1,721,040 research outputs found

    Seminar Nasional Perpustakaan “E-Resources Dan Trend Teknologi Era 5.0”

    No full text
    Materi Webinar UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta dengan tema “E-Resources Dan Trend Teknologi Era 5.0”. Sebagai narasumber: Agus Rifai, S.Ag., S.S., M.Ag., Ph.D. (Dosen Prodi Ilmu Perpustakaan Dan Sains Informasi, Universitas YARSI Jakarta)dan Mukhammad Andri Setiawan, S.T., M.Sc., Ph.D.(Dosen dan Chief Information Officer Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

    Petunjuk Al-Qur'an Menghadapi Konflik Tokoh Masyarakat : Politisi, Ulama, Saintis, Pengusaha, Penegak Hukum-Militer

    No full text
    Buku kategori agama islam yang berjudul Petunjuk Al-Qur'an Menghadapi Konflik Tokoh Masyarakat : Politisi, Ulama, Saintis, Pengusaha, Penegak Hukum-Militer merupakan buku karya dari Karyono Ibnu Ahmad & Muhammad Andri Setiawan. Di akhir zaman arus deras pertentangan baik dan buruk menjadi obyek bukan pilihan tetapi keharusan. Sementara kita, masih berpikir pertentangan baik dan buruk adalah konflik nyata yang secara tegas membedakan keduanya, maka pendapat ini merupakan prasangka yang keliru. Disebabkan pertentangan baik dan buruk tatkala mencapai puncaknya kedua pertentangan tersebut akan menjadi daerah abu-abu, sekalipun tetap ada garis koridor yang tegas di antara keduanya

    Pengantar Pelaksanaan Praktik Pengajaran Di Sekolah Bimbingan Dan Konseling Di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19)

    No full text
    Buku kategori psikologi yang berjudul Pengantar Pelaksanaan Praktik Pengajaran Di Sekolah Bimbingan Dan Konseling Di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) merupakan karya dari Ririanti Rachmayanie - Muhammad Andri Setiawan - Faisal Rachman. Beberapa hal yang perlu mendapat perhatian bersama bahwa pada tahun 2020 terjadi perubahan mendasar pelaksanaan praktik pengajaran di sekolah bimbingan dan konseling karena lebih menekankan pelaksanaan daring dengan memperhatikan keberadaan sekolah pada zona tertentu mengikuti protokol kesehatan yang diterapkan pemerintah. Kondisi di masa pandemi sangat beragam dan sangat fluktuatif sehingga diperlukan upaya yang cermat dan tepat. Keluwesan dan ketangkasan mahasiswa peserta praktik pengajaran di sekolah bimbingan dan konseling diperlukan untuk menghadapi kondisi yang seperti ini

    Layanan Konseling Kelompok Untuk Meningkatkan Kemampuan Public Speaking Bagi Konseli/Siswa SMK (Petunjuk Guru BK/Konselor Di Tingkat Sekolah Menengah Kejuruan)

    No full text
    Buku kategori Buku Komunikasi yang berjudul Layanan Konseling Kelompok Untuk Meningkatkan Kemampuan Public Speaking Bagi Konseli/Siswa SMK (Petunjuk Guru BK/Konselor Di Tingkat Sekolah Menengah Kejuruan) merupakan karya Nina Permata Sari, Muhammad Andri Setiawan, & Muhammad Zaini. Buku ini memaparkan tentang kemampuan public speaking merupakan kemampuan yang sangat penting untuk dimiliki semua orang. Kemampuan ini berkenaan dengan kemampuan individu dalam berkomunikasi. Karena komunikasi merupakan kebutuhan yang diperlukan individu dalam kehidupan bersosialisasi. Kemampuan public speaking merupakan soft skill yang harus di kuasi oleh siswa SMK karena dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam menjalin relasi dan membangun keterampilan komunikasi kerja

    Kuasa hegemoni dinasti H. Oting dan Pilkada di Sukabumi: Studi kasusu kemenangan H. Marwan Hamami Bupati Sukabumi dan H. Andri setiawan Hamami Wajil Walikota Sukabumi

    Full text link
    INDONESIA: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika politik dan hegemoni kekuasaan yang dilakukan oleh dinasti H. Oting dalam Pilkada di Sukabumi. Fokus utama dari penelitian ini adalah kemenangan H. Marwan Hamami sebagai Bupati Sukabumi dan H. Andri Setiawan Hamami sebagai Wakil Walikota Sukabumi, serta peran keluarga H. Oting dalam proses politik tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif, di mana data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuasaan politik di Sukabumi dipengaruhi oleh warisan politik dan jaringan kekuasaan yang dibangun oleh H. Oting. Meskipun H. Oting tidak terlibat langsung dalam proses perebutan kekuasaan, kontribusi ekonominya melalui warisan yang ditinggalkan sangat signifikan dalam menunjang kampanye politik anak cucunya. Selain itu, dukungan masyarakat terhadap Marwan dan Andri tidak hanya didasarkan pada faktor dinasti politik, tetapi juga dipengaruhi oleh persepsi positif terhadap kinerja mereka dan jaringan sosial yang kuat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dinasti politik di Sukabumi tidak hanya merupakan hasil dari dominasi kekuasaan keluarga, tetapi juga refleksi dari dinamika sosial dan politik lokal yang kompleks. Saran yang diberikan dalam penelitian ini mencakup peningkatan pendidikan politik masyarakat Sukabumi untuk memahami lebih dalam mengenai dinamika politik dan partisipasi yang lebih aktif dalam proses demokrasi ENGLISH: This study aims to analyze the political dynamics and power hegemony exercised by the H. Oting dynasty in the local elections (Pilkada) in Sukabumi. The main focus of this research is the victory of H. Marwan Hamami as the Regent of Sukabumi and H. Andri Setiawan Hamami as the Deputy Mayor of Sukabumi, as well as the role of the H. Oting family in this political process. The research method used is a case study with a qualitative approach, where data is obtained through in-depth interviews, observations, and documentation. The results of the study indicate that political power in Sukabumi is influenced by the political legacy and power network established by H. Oting. Although H. Oting was not directly involved in the power struggle, his economic contributions through the legacy left behind were significant in supporting the political campaigns of his descendants. Additionally, public support for Marwan and Andri was not solely based on the factor of political dynasty, but also influenced by positive perceptions of their performance and strong social networks. This study concludes that the political dynasty in Sukabumi is not only the result of family power domination but also a reflection of the complex local social and political dynamics. Recommendations provided in this study include enhancing political education for the people of Sukabumi to gain a deeper understanding of political dynamics and more active participation in the democratic process

    EKSISTENSI TOKOH SEMAR DALAM BUDAYA JAWA

    No full text
    Eksistensi Tokoh Semar Dalam Budaya Jawa; Andri Setiawan, 100210302034; 2014: xv dan 89 halaman; Program Studi Pendidikan Sejarah, Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Jember. Orang Jawa terkenal lewat ungkapan nggone semu atau budaya penuh dengan simbol-simbol. Budaya Simbol juga dapat dipahami lewat tokoh Semar. Tokoh tersebut sangat berpengaruh dalam kehidupan masyarakat Jawa. Masyarakat Jawa yang masih awampun dapat mengenali Semar dengan melihat bentuknya. Orang awam dalam segi filosofis, Semar sering memahaminya lewat sebutan samar. Korelasi tokoh Semar terhadap kehidupan masyarakat Jawa dapat ditemukan dalam aliran kebatinan Jawa yang masih eksis sampai saat ini. Khususnya kerohanian Sapta Darma menggunakan Semar sebagai simbol kehidupan manusia. Semar bukan satu-satunya tokoh pewayangan Jawa, namun kerohanian Sapta Darma memilih Semar sebagai simbol penting kerohanianya. Saat ini Semar dan budaya Jawa kurang diminati, khususnya golongan pemuda Jawa. Kurangnya minat pemuda terlihat pada ikut sertanya dalam kerohanian Sapta Darma di Dusun Genengan, Desa Sanan Kulon, Kecamatan Sanan Kulon Kota Blitar semakin lama semakin menyusut. Kurangnya minat pemuda membawa implikasi kurangnya pemahaman Semar dan budaya Jawa. Semar selain populer dalam kehidupan masyarakat Jawa juga terkenal lewat tokoh pewayangan Jawa. Khususnya Masyarakat di Dusun Jaten masih antusias dengan pewayangan, terlihat saat pernikahan atau khitanan masih diadakan pertunjukan wayang sebagai acara puncaknya. Pemuda Dusun Jaten lebih senang datang ke pertunjukan wayang untuk bermain judi atau hiburan belaka. Tokoh Semar sebagai tokoh utama dalam pewayangan Jawa, sudah jarang dipahami oleh pemuda tersebut. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini yakni (1) Bagaimanakah asal-usul tokoh Semar (2) Bagaimanakah kedudukan tokoh Semar dalam viii pandangan budaya Jawa (3) Bagaimanakah makna tokoh Semar dalam budaya Jawa. Tujuan penelitian ini untuk (1) mengkaji secara mendalam dan mendeskripsikan asal-usul tokoh Semar (2) menganalisis dan mendeskripsikan kedudukan Semar dalam pandangan Budaya Jawa (3) menganalisis makna tokoh Semar dalam budaya Jawa. Manfaat penelitian ini untuk (1) bagi penulis secara teoritis dapat memberikan motivasi diri untuk memperluas pengetahuan khususnya dalam mengkaji budaya Jawa (2) bagi mahasiswa sebagai calon guru sejarah dapat menambah wawasan tentang sejarah kebudayaan (3) bagi khalayak umum dapat dijadikan sebagai wahana untuk menambah wawasan tentang tokoh semar yang mencerminkan budaya Jawa. Peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan antropologi budaya serta menggunakan teori interaksionisme simbolik. Hasil penelitian ini adalah Tokoh Semar terlahir dari kehidupan masyarakat Jawa. Semar merupakan bayangan leluhur orang Jawa yang diyakini sejak zaman prasejarah. Himpunan penyempurnaan tokoh Semar dari zaman ke zaman, implikasinya membuat tokoh Semar mampu mempengaruhi kehidupan masyarakat Jawa. Kedudukan Semar dalam pandangan Budaya memiliki perbedaan khususnya dalam segi pelaksanaan kepercayaan. Pandangan secara filosofis memiliki muara yang sama bahwa Semar merupakan tokoh yang diyakini mengarahkan kehidupan manusia menuju kebaikan. Makna Semar dalam budaya Jawa merupakan representasi dari kehidupan manusia Jawa yang sudah mencapai kesempurnaan hidup. Makna Semar dalam budaya Jawa selain menjadi representasi kesempurnaan hidup, juga digunakan sebagai sarana untuk memahami dan menjadi manusia Jawa yang njawani. Berdasarkan hasil penelitian ini saran yang hendak peneliti kemukakan yaitu, Bagi penulis agar terus mengupayakan pemahaman terhadap budaya Jawa untuk diterapkan dalam kehidupanya, baik dalam segi religius, sosial maupun alam sekitar. Bagi mahasiswa sebagai calon guru sejarah, agar memahami budaya Jawa guna menjadi salah satu kajian dalam mengajarkan sejarah kebudayaan pada anak didiknya. Bagi khalayak umum untuk terus menggali tokoh Semar sebagai salah satu cara memperoleh pemahaman tentang budaya Jawa

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
    corecore