135 research outputs found
Analysis of School Life Expectancy Prediction in North Sumatra using the ARIMA Method for the 2024-2025 Period
This study analyzes the projection of the School Life Expectancy (HLS) in 33 districts/cities in North Sumatra Province using the ARIMA method. Historical HLS data from 2019 to 2023 were used to forecast the HLS values for 2024 and 2025. The prediction results show an increase in HLS in most regions, with several districts/cities such as Labuhan Batu, Pematangsiantar City, and Padangsidempuan City experiencing significant growth. However, some regions like Mandailing Natal and Samosir show a more stable trend without significant increases. These findings indicate disparities in access and quality of education across various regions in North Sumatra. Overall, the ARIMA model provides a positive forecast for future HLS improvements, though regional disparities require special attention from relevant authorities to promote equal access to education
PENGARUH ADANYA ATURAN BARU PEMANDUAN KAPAL DI AMBANG LUAR, TANJUNG BUYUT ANCHORAGE PALEMBANG TERHADAP PT. INDO DHARMA TRANSPORT
INTISARI
Anam, Muhammad Khoirul, 531611306265 K, 2020, “Pengaruh Adanya Aturan
Baru Pemanduan Kapal di Ambang Luar, Tanjung Buyut Anchorage,
Palembang Terhadap PT. Indo Dharma Transport”, Program Diploma IV,
Program Studi Tatalaksana Angkutan Laut dan Kepelabuhanan, Politeknik
Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Ir. Fitri Kensiwi, M.Pd. Pembimbing
II: Capt. Firdaus Sitepu, S.ST., M.Si, M.Mar.
Pada tahun 2019 mulai aturan baru kepanduan kapal di Ambang Luar, Tanjung
Buyut Anchorage, Palembang mulai diberlakukan berdasarkan Keputusan
Menteri Perhubungan Repbulik Indonesia Nomor KP 583 Tahun 2018. PT.
Indo Dharma Transport selaku keagenan kapal terkena pengaruh adanya aturan
tersebut. Terdapat dampak positif dan negatif dari diberlakukanya aturan
tersebut.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alasan pemerintah memberlakukan
aturan baru kepanduan kapal di Ambang Luar. Tanjung Buyut Anchorage,
Palembang dan untuk mengetahui dampak positif dan negatif dari
pemberlakuan aturan tersebut terhadap PT. Indo Dharma Transport selaku
keagenan kapal. Skripsi ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan
menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dokumentasi
dan studi Pustaka. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan
data sekunder. Peneliti melakukan wawancara dengan salah satu kepala cabang,
salah satu staff operasional di PT. Indo Dharma Transport untuk mendapatkan
informasi. Analisa data dalam penelitian ini dilakukan dalam tiga tahapan, yaitu
reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukan bahwa pemerintah memberlakukan peraturan baru
kepanduan kapal di Ambang Luar, Tanjung Buyut Anchorage, Palembang
dikarenakan meningkatnya jumlah kunjungan kapal di Pulau Keramasan
sampai Pulo Kerto mencapai kurang lebih 120 call per bulan adapun dampak
aturan tersebut terhadap PT. Indo Dharma Transport selaku keagenan kapal
dampak positif untuk mempermudah kapal-kapal yang akan sandar dan
menjamin keselamatan agar tidak terjadi tubrukan antar kapal serta dampak
negatif beban biaya yang dikeluarkan lebih banyak karena harus melakukan
pembayaran untuk kepanduan
implementasi pendekatan fungsional melalui metode demonstrasi dalam proses pembelajaran pai untuk meningkatkan motivasi belajar siswa kelas ix a smpn 2 jetis ponorogo
ABSTRAK
ANAM, M KHOIRUL. Implementasi Pendekatan Fungsional Melalui Metode Demonstrasi dalam Proses Pembelajaran PAI untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas IX A SMPN 2 Jetis Ponorogo. Skripsi. Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Ponorogo. 2020. Pembimbing Dr. Muhammad Toyib, M.Pd
Kata Kunci: Pendekatan Fungsional, Metode Demonstrasi, Motivasi Belajar.
Dalam proses pendidikan, metode mempunyai kedudukan yang sangat penting dalam upaya pencapaian tujuan, karena ia menjadi sarana yang membermaknakan materi pelajaran yang tersusun dalam kurikulum pendidikan sehingga dapat dipahami atau diserap oleh manusia didik menjadi pengertian-pengertian fungsional terhadap tingkah lakunya. Metode yang tepat mengandung nilai-nilai yang instrinsik dan ekstrinsik sejalan dengan materi pelajaran dan secara fungsional dapat dipakai untuk merealisasikan nilai-nilai ideal yang terkandung dalam tujuan pendidikan.
Ada dua faktor, yang mempengaruhi motivasi belajar yaitu faktor internal dan juga eksternal dari peserta didik. Faktor internalnya dari siswanya sendiri. Sedangkan faktor eksternalnya dari metode pembelajarannya. Dalam upaya meningkatkan motivasi belajar siswa salah satu cara yang digunakan adalah melalui pendekatan pembelajaran, yaitu dengan menggunakan jenis pendekatan fungsional. Pendekatan fungsional disini dilakukan dengan metode demonstrasi. Untuk mengetahui jenis pendekatan fungsional melalui demonstrasi itu seperti apa pelaksanaanya di dalam kelas perlu mengkaji lebih mendalam melalui penelitian.
Penelitian ini bertujuan untuk (1)mengetahui penerapan pendekatan fungsional melalui metode demonstrasi dalam pembelajaran PAI (2)mengetahui faktor pendukung dan penghambat penerapan pendekatan fungsional melalui metode demonstrasi dalam proses pembelajaran PAI (3)mengetahui hasil penerapan pendekatan fungsional melalui metode demonstrasi dalam proses pembelajaran PAI untuk meningkatkan motivasi belajar siswa kelas IX A SMPN 2 Jetis Ponorogo.
Untuk menjawab pertanyaan di atas, penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Adapun teknik pengumpuan data yang digunakan yaitu teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan teknik analisis data model Miles dan Huberman, meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa (1)penerapan pendekatan fungsional melalui metode demonstrasi dilakukan dengan menyajikan pelajaran dengan memperagakan yang menekankan kepada segi kemanfaatan bagi siswa dalam kehidupan sehari-hari.(2)faktor pendukung pendekatan fungsional melalui metode demonstrasi di SMPN 2 Jetis Ponorogo diantarannya adalah sarana dan prasarana yang memadai, lingkungan sekolah yang kondusif, dan komunikasi yang baik antara siswa dan guru. Sedangkan mengenai faktor penghambatnya adalah faktor internal dari siswa itu sendiri, contohnya motivasi siswa dalam belajar. Selain itu memerlukan waktu yang lama, dan keterbatasan media yang digunakan dalam pelaksanaan metodenya.(3)hasil dari penerapan pendekatan fungsional melalui metode demonstrasi diantaranya adalah siswa lebih aktif dalam mengikuti pelajaran, pemahaman siswa menjadi terbentuk, mengurangi kesalahfahaman dalam penyampaian materi, dan proses pembelajaran menjadi menarik
(LEMBAR KEASLIAN TULISAN BLM ADA) IMPLEMENTASI PENDEKATAN FUNGSIONAL MELALUI METODE DEMONSTRASI DALAM PROSES PEMBELAJARAN PAI UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS IX A SMPN 2 JETIS PONOROGO
ANAM, M KHOIRUL. Implementasi Pendekatan Fungsional Melalui Metode Demonstrasi
dalam Proses Pembelajaran PAI untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas IX A
SMPN 2 Jetis Ponorogo. Skripsi. Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan
Ilmu Keguruan IAIN Ponorogo. 2020. Pembimbing Dr. Muhammad Toyib, M.Pd
Kata Kunci: Pendekatan Fungsional, Metode Demonstrasi, Motivasi Belajar.
Dalam proses pendidikan, metode mempunyai kedudukan yang sangat penting dalam
upaya pencapaian tujuan, karena ia menjadi sarana yang membermaknakan materi pelajaran
yang tersusun dalam kurikulum pendidikan sehingga dapat dipahami atau diserap oleh manusia
didik menjadi pengertian-pengertian fungsional terhadap tingkah lakunya. Metode yang tepat
mengandung nilai-nilai yang instrinsik dan ekstrinsik sejalan dengan materi pelajaran dan secara
fungsional dapat dipakai untuk merealisasikan nilai-nilai ideal yang terkandung dalam tujuan
pendidikan.
Ada dua faktor, yang mempengaruhi motivasi belajar yaitu faktor internal dan juga
eksternal dari peserta didik. Faktor internalnya dari siswanya sendiri. Sedangkan faktor
eksternalnya dari metode pembelajarannya. Dalam upaya meningkatkan motivasi belajar siswa
salah satu cara yang digunakan adalah melalui pendekatan pembelajaran, yaitu dengan
menggunakan jenis pendekatan fungsional. Pendekatan fungsional disini dilakukan dengan
metode demonstrasi. Untuk mengetahui jenis pendekatan fungsional melalui demonstrasi itu
seperti apa pelaksanaanya di dalam kelas perlu mengkaji lebih mendalam melalui penelitian.
Penelitian ini bertujuan untuk (1)mengetahui penerapan pendekatan fungsional melalui
metode demonstrasi dalam pembelajaran PAI (2)mengetahui faktor pendukung dan penghambat
penerapan pendekatan fungsional melalui metode demonstrasi dalam proses pembelajaran PAI
(3)mengetahui hasil penerapan pendekatan fungsional melalui metode demonstrasi dalam proses
pembelajaran PAI untuk meningkatkan motivasi belajar siswa kelas IX A SMPN 2 Jetis
Ponorogo.
Untuk menjawab pertanyaan di atas, penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif
kualitatif. Adapun teknik pengumpuan data yang digunakan yaitu teknik wawancara, observasi
dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan teknik analisis data model Miles
dan Huberman, meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Dari hasil
penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa (1)penerapan pendekatan fungsional melalui metode
demonstrasi dilakukan dengan menyajikan pelajaran dengan memperagakan yang menekankan
kepada segi kemanfaatan bagi siswa dalam kehidupan sehari-hari.(2)faktor pendukung
pendekatan fungsional melalui metode demonstrasi di SMPN 2 Jetis Ponorogo diantarannya
adalah sarana dan prasarana yang memadai, lingkungan sekolah yang kondusif, dan komunikasi
yang baik antara siswa dan guru. Sedangkan mengenai faktor penghambatnya adalah faktor
internal dari siswa itu sendiri, contohnya motivasi siswa dalam belajar. Selain itu memerlukan
waktu yang lama, dan keterbatasan media yang digunakan dalam pelaksanaan
metodenya.(3)hasil dari penerapan pendekatan fungsional melalui metode demonstrasi
diantaranya adalah siswa lebih aktif dalam mengikuti pelajaran, pemahaman siswa menjadi
terbentuk, mengurangi kesalahfahaman dalam penyampaian materi, dan proses pembelajaran
menjadi menarik
MANAJENEN KURIKULUM DALAM MENINGKATKAN KURIKULUM DALAM MENINGKATKAN KURIKULUM DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN DI MA MA’ARIF PONGGOK S PEMBELAJARAN DI MA MA’ARIF PONGGOK S PEMBELAJARAN DI MA MA’ARIF PONGGOK BLITAR
Skripsi dengan judul “Manajemen Kurikulum Dalam Meningkatkan
Kualitas Pembelajaran di MA Ma’arif Ponggok Blitar” yang ditulis oleh
Muhammad Khoirul Anam, NIM 12207183042, Dosen pembimbing Bapak Moh.
Mashudi, M. Pd. I.
Kata Kunci: Manajemen Kurikulum, Kualitas Pembelajaran
Pembelajaran dapat diartikan sebagai sebuah usaha mempengaruhi emosi,
intelektual, dan spiritual seseorang agar mau belajar dengan kehendaknya sendiri.
Melalui pembelajaran akan terjadi proses pengembangan moral keagamaan,
aktivitas, dan kreativitas peserta didik melalui berbagai interaksi dan pengalaman
belajar. Maka dari iyu perlu adanya manajemen kurikulum agar sistem pendidikan
di suatu lembaga pendidikan dapat tertata dengan befektif dan efisien.
Fokus masalah pada penelitian ini adalah: 1) Bagaimana perencanaan
Manajemen kurikulum dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, 2) Bagaimana
pelaksanaan Manajemen kurikulum dalam meningkatkan kualitas pembelajaran,
3) Bagaimana evaluasi manajemen kurikulum dalam meningkatkan kualitas
pembelajran. Dengan tujuan penelitian yaitu: 1) Untuk mendeskripsikan
perencanaan Manajemen Kurikulum dalam meningkatkan kualitas pembelajaran,
2) Untuk mendeskripsikan pelaksanaan Manajemen Kurikulum dalam
meningkatkan kualitas pembelajaran, 3) Untuk mendeskripsikan evaluasi
Manajemen Kurikulum dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.
Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif
dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan
dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah
reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan data
dengan cara perpanjangan pengamatan, peningkatan ketekunan dalam penelitian,
triangulasi, serta menggunakan bahan referensi.
Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) perencanaan Manajemen
kurikulum dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, Perencanaan kurikulum
secara umum denga mengadakan EDM dengan melibatkan kepala madrasah,
wakil kepala madrasah, tenaga pendidik dan kependidikan dan juga melibatkan
komite. Sedangkan jika lebih di spesifikkan terdapat perencanaan secara internal
dan eksternal. Pertama, perencanaan secara internal yaitu dengan mengadakan
rapat koordinasi yang membahas perencanaan kurikulum terkait dengan perangkat
pembelajaran, penyusunan kalender akademik, pembagian guru mengajar dan halhal
lainnya
yang
berkaitan dengan kurikulum. Kedua, perencanaan eksternal yaitu
dengan mengundang tim ahli dan akademisi, kemudian mengadakan kegiatan
merencanakan pembelajaran terkait modul pembelajaran untuk setiap guru mata
pelajaran. 2) pelaksanaan Manajemen kurikulum dalam meningkatkan kualitas
pembelajaran, Pelaksanaan kurikulum yang dilakukan oleh lembaga dalam
menuju proses yang lebih baik dari segi pembelajarannya atau kelembagaanya
diantaranya yaitu a) adanya pengecekan kearsipan guru terkait perangkat
pembelajaran dan interaksi yang berlangsung dalam proses pembelajaran atau di
jam istirahat. Untuk pengecekan perangkat pembelajaran dilakukan oleh kepala
madrasah, selain itu adanya pengecekan setiap hari melalui guru piket dan absensi guru. sedangkan interaksi guru saat proses pembelajaran dengan peserta didik
menyesuaikan dengan visi misi madrasah, kebutuhan siswa, dan perkembangan
zaman. b) kemudian dalam proses pembelajaran berlangsung akan di supervisi
oleh kepala madrasah baik secara tiba-tiba maupun terprogram atau terjadwalkan
secara bergantian dari kelas ke kelas, yang nantinya dilanjut dengan kegiatan
refleksi. c) penanaman nilai-nilai keislaman dalam proses pembelajaran. d) adanya
pembiasaan ubudiyah dan bimbingan program kitab kuning. 3) evaluasi
manajemen kurikulum dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, Evaluasi yang
dilakukan oleh MA Ma’arif Ponggok Blitar menggunakan dua metode dalam
evaluasi yaitu evaluasi sumatif dan formatif untuk mengukur kemampuan siswa
dalam menguasai materi yang telah diajarkan dan sejauh mana guru mengajarkan
kurikulum sesuai standartnya atau tidak. Evaluasi formatif dilakukan dengan
mengadakan ujian harian setiap kompetensi dasar atau setiap bab untuk
mengetahui kemampuan siswa dalam setiap materi. Kemudian evaluasi sumatif
dengan dilakukannya ujian PTS (Penilaian Tengah Semester), PAS (Penilaian
Akhir Semester), PAT (Penilaian Akhir Tahun). Kemudian hasilnya ditulis dalam
raport
...(PERBAIKI KEJELASAN SCAN ASLI PADA LEMBAR PERSETUJUAN, PENGESAHAN DAN KEASLIAN, UPLOAD ULANG)...KEPEMIMPINAN DALAM PENGEMBANGAN PROGRAM CHARACTER BUILDING SANTRI DI MADRASAH DINIYAH AL-HUDA KARANGREJO KAWEDANAN MAGETAN
Anam, Muhammad Khoirul. 2022. Kepemimpinan dalam Pengembangan Program Character Building Santri di Madrasah Diniyah Al-Huda Karangrejo Kawedanan Magetan. Skripsi, Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing Dr. Umar Sidiq, M.Ag.
Kata Kunci: Kepemimpinan, Madrasah Diniyah, Character Building.
Pendidikan karakter (character building) untuk para pelajar sebagai generasi penerus bangsa harus menjadi perhatian khusus, supaya kalangan pelajar mempunyai akhlak dan karakter yang baik dalam berkehidupan bermasyarakat di lingkungannya. Akhlak yang baik akan membawa manusia pada kehidupan yang luhur, terkhusus para pelajar harus menjunjung nilai luhur tersebut, karena adab lebih diutamakan. Pendidikan karakter harus menjadi prioritas dalam pendidikan formal maupun non formal, dan harus memerlukan sistem pendidikan karakter yang jelas dan terarah dari para pelaku pendidikan. Ilmu pengetahuan jika tidak diimbangi dengan adab dan akhlak yang baik, maka akan menghasilkan perilaku yang angkuh dan salah arah. Saat ini banyak sekali generasi muda yang mengalami degradasi moral. Maka dari itu peneliti tertarik untuk meneliti tentang “Kepemimpinan dalam Pengembangan Program Character Building Santri di Madrasah Diniyah Al-Huda Karangrejo Kawedanan Magetan”
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi Kepala Madrasah Diniyah dalam pengembangan program character building santri di Madrasah Diniyah Al-Huda Karangrejo Kawedanan Magetan, gaya Kepala Madrasah Diniyah dalam pengembangan program character building santri di Madrasah Diniyah Al-Huda Karangrejo Kawedanan Magetan, dan hasil kepemimpinan dalam pengembangan program character building santri di Madrasah Diniyah Al-Huda Karangrejo Kawedanan Magetan.
Jenis penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologis (phenomenology approarch) yang bertujuan untuk menggambarkan keadaan atau fenomena yang terjadi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Instrumen kunci dalam penelitian ini adalah peneliti itu sendiri, sedangkan informannya adalah kepala madrasah, ustadzah, dan wali santri.
Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa (1) Strategi kepemimpinan Kepala Madrasah Diniyah Al-Huda Karangrejo Kawedanan Magetan dalam program character building dengan mendidik secara langsung memberikan contoh kepada santri tentang perilaku terpuji dan sopan santun. Dari sejak awal perekrutan ustadz-ustadzah, Kepala Madrasah benar-benar memperhitungkan sumber daya dengan memilah para tenaga pendidik dengan akhlak yang baik, sehingga dalam aspek kelembagaan program character building ini dapat terealisasikan dengan baik. (2) Gaya kepemimpinan Kepala Madrasah Diniyah Al-Huda Karangrejo Kawedanan Magetan dalam program pengembangan program character building pada santri, yakni menggunankan gaya partisipasif, gaya persuasif, gaya represif, gaya motivatif, gaya edukatif, serta gaya inovatif. (3) Hasil dari kepemimpinan Kepala Madrasah dalam pengembangan program character building adalah santri memiliki akhlak yang baik serta sopan santun santri terhadap yang lebih tua juga bertambah baik. Ustadz-ustadzah juga merasakan hasil dari program ini, yakni perilaku mereka menjadi lebih terkontrol karena dalam keseharian di madrasah dituntut untuk berperilaku sempurna, sehingga hasil dari kepemimpinan madrasah bisa dirasakan bukan hanya santri saja melainkan juga para ustadz-ustadzah
..(LENGKAPI STEMPEL PADA LEMBAR PERSETUJUAN, UPLOAD ULANG)...KEPEMIMPINAN DALAM PENGEMBANGAN PROGRAM CHARACTER BUILDING SANTRI DI MADRASAH DINIYAH AL-HUDA KARANGREJO KAWEDANAN MAGETAN
Anam, Muhammad Khoirul. 2022. Kepemimpinan dalam Pengembangan Program Character Building Santri di Madrasah Diniyah Al-Huda Karangrejo Kawedanan Magetan. Skripsi, Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing Dr. Umar Sidiq, M.Ag.
Kata Kunci: Kepemimpinan, Madrasah Diniyah, Character Building.
Pendidikan karakter (character building) untuk para pelajar sebagai generasi penerus bangsa harus menjadi perhatian khusus, supaya kalangan pelajar mempunyai akhlak dan karakter yang baik dalam berkehidupan bermasyarakat di lingkungannya. Akhlak yang baik akan membawa manusia pada kehidupan yang luhur, terkhusus para pelajar harus menjunjung nilai luhur tersebut, karena adab lebih diutamakan. Pendidikan karakter harus menjadi prioritas dalam pendidikan formal maupun non formal, dan harus memerlukan sistem pendidikan karakter yang jelas dan terarah dari para pelaku pendidikan. Ilmu pengetahuan jika tidak diimbangi dengan adab dan akhlak yang baik, maka akan menghasilkan perilaku yang angkuh dan salah arah. Saat ini banyak sekali generasi muda yang mengalami degradasi moral. Maka dari itu peneliti tertarik untuk meneliti tentang “Kepemimpinan dalam Pengembangan Program Character Building Santri di Madrasah Diniyah Al-Huda Karangrejo Kawedanan Magetan”
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi Kepala Madrasah Diniyah dalam pengembangan program character building santri di Madrasah Diniyah Al-Huda Karangrejo Kawedanan Magetan, gaya Kepala Madrasah Diniyah dalam pengembangan program character building santri di Madrasah Diniyah Al-Huda Karangrejo Kawedanan Magetan, dan hasil kepemimpinan dalam pengembangan program character building santri di Madrasah Diniyah Al-Huda Karangrejo Kawedanan Magetan.
Jenis penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologis (phenomenology approarch) yang bertujuan untuk menggambarkan keadaan atau fenomena yang terjadi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Instrumen kunci dalam penelitian ini adalah peneliti itu sendiri, sedangkan informannya adalah kepala madrasah, ustadzah, dan wali santri.
Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa (1) Strategi kepemimpinan Kepala Madrasah Diniyah Al-Huda Karangrejo Kawedanan Magetan dalam program character building dengan mendidik secara langsung memberikan contoh kepada santri tentang perilaku terpuji dan sopan santun. Dari sejak awal perekrutan ustadz-ustadzah, Kepala Madrasah benar-benar memperhitungkan sumber daya dengan memilah para tenaga pendidik dengan akhlak yang baik, sehingga dalam aspek kelembagaan program character building ini dapat terealisasikan dengan baik. (2) Gaya kepemimpinan Kepala Madrasah Diniyah Al-Huda Karangrejo Kawedanan Magetan dalam program pengembangan program character building pada santri, yakni menggunankan gaya partisipasif, gaya persuasif, gaya represif, gaya motivatif, gaya edukatif, serta gaya inovatif. (3) Hasil dari kepemimpinan Kepala Madrasah dalam pengembangan program character building adalah santri memiliki akhlak yang baik serta sopan santun santri terhadap yang lebih tua juga bertambah baik. Ustadz-ustadzah juga merasakan hasil dari program ini, yakni perilaku mereka menjadi lebih terkontrol karena dalam keseharian di madrasah dituntut untuk berperilaku sempurna, sehingga hasil dari kepemimpinan madrasah bisa dirasakan bukan hanya santri saja melainkan juga para ustadz-ustadzah
LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) DISMK 45 WONOSARIGUNUNG KIDUL
Sekolah Menengah Kejuruan 45 Wonosari yang beralamatkan di Jalan
KH.Agus Salim Wonosari Gunung Kidul adalah lokasi yang digunakan untuk
pelaksanaan kegiatan PPL mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta selama ± 1
bulan. Kegiatan PPL dilaksanakan pada tanggal 10 Agustus 2015 sampai dengan 12
September 2015. Dalam kegiatan PPL ini, mahasiswa melakukan kegiatan mengajar
yang terbimbing. Mahasiswa menjalankan program mengajar minimal 4 kali tatap
muka. Metode yang digunakan dalam mengajar beragam, seperti metode diskusi,
tanya jawab, ceramah dan cooperative learning. Praktikan telah menyelesaikan tugas
mengajar sebanyak 12 kali selama kegiatan PPL berlangsung. Mengampu mata
pelajaran PPS Kelistrikan Otomotif dengan tatap muka 3 kali seminggu dan setiap
minggunya praktikan mengajar selama 12 jam pelajaran (540 menit).
Sebelum pelaksanaan PPL, mahasiswa diberi pembekalan terlebih dahulu agar
mempunyai gambaran dalam pelaksanaan PPL di sekolah. Selain itu mahasiswa
diberi kesempatan untuk melakukan observasi proses pembelajaran di kelas-kelas
sebelum penerjunan PPL, yaitu beberapa bulan sebelumnya. Observasi pra-PPL
dilaksanakan sebanyak dua kali. Observasi pembelajaran menyangkut perangkat
pembelajaran, cara mengajar guru, proses pembelajaran, dan situasi waktu siswa
belajar. Dalam pelaksanaan PPL yang bertempat di SMK 45 Wonosari Gunung
Kidul, mahasiswa praktikan memperoleh praktik mengajar mata pelajaran PPS
Kelistrikan Otomotif. Persiapan mengajar yang dibutuhkan berupa rencana
pembelajaran dan pembuatan media yang sesuai serta sangat dibutuhklan dalam
usaha memperlancar proses belajar mengajar. Kegiatan PPL menyangkut observasi
dalam kelas, mengajar, dan evaluasi. Praktik mengajar dilaksanakan sebanyak 12 kali
di kelas XI TKR O1,XI TKR O2,dan XI TKR O3 yang dimulai pada tanggal 10
Agustus sampai dengan 2 September 2015. Setiap pertemuan berdurasi 4 jam
pelajaran (satu jam pelajaran adalah 45 menit).
Melalui kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan ini, praktikan mendapatkan
banyak bekal seperti pengalaman serta gambaran nyata tentang kegiatan
pembelajaran, serta nilai-nilai seperti kerja keras, kerjasama, tanggung jawab, dan
x
disiplin. Selain itu, dapat membantu mahasiswa dalam mempersiapkan diri untuk
menjadi tenaga pendidik yang profesional dan memiliki keterampilan mengajar.
Serta di dalam pelaksanaan PPL tidak terlepas dari hambatan-hambatan akan tetapai
dengan kerja keras dan semnagat segala hambatan dapat teratasi.Untuk pelaksanaan
PPL periode yang akan datang ada baiknya jika antara pihak sekolah dan mahasiswa
lebih meningkatkan kerjasama agar dapat lebih bermanfaat bagi semua pihak
Nilai-nilai pendidikan karakter dalam buku “Saleh Ritual Saleh Sosial” karya KH. A. Mustofa Bisri
Penelitian ini berfokus pada nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat pada buku “Saleh Ritual Saleh Sosial” karya KH. A. Mustofa Bisri. Pada penelitian ini, penulis bertujuan untuk mengungkap beberapa nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam buku tersebut. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Sedangkan metode yang digunakan adalah analisis isi, suatu metode yang digunakan untuk mengungkap sebuah teks besar. secara teroganisir menjadi ringkasan-ringkasan utama.
Adapun nilai-nilai pendidikan karakter yang ditemukan, terdapat 17 nilai pendidikan karakter, yaitu 1) Adil, 2) Dermawan`, 3) Musyawah 4)Tawadhu` 5) Saleh, 6) Manusiawi, 7) Sabar, 8) Syukur, 9) Takwa, 10) Ridha, 11) Guyub, 12) Jejeg, 13) Istiqamah, 14) Iqtishat, 15) Halim, 16) I`tidal, 17) Sak Madyo. Nilai pendidikan karakter yang sering muncul dalam buku ini adalah nilai pendidikan karakter Adil (sebanyak 6x), Saleh (sebanyak 5x), Jejeg (sebanyak 5x).
ABSTRACT:
This study focuses on the values of character education contained in the book "Saleh Ritual Saleh Sosial" by KH. A. Mustofa Bisri. In this study, the author aims to reveal some of the character education values contained in the book. The approach used in this research is a qualitative approach. While the method used is content analysis, a method used to reveal a large text. organized into main summaries As for the values of character education found, there are seventen values of character education, namely 1) Adil, 2) Dermawan`, 3) Musyawah 4)Tawadhu` 5) Saleh, 6) Manusiawi, 7) Sabar, 8) Syukur, 9) Takwa, 10) Ridha, 11) Guyub, 12) Jejeg, 13) Istiqamah, 14) Iqtishat, 15) Halim, 16) I`tidal, 17) Sak Madyo
REKONSTRUKSI TEOLOGI ISLAM DALAM PANDANGAN HASSAN HANAFI
Kemajuan zaman yang terjadi di era sekarang sudah sangat pesat dan tidak bisa diprediksi. Arus globalisasi yang terjadi sudah merambah masuk kedalam berbagai lini kehidupan manusia, termasuk agama, khususnya dalam penelitian ini adalah Islam. Islam diharapkan bisa mengikuti arus kemajuan zaman tanpa harus kehilangan nilai-nilai pokok di dalamnya. Untuk dapat mengikuti arus perkembangan zaman ini Islam membutuhkan pembaharuan, seperti yang dilakukan Hassan Hanafi dibidang teologi. Penelitian ini mencoba melihat bagaimana konsep teologi Islam yang digagas Hassan Hanafi tersebut. Oleh karena itu pertanyaan yang akan dijawab pada penelitian ini adalah bagaimana konsep dan sejarah dari teologi Islam, dan bagaimana gagasan rekontruksi teologi Islam dari Hassan Hanafi. Penelitian dengan judul Rekontruksi Teologi Islam dalam Pandangan Hassan Hanafi ini merupakan penelitian pustaka (library Research) yang bersifat deskriptif-analisis dan termasuk kedalam penelitian kualitatif, dengan sumber-sumber data dari karya-karya Hassan Hanafi dan sumber data pendukung lainnya. Dari penelitian ini didapatkan beberapa kesimpulan bahwa teologi Islam sudah ada sejak zaman nabi Muhammad SAW. mulai mencapai kemajuan pada zaman khulafaurrasyidin dengan mulai berkembangnya aliran dan kondisi yang dihasilkan lainnya. Seiring berkembangnya zaman teologi Islam mendapatkan tantangan yang mengharuskan adanya pembaharuan didalamnya. Pembaharuan bukan dalam arti membuat sebuah aliran baru tetapi menyesuaikan teologi Islam dengan keadaan yang terjadi, dengan tidak menyimpang dari nilai-nilai dasar teologi Islam. Seperti upaya rekontruksi teologi Islam klasik oleh Hassan Hanafi, dengan membebaskan manusia dari belenggu cara pandang, metode berpikir, dan belenggu hegemoni. Faham teologi Islam klasik yang memiliki kecenderungan tidak adanya kebebasan pada manusia untuk bertindak dan teologi Islam klasik yang cenderung dogmatis yang mengakibatkan umat Islam sulit untuk mengikuti dan menghadapi kemajuan yang terjadi. Dengan adanya pembaharuan dalam teologi Islam klasik akan menimbulkan adanya keterbukaan didalam meyakini dan menjalankan nilai-nilai teologi Islam. Sehingga Islam akan mampu mengikuti perkembangan zaman yang ada dan menghindarkan umat Islam dari ketertinggalan
- …
