1,720,979 research outputs found
PENAMBAHAN KULIT MELINJO (GNETUM GNEMON LINN)RNPADA TOPPING PIZZA
Riska, Anggi Lestari. (2022). Penambahan Kulit Melinjo (Gnetum gnemon linn)Terhadap Karakteristik OrganoleptikPizza. Skripsi, Program Studi PendidikanKesejahteraan Keluarga (Tata Boga), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,Universitas Syiah Kuala.Gnetum gnemon Ladalah jenis tanaman berbiji terbuka (Gymnospermae) yang biasa disebut dengan Melinjo. Buah melinjo biasanya dikonsumsi sebagai pelengkap sayuran rumah tangga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh standardisasi resep dan daya terima konsumen melalui uji organoleptik terhadappizza dengan penambahan kulit melinjo.Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui uji pengamatan oleh lima narasumber dengan menggunakan Sensory Evaluation Card, dan uji penerimaan kepada 30 panelis konsumen dengan menggunakan Hedonic Scale Card. Hasil data uji pengamatan dianalisis dengan menghitung rata-rata (mean) yang diperoleh dari narasumber, sedangkan data uji penerimaan konsumen dianalisis menggunakan analisis of variance (anova) satu jalur, apabila ada pengaruh yang signifikan maka dilanjutkan dengan uji LSD pada taraf signifikansi 0,05. Hasil uji pengamatan narasumberdiketahui warnayang disukai pada perlakuan ketiga (PK2) dengan nilai rata-rata 22,18 dan menyukai rasa pada perlakuan pertama (PK0) dengan nilai rata-rata 21,22, sedangkan pada konsumen menyukai warna pada perlakuan kedua (PK1) nilai rata-rata uji 4,4 dan menyukai rasa pada perlakuan kedua (PK1) dengan nilai rata-rata uji pengamatan rasa 4,16. Penilaian pada aroma yang disukai oleh narasumber dan konsumen yaitu pada perlakuan ketiga (PK2) dengan nilai rata-rata uji aroma panelis narasumber 22,16, dan nilai rata-rata aroma panelis konsumen 4,36. Penilaian tekstur yang disukai panelis narasumber dan konsumen yaitu pada perlakuan pertama (PK0) dengan nilai rata-rata uji tekstur oleh narasumber 21,18 dan nilai rata-rata uji tekstur panelis konsumen 4,4. Hipotesis penelitian dapat diterima (H1) karena terdapat pengaruh pada warna, aroma, tekstur dan rasa. Kesimpulan bahwa hasil penerimaan panelis konsumen terhadap warna, aroma, tekstur, dan rasa pizza dengan penambahan kulit melinjo menunjukkan bahwa terdapat perbedaan karakteristik organoleptik pada setiap perlakuan.Kata Kunci: Karakteristik Organoleptik, Kulit Melinjo, Pizz
PENGARUH LOKASI DAN PERSAINGAN USAHA TERHADAP KEBERHASILAN PEDAGANG PASAR SELASA PANAM KECAMATAN TUAH KARYA, KOTA PEKANBARU PERSPEKTIF EKONOMI SYARIAH
ABSTRAK
Anggi Lestari, (2024): Pengaruh Lokasi dan Persaingan Usaha Terhadap Keberhasilan Pedagang Pasar Selasa Panam Kecamatan Tuah Karya, Kota Pekanbaru Perspektif Ekonomi Syariah Latar belakang penelitian ini adalah persaingan yang sangat ketat antara pedagang sejenis, seperti pedagang ikan. Situasi ini menciptakan lingkungan bisnis yang menantang, dalam kompetisi yang sengit ini, faktor-faktor seperti kualitas produk, harga yang bersaing, dan pelayanan pelanggan menjadi kunci untuk memenangkan kepercayaan dan preferensi konsumen. Setiap pedagang berusaha keras untuk mempertahankan keberadaannya di pasar yang kompetitif ini. Selain persaingan ketat antara pedagang sejenis, faktor lokasi atau tempat berdagang juga menjadi faktor penting yang mempengaruhi keberhasilan usaha mereka di Pasar Selasa. Lokasi bukan hanya sekadar tempat untuk berjualan, tetapi juga menjadi pertimbangan penting bagi pedagang dalam upaya mereka untuk menarik pelanggan dan memastikan kelancaran proses penjualan.
Penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan lokasi Jl. HR. Soebrantas/Pekanbaru - Bangkinang, Kecamatan Tuah Karya, Kota Pekanbaru, dengan populasi 491 pedagang di pasar selasa simpang baru. Adapun teknik pengambilan sampel menggunakan teknik proporsional random sampling dengan menggunakan rumus slovin dengan hasil 84 responden. Dengan pengumpulan data yaitu observasi, kuesioner dan teknik analisis datanya menggunakan regresi linear berganda, yaitu Y=14.971+0.429X1+0.057X2.
Hasil penelitian ini secara parsial variabel X1 (lokasi) diperoleh nilai thitung = 3.342 > 1.9896 = ttabel, dan sig = 0.001 0,05 ini berarti variabel persaingan usaha tidak berpengaruh terhadap variabel dependen keberhasilan usaha pedadagang Pasar Selasa Panam. Sedangkan secara simultan nilai F hitung (6.662) > nilai F table (2,72), sehingga dapat di simpulkan bahwa variable independen (lokasi dan persaingan usaha) secara bersama-sama berpengaruh terhadap variable dependen (keberhasilan pedagang). R2=0,341=34,1% ini berarti variabel bebas (Lokasi dan Persaingan Usaha) mempengaruhi variabel dependen (Keberhasilan Pedagang) sebesar 34,1% dan sisanya sebesar 65,9% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak masuk dalam penelitian ini. Lokasi di Pasar Selasa yang teratur dan bersih, sesuai dengan jenis dagangan, menciptakan lingkungan yang nyaman bagi konsumen dan sesuai dengan prinsip pengelompokkan penjualan dalam Islam. Sikap persaingan yang berlandaskan nilai-nilai Islam, seperti kejujuran, tanggung jawab, dan saling menghargai, memperkuat kerjasama dan menghindari tindakan yang merugikan rekan-rekan pedagang.
Kata kunci: Lokasi, Persaingan Usaha, Keberhasilan Pedagang, Ekonomi Syaria
IMPLEMENTASI PEMBERDAYAAN KELUARGA MELALUI PERAN MOTIVATOR KETAHANAN KELUARGA (MOTEKAR) DALAM MENANGANI PERCERAIAN (Studi di Kecamatan Kiaraconfong, Kota Bandung)
Ketahanan keluarga sebagai pondasi ketahanan bangsa dan pencetak
sumberdaya yang unggul. Fenomena tingkat perceraian di Indonesia yang dilansir
Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung R.I sebuah
publikasi kompilasi data statistik tahunan di Indonesia selalu mengalami kenaikan
pada tahun 2017 sampai dengan 2019. Pada tahun 2019 didapat data sebanyak
480.618 kaasus perceraian atau setara dengan ±50 kasus per jam nya. Motekar
sebagai pemberdaya keluarga berdasarkan permasalahan yang ada di Kota Bandung
memiliki peran dan fungsi untuk menekan perceraian di Kota Bandung. Pada
masalah ini, penanganan yang sesuai ialah melakukan mediasi kepada sasaran yang
memiliki kemauan untuk menggugat atau menalak pasangannya. Penelitian ini
bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai peran dan fungsi Motekar
sebagai mediator dalam menangani perceraian di Kecamatan Kiaracondong Kota
Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode
deskriptif yang bertempat di wilayah binaan Motekar yaitu kecamatan
Kiaracondong (Kelurahan Babakansari dan Kelurahan Kebonjayanti). Alat
pengumpul data yang digunakan yaitu, wawancara, observasi, studi dokumentasi,
dan angket. Adapun subjek penelitian ini ialah, 2 orang responden dari unsur
Motekar, 4 responden dari unsur masyarakat, dan 100 orang responden pendukung
dari unsur masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi keluarga yang
rawan mengalami perceraian dapat terjadi pada keluarga yang salah satu dari
suami/isteri memiliki perilaku marah, kecurigaan suami/isteri, dan sikap egositis.
Selanjutnya Motekar dalam menangani perceraian melalui proses mediasi terdapat
tiga tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Di samping itu terdapat
faktor pendukung dan penghambat yang dirasakan oleh kader Motekar ketika
menangani perceraian, yang merupakan faktor penghambat yaitu, (1) kemampuan
seorang mediator, (2) kepercayaan para pihak terhadap mediator, (3) kondisi
psikologis, (4) adanya intervensi saudara, dan (5) faktor lingkungan / budaya.
Sedangkan yang menjadi faktor pendukung yaitu faktor social.
Kata Kunci: Motekar, Pemberdayaan Keluarga, Ketahanan Keluarga, Mediasi,
Keluarga dan Perceraian.
ABSTRACT
IMPLEMENTATION OF FAMILY EMPOWERMENT THROUGH THE ROLE
OF FAMILY RESILIENCE MOTIVATOR (MOTEKAR) IN HANDLING
DIVORCE
(Study in Kiaracondong District, Bandung City)
Anggi Lestari (1608259)
Family resilience is the foundation of national resilience and a superior
source of resources. The phenomenon of the divorce rate in Indonesia was reported
Directorate General of Religious Courts at the Supreme Court of the Republic of
Indonesia, a publication of compilation of annual statistical data in Indonesia
always increases in 2017 to 2019. In 2019 data were obtained as many as 480,618
cases of divorce or the equivalent of ± 50 cases per hour. Motekar as a family
empowerment based on existing problems in the city of Bandung has a role and
function to suppress divorce in the city of Bandung. In this case, the appropriate
treatment is to mediate against targets who have the willingness to sue or abuse
their partner. This research aims toget an overview of Motekar's role and function
as a mediator in handling divorce in Kiaracondong District, Bandung City. This
study used a qualitative approach with a descriptive method located in the Motekar
area, namely Kiaracondong sub-district (Babakansari and Kebonjayanti villages).
The data collection tools used were interviews, observations, documentation
studies, and questionnaires. The subjects of this study were 2 respondents from the
Motekar element, 4 respondents from the community element, and 100 respondents
who supported the elements of society. The results showed that family conditions
that are prone to divorce can occur in families in which one of the husband / wife
has angry behavior, suspicion of husband / wife, and egositic attitude. Furthermore,
Motekar in dealing with divorce through a mediation process there are three stages,
namely planning, implementation and evaluation. In addition, there are supporting
and inhibiting factors felt by Motekar cadres when handling divorce, which are
inhibiting factors, namely, (1) the ability of a mediator, (2) the parties' trust in the
mediator, (3) psychological conditions, (4) intervention siblings, and (5)
environmental / cultural factors. Meanwhile, the supporting factors are social
factors.
Keywords: Motekar, Family Empowerment, Family Resilience, Mediation,
Family and Divorce
PENGEMBANGAN MEDIA SMART BOX UNTUK MENINGKATKAN KOGNITIF PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN DI TK AL-HIDAYAH SELOKAJANG I SRENGAT BLITAR
Tira Anggi Lestari. 126206212043. 2025. Skripsi dengan judul “Pengembangan
Media Smart Box Untuk Meningkatkan Kognitif Pada Anak Usia 4-5
Tahun di TK Al-Hidayah Selokajang I Srengat Blitar”. Jurusan
Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu
Keguruan, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah
Tulungagung. Pembimbing: Dian Mustikawati, M.Pd.
Kata Kunci: Media Smart Box, Kognitif Pada Anak Usia 4-5 Tahun
Pendidikan merukapan usaha sadar dan terencana yang dibutuhkan
manusia untuk dapat mengembangkan potensi dalam diri dan kepribadianya
melalui prosess kegiatan pembelajaran. Penelitian ini di latar belakangi
pentingnya penggunaan media sebagai sarana penunjang pembelajaran untuk
menambah minat belajar dan sebagai peningkatan perkembangan kognitif anak
usia 4-5 tahun. Dalam menunjang perkembangan aspek kognitif anak 4-5 tahun
perlu adanya media yang sesuai untuk memaksimalkan perkembangan, tetapi di
lapangan media untuk menunjang perkembangan kognitif sangatlah minim. Maka
dari itu peneliti mengembangkan media smart box untuk meningkatkan kognitif
pada anak usia 4-5 tahun
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana
pengembangan media smart box untuk meningkatkan aspek kognitif pada anak
usia 4-5 tahun di TK Al-Hidayah Selokajang I Srengat Blitar? (2) Bagaimana
kelayakan media smart box untuk meningkatkan kognitif pada anak usia 4-5
tahun di tk Al-Hidayah Selokajang I Srengat Blitar? (3) Bagaimana keefektifan
penggunaan media smart box untuk meningkatkan pengembangan kognitif pada
anak usia 4-5 tahun di TK Al-Hidayah Selokajang I Srengat Blitar?
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah R&D (Research and
Develop) dengan merujuk pada model pengembangan ADDIE dengan
menggunakan lima tahap. Lima tahap diantaranya adalah: (1) analisis, (2) desain,
(3) pengembangan, (4) implementasi, (5) evaluasi. Teknik pengumpulan data
pada penelitian ini dilakukan dengan observasi, wawancara, dan angket.
Hasil penelitian yang dilakukan yaitu mendapatkan hasil kelayakan dari
ahli media dan ahli materi dengan kategori “sangat layak”. Serta keefektifan
media berdasarkan uji coba kelompok besar dan uji coba kelompok kecil yang
menyatakan adanya perbedaan antara tahap satu dan tahap dua. Hasil uji coba
kelompok kecil tahap satu mendapatkan rata-rata nilai 38,3% dengan kategori
“kurang layak”, hasil tahap dua mendapatkan rata-rata nilai 81,6% dengan
kategori “sangat layak”. Hasil uji coba kelompok besar tahap satu mendapatkan
rata-rata nilai 40% dengan kategori “kurang layak”, dan uji coba kelompok besar
tahap dua mendapatkan nilai 89,1% dengan kategori “sangat layak”. Berdasarkan
hasil perhitungan dan analisis uji Paired T-Test dengan menggunan aplikasi SPSS
16.0 for Windows diperoleh nilai signifikansi kurang dari 0,05 atau hasil yang
diperoleh 0,000 < 0,05 sehingga menunjukkan bahwa media smart box untuk
meningkatkan aspek kognitif efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
