakan sudut pandang orang pertama “saya” sebagai pelaku utama; gaya bahasa yang ditemukan di antaranya simile, personifikasi, hiperbola, pleonasme, eufimisme, metafora, dan litotes, (4) psikologi kepribadian tokoh utama yang terdapat dalan novel Rini mencakup 3 macam karakteristik psikologi dalam diri manusia di antaranya id, ego, superego. This study discusses the structure of the story and the psychological aspects of the main character in the novel Rini by Yoseph Iskandar. The purpose of this study is to describe (1) the theme, (2) the facts of the story, (3) the means of the story, and (4) the psychology of the main character in Yoseph Iskandar's novel Rini. The method used is descriptive analytical with literature study technique. The results show that (1) the theme in Rini's novel is life and destiny regarding mate, death, and happiness. (2) the facts of the story contained in Rini's novel are divided into plot, setting, and actors; the storyline is built by 12 episodes with a forward plot; actors are divided into main actors and additional actors, there are three main actors and 13 additional actors; The setting in the story is also divided into three, with 9 place settings, 8 time settings, and social settings regarding language and environment, (3) the literary tools contained in Rini's novel are divided into titles, points of view, and language styles; Rini's title describes the content of the story; the point of view used by the author is the first person point of view “me” as the main actor; The language styles found include simile, personification, hyperbole, pleonasm, euphemism, metaphor, and litotes, (4) personality psychology of the main character in Rini's novel includes 3 kinds of psychological characteristics in humans including id, ego, and superego

    L'analisi aristotelica dei relativi

    No full text
    This article discusses the ontological status of the parts of substances in Aristotle’s theory of categories. Since in this theory the substantial parts, as well as the wholes, are primary subjects of predication, i.e. substances, a part may be to its whole as Socrates is to Callias so that the mereological composition of substances can be regarded as an accident (a relation). It is argued here that in Cat. 7 Aristotle is trying to rule out this possibility by redefining the boundaries of the category of relatives itself. Starting from the framework of the Academic debate and then following closely the text of Cat. 7, the author provides a detailed reconstruction of Aristotle’s argument in order to establish the reason for which the parts of substances hold such an uncertain status. Furthermore, he shows that the Categories do not provide a definitive solution to the mereological problem, which has rather to be sought in the Metaphysics. The following results are attained: a moderately systematic component is revealed in Aristotle’s Categories and a mereological element is detected in the very core of his theory of substance

    ANALISIS PELAKSANAAN PROGRAM KERJA BADAN AMIL ZAKAT NASIONAL (BAZNAS) KABUPATEN PADANG PARIAMAN DALAM MENSEJAHTERAKAN MUSTAHIK (Studi Kasus Kecamatan Lubuk Alung)

    No full text
    Pemberdayaan masyarakat fakir dan miskin dapat dilakukan melalui pengelolaan potensi zakat secara maksimal. Zakat dapat membantu dalam meringankan beban hidup fakir miskin. Dengan efektivnya program zakat krisis kelaparan dapat diatasi dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis Pelaksanaan Program Kerja Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Padang Pariaman Dalam Meningkatkan Kesejahterakan Mustahik (Studi Kecamatan Lubuk Alung). Penelitian ini menggunakan kaedah kualitatif dengan metode deskriptif. Metode pengambilan data, denga n cara Interview kapada 1 key informan , pengamatan langsung dan membagikan angket kepada 60 orang penerima zakat. Hasil penelitian ini Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Padang Pariaman dalam mensejahterakan kehidupan mustahik kecamatan Lubuk Alung menunjukkan bahwa Pelaksanaan Program Kerja BAZNAS dalam kategori baik, hal ini dapat dilihat dari persentase rata -rata kualitatif yang berjumlah 65%. Kata kunci :Anilisis Pelaksanaan, Kesejahteraa n Penerima Zaka

    Pola asuh orang tua dalam membentuk karakter anak usia dini di Desa Huta Godang Muda Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal

    No full text
    Pola asuh orang tua dalam membentuk karakter pada anak terdapat perbedaan cara pengasuhannya. Ada orang tua yang memberi kebebasan, ada yang mengharapkan anak mematuhi peraturan tanpa pertanyaan. Ada orang tua yang banyak memberi masukan-masukan dan arahan terhadap apa yang dilakukan anak, dan ada yang sedikit ruang bagi dialog timbal balik antara orang tua dan anak. Rumusan penelitian ini adalah : 1) Bagaimana pola asuh orang tua dalam membentuk karakter anak usia dini di Desa Huta Godang Muda Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal? 2) Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi orang tua dalam membentuk karakter anak usia dini di Desa Huta Godang Muda Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal? 3) Bagaimana strategi orang tua dalam pembentukkan karakter anak usia dini Desa Huta Godang Muda Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal? Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif atau penelitian lapangan dan bersifat deskriptif.penelitian ini menggunakan Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk memudahkan menganalisis data, lalu di interpretasikan dengan cara berfikir induktif, yaitu berdasarkan pengetahuan khusus kemudian diambil suatu pemecahan yang bersifat umum, sehingga menghasilkan kesimpulan yang dapat dipertanggung jawabkan. Berdasarkan hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa : 1) Pola asuh orang tua dalam membentuk karakter pada anak terdapat perbedaan cara pengasuhan orang tua terhadap anaknya ada orang tua yang memberi kebebasan dan bimbingan kepada anak. Orang tua banyak memberi masukan-masukan dan arahan terhadap apa yang dilakukan anak, ada orang tua yang sedikit ruang bagi dialog timbal balik antara orang tua dan anak, mengharapkan anak mematuhi peraturan tanpa pertanyaan da nada juga orang tua yang hanya menyediakan sedikit dukungan emosional terhadap anak. 2) Faktor yang mempengaruhi orang tua dalam menerapkan pola pengasuhan pada anakanaknya adalah tingkat pendidikan orang tua di Desa Huta Godang Muda mayoritas tamat SMP ada juga yang tidak sekolah sama sekali, status ekonomi serta pekerjaan orang tua di desa huta godang muda kebanyakan bekerja sebagai petani, tiap hari mereka kesawah dan kekebun, dan kepribadian orang tua di Desa Huta Godang Muda orang tua berkepribadian tertutup dan konservatif cenderung memperlakukan anaknya dengan ketat dan otoriter. 3) Strategi orangtua dalam membentuk karakter religius pada anak di Desa Huta Godang Muda meliputi, keteladanan, pembiasaan dan menciptakan kondisi yang kondusif

    Analisis Kedisiplinan Pegawai Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Jambi

    No full text
    Abstrak: Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kedisiplinan pegawai Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Jambi. Penelitian ini dilakukan di kantor Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Jambi dengan mengunakan pendekatan kualitatif, melalui tahapan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kedisiplinan pegawai Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Jambi, dilakukan dengan penyusunan kegiatan kesediaan dan aksesibilitas dokumen, kejelasan dan kelengkapan informasi dan keterbukaan proses, kendala tingkat kedisiplinan pegawai Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Jambi, diantaranya banyaknya pelanggaran kedisiplian terlambat datang, cepat pulang serta keterlambatan penyelesaian tugas, upaya yang dilakukan untung mengurangi pelanggaran kedisiplinan pegawai Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Jambi harus melakukan peningkatan disiplin kerja dan pemberian sanksi. Kata Kunci: Analisis, Upaya, Disipli

    DASAR-DASAR KEBIDANAN MODERN

    No full text
    DASAR-DASAR KEBIDANAN MODERN Siti Rohani, Fitri Hijri Khana, Rini Wahyuni, Heni Angraini, Reni Sumanti, Siska Desta Roza, Sri Lestari, Reni Hariyanti, Dita Selvianti, Karimah, Cristinawati BR Haloho, Umi Nur Fajri ISBN: 978-623-88494-7-5 Tebal: x + 172 hlm., 21 x 14 cm Maret 2025 Editor: Sartika Nugrahaini Penata Letak: Elfatih Penata Sampul: Novita Diantika Penerbit CENDEKIA GLOBAL MANDIRI Jalan Pendidikan No. 3 Doping Lama Kec. Penrang, Kab. Wajo, Sulawesi Selatan, 90928 Telp. 0485-2106832, 082122109958 Email [email protected] Anggota IKAPI No. 063/SSL/2024 Hak Cipta Dilindungi Undang-undang Dilarang memperbanyak isi buku ini dalam bentuk dan dengan cara apapun tanpa izin tertulis dari penerbit

    DASAR-DASAR KEBIDANAN MODERN

    No full text
    DASAR-DASAR KEBIDANAN MODERN Siti Rohani, Fitri Hijri Khana, Rini Wahyuni, Heni Angraini, Reni Sumanti, Siska Desta Roza, Sri Lestari, Reni Hariyanti, Dita Selvianti, Karimah, Cristinawati BR Haloho, Umi Nur Fajri ISBN: 978-623-88494-7-5 Tebal: x + 172 hlm., 21 x 14 cm Maret 2025 Editor: Sartika Nugrahaini Penata Letak: Elfatih Penata Sampul: Novita Diantika Penerbit CENDEKIA GLOBAL MANDIRI Jalan Pendidikan No. 3 Doping Lama Kec. Penrang, Kab. Wajo, Sulawesi Selatan, 90928 Telp. 0485-2106832, 082122109958 Email [email protected] Anggota IKAPI No. 063/SSL/2024 Hak Cipta Dilindungi Undang-undang Dilarang memperbanyak isi buku ini dalam bentuk dan dengan cara apapun tanpa izin tertulis dari penerbit

    Ethnomathematics Exploration of Fish Trader Activities in The Traditional Market of Punggulan Village, Asahan Regency

    No full text
    This study aims to explore the activities of fish traders in traditional markets by connecting mathematics and culture, known as ethnomathematics. The type of research used is qualitative research with an ethnographic approach. Data collection techniques used are library data, observation, and interviews. The data analysis technique refers to the Miles and Huberman model: data reduction, data presentation, and conclusion. This study found that the activities of fish traders in traditional markets were grouped into three processes: measurement, packaging, and buying and selling. The concepts found in these three activities are measurement, sets, one-variable linear equations, weight comparisons, social arithmetic, relations and functions, two-variable linear equations, flat-sided spaces, and probability. Thus, the activities of fish traders contain ethnomathematics elements which are simultaneously an application of mathematical theory learned at school. Further researchers are advised to examine the quality of ethnomathematics-based mathematics learning
    corecore