93 research outputs found
CATECHIN CONTENT AND ANTIOXIDANT ACTIVITY OF SOME BREWED TEMPERATURE OF BLACK TEA SYRUP
The catechin contents and the antioxidant activity of black tea syrup that brewed at some temperature still poorly understood. It has been investigated whether catechin contents and antioxidant activity of black tea syrup may be affected by hot or cold water. The temperature of 30°C, 60°C, and 90°C were used to brew the syrup, and then the catechin and the antioxidant were determined at each temperature by using DPPH radical scavenging activity method. Measurement of DPPH was conducted for 2 minutes reaction time. Catechin contents were determined by using HPLC method. The result of research showed that the catechin and the antioxidant activity affected by temperature tested. Five kinds of catechin derivatives detected in black tea syrup, EGC (epigallocatechin), C (catechin), EGCG (epigallocatechin gallate), EC (epicatechin) and ECG (epicatechin gallate). The highest DPPH scavenging activity of black tea syrup was showed by 30°C.ABSTRAKKandungan katechin dan aktivitas antioksidan dari sirup teh hitam yang diseduh pada beberapa temperatur masih belum begitu dipahami. Pada penelitian ini telah diselidiki apakan kandungan katechin dan aktioksidan dipengaruhi oleh air dingin atau air panas. Temperatur 30oC, 60oC, dan 90oC digunakan untuk menyeduh sirup teh hitam lalu ditentukan kandungan katechin dan aktifitas antioksidannya pada masing-masing temperatur menggunakan metode aktifitas perangkap radikal bebas DPPH (dyphenyl pycrylhydrazyl). Pengukuran DPPH dilakukan selama waktu reaksi dua menit. Kandungan katechin ditentukan menggunakan metode HPLC (High Performance Liquid Chromatography). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan katechin dan aktifitas antioksidan sirup teh hitam dipengaruhi oleh temperatur yang diuji. Lima jenis turunan katechin terdeteksi dalam sirup teh hitam yaitu EGC (epigallocatechin), C (catechin), EGCG (epigallocatechin gallate), EC (epicatechin) and ECG (epicatechin gallate). Aktifitas perangkap DPPH tertinggi dari sirup teh hitam diperoleh pada temperatur 30oC.</p
The Trade and Compliance Costs Model in the International Supply Chain
Trade costs for the international supply chain are enormous, even in the absence of formal border barriers. In fact, the costs involved in moving a container physically are less than half the costs of managing the information about the transport activity. Thus, the physical infrastructure in international trade is fairly efficient, but that is not the case for the information infrastructure.In addressing the complexity of the border activities, both public and private organizations are interested in making the compliance process more manageable and less costly, while still achieving the same level of security and safety. For the government, a well-managed border activity not only improves the revenue but also promotes the ports and increases their competitiveness. Based on the empirical finding, a 1% reduction in the transactional cost in relation to the border compliance process is worth $43 billion. Therefore, it is necessary for all stakeholders, both private and public organizations, to support an effective and efficient border-related compliance process, which can be done through the IT innovation of the compliance process
Hubungan antara Pengaturan Pola Makan dan Akupunktur pada Penurunan Berat Badan
PENGARUH PENGATURAN MAKAN DAN AKUPUNKTUR PADA PENURUNAN BERAT BADAN Nur Asiah1, Tuty Herawaty2, Sri Hastuti Andayani3Departemen Gizi Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Departemen Anak Fakultas Kedokteran YARSIDepartemen Anak Fakultas Kedokteran [email protected] Author: [email protected] BelakangTerdapat beberapa cara menurunkan berat badan, salah satunya pengaturan pola makan. Pengaturan pola makan meningkatkan kesadaran pasien akan pentingnya diet. Selain itu terdapat metode akupunktur yang aman dan murah. Penggunaan kedua metode bersamaan diharapkan lebih efektif dalam penurunan berat badan untuk mencegah komplikasi obesitas.TujuanPenelitian bertujuan untuk mengetahui penurunan berat badan pada wanita obes dengan metode diet dan akupunkturMetodologi Penelitian%Penelitian menggunakan metode kuasi eksperiment dengan mengukur berat badan sebelum diet dan akupunktur dan setelahnya selama 6 minggu terhadap 13 orang perempuan obes (Indeks Massa Tubuh 27-36 kg/m2), 29-54 tahun di Rumah Sakit Pasar Rebo Jakarta pada tahun 2010. Diet berupa 25 kkal/kg berat badan (600-800 kalori defisit dari kebutuhan). Akupunktur sekali seminggu pada perut dan kaki. Diet dengan komposisi 55% karbohidrat, 15% protein dan 25% lemak. Pengaturan makan meliputi jumlah, jenis, frekuensi dan cara memasak dengan panduan formulir, daftar makanan dan model replika makanan.Hasil PenelitianTerdapat penurunan berat badan sebesar 2,8 ±0,7 kg secara tidak bermakna setelah pemberian diet dan akupunktur selama 6 minggu pada perempuan obes dan penurunan indeks massa tubuh sebesar 1,08 ± 0,90 kg/m2.DiskusiDiet dan akupuntur dapat menurunkan berat badan wanita obes. Akupunktur tidak akan memberikan hasil optimal dalam penurunan berat badan tanpa pengaturan pola amkan yang baik.Kata Kunci: Pengaturan Makan, Akupunktur, Obes
PROSES DAN MANFAAT TEH
Dalam penulisan buku ini, khususnya teknis tentang proses pengolahan teh, buku ini direview oleh paraktisi teh yang telah berpengalaman. Sebagai minuman yang popular di dunia bahkan di Indonesia, sebaiknya informasi mengenai teh ini dapat dipelajari dengan baik sehingga masyarakat dalam memahami sendiri tentang proses maupun manfat-manfaat yang terdapat dalam teh. Buku ini juga dapat digunakan sebagai referensi untuk kuliah Teknologi Bahan Penyegar, Teknologi Perkebunan, Pengetahuan Bahan Hasil Pertanian, serta kuliah-kuliah lainnya yang terkait dengan teh
SUMBER ANTIOKSIDAN ALAMI
Antioksidan berdasarkan arti katanya berarti antioksidasi, lebih jauh, antioksidan berfungsi sebagai donor elektron bagi senyawa yang bersifat radical maupun senyawa yang tergolong kedalam Reactive Oxygen Species (ROS). Senyawa-senyawa ini merupakan senyawa yang bersifat karsinogenik dan penyebab penyakit stres generatif. Antioksidan yang berasal dari tanaman digolongkan kedalam antioksidan alami, sedangkan antioksidan yang tidak berasal dari tumbuhan maupun hewan merupakan antioksidan sintetis. Pemakaian antiosidan sintetis telah banyak diaplikasikan untuk bahan pangan, tetapi pemakaiannya dapat menimbulkan berbagai penyakit, termasuk penyakit stres generatif
Book of Gambir Pengolahan, Komponen dan Manfaat
Gambir merupakan ekstrak kering dari daun serta cabang tanaman Uncaria gambir. Gambir secara tradisional digunakan sebagai obatobatan tradisional seperti sakit perut dan sakit tenggorokan. Gambir dapat digunakan sebagai obat tradisional, yaitu obat diare, obat batuk dan sebagai pengawet makanan. Kabupaten Pesisir Selatan dan Lima Puluh Kota merupakan daerah sentra produksi gambir Sumatra Barat. Buku ini akan membahas mengenai pengolahan gambir pada kedua daerah tersebut serta informasi lainnya tentang gambir. Sumatera Barat merupakan salah satu sentra produksi gambir, dimana sebagai pemasok terbesar gambir , yaitu Lima Puluh Kota dan Pesisir Selatan (Dinas Perkebunan Sumbar, 2013). Pengolahan gambir pada dasarnya meliputi pemanenan, pengukusan (steaming), pengempaan untuk mengeluarkan ekstrak, penggumpalan, penirisan dan pengeringan. Pada tahapan rangkaian proses gambir inilah yang akan menentukan kualitas gambir yang dihasilkan. Permasalahan yang ditemui bahwa di beberapa daerah Sumatra Barat adalahnya bervariasinya kualitas gambir yang dihasilkan. Hal ini harus mendapatkan perhatian khusus mengingat komponen utama gambir adalah senyawa catechin. Gambir dengan nama latin Uncaria gambir merupakan tanaman yang termasuk ke dalam family Rubiaceae. Rubiaceae merupakan kelompok tanaman yang banyak menghasilkan komponen bioaktif. Komponen bioaktif dari tanaman kelompok Rubiaceae ini telah banyak dimanfaatkan untuk dunia farmasi. Berikut adalah komponen bioaktif dari family Rubiaceae
- …
