Journal of Education and Teaching (JET)
Not a member yet
129 research outputs found
Sort by
Examining Leadership Stress Among School Principals: Insights from Stress Sources and Coping Strategies
This study examines the types of stress, sources of stress, coping strategies, and their impacts on school principals' leadership. A descriptive quantitative approach was employed, with data collected from 325 elementary school principals in Garut Regency using a semantic differential scale questionnaire. Path analysis revealed that stress sources, such as workload, interpersonal conflicts, and limited resources, have a significant impact on stress outcomes, while stress types and coping strategies show weaker but measurable effects. Principals predominantly adopted problem-focused strategies, such as task prioritization and time management, and emotion-focused strategies, including seeking peer support and practicing self-care. These strategies were shown to moderate stress impacts, albeit to a limited extent. The study underscores the critical need for targeted interventions in stress management, focusing on equipping principals with effective coping mechanisms to enhance their productivity and well-being.Penelitian ini mengkaji jenis stres, sumber stres, strategi coping, dan dampaknya terhadap kepemimpinan kepala sekolah. Pendekatan kuantitatif deskriptif digunakan, dengan data dikumpulkan dari 325 kepala sekolah dasar di Kabupaten Garut melalui kuesioner skala diferensial semantik. Hasil analisis jalur menunjukkan bahwa sumber stres, seperti beban kerja, konflik interpersonal, dan keterbatasan sumber daya, memiliki pengaruh signifikan terhadap dampak stres, sementara jenis stres dan strategi coping menunjukkan pengaruh yang lebih lemah namun tetap terukur. Kepala sekolah sebagian besar menggunakan strategi coping berbasis masalah, seperti prioritas tugas dan manajemen waktu, serta strategi berbasis emosi, seperti mencari dukungan dari rekan sejawat dan melakukan perawatan diri. Strategi ini terbukti dapat memoderasi dampak stres meskipun dengan pengaruh yang terbatas. Studi ini menegaskan pentingnya intervensi yang terarah dalam manajemen stres, dengan fokus pada peningkatan kemampuan kepala sekolah dalam menggunakan mekanisme coping yang efektif untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan mereka
Designing Asynchronous Digital Media for Teaching Reading Comprehension by Implementing Task-Based Learning
Reading is a crucial skill in learning English that students must master. However, learners often face challenges such as limited time and restricted access to reading materials. In the Russian Federation, website restrictions further limit access to educational resources. This study addresses the issue by introducing visual storybooks as a solution to enhance students' reading comprehension. The research was conducted with first-semester students at Novosibirsk State Pedagogical University, involving 22 participants. Using a classroom action research design, the study aimed to test the hypothesis that visual storybooks can significantly improve reading comprehension. Data were collected through reading tests, and the learning process incorporated small group discussions to foster idea sharing and active participation. The results showed notable improvement in students' reading comprehension scores, with pre-test results averaging 72.04 and post-test results reaching 81.81. The findings indicate that visual storybooks effectively enhance reading comprehension and engagement among first-semester students in the Russian Federation.Membaca merupakan keterampilan penting dalam pembelajaran bahasa Inggris yang harus dikuasai oleh siswa. Namun, siswa sering menghadapi tantangan seperti keterbatasan waktu dan akses terhadap materi bacaan. Di Federasi Rusia, pembatasan akses terhadap beberapa situs web semakin mempersempit sumber daya pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan memperkenalkan buku cerita visual sebagai solusi untuk meningkatkan pemahaman membaca siswa. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa semester pertama di Universitas Pedagogi Negeri Novosibirsk, dengan melibatkan 22 peserta. Menggunakan desain penelitian tindakan kelas, penelitian ini bertujuan untuk menguji hipotesis bahwa buku cerita visual dapat secara signifikan meningkatkan pemahaman membaca siswa. Data dikumpulkan melalui tes membaca, dan proses pembelajaran melibatkan diskusi kelompok kecil untuk mendorong berbagi ide dan partisipasi aktif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada skor pemahaman membaca siswa, dengan rata-rata hasil pre-test sebesar 72,04 dan hasil post-test mencapai 81,81. Temuan ini menunjukkan bahwa buku cerita visual secara efektif meningkatkan pemahaman membaca dan keterlibatan siswa pada mahasiswa semester pertama di Federasi Rusia
Assessing the Impact of Training on Electric Motor Conversion for Sustainable Energy Transition in Indonesia
This study evaluates the effectiveness of training programs focused on converting fuel-powered motorcycles to electric motorcycles in Indonesia as part of the sustainable energy transition. Using a mixed-methods approach, quantitative data were collected from 31 alumni of the 2022 training cohort, while qualitative insights were gathered through interviews with select participants. Quantitative result reveal that facilities have a positive and significant effect on individual impact, as does training material. However, no significant effect is observed between training syllabus and individual impact. Qualitative results reveal that while the training content is generally effective, regulatory issues, unclear conversion standards, and limited workshop certifications hinder the implementation of learned skills. Participants also noted the need for additional training on electric motorcycle servicing and battery maintenance. The study emphasizes the importance of stronger collaboration between training providers, government agencies, and industries to address these challenges. By improving training curricula, reducing financial barriers, and aligning policies with field needs, this program can further contribute to Indonesia’s renewable energy goals and the development of a skilled workforce in the electric vehicle industry.Penelitian ini mengevaluasi efektivitas program pelatihan yang berfokus pada konversi sepeda motor berbahan bakar minyak menjadi sepeda motor listrik di Indonesia sebagai bagian dari transisi energi berkelanjutan. Menggunakan pendekatan metode campuran, data kuantitatif dikumpulkan dari 31 alumni pelatihan angkatan 2022, sementara wawasan kualitatif diperoleh melalui wawancara dengan beberapa peserta. Hasil kuantitatif menunjukkan bahwa fasilitas memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap dampak individu, begitu pula dengan materi pelatihan. Namun, tidak ditemukan pengaruh signifikan antara silabus pelatihan dan dampak individu. Hasil kualitatif mengungkap bahwa meskipun konten pelatihan umumnya efektif, masalah regulasi, standar konversi yang belum jelas, dan keterbatasan sertifikasi bengkel menjadi hambatan dalam penerapan keterampilan yang telah dipelajari. Peserta juga menyoroti kebutuhan akan pelatihan tambahan terkait servis sepeda motor listrik dan pemeliharaan baterai. Penelitian ini menekankan pentingnya kolaborasi yang lebih kuat antara penyedia pelatihan, instansi pemerintah, dan industri untuk mengatasi tantangan tersebut. Dengan meningkatkan kurikulum pelatihan, mengurangi hambatan finansial, serta menyelaraskan kebijakan dengan kebutuhan lapangan, program ini dapat semakin berkontribusi pada pencapaian target energi terbarukan Indonesia serta pengembangan tenaga kerja terampil di industri kendaraan listrik
How Do Physics Teachers Implement the Merdeka Curriculum in Learning Activities?
The implementation of the Merdeka Curriculum in Indonesia since 2022 has encountered various challenges, particularly in physics learning. This study aims to identify and address these challenges by examining how physics teachers implement the Merdeka Curriculum. Using a qualitative case study approach, data were collected over four months from 14 physics teachers in five high schools in Jember Regency. The study employed interviews, observations, and documentation, analyzed through the Miles and Huberman model: data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings reveal three key stages in the learning process: introduction, core, and closing. While teachers present objectives and problem orientation in the introductory phase, motivation and initial assessments are lacking. Core activities involve discussions and practicums but are mainly lecture-based, with minimal application of differentiated learning. The closing stage includes reflection, summary, and assignments. However, inconsistencies between observations and interviews indicate the suboptimal implementation of differentiated learning. To enhance curriculum effectiveness, teacher training in lesson planning and formative assessments is essential. This study's limitation is its small participant pool, suggesting future research should expand the sample size for broader validation.Implementasi Kurikulum Merdeka di Indonesia sejak tahun 2022 menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam pembelajaran fisika. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengatasi tantangan tersebut dengan meneliti bagaimana guru fisika menerapkan Kurikulum Merdeka. Dengan pendekatan studi kasus kualitatif, data dikumpulkan selama empat bulan dari 14 guru fisika di lima sekolah menengah atas di Kabupaten Jember. Penelitian ini menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi yang dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan menunjukkan tiga tahap utama dalam proses pembelajaran: pendahuluan, inti, dan penutup. Pada tahap pendahuluan, guru menyampaikan tujuan dan orientasi masalah, tetapi kurang memberikan motivasi dan asesmen awal. Aktivitas inti melibatkan diskusi dan praktikum, namun masih didominasi oleh metode ceramah dengan penerapan pembelajaran terdiferensiasi yang minimal. Tahap penutup mencakup refleksi, rangkuman, dan tugas. Namun, terdapat inkonsistensi antara hasil observasi dan wawancara yang menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran terdiferensiasi belum optimal. Untuk meningkatkan efektivitas kurikulum, diperlukan pelatihan guru dalam perencanaan pembelajaran dan asesmen formatif. Keterbatasan penelitian ini terletak pada jumlah partisipan yang kecil, sehingga penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas sampel guna validasi temuan yang lebih luas
Analysis of Student Perceptions of the Use of ChatGPT as a Learning Media: A Case Study in Higher Education in the Era of AI-Based Education
This study aims to identify how students from STIT Ibnu Rusyd Tanah Grogot respond to the use of ChatGPT in the academic world, in the context of the role of artificial intelligence (AI) that can support the learning process in Islamic education. This research utilized a mixed-method design comprising quantitative surveys and qualitative interviews with 120 students to produce comprehensive data. The results of the investigation show how students view ChatGPT as an effective means of increasing the efficiency of certain tasks and significantly improving their understanding of academic material. However, issues were flagged on over-reliance on AI as well as the accuracy of generated information. According to the study, students' attitudes toward ChatGPT are significantly influenced by their level of digital literacy and adherence to Islamic values. Religious values focusing on academic integrity and critical assessment of value and talent, as thoroughly taught in educational institutions contribute to students' shying off from the AI-generated content unless it aligns with Islamic teaching. Qualitative interviews further showed that students view ChatGPT as a tool to support their studies but still desire human supervision to ensure compliance with ethical and religious standards. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana mahasiswa STIT Ibnu Rusyd Tanah Grogot menanggapi penggunaan ChatGPT dalam dunia akademik, dalam konteks peran kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang dapat mendukung proses pembelajaran di dunia pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan desain metode campuran yang terdiri dari survei kuantitatif dan wawancara kualitatif dengan 120 siswa untuk menghasilkan data yang komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bagaimana siswa memandang ChatGPT sebagai cara yang efektif untuk meningkatkan efisiensi tugas-tugas tertentu dan secara signifikan meningkatkan pemahaman mereka tentang materi akademik. Namun, ada beberapa masalah yang muncul terkait ketergantungan yang berlebihan terhadap AI serta keakuratan informasi yang dihasilkan. Menurut penelitian tersebut, sikap mahasiswa terhadap ChatGPT secara signifikan dipengaruhi oleh tingkat literasi digital dan kepatuhan mereka terhadap nilai-nilai Islam. Nilai-nilai agama yang berfokus pada integritas akademik dan penilaian kritis terhadap nilai dan bakat, seperti yang diajarkan secara menyeluruh di lembaga pendidikan berkontribusi pada penghindaran siswa dari konten yang dihasilkan oleh AI kecuali jika konten tersebut sesuai dengan ajaran Islam. Wawancara kualitatif lebih lanjut menunjukkan bahwa siswa melihat ChatGPT sebagai alat untuk mendukung studi mereka, tetapi masih menginginkan pengawasan manusia untuk memastikan kepatuhan terhadap standar etika dan agama.
Investigating the Role of Teacher's Transformative Leadership in Fostering Technology Acceptance among Vocational High School Students
As education evolves, technology integration has become a key factor in enhancing learning quality. However, its effectiveness largely depends on teachers as the primary agents of implementation. This study examines the role of transformational leadership in influencing students' acceptance of technology in Vocational High Schools. The Technology Acceptance Model (TAM) is extended by incorporating Motivation for Use and Transformational Leadership as additional variables. Data were collected from 365 Vocational High School students in Surakarta and Karanganyar using a structured questionnaire. The analysis was conducted using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) to explore complex relationships. The results highlight the significant influence of teacher transformational leadership on students' perception of technology’s ease of use and usefulness. These findings emphasize the need for teacher training, technology integration in the curriculum, infrastructure support, and continuous evaluation to foster effective technology adoption in vocational education. Strengthening teachers’ transformational leadership can enhance students' motivation and willingness to embrace technology, ultimately improving learning outcomes in vocational schools.Seiring dengan perkembangan pendidikan, integrasi teknologi telah menjadi faktor kunci dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Namun, efektivitas adopsi teknologi sangat bergantung pada peran guru sebagai agen utama dalam implementasinya. Penelitian ini mengkaji peran kepemimpinan transformasional guru dalam mempengaruhi penerimaan teknologi oleh siswa di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Model Technology Acceptance Model (TAM) diperluas dengan menambahkan variabel motivasi Penggunaan dan Kepemimpinan Transformasional. Data dikumpulkan dari 365 siswa SMK di Surakarta dan Karanganyar melalui kuesioner tertutup. Analisis dilakukan menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling(PLS-SEM) untuk mengeksplorasi hubungan yang kompleks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional guru berpengaruh signifikan terhadap persepsi siswa mengenai kemudahan penggunaan dan manfaat teknologi. Temuan ini menekankan pentingnya pelatihan guru, integrasi teknologi dalam kurikulum, dukungan infrastruktur, serta evaluasi berkelanjutan untuk mendorong adopsi teknologi yang efektif dalam pendidikan kejuruan. Penguatan kepemimpinan transformasional guru dapat meningkatkan motivasi dan kesiapan siswa dalam menerima teknologi, sehingga meningkatkan hasil pembelajaran di SMK
Pendidikan Inklusif di Era Merdeka Belajar: Pembelajaran dari Diskusi Kelompok Terfokus
Inclusive education ensures equal learning opportunities for all students aligning with the goals of the Merdeka Belajar Program. This study explores the implementation of inclusive education in high schools in Kendari City, focusing on challenges and the critical role of school principals, as well as its impact on students with special needs. Using a qualitative approach, data were collected through Focus Group Discussions with school principals, teachers, and stakeholders. Participants were selected based on their involvement in inclusive education, and thematic analysis was conducted to identify key findings. The study highlights three main findings. First, while significant progress has been made in implementing inclusive education, challenges remain, such as limited accessibility and teaching aids. Second, school principals play a key role by formulating strategic policies, supporting teacher development, and fostering collaboration. Third, inclusive education has positively impacted students with special needs, improving their motivation, confidence, and academic performance. However, bullying persists as a major issue requiring joint efforts from schools, parents, and communities. In conclusion, inclusive education under the Merdeka Belajar Program has enhanced learning for students with special needs. To ensure its sustainability, this study recommends strengthening teacher training, improving infrastructure, and promoting community involvement to address remaining challenges.
Pendidikan inklusif memastikan kesempatan belajar yang setara bagi semua siswa, termasuk mereka yang berkebutuhan khusus, sejalan dengan tujuan Program Merdeka Belajar. Penelitian ini mengeksplorasi implementasi pendidikan inklusif di SMA Kota Kendari, dengan fokus pada tantangan, peran penting kepala sekolah, serta dampaknya terhadap siswa berkebutuhan khusus. Menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui Focus Group Discussions (FGD) dengan kepala sekolah, guru, dan pemangku kepentingan lainnya. Partisipan dipilih berdasarkan keterlibatan mereka dalam pendidikan inklusif, dan analisis tematik dilakukan untuk mengidentifikasi temuan utama. Studi ini mengungkap tiga temuan utama. Pertama, meskipun implementasi pendidikan inklusif menunjukkan kemajuan signifikan, tantangan seperti keterbatasan fasilitas aksesibilitas dan alat bantu belajar masih ada. Kedua, kepala sekolah memiliki peran penting melalui kebijakan strategis, pengembangan guru, dan kolaborasi antar pihak. Ketiga, pendidikan inklusif berdampak positif pada siswa berkebutuhan khusus, meningkatkan motivasi, kepercayaan diri, dan prestasi akademik mereka. Namun, masalah bullying tetap menjadi tantangan yang membutuhkan upaya bersama antara sekolah, orang tua, dan masyarakat. Sebagai kesimpulan, pendidikan inklusif dalam Program Merdeka Belajar telah meningkatkan kualitas belajar siswa berkebutuhan khusus. Untuk keberlanjutan program ini, penelitian ini merekomendasikan penguatan pelatihan guru, perbaikan infrastruktur, dan peningkatan keterlibatan masyarakat untuk mengatasi tantangan yang ada
The Significance of School Digitalization in Elementary Education: Empirical Evidence from Regression Analysis
School digitalization integrates technology into education to enhance learning quality. However, limited teacher skills in utilizing learning technology and insufficient ICT-based media pose challenges. This study examines the effect of school digitalization on elementary education quality using a quantitative method with 37 respondents from UPT SDN 01 Bukit Gemuruh, UPT SDN 01 Sumamukti, and UPT SDN 01 Bumi Dana. Data were collected through questionnaires and observations, analyzed using simple regression and T-tests. Results show a positive and significant impact, with a Sig. value of 0.012 ≤ 0.05 and tcalculated (2.653) ≥ ttable (2.030). The coefficient of determination is 16.7%, indicating school digitalization's role, though its influence is moderate. Efforts to address challenges include teacher ICT training and funding for digital learning media. These findings provide insights for teachers, principals, and policymakers to optimize school digitalization for better education quality.Digitalisasi sekolah mengintegrasikan teknologi ke dalam pendidikan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Namun, keterbatasan keterampilan guru dalam memanfaatkan teknologi pembelajaran dan kurangnya media berbasis TIK menjadi tantangan. Penelitian ini mengkaji pengaruh digitalisasi sekolah terhadap kualitas pendidikan dasar menggunakan metode kuantitatif dengan 37 responden dari UPT SDN 01 Bukit Gemuruh, UPT SDN 01 Sumamukti, dan UPT SDN 01 Bumi Dana. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan regresi sederhana dan uji-T. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh positif dan signifikan, dengan nilai Sig. 0,012 ≤ 0,05 dan t_hitung (2,653) ≥ t_tabel (2,030). Koefisien determinasi sebesar 16,7% menunjukkan peran digitalisasi sekolah, meskipun pengaruhnya masih moderat. Upaya mengatasi tantangan ini meliputi pelatihan TIK bagi guru serta pendanaan untuk media pembelajaran digital. Temuan ini memberikan wawasan bagi guru, kepala sekolah, dan pembuat kebijakan untuk mengoptimalkan digitalisasi sekolah guna meningkatkan kualitas pendidikan
Dampak Reading Eggs terhadap Keterampilan Membaca: Studi Berbasis TaRL tentang Dinamika Usia dan Gender
This study examines the impact of the Reading Eggs application on developing reading skills among young ESL (English as a Second Language) learners, focusing on age and gender differences within the Teaching at the Right Level (TaRL) framework. A quantitative pre-test/post-test design was employed to assess changes in reading skills following a two-week intervention using Reading Eggs. The participants included 28 primary school students grouped by age and gender to explore demographic effects. A two-way ANOVA was conducted to evaluate the influence of age, gender, and their interaction on reading skills. While the results showed no statistically significant effects, a large effect size for age suggests a potential influence constrained by the limited sample size. Gender and the interaction of age and gender demonstrated negligible effects. Data analysis included two-way ANOVA, hierarchical regression, and Structural Equation Modeling to uncover nuanced relationships between age, gender, and program effectiveness. The findings revealed no statistically significant effects, although a large effect size for age suggests a potential impact limited by the small sample size. Gender and the interaction of age and gender demonstrated negligible effects. Studi ini meneliti dampak aplikasi Reading Eggs terhadap pengembangan keterampilan membaca pada pelajar muda ESL (English as a Second Language), dengan fokus pada perbedaan usia dan jenis kelamin dalam kerangka Teaching at the Right Level (TaRL). Desain penelitian kuantitatif pre-test/post-test digunakan untuk menilai perubahan keterampilan membaca setelah intervensi selama dua minggu menggunakan Reading Eggs. Partisipan terdiri dari 28 siswa sekolah dasar yang dikelompokkan berdasarkan usia dan jenis kelamin untuk mengeksplorasi efek demografis. Analisis ANOVA dua arah dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh usia, jenis kelamin, dan interaksi keduanya terhadap keterampilan membaca. Meskipun hasil menunjukkan tidak ada efek yang signifikan secara statistik, ukuran efek yang besar untuk faktor usia mengindikasikan potensi pengaruh yang terbatas oleh ukuran sampel yang kecil. Jenis kelamin dan interaksi antara usia dan jenis kelamin menunjukkan efek yang dapat diabaikan. Temuan ini menyoroti pentingnya penelitian lebih lanjut dengan sampel yang lebih besar dan representatif untuk memvalidasi manfaat potensial alat digital seperti Reading Eggs dalam meningkatkan keterampilan membaca. Studi ini menegaskan nilai praktis integrasi teknologi dengan kerangka adaptif seperti TaRL untuk memenuhi kebutuhan pembelajar yang beragam, memberikan wawasan bagi pendidik yang ingin meningkatkan pengajaran literasi dalam konteks ESL
STEM-PBL Based Learning: Digital Student Worksheet Simulation aided by PhET to Improve Students' Critical Thinking Skills in Science Learning
This study aims to develop and evaluate the validity, practicality, and effectiveness of STEM-PBL digital worksheets assisted by PhET simulation to improve critical thinking skills of junior high school students. The research design used the 4D model combined with Research and Development (R&D). The limited field test involved 10 junior high school students, while validation was conducted by 4 experts. The extensive field test with pretest-posttest design involved 94 seventh grade students from three classes. Data were collected through tests, questionnaires, and observations. Quantitative data analysis used statistical tests, while qualitative data were analyzed descriptively with percentages. The results showed that the PhET simulation-assisted STEM-PBL digital worksheet had high content and construct validity (average 0.91 and 0.97). The practicality of the worksheet was also very high (92.8%). The effectiveness is evidenced by the significant difference in N-gain (sig 0.002 <0.05) which shows a significant difference in critical thinking skills between the experimental and control classes. In conclusion, the PhET simulation-assisted STEM-PBL digital worksheet is valid, practical, and effective for density topics in science learning.Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi validitas, kepraktisan, serta efektivitas lembar kerja digital berbasis STEM-PBL dengan bantuan simulasi PhET untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa SMP. Desain penelitian menggunakan model 4D yang dikombinasikan dengan metode Research and Development (R&D). Uji coba lapangan terbatas melibatkan 10 siswa SMP, sementara validasi dilakukan oleh 4 ahli. Uji lapangan luas dengan desain pretest-posttest melibatkan 94 siswa kelas VII dari tiga kelas. Data dikumpulkan melalui tes, kuesioner, dan observasi. Analisis data kuantitatif menggunakan uji statistik, sedangkan data kualitatif dianalisis secara deskriptif dengan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lembar kerja digital berbantuan simulasi PhET memiliki validitas isi dan konstruk yang tinggi (rata-rata 0,91 dan 0,97). Kepraktisan lembar kerja juga sangat tinggi (92,8%). Efektivitasnya ditunjukkan oleh perbedaan N-gain yang signifikan (sig 0,002 < 0,05), yang menunjukkan perbedaan keterampilan berpikir kritis yang signifikan antara kelas eksperimen dan kontrol. Kesimpulannya, lembar kerja digital berbantuan simulasi PhET berbasis STEM-PBL valid, praktis, dan efektif untuk topik massa jenis dalam pembelajaran sains