1,720,973 research outputs found
PERSFEKTIF SOSIAL EKONOMI PETANI PADI DI DESA KANJILO KECAMATAN BAROMBONG KABUPATEN GOWA
Penelitian mengkaji pendapatan petani dan mengidentifikasi persfektif petani secara ekonomi dan sosial dalam usahatani padi di Desa Kanjilo Kecamatan Barombong Kabupaten Gowa.Penelitian dilakukan di Desa Kanjilo yang merupakan daerah perbatasan Kabupaten Gowa dan Kotamadya Makassar dengan pertimbangan bahwa daerah ini sebagian penduduknya masih mempertahankan lahan mereka untuk membudidayakan tanaman padi ditengah arus pembangunan daerah perbatasan dan adanya alih fungsi lahan dari pertanian ke perumahan atau industri. Populasi dalam penelitian ini adalah petani padi dan sampel yang diambil dilakukan secara sengaja (Purposive) dengan jumlah sampel 30 orang petani yang dijadikan responden dengan pertimbangan telah melakukan usahatani padi selama kurun waktu 10 tahun.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan petani dari usahtani padi Rp.19.201.386/Ha/Musim, petani melakukan usahatani padi 2-3 kali selama setahun.Usahatani cukup menguntungkan bagi petani namun hasil yang diperoleh belum dapat memenuhi kebutuhan hidup mereka disebabkan tingginya biaya hidup.Oleh karena itu dari 30 responden melakukan kegiatan off farm sebagai tenaga buruh bangunan, supir, berdagang. Alasan mereka mempertahankan tanah pertanian untuk memenuhi konsumsi pangan, mempertahankan budaya dan tradisi dalam bercocok tanam, serta masih dianggap sebagai alat dalam stratifikasi sosial
ANALISIS PENDAPATAN DAN NAFKAH PETANI BAWANG MERAH DI DESA NANGAWERA KECAMATAN WERA KABUPATEN BIMA
Penelitian bertujuan untuk mengetahui tingkat pendapatan petani bawang merah serta untuk mengetahui dapatkah pendapatan bawang merah menjadi sumber nafkah bagi petani bawang merah di Desa Nangawera Kecamatan Wera Kabupaten Bima. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 215 orang petani bawang merah, jumlah sampel yang diambil sebanyak 15%, yaitu 32 orang petani bawang merah dengan menggunakan metode acak sederhana (simple random sampling). Analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu analisis kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa jumlah rata-rata biaya dari uasahatani bawang merah di Desa Nangawera Kecamatan Wera Kabupaten Bima sebesar Rp 36.797.508,00/panen/ha dan jumlah rata-rata pendapatan usahatani bawang merah Rp 77.301.755,00/panen/ha. Kontribusi usaha tani bawang merah terhadap rata-rata pendapatan rumah tangga sebesar 72,26, hal ini menunjukan bahwa usahatani bawang merah dapat menjadi sumber nafkah utama bagi petani bawang merah di daerah tersebut
PERAN PENYULUH DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS CABAI BESAR DI DESA PATTIRO DECENG KECAMATAN CAMBA KABUPATEN MAROS
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara pelaksanaan penyuluh dan peran penyuluh dalam meningkatkan produktivitas cabai besar di Desa Pattiro Deceng Kecamatan Camba Kabupaten Maros. Pengambilan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik penentuan informan secara sengaja dengan jumlah informan sebanyak 16 orang. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Metode pelaksanaan yang dilakukan penyuluh pertanian dalam menjalankan tugasnya yakni secara langsung maupun tidak langsung. (2) Peran Penyuluh sebagai pembimbing petani yakni penyuluh menjalankan tugasnya dengan membimbing petani serta memberikan pelatihan agar mengasah pengetahuan dan pengalaman dalam meningkatkan produktivitas cabai besar. (3) Peran Penyuluh sebagai organisator dan motivator yakni mengatur petani dan memberikan saran serta motivasi yang berdampak positif bagi petani. (4) Peran Penyuluh sebagai fasilitator yakni menyediakan dan memfasilitasi petani dalam terlaksananya kegiatan penyuluh. (5) Peran Penyuluh sebagai komunikator yakni membantu petani menyelesaikan masalah serta menginformasikan kepada petani cara berbudidaya yang baik.Kata Kunci: Penyuluh, Produktivitas, Cabai Besar
Pemanfaatan Lahan Pekarangan sebagai Upaya Pemenuhan Kebutuhan Keluarga di Desa Kanjilo Kecamatan Barombong Kabupaten Gowa
This study aims to find out how the use of yard land so far, and how the population in the utilization of yard in the village Kanjilo Barombong District Gowa regency. Population taking in this research is all population that have land yard in Kanjilo Village amounted to 202 people, sample in penenlitian is done by simple random sampling by taking sample as much as 15% from population amount, so that obtained 30 respondents as sample in this research. Data analysis used in this research is descriptive analysis by using scoring analysis. The results showed that the utilization of yard area in Kanjilo Village, Barombong District, Gowa Regency, was categorized as good with range 66,7 and interval 33,3, so have opportunity to continue to be maintained and maintained by utilizing yard land in effort to fulfill family need. which is used in the utilization of the yard is very easy, planting media and planting materials are easily obtained. Utilized yard land with various types of vegetable crops, toga, and spices that can meet the needs of families in everyday and financial gain for the people of the Village Kanjilo Barombong District Gowa District
KELAYAKAN USAHA PETERNAKAN KAMBING PERANAKAN ETAWA DI KECAMATAN TURATEA KABUPATEN JENEPONTO (STUDI KASUS TURATEA GOAT FARM DI DESA PARASANGAN BERU KECAMATAN TURATEA KABUPATEN JENEPONTO)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui budidaya serta kelayakan finansial dan non finansial usaha ternak Turatea Goat Farm di Desa Parasangan Beru Kecamatan Turatea Kabupaten Jeneponto. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari di Desa Parasangan Beru Kecamatan Turatea Kabupaten Jeneponto.Dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling yakni suatu teknik penentuan dan pengambilan sampel yang ditentukan oleh peneliti dengan pertimbangan tertentu.Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah NPV dan B/C ratio.Hasil penelitian menunjukkan bahwa budidaya peternakan kambing peranakan etawa Turatea Goat Farm mulai dari pemilihan bibit, reproduksi, pakan, perkandangan hingga penyakit pada kambing sangat di perhatikan dengan baik. Jumlah produksi usaha ternak kambing peranakan etawa Turatea Goat Farm sebesar Rp. 293.500.000,00 dan jumlah pendapatan usaha ternak kambing peranakan etawa Turatea Goat Farm sebesar Rp. 125.900.000,00. Berdasarkan kriteria NVP usaha Turatea Goat Farm mampu menghasilkan Rp 1.666.666 pada periode awal. Karena NVP > 0, maka usaha ini layak untuk dilaksanakan. Sedangkan Net B/C Ratio yaitu 7,03 yang berarti usaha ternak Turatea Goat Farm layak untuk dikembangkan.Kata Kunci: Usaha Ternak Kambing Peranakan Etawa, pendapatan, Analisis Kelayaka
Korelasi Sertifikasi dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Guru di Masa Pandemi Covid-19
This study aims to obtain a description of the correlation between teacher certification, teacher work motivation, and teacher performance at the Wanasari District Elementary School, Brebes District. This research uses a quantitative approach with descriptive analysis method. The population and sample of this study were certified elementary school teachers. The results showed that (1) there was a significant correlation between teacher certification and teacher performance. (2) there is a significant correlation between work motivation and teacher performance. (3) there is a significant correlation between teacher certification and work motivation simultaneously with teacher performance.Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi korelasi antara sertifikasi guru, motivasi kerja guru, dan kinerja guru di Sekolah Dasar Negeri Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis desskriptif. Populasi dan sampel penelitian ini adalah guru bersertifikasi pada sekolah dasar negeri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat korelasi signifikan antara sertifikasi guru dengan kinerja guru. (2) terdapat korelasi signifikan antara motivasi kerja dengan kinerja guru. (3) terdapat korelasi signifikan sertifikasi guru dan motivasi kerja secara bersama-sama dengan kinerja guru
Motivasi Petani dalam Pengembangan Usahatani Jambu Mete di Kelurahan Benjala Kecamatan Bontobahari Kabupaten Bulukumba
This study aims to determine the motivation of farmers in developing cashew farming in Benjala Village, Bontobahari District, Bulukumba Regency. The population of cashew farmers in Benjala Village, Bontobahari District, Bulukumba Regency is 58 cashew farmers. From this population, 15 cashew farmers were taken as a sample by means of deliberate sampling (simple purposive sampling). Based on research on farmer motivation in the Benjala Village area, it can be concluded that farmer motivation based on motivation theory can be concluded that it is not fulfilled properly. Based on the table from the research results in Benjala Sub-District, it shows that security needs get the highest score, namely 2.66 physical needs with a value of 2.30, appreciation needs with a value of 2.03, social needs with a value of 1.80, self-potential development needs get the lowest score, namely 1.36. This is due to many factors, starting from unstable prices, the long fertilization process, and the absence of government attention to cashew commodities and the absence of innovations or techniques that can be obtained by farmers, making farmers prefer to focus on corn and peanut commoditie
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
STRATEGI NAFKAH RUMAH TANGGA PETANI KOPI DI DESA KENDENAN KECAMATAN BARAKA KABUPATEN ENREKANG
This study aims to determine the form of farmer household income strategies and household income capital in Kendena Village, Baraka District, Enrekang Regency in dealing with vulnerability. The research was carried out from November to December 2020 which was located in Kendenan Village, Baraka District, Enrekang Regency. Determination of informants is done by purposive sampling method or deliberately by taking 10%. The data collected in this study consisted of two types, namely primary data and secondary data. The results of the study show that the livelihood strategies used by farmers in Kendenan Village are of the same type of work and some are not the same type of work, and have different priorities. The classification of livelihood strategies in Kendenan Village includes 1.) Engineering of agricultural livelihoods is carried out by intensifying and extensifying agriculture. The strategy of expanding agricultural land (extensification) in Polo Slope Village is still possible for lowland rice farmers because the available land is still large. 2.) Double income pattern. The dual role of livelihood carried out by farming households, husband and wife each work in the same sector, husband and wife work but in different sectors, one member of the household has more than one type of work, each family member chooses another job , usually increase household income to survive. 3.) Spatial engineering is an effort carried out by mobilizing/moving residents both permanently and circularly (migration) in order to seek livelihood sources elsewhere. Farmers who migrate circularly in Kendenan Village, commute every day to earn a living outside the village so they can increase their income to meet their family's living needs
- …
