1,720,964 research outputs found
THE EFFECTS OF PLAYING METHOD ON THE ACTIVITIES OF CHILDREN AGED 4-5 YEARS OLD IN TK MUTIARA BANGSA SURABAYA
This research aimed to examine the effects of playing method on the activeness of learning during the learning process, the reciprocal questions between early childhood and teachers. The research was conducted in the neighborhood of TK Mutiara Bangsa Surabaya with a population of 36 children and a sample of 20 children aged 4-5 years old. The sample technique was carried out through purposive sampling based on considerations that were already known by the researcher and the characteristics of the children that were known beforehand. The data collection of this research used the observation test instrument which was analyzed using statistical analysis with 2 designs: Pre-test and post-test and without the comparison/control group. The results of this research indicated that learning activeness after treatment or treatment with playing method, there was an effect of learning activeness with an average score of -9.50000. Also, based on the results of the t-test testing, it was known that the value of -26.456 with a significance of 0.000 (p <0.05) which means that there was a very significant effect between the method of playing on the learning activeness children aged 4-5 years old in TK Mutiara Bangsa Surabaya. There was a positive effect between playing method on learning activities of children aged 4-5 years old. Playing is the part of the child's soul without any compulsion. The active child does anything because of great curiosity, information, experience experimenting from playing and the teacher as facilitator. Through playing, it will be easier to optimize all aspects of child’s development, creating the next generation who are ready for changing times. Playground can be used for early childhood learning
METODE BERMAIN UNTUK MENGEMBANGKAN KECERDASAN ANAK USIA DINI: Methods Of Play, Development, Intelligence Early Childhood
Study about the method of play to develop early childhood intelligence. In the writing of this article used a descriptive method through the study of librarianship. Methods play an important role in the development of children in the field of motor-physical development, language, cognitive, social-emotional, moral. Through the method of play can improve the quality of education, because that method is more emphasis on the involvement of children directly by providing experiences in learning through play so as to make active and creative children in learning, then the development of intelligence of child or students can develop optimally. Knowledge about the play as well as to the development of children\u27s intelligence and keep in mind by teachers, parents and education experts. So that in the process of early childhood education can run well. Teachers in implementing the method and preparing learning materials tailored to the interests and stages of child development. The teacher as a facilitator should be creative to create a wide variety of games and variations of the main tools, either from the former or invites the modern plays and traditional
PENERAPAN BERMAIN UNTUK MEMBANGUN RASA PERCAYA DIRI ANAK USIA DINI
Mengkaji tentang penerapan bermain untuk membangun rasa percaya diri anak usia dini. Fenomena, tidak semua anak usia dini memiliki rasa percaya diri yang tinggi serta kurangnya rasa percaya diri merupakan gejala khas yang sering dialami oleh anak. Anak aktif mengikuti perintah apa yang diberikan guru, anak tidak banyak terlibat memberi ide/gagasan sesuai kemauan anak, serta pembelajaran masih banyak berpusat pada guru (teacher center). Pada diri anak terdapat keraguan, keputusasaan, menghindari kontak fisik dan memberikan alasan ketika gagal melakukan sesuatu, maka rasa percaya diri anak usia dini belum sepenuhnya muncul. Dalam penulisan artikel ini menggunakan metode deskriptif melalui studi kepustakaan. Pembelajaran pendidikan anak usia dini dilakukan melalui belajar seraya bermain, merupakan cara membangun rasa percaya diri untuk kebahagiaan dan kesuksesan anak, yaitu: 1) Saat kita merasa senang atau bangga pada anak kita katakanlah pada mereka; 2) Beri pujian pada anak; 3) Jangan segan-segan memuji anak, bahkan di depan anggota keluarga, teman-teman sekolahnya; 4) Ajari anak untuk membuat perasaan yang positif tentang dirinya sendiri; 5) Hindari kritik yang bersifat mempermalukan si anak; 6) Ajari anak untuk membuat keputusan yang bijaksana. Orang tua atau guru pemegang peran utama, kemandirian berkembang melalui sebuah proses yang sangat erat hubungannya dengan rasa percaya diri anak
KOMPETENSI GURU PAUD DI KELURAHAN BALAS KLUMPRIK DALAM MENGEMBANGKAN PERANGKAT PEMBELAJARAN
Perangkat pembelajaran merupakan senjata utama seorang guru dalam mengajar di dalam kelas. Idealnya guru mampu mengembangkan perangkat pembelajaran sesuai dengan karakteristik siswanya. Kenyataan yang ada, guru PAUD seringkali hanya menggunakan perangkat pembelajaran yang sudah ada tanpa menyesuaikan dengan kondisi di PAUD tempat mereka mengajar. Diberlakukannya kurikulum/Permendiknas No.58 Tahun 2009, kompetensi guru dalam mengembangkan perangkat pembelajaran merupakan salah satu pendukung tercapainya kompetensi siswa/anak didik. Penelitian ini sampelnya guru PAUD/Pos Paud Terpadu (PPT) sebanyak 24 guru di Kelurahan Balas Klumprik. Tehnik pengambilan sampel menggunakan porposive sampel/non randum sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode observasi dan dokumentasi itu berupa perangkat pembelajaran yang dikembangkan oleh guru PPT di Kelurahan Balas Klumprik. Metode analisis data dalam penelitian ini adalah membandingkan draf perangkat pembelajaran berdasarkan Permendiknas No.58 Tahun 2009 yang tertuang di buku pedoman pembelajaran PAUD dan TK dengan perangkat pembelajaran yang di susun oleh guru PAUD/PPT. Simpulan dari hasil analisis data bahwa kompetensi guru PAUD/PPT di Kelurahan Balas Klumprik dalam mengembangkan perangkat pembelajaran berdasarkan Permendiknas No.58 Tahun 2009 masih kurang tepat dalam pengaplikasian pada anak usia dini, karena banyak yang berlatar belakang pendidikan SLTA/bukan dari lulusan PG-PAUD. Hal ini dapat dilihat pada (1) RKH yang dikembangkan tidak disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak, kadang masih ada guru memakai RKH yang sudah dipergunakan pada tahun kemarin; (2) Bahan Ajar hanya sebagian guru yang mampu mengembangkan bahan ajar, dengan sangat sederhana; (3) LKS yang diberikan pada anak berupa buku paket yang terdapat di toko-toko, hanya beberapa guru yang bisa membuat LKS sendiri; (4) Media Pembelajaran kurang sesuai dengan usia dan karakteristik anak usia dini, kurang kreatifnya guru dalam menyediakan APE; (5) Penilaian, semua guru merencanakan/membuat format penilaian namun banyak yang belum terisi nilai baik dengan tanda bulat, tanda bintang atau dalam bentuk angka sesuai pedoman penskoran di PAUD
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL TERHADAP FREKUENSI BERTANYA SAAT PERKULIAHAN BERLANGSUNG BAGI MAHASISWA PG-PAUD
AbstrakMahasiswa baru (khususnya di tahun pertama dan kedua) dalam mengikuti perkuliahan masih mengikuti pola pembelajaran di SLTA. Dasar penelitian ini perlu dilakukan karena fakta di lapangan menunjukkan bahwa dalam 2 tahun terakhir mahasisa kurang aktif melakukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan dosen, masih dengan mind set belajar di SLTA. Alternatif solusi yang dipilih yaitu dengan menerapkan model pembelajaran kontekstual dengan rumusan masalah yaitu “Seberapa besar pengaruh model pembelajaran kontekstual terhadap frekuensi bertanya pada saat perkuliahan berlangsung bagi mahasiswa PG- PAUD?”. Penelitian ini memakai rancangan quasieksperiment atau Pre Experimental Desain yang dapat digambarkan dengan uji tanda (SignTest) atau Desain2:Pre-test and Post-test, dan tanpa adanya kelompok pembanding/kontrol. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode test, metode observasi dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan frekuensi bertanya pada saat perkuliahan berlangsung bagi mahasiswa PG-PAUD, yang dapat kita lihat pada rata-rata pretest dan posttest dimana nilai rata-rata post test (42,41) lebih baik daripada nilai rata-rata pretest (17,06). Berdasarkan hipotesis jika thitung lebih besar daripada ttabel maka ada pengaruh model pembelajaran kontekstual terhadap frekwensi bertanya pada saat perkuliahan berlangsung bagi mahasiswa PG-PAUD. Analisis data diperoleh thitung lebih besar dari pada ttabel yaitu 49,70>1,699. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran kontekstual terhadap frekwensi pada saat perkuliahan berlangsung bagi mahasiswa PG-PAUD, serta perlu diterapkan disetiap matakuliah, serta bisa dijadikan acuan bagi semua dosen agar perkuliahan menjadi lebih nyaman, kondusif. Interaksi antara mahasiswa dengan temannya atau mahasiswa dengan dosen atau sebaliknya berjalan dengan lancar, mengurangi rasa tidak percaya diri mahasiswa karena merasa takut salah
PENGEMBANGAN APE BERBASIS BAHAN PASIR KINETIK UNTUK STEAM PADA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
Pemberlakuan Kurikulum Merdeka pada pendidikan anak usia dini menuntut inovasi para pendidik anak usia dini dalam mengembangkan kegiatan-kegiatan di sekolah.
Dasar-dasar literasi dan STEAM adalah salah satu dari tiga elemen capaian pembelajaran yang harus diimplementasikan dalam kegiatan pembelajaran pada satuan pendidikan anak usia dini. Salah satu komponen penunjang keberhasilan mencapai capai pembelajaran pada pendidikan anak usia dini adalah komponen APE. Para pendidik anak usia dini perlu mengembangkan diri dalam berinovasi dan berkreativitas untuk pengembangan APE yang variatif dan menarik. Terkait akan hal itu Program Studi Pendidikan Pendidik Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Pedagogi dan Psikologi Universitas PGRI Adi Buana telah melaksanakan pelatihan pengembangan APE untuk STEAM pada pendidikan anak usia dini bagi Komunitas Praktisi Program Sekolah Penggerak Pendidikan Anak Usia Dini Wilayah Surabaya 2, tanggal 10 November sampai dengan 10 Desember 2022. Salah satu subtopik materi pelatihan adalah pengembanga APE berbasis bahan pasir kinetik
The implementation of the Independent Curriculum in early childhood education demands innovation from early childhood educators in developing activities at school.
The basics of literacy and STEAM are one of the three elements of learning outcomes that must be implemented in learning activities in early childhood education units. One of the components supporting the success of achieving learning outcomes in early childhood education is the APE component. Early childhood educators need to develop themselves in innovation and creativity for the development of varied and interesting APE. In this regard, the Early Childhood Education Teacher Education Study Program, Faculty of Pedagogy and Psychology, Universitas PGRI Adi Buana has conducted APE development training for STEAM in early childhood education for the Community of Practitioners of the Early Childhood Education Driving School Program Surabaya Region 2, November 10 until December 10, 2022. One of the sub-topics of the training material is the development of APE based on kinetic sand materia
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
- …
