12 research outputs found

    Faktor Yang Berhubungan dengan Gangguan Fungsi Pendengaran Pekerja

    No full text
    Gangguan pendengaran merupakan salah satu gangguan kesehatan yang berisiko menurunkan produktivitas pekerja. Gangguan pendengaran dapat disebabkan oleh beberapa faktor di antaranya umur, intensitas bising, masa kerja, lama paparan, dan penggunaan APD. Bagian produksi merupakan bagian vital dalam lingkup perusahaan PT X, dikarenakan pada bagian ini berhubungan dengan proses produksi gula yang menuntut mereka untuk menghasilkan produk yang berkualitas. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional study yang bertujuan mengetahui hubungan variabel independen dengan variabel dependen. Jumlah subjek sebanyak 40 orang diambil dengan teknik purposive sampling. Data diperoleh dengan menggunakan kuesioner dan aplikasi soundmeter. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara umur p=0,038 (p<0,05), intensitas bising p=0,009 (p<0,05), masa kerja p=0,022 (p<0,05), lama paparan p=0,000 (p<0,05), penggunaan APD p=0,000 (p<0,05), dengan gangguan pendengaran pada pekerja bagian produksi PT X. Kesimpulan dari penelitian bahwa ada hubungan yang signifikan antara umur, intensitas bising, masa kerja, lama paparan, penggunaan APD dengan gangguan pendengaran pada pekerja bagian produksi PT X

    Tingkat Kepuasan Masyarakat terhadap Kinerja Pelayanan Kesehatan

    No full text
    Rumah sakit sebagai institusi pelayanan kesehatan memiliki tanggung jawab untuk memberikan pelayanan yang berkualitas dan memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat. Pelayanan kesehatan yang berkualitas penting untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pelayanan kesehatan di rumah sakit dengan menilai unsur yang meliputi persyaratan pelayanan yang diberikan, sistem, mekanisme, dan prosedur pelayanan, waktu penyelesaian layanan, biaya/tarif yang dikeluarkan, produk spesifikasi jenis pelayanan, kompetensi pelaksana baik medis maupun non medis, perilaku petugas ketika memberikan pelayanan, mekanisme penanganan pengaduan, saran, dan masukan, serta kelengkapan sarana dan prasarana yang tersedia. Hasil penelitian menunjukkan mutu pelayanan rumah sakit berada pada kategori kurang baik khususnya pada unsur perilaku petugas kesehatan. Dalam peningkatan kualitas pelayanan, diprioritaskan kepada unsur yang mempunyai nilai paling rendah untuk lebih dahulu diperbaiki, kemudian unsur yang memiliki nilai yang tinggi minimal harus tetap dipertahankan

    PERBEDAAN PENGARUH IKLIM ORGANISASI DAN DUKUNGAN ORGANISASI TERHADAP ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR KARYAWAN DI RS SWASTA DAN RS PEMERINTAH

    No full text
    Rumah sakit dalam menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang berkualitas membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki komitmen terhadap organisasi sehingga perlu iklim organisasi dan dukungan organisasi yang tepat agar karyawan memiliki organizational citizenship behavior (OCB) yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan pengaruh iklim organisasi dan dukungan organisasi terhadap OCB karyawan di rumah sakit swasta dan pemerintah. Penelitian dilakukan di RS Stella Maris dan RS Universitas Hasanuddin Kota Makassar. RS Stella Maris dipilih sebagai representasi rumah sakit swasta dan RS Universitas Hasanuddin sebagai respresentasi rumah sakit pemerintah. Responden penelitian merupakan tenaga medis dan non medis yang dipilih berdasarkan teknik probability sampling melalui simple random sampling. Total sampel dalam penelitian ini sebanyak 170 karyawan rumah sakit yang terdiri dari 83 responden dari rumah sakit swasta dan 87 responden dari rumah sakit pemerintah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklim organisasi berpengaruh signifikan terhadap OCB karyawan di RS Stella Maris. Selain itu iklim organisasi juga berpengaruh signifikan terhadap OCB karyawan di RS Universitas Hasanuddin. Selain iklim organisasi, dukungan organisasi juga berpengaruh signifikan terhadap OCB karyawan di RS Stella Maris. Begitu pula di RS Universitas Hasanuddin dimana dukungan organisasi berpengaruh secara signifikan terhadap OCB karyawan. Iklim organisasi tidak memiliki perbedaan pengaruh di RS Stella Maris dan RS Universitas Hasanuddin. Sebaliknya, dukungan organisasi memiliki perbedaan pengaruh di Stella Maris dan RS Universitas Hasanuddin. Sebagai kesimpulan, iklim organisasi dan dukungan organisasi masing-masing berpengaruh signifikan terhadap OCB karyawan di RS Stella Maris dan RS Universitas Hasanuddin, namun ada perbedaan pengaruh dukungan organisasi terhadap OCB karyawan pada kedua rumah sakit tersebut

    Evaluasi Mutu Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Kota Parepare

    No full text
    Dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan kesehatan secara berkelanjutan, Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan perlu melakukan evaluasi. Evaluasi dilakukan melalui pelaksanaan survei kepuasan masyarakat sebagai pengguna layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi mutu pelayanan kesehatan di Puskesmas Kota Parepare melalui pengukuran tingkat kepuasan masyarakat yang mencakup unsur persyaratan; sistem, mekanisme, dan prosedur; waktu penyelesaian; biaya/tarif; produk spesifikasi jenis pelayanan; kompetensi pelaksana; perilaku pelaksana; penanganan pengaduan, saran, dan masukan; serta sarana dan prasarana. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode survei yang dilakukan di seluruh Puskesmas Kota Parepare. Pengumpulan data dilakukan pada September-Oktober tahun 2024. Metode penentuan sampel menggunakan accidental sampling sehingga didapatkan jumlah sampel sebanyak 623 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan kesehatan yang diselenggarakan oleh Puskesmas Kota Parepare berada pada kategori “baik”. Unsur yang memiliki nilai kepuasan pasien tertinggi adalah unsur biaya/tarif sementara unsur kepuasan dengan nilai terendah diantara sembilan unsur lainnya adalah persyaratan. Kegiatan survei kepuasan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi bagi Puskesmas yang merupakan fasilitas kesehatan tingkat pertama agar senantiasa meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan serta memberikan pelayanan kesehatan yang sesuai standar dan memenuhi harapan masyarakat

    Pengaruh Iklim Organisasi terhadap Organizational Citizenship Behavior Pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Majene

    No full text
    Iklim organisasi menjadi salah satu faktor anteseden OCB yang berfokus pada organisasi untuk menciptakan lingkungan organisasi yang sehat, aman, inovatif, dan efektif. Iklim organisasi yang positif dapat menciptakan lingkungan kerja yang memotivasi pegawai untuk menunjukkan perilaku OCB. Penelitian terkait iklim organisasi dan OCB perlu dilakukan untuk meningkatkan kinerja individu serta kinerja organisasi. Di instansi kesehatan daerah masih sering ditemukan tantangan berupa keterbatasan sumber daya, tekanan administrasi, dan sistem birokrasi yang kaku. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh iklim organisasi terhadap OCB pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Majene. Penelitian ini adalah penelitian kuantitaif dengan metode cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai dengan metode pengambilan sampel menggunakan total sampling. Jumlah sampel sebanyak 84 responden. Analisis data menggunakan aplikasi SPSS dengan uji statistik regresi linier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklim organisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Majene tidak berpengaruh signifikan terhadap OCB pegawai (p value > 0,05). Iklim organisasi hanya berpengaruh sebesar 0,7% terhadap OCB, sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel lain di luar iklim organisasi lebih berperan dalam memengaruhi OCB pegawai di Dinas Kesehatan Kabupaten Majene

    Kebutuhan Kalori Pekerja di Perusahaan Kontraktor Alat Berat

    No full text
    Background: The increase in work productivity is one of the goals of the implementation of Occupational Safety and Health (K3) in the workplace which can be done through occupational nutrition. l: This study aimed to calculate the employees’ calorie needs. Method: This was categorized as a descriptive study. The sampling was done using the total sampling, totaling 41 people. The calorie needs were obtained from the daily nutritional requirement by age, gender, and physical workload. The physical workload was observed and aligned with the Indonesian National Standard No. 7269: 2009 concerning the Assessment of Workload based on the Level of Calorie Needs according to Energy Expenditure. The data were analyzed descriptively. Result: The findings showed that all male employees and the majority of employees aged around 18-19 years old (young adults) had a normal BMI and heavy workload. The respondents mostly had calorie needs of 1,221 Kcal. Conclusion: The employees’ calorie needs in this heavy construction equipment company are varied. The average calorie need of the employees working in this company is 1,221 Kcal with the lowest calorie of 940 Kcal, while the highest is 1,767 Kca

    ANALISIS PENGARUH PRODUK, PERSONIL, DAN PROMOSI TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN PADA PT. MNET INDONESIA

    No full text
    This research is motivated by the needs of society and the conditions of service business competition intensifies, so the company must create a new marketing strategy to maintain and gain market share higher. As for the issue of this research is "What are the factors of products, personnel and promotion effect on customer satisfaction in PT. Mnet Indonesia ".The purpose of this study to determine how the product implementation process, personnel and promotion are being made to improve customer satisfaction and to determine the extent of the effect of products, personnel and promotion of customer satisfaction. The hypothesis of this study is the product, personnel and promotion effect on customer satisfaction. The author uses quantitative research methods explanatory. The research sample as many as 101 customers with a 99% confidence level (α = 0.01) in. Results of multiple linear regression analysis we concluded that all the independent variables, namely products, personnel and promotion have a positive effect on the dependent variable of customer satisfaction. Based on the results of the analysis of figures obtained correlation R of 0.697. This shows that there is a strong relationship or correlation between the products, personnel and promotion of customer satisfaction. While the results of the analysis of determination (R2) of 48.6%. This shows that the percentage of the effect of independent variables on the dependent variable of 48.6%. While the remaining 51.4% influenced or explained by other variables not included in this research model.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan masyarakat dan kondisi persaingan bisnis jasa yang semakin ketat, sehingga perusahaan harus membuat strategi pemasaran baru untuk mempertahankan dan meraih pangsa pasar yang lebih tinggi. Adapun yang menjadi masalah penelitian ini adalah "Apakah faktor produk, personil dan promosi berpengaruh terhadap kepuasaan pelanggan pada PT. Mnet Indonesia" Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana proses pelaksanaan produk, personil dan promosi yang dilakukan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan dan untuk mengetahui sejauhmana pengaruh produk, personil dan promosi terhadap kepuasan pelanggan. Hipotesis dalam penelitian ini adalah produk, personil dan promosi berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan. Penulis menggunakan metode penelitian yang bersifat kuantitatif eksplanatori. Sampel penelitian sebanyak 101 pelanggan dengan tingkat kepercayaan 99% (α = 0.01). Hasil analisis regresi linear berganda diperoleh kesimpulan bahwa semua variabel independen yaitu produk, personil dan promosi mempunyai pengaruh positif terhadap variabel dependen yaitu kepuasan pelanggan. Berdasarkan hasil analisis korelasi  diperoleh angka R sebesar 0,697. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi hubungan atau korelasi yang kuat antara produk, personil dan promosi terhadap kepuasan pelanggan. Sementara dari hasil analisis determinasi (R2) sebesar 48,6%. Hal ini menunjukkan bahwa persentase pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen sebesar 48,6%. Sedangkan sisanya sebesar 51,4% dipengaruhi atau dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian ini

    Analisis Pengaruh Produk, Personil, dan Promosi terhadap Kepuasan Pelanggan pada PT. Mnet Indonesia

    No full text
    This research is motivated by the needs of society and the conditions of service business competition intensifies, so the company must create a new marketing strategy to maintain and gain market share higher. As for the issue of this research is "What are the factors of products, personnel and promotion effect on customer satisfaction in PT. Mnet Indonesia ".The purpose of this study to determine how the product implementation process, personnel and promotion are being made to improve customer satisfaction and to determine the extent of the effect of products, personnel and promotion of customer satisfaction. The hypothesis of this study is the product, personnel and promotion effect on customer satisfaction. The author uses quantitative research methods explanatory. The research sample as many as 101 customers with a 99% confidence level (α = 0.01) in. Results of multiple linear regression analysis we concluded that all the independent variables, namely products, personnel and promotion have a positive effect on the dependent variable of customer satisfaction. Based on the results of the analysis of figures obtained correlation R of 0.697. This shows that there is a strong relationship or correlation between the products, personnel and promotion of customer satisfaction. While the results of the analysis of determination (R2) of 48.6%. This shows that the percentage of the effect of independent variables on the dependent variable of 48.6%. While the remaining 51.4% influenced or explained by other variables not included in this research model

    Mapping College Research Roadmap Based on Information Retrieval by Lecturers Scientific Publications Documents

    No full text
    The quality of research needs to be directed and classified for improvement. A college roadmap must accordance interest and expertise from it lecturers. Therefore, be the duty of every college to create a strategic plan and pre-eminent research. Faculty in most all College has produced many scientific publications. Publication document of scientific papers is one example of unstructured documents. Its contents form of writing style, mostly defined by the author language. Generally, the document title only determined the maximum number of words. The main objective of the information retrieval system is to determine the documents keywords from the query provided by the user in a group of documents. TF/IDF Algorithm (Term Frequency – Inversed Document Frequency) and the Vector Space Model algorithm is several methods of the algorithm that can utilize on text mining in analysing phases as options document classification determination-based solutions words that often appear on the document title. This paper can help decision makers to determine, assess, adapt research roadmap to College. The depiction of a tree model using long-term roadmap makes it easier to read and understand. [Kualitas penelitian perlu diarahkan dan diklasifikasikan untuk perbaikan. Roadmap perguruan tinggi harus sesuai dengan minat dan keahlian dari dosen. Karena itu, jadilah tugas setiap perguruan tinggi untuk membuat rencana strategis dan penelitian unggulan. Fakultas - fakultas di hampir semua perguruan tinggi telah menghasilkan banyak publikasi ilmiah. Dokumen publikasi karya ilmiah adalah salah satu contoh dokumen tidak terstruktur. Isinya berupa gaya penulisan, sebagian besar ditentukan oleh bahasa penulis. Secara umum, judul dokumen hanya menentukan jumlah kata maksimum. Tujuan utama dari sistem pencarian informasi adalah untuk menentukan kata kunci dokumen dari permintaan yang diberikan oleh pengguna dalam sekelompok dokumen. Algoritma TF / IDF (TermFrequency - Inversed Document Frequency) dan algoritma Vector Space Model adalah beberapa metode algoritma yang dapat digunakan pada penambangan teks dalam menganalisis fase sebagai opsi dokumen klasifikasi penentuan kata-kata solusi berdasarkan solusi yang sering muncul pada judul dokumen. Makalah ini dapat membantu para pembuat keputusan untuk menentukan, menilai, mengadaptasi peta jalan penelitian ke perguruan tinggi. Penggambaran model pohon menggunakan peta jalan jangka panjang membuatnya lebih mudah dibaca dan dipahami.

    Pengaruh Pemberdayaan Psikologis dan Pemberdayaan Struktural Terhadap Keterlibatan Kerja Perawat di Instalasi Rawat Inap RSUD Majene

    No full text
    Salah satu tantangan utama yang dihadapi rumah sakit di era persaingan global dan pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Indonesia adalah mengoptimalkan sumber daya manusia, khususnya keterlibatan kerja perawat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberdayaan psikologis dan struktural terhadap keterlibatan kerja perawat di unit rawat inap RSUD Majene. Penelitian kuantitatif dilakukan dengan menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Total sampling diterapkan untuk mencakup semua 161 perawat di unit rawat inap. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan SPSS. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan struktural memiliki efek positif yang signifikan terhadap keterlibatan kerja perawat (koefisien jalur = 0,487; T = 6,727; p < 0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa peningkatan pemberdayaan struktural dapat meningkatkan keterlibatan perawat di rumah sakit umum
    corecore