1,720,970 research outputs found
KURANGI STRES KERJA PADA PERAWAT DENGAN TEHNIK PERNAFASAN BOX BREATHING
Perawat merupakan tenaga medis yang paling sering menghabiskan banyak waktu dengan pasien. Perawat bekerja hampir menjangkau seluruh area pelayanan kesehatan sehingga sangat rentan untuk mengalami stres kerja. Stres kerja di kalangan perawat berhubungan dengan penurunan kepuasan kerja, kinerja yang buruk, penurunan kualitas layanan keperawatan, berkurangnya retensi, peningkatan tingkat turnover, dan kelelahan. Selain itu, stres kerja juga berdampak negatif pada kualitas hidup perawat dan hasil kesehatan pasien. Oleh karena itu perawat harus bisa mengelola stres kerja agar tetap bisa memberikan asuhan keperawatan yang berkualitas dengan salah satu cara yang bisa dilakukan adalah tehnik box breathing atau dikenal dengan istilah pernafasan kotak. Lokasi pengabdian adalah di ruangan rawat inap Edeweis RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Hasil kegiatan didapatkan adanya pengurangan skor stress perawat dari stress sedang (nilai skor 15) sebelum (pre test) menurun menjadi stress ringan (nilai skor 9) setelah (post test ). Diharapkan perawat dapat menggunakan tehnik box breathing sebagai salah satu intervensi alternatif untuk mengurangi stress kerja pada perawat sehingga perawat bisa meningkatkan kualitas asuhan keperawatan yang diberikan kepada pasien
ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN PADA LANJUT USIA DENGAN PENERAPAN RENDAM KAKI AIR HANGAT UNTUK MENURUNKAN TEKANAN DARAH TINGGI
Hypertension has been known as a non-communicable disease that often occurs in elderly from Tresna Werdha Social Institution. Symptoms include sleep disturbances, dizziness, blurred vision, fatigue, and heart palpitations until no symptomatic but blood pressure exceeding 140/90 mmHg. This study aimed to analyze nursing care for the elderly using warm water foot soak therapy to reduce blood pressure at the Nursing Home of Tresna Werdha correctly, precisely, and by professional nursing standards. The research used a control and intervention group consisting of two subjects. The data collection instrument was an observation sheet. The intervention time was 30 minutes in the morning and evening on three consecutive days. The results of the implementation of warm water foot soak therapy in the two groups showed a reduction of mean difference in systolic 8.3 mmHg and diastolic 3.7 mmHg for the intervention group. In contrast, the control group was 4.3 mmHg and diastolic 4.7 mmHg. So it can be concluded that the warm water foot soak therapy performed on the elderly effectively reduces systolic blood pressure. At the same time, administering antihypertensive drugs reduces diastolic blood pressure effectively. Therefore, a recommendation was given to the PSTW to consider the implementation of warm water foot soaks therapy in the future to lower the blood pressure of the elderly
Nurses\u27 Work Motivation in Providing Nursing Care During the COVID-19 Pandemic
This study aims to determine the performance of nurses during the COVID-19 pandemic in providing nursing care to achieve goals in meeting the needs and independence of patients. The research method used is quantitative research with a descriptive survey design. The results showed that the majority of respondents were female, as many as 57 people (79.2%), the last education was D3 nursing, as many as 26 people (36.1%), the average age was 34.5 years with the lowest age of 23 years and the highest was 47 years, the average length of work was 9.03 years with the lowest tenure was two years and the highest was 22 years, and intense work motivation as many as 40 people (55.6%). In conclusion, the explanation of nurses in providing nursing care during the COVID-19 pandemic is in the low category.
Keywords: Nursing Care, Work Motivation, COVID-19 Pandemi
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KONSUMSI SAYUR DAN BUAH PADA ANAK PRA SEKOLAH
Konsumsi sayur dan buah pada anak usia pra sekolah masih belum optimal sehingga anak pra sekolah beresiko untuk mengalami permasalahan kesehatan. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi konsumsi sayur dan buah pada anak prasekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kuantitatif analitik, dengan desain korelasi dan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Payung Sekaki. Populasi penelitian ini adalah ibu yang memiliki anak usia prasekolah yangberjumlah 192 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Cara pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuisioner. Data dianalisis menggunakan Chi-Square. Hasil uji chi-square didapatkan tidak adanya hubungan faktor pengetahuan dengan tingkat konsumsi sayur dan buah (p=0,087), tidak adanya hubungan faktor sikap dengan tingkat konsumsi sayur dan buah (p=0,098), adanya hubungan ketersediaan sayur dan buah dengan konsumsi sayur dan buah (p=0,029) dan tidak adanya hubungan yang signifikan antara status ekonomi dengan konsumsi sayur dan buah(p=0,098). Diharapkan kepada puskesmas selalu memberikan penyuluhan kepada masyarakat terhadap pentingnya konsumsi makanan yang seimbang salah satunya mengkonsumsi sayur dan buah yang banyak manfaatnya bagi pertumbuhan dan perkembangan anak, serta memberikan edukasi kepada orang tua untuk lebih rutin lagi memberikan asupan sayur dan buah pada anak setiap jam makan
EDUKASI KELUARGA PASIEN TENTANG PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN RESIKO JATUH DI RUANGAN RAWAT INAP
Keselamatan pasien merupakan aspek fundamental dalam pelayanan kesehatan, di mana insiden jatuh menjadi salah satu kejadian yang paling sering terjadi di fasilitas kesehatan. Kejadian jatuh tidak hanya berpotensi menimbulkan dampak fisik seperti fraktur dan luka, tetapi juga berdampak psikologis, memperpanjang masa rawat, serta meningkatkan beban biaya pelayanan kesehatan. World Health Organization (WHO) menyampaikan bahwa sebagian besar insiden jatuh di rumah sakit sebenarnya dapat dicegah. Keterlibatan keluarga sebagai pendamping utama selama proses perawatan memiliki peran penting dalam upaya pencegahan insiden tersebut. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan keluarga mengenai pencegahan dan pengendalian risiko jatuh pada pasien yang dirawat di ruang rawat inap RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Edukasi diberikan melalui penyuluhan dan diskusi interaktif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan keluarga, dengan skor pre-test sebesar 70% meningkat menjadi 86% pada post-test. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi tenaga keperawatan untuk terus melibatkan keluarga dalam upaya keselamatan pasien, sehingga risiko jatuh dapat diminimalkan secara lebih efekti
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN MOTIVASI MAHASISWA PROFESI NERS DALAM PELAKSANAAN HAND HYGIENE DI RUANG RAWAT INAP
Hand hygiene adalah tindakan membersihkan tangan dengan menggunakan sabun di bawah air mengalir (handwash) atau menggunakan handrub yang bertujuan mencegah agar tidak terjadi penyebaran penyakit Health-care Associated Infections (HAIs) di Rumah Sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan motivasi mahasiswa Profesi Ners dalam pelaksanaan hand hygiene di ruang rawat inap. Penelitian ini menggunakan studi kuantitatif dengan desain deskriptif korelasi dan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel penelitian ini adalah 36 orang yang diambil menggunakan teknik total sampling. Pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner yang sudah dilakukan pengujian validitas dan reliabilitas. Data dianalisa secara univariat dan bivariat. Uji univariat seperti jenis kelamin, pembekalan PPI menggunakan distribusi frekuensi dan untuk usia menggunakan tendensi sentral, sedangkan uji bivariat menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov. Hasil penelitian menunjukkan 22 orang (77,8%) berjenis kelamin perempuan, pernah mengikuti pembekalan PPI sebanyak 36 orang (100%) dan rata-rata usia 23 tahun, sebanyak 18 responden (50.0%) memiliki tingkat pengetahuan cukup, 20 responden (55.6%) memiliki motivasi yang tinggi dalam pelaksanaan hand hygiene. Hasil uji korelasi didapat P value= 1,000 (> 0,05) yang berarti tidak terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan motivasi mahasiswa Profesi Ners dalam pelaksanaan hand hygiene di ruang rawat inap. Diharapkan kepada seluruh mahasiswa Profesi Ners untuk meningkatkan kesadaran dalam melaksanakan hand hygiene pada 5 momen agar mencegah penularan HAIs di ruang rawat inap
PELAKSANAAN ORIENTASI PASIEN BARU DI RSUD PETALA BUMI PEKANBARU PROVINSI RIAU
Orientasi pasien baru merupakan proses penerimaan pasien baru serta keluarga pada saat pertama kali pasien datang (24 jam pertama) dan keadaan pasien sudah tenang. Hasil obsevasi peneliti, perawat belum melakukan pelaksanaan orientasi pasien baru sesuai dengan standar operasional prosedur yang telah diterapkan. Orientasi pasien baru bertujuan membina hubungan saling percaya dan informasi awal yang berkaitan dengan proses keperawatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pelaksanaan orientasi pasien baru di RSUD Petala Bumi Provinsi Riau. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain survei. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat di ruang rawat inap RSUD Petala Bumi Provinsi Riau. Teknik sampling yang digunakan adalah consecutive sampling dan jumlah sampel 35 responden di instalasi rawat inap RSUD Petala Bumi. Alat pengumpul data yang digunakan adalah wawancara 21 responden dan lembar observasi 14 responden. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan orientasi tata cara penggunaan bel dilakukan (78,6%), orientasi tata tertib fasilitas serta hak dan kewajiban pasien belum (100%) dilakukan, orientasi jam kunjung pasien (14,3%). Hasil penelitian diharapkan perawat RSUD Petala Bumi Provinsi Riau untuk meningkatkan pelaksanaan orientasi pasien baru sesuai SOP terutama tentang orientasia tata tertib, fasilitas serta hak dan kewajiban pasien
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN PERSEPSI ANAK USIA SEKOLAH TENTANG PERILAKU MEROKOK
Prevalensi perokok semakin meningkat dan tidak hanya pada usia dewasa saja tetapi juga pada Prevalensi perokok semakin meningkat dan tidak hanya pada usia dewasa saja tetapi juga pada usia remaja dan usia sekolah. Anak usia sekolah memiliki persepsi bahwa merokok itu suatu hal yang biasa, hal ini disebabkan oleh kurangnya pengetahuan anak usia sekolah tentang bahaya merokok bagi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan dan persepsi anak usia sekolah tentang perilaku merokok. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi pada penelitian ini adalah anak usia sekolah. Sampel penelitan sebanyak 188 orang yang diambil dengan menggunakan teknik sampling yaitu simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan teknik analisa data mengggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan siswa berpengetahuan kurang (97,3%), berpersepsi perilaku merokok positif (52,7%), terdapat 14 anak usia sekolah sudah merokok diluar sekolah. Saran bagi pelayanan kesehatan diharapkan bagi pelayanan kesehatan untuk meningkatan promotif dan preventif sebagai salah satu strategi pencegahan timbulnya angka perokok dikalangan anak usia sekolah
Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Obesitas Pada Remaja Di SMPN 1 Ujungbatu
Obesitas merupakan salah satu masalah gizi yang disebabkan mengkonsumsi makanan jauh melebihi kebutuhan yang dapat mengakibat berbagai penyakit seperti resistensi Insulin,hipertensi, peningkatan kadar kolestrol,stroke, serangan jantung,kanker, penuaan otak,kehamilan beresiko, dan penurunan kualitas sperma. Beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya obesitas yaitu aktivitas fisik, pola tidur, faktor emosional, pola makan, faktor genetik dan faktor l ingkungan. Tingginya angka obesitas menurut WHO tahun 2015, pada tahun 2014 terdapat lebih dari 1,9 milyar orang dewasa lebih dari 600 juta orang mengalami obesitas.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan obesitas pada remaja di SMPN 1 Ujungbatu. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelatif dengan desain Retrospektif. Teknik sampling yang dilakukan adalah total sampling dengan uji statistik kulmogorof sminov z. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 50 orang yang diambil semua remaja yang mengalami obesitas, alat pengumpulan data adalah kuesioner dengan pengolahan data menggunakan komputerisasi dan analisa dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil menunjukkan bahwa tidak ada hubungannya antara aktivitas fisik, pola makan, pola tidur, faktor emosional, faktor genetik, dan faktor lingkungan dengan obesitas pada remaja dengan Pvalue > 0,05. Diharapkan dengan adanya penelitian ini pihak sekolah dapat memberikan edukasi kepada siswa dalam mempertahankan berat badan ideal serta menjaga pola hidup yang sehat.
 
A COLLABORATION OF NURSES AND DOCTORS IN THE INPATIENT ROOM AT ARIFIN ACHMAD GENERAL HOSPITAL OF RIAU PROVINCE: KOLABORASI PERAWAT DOKTER DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ARIFIN ACHMAD PROVINSI RIAU
collaboration is a form of collaboration between nurses and doctors for the same purpose of providing health services in order to increase patient recovery efforts. collaboration between nurses and doctors is limited to recording the doctor's instructions given without discussing and giving opinions or suggestions about the patient's health problems. the result of this study was to identify collaboration between nurses doctors in the inpatient hospital Arifin Ahmad Riau. this type of research is quantitative with descriptive design. the population in this research are all nurses in the inpatient room 196 nurses as populations. the type of samlping technique used in this research was purposive sampling. data collection tools using questionnaires with data processing using computerization and data analysis is done univariately. the results showed that more than half the population (66.8%) of nurses stated that the collaboration of nurses and doctors was not good. based on the results of this study it is suggested to nurses to improve the education, knowledge, and competence of nurses in the implementation of nursing careKolaborasi merupakan suatu bentuk kerjasama perawat dengan dokter dengan tujuan yang sama yaitu memberikan pelayanan kesehatan agar meningkatkan upaya penyembuhan pasien. Kolaborasi yang di lakukan perawat dan dokter hanya mencatat intruksi yang dokter berikan tampa berdiskusi memberikan pendapat atau usulan tentang masalah kesehatan pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi kolaborasi perawat-dokter di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Achmad Provinsi Riau. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruhan perawat di Ruang Rawat Inap adalah 196 orang perawat. Jenis teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini ialah purposive sampling. Alat pengumpulan data menggunakan kuisioner dengan komputerisasi dan analisa data dilakukan secara univariat . Hasil penelitian menujukkan pengolahan data menggunakan bahwa lebih dari separuh (66,8%) perawat menyatakan bahwa kolaborasi perawat dokter kurang baik. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan kepada perawat untuk meningkatkan pendidikan, pengetahuan dan kompetensi perawat dalam pelaksanaan asuhan keperawata
- …
