189 research outputs found
UJI TINGKAT KESUKAAN SAUS BOLOGNAISE KEONG SAWAH
ABSTRAK Yulianto, Andik. 2017. Uji Tingkat Kesukaan Saus Bolognaise Keong Sawah (Pilla Ampullacea.). Tugas Akhir, Progaram Studi D3 Tata Boga Jurusan Pendidikan Vokasi, Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Rina Rifqie Mariana, M.P. (2) Laili Hidayati, S.Pd, M.Si. Kata Kunci: Saus Bolognaise, Keong Sawah, Uji Hedonik Pemanfaatan keong sawah selama ini terbatas pada berbagai jenis olahan hidangan. Upaya yang dilakukan untuk menambah nilai ekonomis dari keong sawah segar supaya memiliki nilai jual salah satunya diolah menjadi saus bolognaise. Sebagai variasi produk dan juga untuk menambah kandungan protein, keong sawah dapat dipilih sebagai alternatif bahan saus bolognaise. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan formula saus bolognaise keong sawah yang tepat serta untuk mengetahui tingkat kesukaan terhadap warna, rasa, aroma dan tekstur. Uji coba resep dilakukan sebanyak 2 kali untuk menentukan formulasi yang tepat dan sesuai prosedur. Persentase penggantian keong sawah yang digunakan sebanyak 100 % dan 50 %. Formulasi yang digunakan uji kesukaan adalah formulasi resep uji coba kedua dengan penggantian keong sawah sebanyak 50 % atau 250 gram dari berat daging keong sawah. Formulasi ini menghasilkan saus bolognaise yang memiliki warna merah kecoklatan dan terdapat bintik-bintik hitam dari daging keong sawah yang dicincang, rasa gurih, tekstur lunak, dan aroma yang tidak amis. Metode perhitungan hasil uji hedonik yaitu dengan menggunakan persentase. Jumlah panelis yang melakukan uji hedonik yaitu sebanyak 35 panelis agak terlatih dengan 2 kali pengulangan. Hasil uji hedonik terhadap warna saus bolognaise keong sawah menunjukkan sebanyak 72.8% panelis menyatakan suka. Hasil uji hedonik terhadap rasa saus bolognaise keong sawah yaitu sebanyak 54.3% panelis menyatakan suka. Hasil uji hedonik terhadap aroma saus bolognaise keong sawah yaitu sebanyak 58.5% panelis menyatakan suka. Hasil uji hedonik terhadap tekstur saus bolognaise keong sawah yaitu sebanyak 54.3% panelis menyatakan suka. ABSTRACT Yulianto, Andik. 2017. Test of Hedonic Level of Sauce bolognaise from Freshwater Snail (Pila Ampullacea.). Final Project. D3 Culinary Study Program. Vocational Education. Faculty of Engineering, Universitas Negeri Malang. Advisors: (1) Dr. Rina Rifqie Mariana, M.P. (2) Laili Hidayati, S.Pd, M.Si. Keywords: Bolognaise Sauce, Freshwater Snail, Hedonic Test The use of freshwater snail, during this time, still limited to dishes products. While, the attempt conducted to add economic value of freshwater snail in order to have high value. One of the attempts is processed to be bolognaise sauce. As product variation as well as to add protein content, freshwater snail can be selected as alternative ingredient of bolognaise sauce. The aim of this research was to obtain appropriate formula for freshwater snail bolognaise sauce as well as to know preference level to its colour, taste, aroma, and texture. Recipe test in this research conducted for twice two in order to determine appropriate formula and suitable to the procedure. Percentage of freshwater snail replacement used in the recipe was 100% and 50%. Formulation used for preference test was second recipe test formulation with freshwater snail replacement of 50% or 250gr weight. This formulation resulted bolognaise sauce with red-brownish colour, contains black spots from chopped freshwater snail, tasteful, smooth texture, and not fishy aroma. Method used for hedonic test analysis was using percentage. Number of panelist conducted this hedonic test was 35 somewhat trained panelists with twice repetition. The result of hedonic test to colour of freshwater bolognaise sauce showed that 72.8% panelists stated like the sauce. The result of hedonic test to taste of freshwater bolognaise sauce showed that 54.3% panelists stated like the sauce. The result of hedonic test to aroma of freshwater bolognaise sauce showed that 58.5% panelists stated like the sauce. While, The result of hedonic test to texture of freshwater bolognaise sauce showed that 54.3% panelists stated like the sauce
PENGARUH KONSENTRASI PEKTIN DAN GULA PUTIH TERHADAP SIFAT FISIK DAN KIMIA SELAI DAUN KERSEN (Muntinga calabura L.)
Andik Yulianto, 5.16.01.01.0.014. Pengaruh Konsentrasi Pektin dan Gula Putih Terhadap Sifat Fisik dan Kimia Selai Daun Kersen (Muntinga calabura L.), Dosen Pembimbing 1: Eko Sutrisno dan Dosen Pembimbing 2: Pinasthika R.W. Wiratara
Daun kersen merupakan salah satu bagian tanaman kersen yang kurang dimmanfaatkan oleh masyarakat. Salah satu alternatif pengolahan daun kersen yaitu pembuatan selai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pektin dan gula terhadap sifat fisik dan kimia selai daun kersen. Penelitian ini dengan mengunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua variabel bebas yaitu konsentrasi pektin (0,5%,1%,1,5%) dan gula (55%,65%,75%). Parameter yang diukur adalah sifat fisik (daya oles dan nilai warna) dan sifat kimia (vitamin C dan total padatan terlarut). Hasil penelitian menunjukan bahwa konsentrasi pektin dan gula tidak berpengaruh nyata terhadap vitamin C, tetapi berpengaruh nyata terhadap daya oles, nilai warna, dan total padatan terlarut. Nilai total padatan terlarut tertinggi pada selai dengan konsentrasi pektin 1,5% dan gula 75%. Nilai daya oles tertingi pada selai dengan konsentrasi pektin 1% dan gula 55%. Nilai kadar vitamin C berkisar antara 16,7 mg/100 – 30 mg/100. Nilai lightness berkisar antara 33,28 – 37,26. Nilai redness berkisar antara -2,72 sampai dengan -4,75 menunjukan warna hijau. Nilai Yellownes berkisar antara 11,45 – 16,35 menunjukan warna kuning. Nilai Hue berkisar antara 160,47° - 168,33° menunjukan warna hijau. Nilai Chroma berkisar antara 12,07 – 16,62.
Kata kunci: Selai, Daun kersen, Pektin, Gul
Studi Kelayakan Lokasi Rumah Potong Hewan (RPH) Di Kota Bontang: Analisis Pengelolaan Air Limbah RPH Eksisting Gunung Telihan Sebagai Bagian Dasar Perbaikan Pengelolaan Lingkungan RPH
Sebagai salah satu Kota yang berkembang cukup cepat, Kota Bontang menghadapi permasalahan keberadaan pemukiman penduduk yang mendesak lokasi Rumah Potong Hewan (RPH). RPH Eksisting yang terletak di Kelurahan Gunung Telihan pada awalnya dibangun berjauhan dengan lokasi pemukiman, tetapi kini kondisinya sudah terletak di tengah pemukiman. Hal ini menjadikan RPH seringkali diprotes oleh warga karena gangguan lingkungannya. Sebagai salah satu langkah untuk mengatasi permasalahan tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang berencana untuk memindahkan Lokasi RPH. Dua lokasi menjadi alternatif pemindahan lokasi. Alternatif pertama berada di Jalan TPA RT 01 Kelurahan Bontang Lestari (Lokasi 1), sedangkan alternatif kedua berada di Jalan Karya Bakti RT 18 Kelurahan Bontang Lestari (Lokasi 2). Penulisan jurnal ini bertujuan untuk menjelaskan secara deskriptif kondisi pengelolaan air limbah di RPH eksisting Kota Bontang, yang terletak di Gunung Telihan, dan memberikan alternatif perbaikan RPH apabila pemindahan RPH tidak jadi dilaksanakan
Politik hukum revisi undang-undang KPK yang melemahkan pemberantasan korupsi
This writing discusses the substance of the revision of law number 30/2002 about commission for the eradication of corruption (KPK). The problem that occurs is that the revision of the law actually weakens the KPK and sides with criminal acts of corruption. This paper aims to understand and understand about how the provisions of the revision of the KPK law are actually out of their noble objectives as a political political choice that will strengthen the eradication of corruption in Indonesia. The author uses the normative legal research method with the analysis approach to the legislation and the ruling of the constitutional court. This paper produces research that the KPK should be strengthened by presenting revisions to the law in favor of improving performance and not on things that actually appear to weaken the KPK.
How to cite item: Yulianto, Y. (2020). Politik hukum revisi undang-undang KPK yang melemahkan pemberantasan korupsi. Jurnal Cakrawala Hukum, 11(1), 111-124. doi:https://doi.org/10.26905/idjch.v11i1.404
Studi Kelayakan Lokasi Rumah Potong Hewan (RPH) di Kota Bontang: Analisis Pengelolaan Air Limbah RPH Eksisting Gunung Telihan sebagai Bagian Dasar Perbaikan Pengelolaan Lingkungan RPH
Sebagai salah satu Kota yang berkembang cukup cepat, Kota Bontang menghadapi permasalahan keberadaan pemukiman penduduk yang mendesak lokasi Rumah Potong Hewan (RPH). RPH Eksisting yang terletak di Kelurahan Gunung Telihan pada awalnya dibangun berjauhan dengan lokasi pemukiman, tetapi kini kondisinya sudah terletak di tengah pemukiman. Hal ini menjadikan RPH seringkali diprotes oleh warga karena gangguan lingkungannya. Sebagai salah satu langkah untuk mengatasi permasalahan tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang berencana untuk memindahkan Lokasi RPH. Dua lokasi menjadi alternatif pemindahan lokasi. Alternatif pertama berada di Jalan TPA RT 01 Kelurahan Bontang Lestari (Lokasi 1), sedangkan alternatif kedua berada di Jalan Karya Bakti RT 18 Kelurahan Bontang Lestari (Lokasi 2). Penulisan jurnal ini bertujuan untuk menjelaskan secara deskriptif kondisi pengelolaan air limbah di RPH eksisting Kota Bontang, yang terletak di Gunung Telihan, dan memberikan alternatif perbaikan RPH apabila pemindahan RPH tidak jadi dilaksanakan
Perencanaan dan Pembuatan Sistem Inventory Barang yang Di Interfacekan Ke PC Berbasis CPLD Menggunakan XS95 Board VI.3.
Masih konvensionalnya sistem pemindahan dan inventarisasi barang pada industri menyebabkan ketidakteraturan, dan ketidakefisienan waktu serta biaya. Kebutuhan manusia akan kemudahan dan keamanan kerja mengharuskan mereka untuk memanfaatkan teknologi yang ada untuk kenerja yang lebih baik.
Dengan memaksimalkan teknologi VHDL dibuatlah sistem pemindahan
dan inventarisasi barang produksi di suatu industri yang otomatis Implementasi
teknologi menggunakan XS95 BOARD V1.3. IC PLD yang digunakan adalah
XC95108PC84 buatan Xilinx Inc. yang akan dikonfigurasi sehingga dapat
merepresentasikan sistem
Mobil pemindah ( forklift) berjalan mengikuti track berupa garis hitam
dan putih yang dibuat sesuai rute perjalanan yang menghubungkan antara sumber
barang yang harus diambil dengan tujuan tempat peletakan barang Agar dapat mengikuti track digunakan sensor LED infra merah dan photodioda. Inventarisasi barang dapat dilakukan dengan bantuan PC yang programnya ditulis dengan Delphi, yang bertugas memeriksa barang yang dibawa forklif terjatuh atau tidak, serta dengan operasi database sederhana dapat dihitung banyaknya barang ditiap titik tujuan
Komunikasi antara mobil pemindah dengan PC digunakan sistem komunikasi radio frekuensi dan DTM (Dual Tone Multiple Frequency) serta sedikit bantuan mikrokontrole
Preliminary study on aerobic granular biomass formation with aerobic continuous flow reactor
Studi Potensi Pemanfaatan Biogas Sebagai Pembangkit Energi Listrik di Dusun Kaliurang Timur, Kelurahan Hargobinangun, Pakem, Sleman, Yogyakarta
Biogas adalah gas mudah terbakar yang dihasilkan dari proses fermentasi bahan-bahan organik oleh bakteri anaerob. Dengan kandungan utama berupa gas metana, biogas mempunyai potensi yang sangat besar untuk dikembangkan sebagai sumber energi alternatif. Pemanfaatan biogas sebagai sumber energi dapat dilakukan secara langsung, dengan membakar biogas tersebut, atau secara tidak langsung dengan mengubahnya menjadi bentuk energi lain seperti listrik. Sebagian warga Dusun Kaliurang Timur, Kelurahan Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Sleman selama ini telah memanfaatkan biogas secara langsung. Studi terdahulu pada lokasi yang sama (Yulianto dan Purnomo, 2009) menunjukkan potensi biogas yang dapat dihasilkan oleh 54 ekor sapi di dusun tersebut adalah 362,88 m3/hari. Studi lanjutan ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan biogas di dusun tersebut dengan mengonversi terlebih dahulu menjadi energi listrik. Kajian dilakukan pula pada estimasi pembangkitan daya, jenis mesin penggerak, dan analisa ekonomi. Dari volume biogas yang diproduksi per hari diperkirakan energi ini setara dengan listrik sebesar 18,75 kW. Sedangkan dari analisa teknis dan ekonomis, mesin penggerak pembangkit listrik berbahan bakar biogas skala rumah tangga yang cocok dikembangkan di Dusun Kaliurang Timur adalah menggunakan mesin diesel dengan estimasi pembangkitan daya sebesar 3kW dan waktu operasional 12 jam/hari. Kondisi ini layak secara ekonomi layak dengan BC ratio 1,76 serta simple pay back 1,9 tahun
Studi Potensi Pemanfaatan Biogas Sebagai Pembangkit Energi Listrik di Dusun Kaliurang Timur, Kelurahan Hargobinangun, Pakem, Sleman, Yogyakarta
Biogas adalah gas mudah terbakar yang dihasilkan dari proses fermentasi bahan-bahan organik oleh bakteri anaerob. Dengan kandungan utama berupa gas metana, biogas mempunyai potensi yang sangat besar untuk dikembangkan sebagai sumber energi alternatif. Pemanfaatan biogas sebagai sumber energi dapat dilakukan secara langsung, dengan membakar biogas tersebut, atau secara tidak langsung dengan mengubahnya menjadi bentuk energi lain seperti listrik. Sebagian warga Dusun Kaliurang Timur, Kelurahan Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Sleman selama ini telah memanfaatkan biogas secara langsung. Studi terdahulu pada lokasi yang sama (Yulianto dan Purnomo, 2009) menunjukkan potensi biogas yang dapat dihasilkan oleh 54 ekor sapi di dusun tersebut adalah 362,88 m3/hari. Studi lanjutan ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan biogas di dusun tersebut dengan mengonversi terlebih dahulu menjadi energi listrik. Kajian dilakukan pula pada estimasi pembangkitan daya, jenis mesin penggerak, dan analisa ekonomi. Dari volume biogas yang diproduksi per hari diperkirakan energi ini setara dengan listrik sebesar 18,75 kW. Sedangkan dari analisa teknis dan ekonomis, mesin penggerak pembangkit listrik berbahan bakar biogas skala rumah tangga yang cocok dikembangkan di Dusun Kaliurang Timur adalah menggunakan mesin diesel dengan estimasi pembangkitan daya sebesar 3kW dan waktu operasional 12 jam/hari. Kondisi ini layak secara ekonomi layak dengan BC ratio 1,76 serta simple pay back 1,9 tahun
ALGORITMA DAN PROGRAM MATCHING MAKSIMUM PADA GRAF TRIPARTIT
matching adalah himpunan garis yang verlex disjoint
- …
