26 research outputs found

    PENGARUH pH TERHADAP PEMBENTUKAN SENYAWA KOMPLEKS KOBAL(II)HIPOKSANTIN

    No full text
    Ion kobal memiliki konfigurasi elektron yang memungkinkan sebagai ion pusat suatu senyawa kompleks, seperti kompleks kobal(II)hipoksantin. Pengomplekan kobal dengan hipoksantin perlu dikaji karena hipoksantin dalam sistem tubuh terlibat dalam proses katabolisme purin. Pembentukan senyawa kompleks dipengaruhi tingkat keasaman (pH) larutan hipoksantin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh pH pada pembentukan senyawa kompleks kobal(II)hipoksantin. Pada penelitian ini pengkajian pengaruh pH pada pembentukan kompleks kobal(II)hipoksantin dilakukan dengan cara memvariasi pH pada 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, dan 12. Senyawa kompleks yang terbentuk diekstraksi dengan kloroform. Karakterisasi kualitatif kompleks dilakukan dengan cara menganalisis spektra inframerah dan spektra ultraviolet. Uji kuantitatif dilakukan dengan menggunakan spektrofotometer serapan atom. Hasil optimal pembentukan kompleks kobal(II)hipoksantin pada pH 9. Kobal berikatan dengan hipoksantin melalui atom N9. Hal ini diperkuat oleh spektra ultraviolet dan spektra inframerah

    Uji Aktivitas Antikolesterol Variasi Ekstrak Etanol Sawi Pakcoy (Brassica chinensis) Secara In Vitro

    No full text
    Masyarakat sering mengkonsumsi makanan cepat saji (fast food)  yang mengandung  asam lemak jenuh dan kolesterol yang tinggi  sehingga mengakibatkan pada peningkatan kadar kolesterol darah. Kadar kolesterol yang tinggi di dalam tubuh dapat menyebabkan terjadinya hiperkolesterol dan jika berlangsung lama mengakibatkan hipertensi, stroke, jantung koroner, dan obesitas. Terdapat berbagai pengobatan dari bahan alam yang  membantu dalam penurunan kadar kolesterol. Sawi pakcoy (Brassica chinensis) mempunyai kandungan seperti flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin yang diduga dapat menurunkan kadar kolesterol. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui aktivitas ekstrak sawi pakcoy  dan pengaruh perbedaan konsentrasi pelarut ekstraksi terhadap penurunan kolesterol secara in vitro. Penentuan aktivitas antikolesterol dilakukan menggunakan metode Lieberman burchard yang diukur dengan spektrofotometri uv-vis pada panjang gelombang maksimal 667,5 nm. Konsentrasi ekstrak etanol 70% sawi pakcoy yang digunakan berturut turut pada konsentrasi 5, 10, 15, 10, 25 ppm sedangan ekstrak etanol 96% menggunakan konsentrasi 15, 20, 25, 30, dan 35 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% sawi pakcoy memiliki aktivitas antikolesterol lebih baik yang ditunjukkan dengan nilai EC50 sebesar 20,76 ppm dibandingkan ekstrak etanol 96% sawi pakcoy memiliki EC50 sebesar 29,10 ppm

    EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOL TEMPE KORO BENGUK (Mucuna pruriens L.) SEBAGAI CHELATING AGENT LOGAM BERAT KADMIUM

    No full text
    Pencemaran logam berat dapat berdampak buruk bagi kesehatan, salah satunya yaitu logam berat kadmium (Cd). Kadmium yang tidak sengaja termakan dapat menyebabkan berbagai kerusakan pada sistem fisiologis tubuh. Metabolit sekunder yang mampu mengikat logam yaitu flavonoid, alkaloid dan tanin. Salah satu makanan yang mengandung metabolit sekunder tersebut yaitu tempe koro benguk (Mucuna pruriens L.). Pada penelitian ini dilakukan uji pengikatan logam kadmium menggunakan ekstrak tempe koro benguk (Mucuna pruriens L.), dengan mencampurkan larutan logam kadmium 20 ppm pada masing-masing konsentrasi sampel ekstrak tempe koro benguk dengan konsentrasi yang berbeda yaitu 2 ppm, 4 ppm, 6 ppm, 8 ppm dan 10 ppm selama 30 menit. Sisa logam kadmium diukur menggunakan Spektrofotometri Serapan Atom. Dengan dilakukannya penelitian ini dapat diketahui kemampuan ekstrak etanol 70% tempe koro benguk (Mucuna pruriens L.) dalam mereduksi kandungan logam kadmium (Cd) dan konsentrasi ekstrak etanol 70% tempe koro benguk (Mucuna pruriens L.) yang dapat menurunkan kandungan logam kadmium (Cd) tertinggi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak etanol 70% tempe koro benguk (Mucuna pruriens L.) 6 ppm dapat menurunkan kadar logam kadmium (Cd) sebesar 76,21%. Kata kunci: Kadmium, SSA, Tempe koro benguk

    Efektivitas Fotodegradasi Amoksisilin yang Dikatalisis dengan TiO2 dengan Keberadaan Ion Ag(I)

    No full text
    Pemakaian obat dan sediaannya secara intensif, selain memberikan keuntungan dalam pelayanan kesehatan juga memiliki efek sekunder yaitu akumulasi limbah yang tidak diinginkan. Akumulasi zat antibiotik seperti amoksisilin di perairan dapat menyebabkan resistensi. Di lingkungan, limbah amoksisilin dapat bersama-sama dengan limbah anorganik seperti ion Ag(I). Kajian tentang fotodegradasi dilakukan dengan menggabungkan cahaya ultraviolet dan partikel semikonduktor sebagai fotokatalis. Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui pengaruh penyinaran, keberadaan ion Ag(I), dan kondisi optimum terhadap efektivitas fotodegradasi amoksisilin yang dikatalisis TiO2dengan kehadiran ion Ag(I). Proses fotodegradasi amoksisilin dilakukan dalam suatu reaktor tertutup dilengkapi dengan satu set alat pengaduk magnetik dan lampu UV. Hasil kemudian dianalisis dengan Spektrofotometer UV untuk mengetahui konsentrasi amoksisilin sisa dan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA) untuk mengetahui konsentrasi ion Ag(I) sisa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa amoksisilin yang terdegradasi meningkat dengan semakin lamanya waktu penyinaran karena lamanya kontak antara fotokatalis TiO2 dengan cahaya dan kontak antara amoksisilin dengan radikal •OH. Keberadaan ion Ag(I) meningkatkan hasil fotodegradasi amoksisilin karena rekombinasi radikal •OH yang berasal dari spesies hole dengan elektron tereksitasi dapat dicegah. Efektivitas fotodegradasi amoksisilin terjadi pada waktu penyinaran 90 menit, larutan amoksisilin 200 mg/L sebanyak 25 mL dengan penambahan ion Ag(I) 40 mg/L sebanyak 25 mL, dan TiO2 sebagai katalis sebanyak 20 mg. Pada kondisi tersebut fotodegradasi amoksisilin sebesar 32,40 % dan persen ion Ag(I) yang tereduksi sebesar 70,40 %.</jats:p

    SERBUK JAHE, CENGKEH, DAN KAYU MANIS GUNA ATASI DEPRESI PADA KESEHATAN MENTAL

    No full text
    Mental health is a condition when an individual does not experience feelings of guilt about himself, and has a realistic estimate of himself and can accept his own shortcomings or weaknesses, has the ability to face the problems that exist in his life, has satisfaction in his social life, and have happiness in life. There are several problems due to the pandemic, one of them is related to education, school dropped out. Based on the results of an interview with the Head of Youth Organization in Ngombakan Village, Sukoharjo, the rate on teenagers who dropped out of school were informed that from 10 teenagers, 6 of them did not continue their education and chose to work for money, 2 of them did not continue their Japanese language school due to the effects of the COVID-19 pandemic, and 2 of them did not continue their studies because they were lazy to think. The purpose of this community service activity was to treat depression in an effort to improve teenagers quality of life, provide education about how to use natural materials to help overcome depression, and gave training on making "SERJA CENGKANIS" (Serbuk Jahe Kombinasi Cengkeh dan Kayu Manis) Ginger Powder Combination of Cloves and Cinnamon. The results of the activity evaluation show that all the criteria and indicators success of the activity have been achieved. Targets and goals achieved up to 58%. The level of community knowledge on the pre-test value, which is 87, increases during the post-test, which is 90. The level of community satisfaction with the implementation of activities reaches 94%

    AKTIVITAS EKSTRAK DAUN SELADA MERAH (Lactuca sativa var. crispa) SEBAGAI PENURUNAN KADAR GLUKOSA SECARA IN-VITRO

    No full text
    Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit (kronis) berupa gangguan metabolik yang ditandai dengan kadar gula darah yang melebihi batas normal. Kontrol gula darah sangat penting untuk mencegah terjadinya komplikasi. Pemanfaatan bahan alam untuk menjaga kadar gula darah menjadi alternatif masyarakat. Kadar gula darah merupakan parameter kadar glukosa yang ada di dalam tubuh. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui potensi ekstrak daun selada merah (Latuca sativa var. crispa) sebagai penurunan kadar glukosa dan nilai EC50. Ekstrak daun selada merah (Latuca sativa var. crispa) diperoleh dengan metode ekstraksi maserasi. Hasil uji kualitatif ekstrak daun selada merah (Latuca sativa var. crispa) mengandung senyawa flavonoid, tanin, dan fenolik. Metode Nelson-Somogyi digunakan untuk uji aktivitas penurunan kadar glukosa, hasil preparasi sampel dianalisis dengan instrumen Spektrofotometer UV-Vis pada operating time 25 menit dan panjang gelombang maksimum 744 nm. Penurunan kadar glukosa dilakukan dengan menggunakan 5 seri konsentrasi yaitu 4 ppm, 6 ppm, 8 ppm, 10 ppm, dan 12 ppm. Hasil analisis menunjukan bahwa ekstrak etanol selada merah (Latuca sativa var. crispa) memiliki potensi menurunkan kadar glukosa secara in-vitro dengan nilai EC50 sebesar 9,1126 ppm.Kata kunci: ekstrak daun selada merah (Latuca sativa var. crispa), Metode Nelson-Somogyi, EC50, penurunan kadar glukos

    STUDI ANTIDIABETES KOMBINASI EKSTRAK ETANOL KUBIS (Brassica oleracea L.) DAN TOMAT (Solanum lycopersicum L.) SECARA IN VITRO

    No full text
    Diabetes mellitus is a health problem in the world including Indonesia. A lot of treatment efforts to control and lowering blood sugar levels done with drugs hypoglycemic of natural materials. This research was conduct to determine the combination of extract cabbage (Brassica oleracea L.) and tomato (Solanum lycopersicum L.) have activity antidiabetic and more effective than extract single. Study performed on four comparison concentration sample extract ethanol cabbage and tomato are 1: 0; 2: 1; 1: 2 and 0: 1. Method wich is use in this study the method of Nelson-Somogyi by using the instrument spectrophotometer UV-Vis. Decline glucose levels highest obtained in the concentration of extract cabbage and tomato with the ratio of 1: 2 is 4,5165 ppm and decrease in glucose levels lowest obtained in the concentration of extract cabbage and tomato with the ratio of 1: 0 is 5,1613 ppm

    UJI CEMARAN PADA EKSTRAK ETANOL TEMPE KORO BENGUK (Mucuna pruriens L.) SEBAGAI OBAT ANTIDIABETES TERSTANDAR

    No full text
    Koro benguk (Mucuna pruriens L.) merupakan tanaman lokal jenis polong-polongan yang mengandung senyawa bioaktif seperti triptamin, alkilamin, steroid, flavonoid, dan alkaloid. Tempe koro benguk (Mucuna pruriens L.) dibuat dengan cara fermentasi untuk meningkatkan kemampuannya sebagai antioksidan sehingga dapat digunakan mencegah penyakit degeneratif seperti diabetes melitus. Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas tempe koro benguk (Mucuna pruriens L.) menjadi bahan baku obat herbal antidiabetes yang memenuhi standar mutu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol tempe koro benguk (Mucuna pruriens L.) berbentuk ekstrak kental, berwarna putih susu, bau khas menyengat, dengan rasa tawar. Uji kadar air dengan metode moisture balance sebesar 8,502%. Uji cemaran mikroba angka lempeng total (ALT) rata-rata adalah 7,10 x 102 cfu/ml, angka kapang khamir (AKK) diperoleh nilai rata-rata 1 x 101 cfu/ml, dan negatif mengandung bakteri coliform dan Escherichia coli. Hasil uji aflatoxin total sebesar 2,19 (≤20) μg/kg. Hasil analisis menggunakan spektrofotometri serapan atom menunjukkan bahwa cemaran Pb, Cd, As, dan Hg dibawah ambang batas. Standarisasi ekstrak etanol tempe koro benguk (Mucuna pruriens L.) memenuhi parameter standar umum non spesifik ekstrak tumbuhan obat berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI No 55/Menkes/SK/I/2000 serta Peraturan Kepala BPOM RI No. 12 Tahun 2014 tentang Persyaratan Mutu Obat Tradisional. Kata Kunci : antidiabetes, tempe koro benguk (Mucuna pruriens L.), obat herbal terstandar (OHT), uji cemara

    UJI POTENSI FRAKSI ETIL ASETAT KULIT BUAH APEL HIJAU (Pyrus malus L.) TERHADAP PENURUNAN KADAR KOLESTEROL SECARA IN VITRO

    No full text
    Kesibukan masyarakat yang semakin meningkat membuat asupan kolesterol di dalam tubuh menjadi semakin tinggi karena banyaknya mengkonsumsi makanan cepat saji. Akumulasi kolesterol total akan membentuk aterosklerosis sehingga mengakibatkan beberapa penyakit komplikasi seperti hipertensi, penyumbatan pembuluh darah di otak, dan jantung. Pada dasarnya limbah kulit apel hijau mengandung kuersetin yaitu zat yang dibutuhkan guna mencegah  berbagai  macam penyakit. Kuersetin merupakan golongan flavonoid yang paling banyak terdapat di alam dari pada jenis flavonoid yang lain. Di dalam tubuh, flavonoid mampu melunturkan kolesterol yang terdapat pada dinding pembuluh darah. Dengan berkurangnya kadar kolesterol, maka penyakit komplikasi lain yang diakibatkan oleh kolesterol tidak akan muncul. Kajian mengenai uji potensi penurunan kadar kolesterol ini dilakukan dengan skala laboratorium. Penelitian bertujuan untuk menguji potensi fraksi etil asetat kulit buah apel hijau (Pyrus malus L.) terhadap penurunan kadar kolesterol dengan memberikan perbedaan konsentrasi dan mencari nilai effective concentration 50 (EC50). Pelarut etil asetat digunakan dalam proses ekstraksi untuk mengambil senyawa aktif dalam kulit buah apel hijau. Analisis potensi penurunan kolesterol fraksi etil asetat kulit buah apel hijau (Pyrus malus L.) dilakukan dengan metode Lieberman-Burchard dengan menggunakan spektrofotometri visibel dan menghasilkan nilai EC50 sebesar 129,993 mg/L. Kata kunci:effective concentration 50 (EC50), flavonoid, kolesterol, kulit buah apel hijau (Pyrus malus L.

    Uji Antipiretik Ekstrak Etanol Bawang Hitam (Black Garlic) Pada Tikus Putih Jantan

    No full text
    Demam adalah salah satu ciri penanda dalam tubuh melawan infeksi. Bawang lanang hitam memiliki potensi tinggi sebagai antioksidan. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah bawang lanang hitam memiliki aktivitas antipiretik pada tikus putih jantan yang diinduksi ragi serta untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol bawang hitam (black garlic) pada dosis 50 mg/Kg BB; 100 mg/Kg BB; 200 mg/kg BB terhadap efek antipiretik pada tikus putih jantan yang diinduksi ragi. Penelitian ini menggunakan 25 ekor tikus putih jantan yang dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan, yaitu kontrol negatif (CMC Na1%), kontrol positif (Parasetamol dosis 45mg/kgBB), dan kelompok perlakuan ekstrak etanol bawang hitam (black garlic) (dosis 50mg, 100mg, 200mg/kg BB). Tikus diinduksi secara intraperitonial. Suhu tubuh diukur menggunakan termometer digital melalui rektal, suhu diukur setiap 30 menit selama 150 menit setelah pemberian peroral, kemudian diperoleh data To, Tdemam dan pengukuran suhu tubuh tiap waktu. Data tersebut kemudian digunakan untuk menghitung AUC dan data perhitungan rata-rata AUC dianalisis dengan uji normalitas dan uji One way ANOVA. Ekstrak etanol bawang hitam (black garlic) pada ketiga variasi dosis memberikan memberikan efek antipiretik pada tikus putih jantan yang diinduksi ragi
    corecore