Journal of Education and Teaching (JET)
Not a member yet
    129 research outputs found

    Building an Entrepreneurship Ecosystem in Higher Education Towards a Strong Entrepreneurial Intention

    No full text
    The design diversity of entrepreneurial education ecosystems (EEE) significantly influences entrepreneurial intention. Further exploration is required to clarify the roles of attitude, subjective norm, and entrepreneurial self-efficacy as antecedents of entrepreneurial intention in various social contexts. This study investigates the role of the Entrepreneurial Education Ecosystem (EEE) in shaping entrepreneurial intention through attitude, subjective norm, and entrepreneurial self-efficacy. The research adopts a one-shot survey design for efficiency purposes, involving 400 students randomly selected using simple random sampling to minimize sampling bias. These participants were drawn from private universities in West Java and Banten. Inferential analysis was conducted using Structural Equation Modeling (SEM) with a covariant approach. The findings reveal that EEE indirectly influences entrepreneurial intention by impacting key mediators, highlighting significant implications for enhancing entrepreneurial education in Indonesia. This research provides new insights into the indirect role of EEE as a mediator through attitude, subjective norm, and entrepreneurial self-efficacy in shaping entrepreneurial intention holistically. By employing an integrative framework, the study combines the Theory of Planned Behavior (TPB) with the concept of the Entrepreneurial Education Ecosystem (EEE).Keberagaman desain ekosistem pendidikan kewirausahaan (Entrepreneurial Education Ecosystem/EEE) secara signifikan memengaruhi niat berwirausaha. Eksplorasi lebih lanjut diperlukan untuk memperjelas peran sikap, norma subjektif, dan efikasi diri kewirausahaan sebagai faktor pendahulu niat berwirausaha dalam berbagai konteks sosial. Penelitian ini menyelidiki peran EEE dalam membentuk niat berwirausaha melalui sikap, norma subjektif, dan efikasi diri kewirausahaan. Penelitian ini menggunakan desain survei satu kali (one-shot survey design) demi efisiensi, dengan melibatkan 400 mahasiswa yang dipilih secara acak menggunakan metode simple random sampling untuk meminimalkan bias sampel. Para peserta penelitian berasal dari perguruan tinggi swasta di Jawa Barat dan Banten. Analisis inferensial dilakukan dengan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan pendekatan kovarian. Temuan penelitian menunjukkan bahwa EEE secara tidak langsung memengaruhi niat berwirausaha dengan memengaruhi mediator utama, yang memberikan implikasi penting bagi peningkatan pendidikan kewirausahaan di Indonesia. Penelitian ini menawarkan wawasan baru tentang peran tidak langsung EEE sebagai mediator melalui sikap, norma subjektif, dan efikasi diri kewirausahaan dalam membentuk niat berwirausaha secara holistik. Dengan menggunakan kerangka kerja integratif, studi ini menggabungkan Theory of Planned Behavior (TPB) dengan konsep EEE

    Differentiated Learning Innovation in Elementary Schools: A Nvivo Analysis of Combined Strategies

    No full text
    Learning practices in elementary schools have not fully enhanced students' creativity. The diverse learning needs of students pose challenges in fostering creative and critical learners. Differentiated learning strategies aim to address these needs by adjusting content, processes, and products to match students' abilities and interests. This research explores differentiated learning as an innovation in elementary schools. A qualitative multiple case study design was employed to compare variations and similarities in differentiated learning practices across five selected schools. The schools were chosen based on criteria such as student population, teacher qualifications, and certification percentages. Thirty-two certified teachers with relevant qualifications participated as respondents. Data were analyzed using Nvivo 12 software through coding, categorization, matrix coding, and project mapping. The findings reveal that combined differentiated learning strategies effectively meet students' needs, talents, and interests. These strategies involve integrating varied learning resources and digital media within interactive learning communities. This study provides practical strategies for elementary teachers to enhance student creativity through diverse media and suitable learning environments. The findings support previous research on differentiated learning's role in developing creative, critical, and enthusiastic learners.Pembelajaran diferensiasi mengayomi beragam kebutuhan belajar peserta didik. Jenis pembelajaran diferensiasi yang cendrung digunakan guru dalam pembelajaran diantaranya diferensiasi konten, proses, dan produk. Tujuan penelitian ini menemukan praktek diferensiasi sebagai inovasi dalam pembelajaran di sekolah dasar. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dalam bentuk studi kasus tipe multiple case design. Lima sekolah dasar dipilih sebagai konteks penelitian dengan 26 responden yang terdiri dari guru kelas dan guru bidang studi. Analisis data lapangan digunakan software Nvivo 12. Langkah kerjanya dengan melakukan coding terhadap data yang diperoleh dari informan. Hasil coding diautomasi dengan matrix coding dan project map, untuk mendapatkan visualisasi temuan studi lapangan. Penelitian ini menemukan jenis pembelajaran diferensiasi kombinasi sebagai inovasi pembelajaran sesuai dengan kebutuhan belajar peserta didik. Jenis pembelajaran diferensiasi menentukan bentuk media pembelajaran, lingkungan, dan pemilihan jenis asesmen yang digunakan dalam pembelajaran. Implikasi penelitian ini bagi guru sekolah dasar pemilihan jenis diferensasi kombinasi dapat meningkatkan kreativitas peserta didik karena pengalaman belajar didukung dengan variasi media dan lingkungan pembelajaran

    Non-Education Students in a Teaching Campus Program: Exploring the forms and patterns of learner agency development

    No full text
    This study explores the forms and patterns of agency development among non-education students participating in the Teaching Campus program in Indonesia. While the program attracts students from various disciplines, little research has examined how those without pedagogical backgrounds navigate educational duties. Using a descriptive qualitative approach, this study involved 28 non-education students, with data collected through interviews, documentation, and focus group discussions. Thematic analysis revealed that despite initial challenges in teaching, ecological factors significantly influenced their agency development. Prior tutoring experience shaped their forms of agency, while major-related competencies served as valuable resources in implementing work programs. Additionally, institutional support, including trust and assistance from schools and collaboration among peers, played a crucial role in facilitating their adaptation. These findings highlight the importance of pedagogical and professional preparation for non-education students before program implementation. Policymakers and field supervisors should provide targeted training, and future participants should engage with alumni to develop strategies for managing educational responsibilities. This study offers insights into enhancing the effectiveness of non-education students in educational roles within the Teaching Campus program.Penelitian ini mengeksplorasi bentuk dan pola pengembangan agensi di kalangan mahasiswa non-kependidikan yang berpartisipasi dalam program Kampus Mengajar di Indonesia. Meskipun program ini menarik mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu, masih sedikit penelitian yang meneliti bagaimana mereka yang tidak memiliki latar belakang pedagogis mengatasi tugas-tugas pendidikan. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini melibatkan 28 mahasiswa non-kependidikan, dengan data yang dikumpulkan melalui wawancara, dokumentasi, dan diskusi kelompok terfokus. Analisis tematik mengungkap bahwa meskipun menghadapi tantangan dalam mengajar, faktor ekologi berperan penting dalam pengembangan agensi mereka. Pengalaman mengajar sebelumnya membentuk bentuk agensi yang mereka jalankan, sementara kompetensi sesuai bidang studi menjadi modal berharga dalam menjalankan program kerja. Selain itu, dukungan institusi, seperti kepercayaan dan bantuan dari sekolah serta kolaborasi antar peserta program, memainkan peran penting dalam memfasilitasi adaptasi mereka. Temuan ini menyoroti pentingnya pelatihan pedagogis dan profesional bagi mahasiswa non-kependidikan sebelum pelaksanaan program. Pembuat kebijakan dan pembimbing lapangan perlu menyediakan pelatihan yang tepat, serta peserta di masa depan disarankan untuk berdiskusi dengan alumni guna mengembangkan strategi dalam mengelola tugas pendidikan. Studi ini memberikan wawasan tentang peningkatan efektivitas mahasiswa non-kependidikan dalam peran pendidikan di program Kampus Mengajar

    A Conceptual Model for Promoting Self-Directed Learning in Online Learning Environment

    No full text
    It is important in educational research to identify the key factors affecting self-directed learning when using Moodle as an online Learning Management system. The aim of this study is therefore to develop a research-based conceptual framework for understanding SDL in Moodle online learning contexts. To establish a robust foundation for the conceptual model, a comprehensive literature review was conducted. This review employed a multi-pronged approach, using broad keyword searches across academic databases like ERIC, JSTOR, and Google Scholar. The criteria used for selecting literature included relevance, credibility, and currency. This conceptual framework contributes significantly to both theory and practice of online learning that promotes self-directed learning. The framework may be used in developing instruments for promoting online self-directed learning. The developed conceptual framework could benefit all who are involved in supporting quality online education, in an effort to develop and impactful online practice that aligns with the corresponding educational needs, services, and resource.Penelitian pendidikan penting untuk mengidentifikasi faktor-faktor utama yang mempengaruhi pembelajaran mandiri (self-directed learning) dalam penggunaan Moodle sebagai sistem Manajemen Pembelajaran daring. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan kerangka konseptual berbasis penelitian guna memahami pembelajaran mandiri dalam konteks pembelajaran daring Moodle. Untuk membangun landasan yang kuat bagi model konseptual ini, telah dilakukan tinjauan pustaka yang komprehensif. Tinjauan ini menggunakan pendekatan multiprong, dengan pencarian kata kunci yang luas di berbagai basis data akademik seperti ERIC, JSTOR, dan Google Scholar. Kriteria yang digunakan dalam pemilihan literatur mencakup relevansi, kredibilitas, dan kebaruan. Kerangka konseptual ini memberikan kontribusi yang signifikan terhadap teori dan praktik pembelajaran daring yang mendorong pembelajaran mandiri. Kerangka ini dapat digunakan dalam pengembangan instrumen untuk mendukung pembelajaran mandiri secara daring. Kerangka konseptual yang dikembangkan ini dapat memberikan manfaat bagi semua pihak yang terlibat dalam mendukung pendidikan daring berkualitas, sebagai upaya untuk mengembangkan praktik daring yang berdampak dan selaras dengan kebutuhan, layanan, serta sumber daya pendidikan yang sesuai

    Evaluation of Tatanen di Bale Atikan-Based Extracurricular Environmental Education Program

    No full text
    This study evaluates the Tatanen extracurricular program at Bale Atikan (TdBA) in Purwakarta elementary schools using the CIPP (Context, Input, Process, Product) evaluation model. The assessment examines program effectiveness, student impact, and resource efficiency through a mixed-method approach. A quantitative survey of 187 teachers from 12 schools was conducted alongside qualitative analysis via interviews, observations, and document studies. The findings indicate that the program aligns with the Merdeka Curriculum and Strengthening the Pancasila Student Profile (P5) and is supported by local regulations. The input aspect scored 4.78 (95.50%), highlighting strong curriculum design, student readiness, and instructor availability, though improvements in teaching materials and infrastructure are needed. The process evaluation yielded a 4.81 (96.11%) score, demonstrating effective project-based learning, though challenges in time management and teacher mentoring persist. In terms of product, TdBA significantly enhances ecological awareness (4.83 or 96.67%), fosters innovation (4.75 or 95.00%), and contributes to environmental preservation (4.88 or 97.50%), averaging 4.82 (96.39%). This study provides a framework for evaluating local wisdom-based programs and offers insights for policymakers to support environmental education and expand similar initiatives in other schools.Penelitian ini mengevaluasi program ekstrakurikuler Tatanen di Bale Atikan (TdBA) di sekolah dasar Purwakarta menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Penilaian ini mengkaji efektivitas program, dampaknya terhadap siswa, dan efisiensi sumber daya melalui pendekatan metode campuran. Survei kuantitatif dilakukan terhadap 187 guru dari 12 sekolah, disertai dengan analisis kualitatif melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen. Temuan menunjukkan bahwa program ini selaras dengan Kurikulum Merdeka dan Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) serta didukung oleh peraturan daerah. Aspek input memperoleh skor 4,78 (95,50%), yang menyoroti desain kurikulum yang kuat, kesiapan siswa, dan ketersediaan instruktur, meskipun masih diperlukan perbaikan dalam bahan ajar dan infrastruktur. Evaluasi proses menghasilkan skor 4,81 (96,11%), yang menunjukkan pembelajaran berbasis proyek yang efektif, meskipun masih ada tantangan dalam manajemen waktu dan pendampingan guru. Dari segi produk, TdBA secara signifikan meningkatkan kesadaran ekologis (4,83 atau 96,67%), mendorong inovasi (4,75 atau 95,00%), dan berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan (4,88 atau 97,50%), dengan rata-rata skor keseluruhan 4,82 (96,39%). Studi ini memberikan kerangka kerja untuk mengevaluasi program berbasis kearifan lokal serta menawarkan wawasan bagi pembuat kebijakan dalam mendukung pendidikan lingkungan dan memperluas inisiatif serupa di sekolah lain

    Tinjauan Penelitian Global: Analisis Bibliometrik Tren Manajemen Mutu dalam Pendidikan Tinggi Selama 20 Tahun Terakhir

    No full text
    This study presents a comprehensive bibliometric analysis aimed at elucidating the evolving trends in quality management within higher education over the past two decades. Drawing upon a diverse array of scholarly literature sourced from Scopus databases, the analysis encompasses a broad spectrum of publications spanning from 2003 to 2023. From the search results, there were a total of 915 publications which were processed and visualized using VOS viewer and Bibliophagy software. By examining scholarly contributions globally, the study identifies Germany, the United States, and India as the leading countries in this research area. Analysis of publication sources reveals that journals such as Total Quality Management and Business Excellence and Quality Assurance in Education are the most prolific in disseminating research findings on this topic. Through keyword co-occurrence analysis, the study delineates five primary thematic clusters. These findings underscore the diverse and global nature of research efforts aimed at enhancing quality management practices in higher education. The article not only maps the existing research landscape but also offers valuable insights and actionable strategies for educators, policymakers, and researchers. Studi ini menyajikan analisis bibliometrik komprehensif yang bertujuan untuk menjelaskan tren yang berkembang dalam manajemen mutu dalam pendidikan tinggi selama dua dekade terakhir. Dengan memanfaatkan beragam literatur ilmiah yang bersumber dari database Scopus, analisis ini mencakup spektrum publikasi yang luas mulai dari tahun 2003 hingga 2023. Dari hasil pencarian, terdapat total 915 publikasi yang diproses dan divisualisasikan menggunakan VOS viewer dan perangkat lunak Bibliophagy. Dengan memeriksa kontribusi ilmiah secara global, penelitian ini mengidentifikasi Jerman, Amerika Serikat, dan India sebagai negara-negara terkemuka di bidang penelitian ini. Analisis sumber publikasi menunjukkan bahwa jurnal seperti Total Quality Management dan Business Excellence and Quality Assurance in Education adalah yang paling produktif dalam menyebarkan temuan penelitian tentang topik ini. Melalui analisis kemunculan kata kunci, penelitian ini menggambarkan lima kelompok tematik utama. Temuan-temuan ini menggarisbawahi beragamnya upaya penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan praktik manajemen mutu di pendidikan tinggi. Artikel ini tidak hanya memetakan lanskap penelitian yang ada, tetapi juga menawarkan wawasan yang berharga dan strategi yang dapat ditindaklanjuti bagi para pendidik, pembuat kebijakan, dan peneliti.

    Value-Based Leadership Redefined: Driving Engagement and Teacher Performance Through Ethical Climate in Private Islamic Senior High School

    No full text
    Authentic leadership (AL) plays a crucial role in enhancing teacher engagement and performance by fostering a conducive ethical climate (EC). However, further examination is needed in the context of Madrasah Aliyah.  This study aims to explain the mediating role of EC in the relationship between AL, teacher engagement, and performance. An explanatory survey was conducted online (39%) and offline (61%) with 282 randomly selected, permanently employed private Madrasah Aliyah teachers in West Java. Data were collected via Google Forms and printed questionnaires during teacher meetings and analyzed using covariance-based Structural Equation Modeling (SEM). Findings indicate that EC mediates the relationship between AL, teacher engagement, and performance. Additionally, work engagement (WE) mediates the influence of AL on performance and partially mediates the effect of EC on performance. By integrating the Job Demands-Resources (JD-R) Model with Value-Based Leadership, this study clarifies the link between AL, EC, and teacher engagement. AL serves as an organizational resource strengthened by EC. To sustain teacher engagement and performance, multi-level training programs should expand AL practices among principals and senior teachers. MAS fosters EC through transparency, fairness, and value-based leadership.Kepemimpinan autentik (AL) berperan penting dalam meningkatkan keterlibatan dan kinerja guru dengan menciptakan iklim etis (EC) yang kondusif. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan dalam konteks Madrasah Aliyah. Peran kepemimpinan ini tidak terbatas pada posisi struktural, karena AL dapat ditunjukkan oleh guru senior dan staf yang memiliki kualitas kepemimpinan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan peran mediasi EC dalam hubungan antara AL, keterlibatan guru, dan kinerja. Survei eksplanatori dilakukan secara daring (39%) dan luring (61%) dengan melibatkan 282 guru tetap Madrasah Aliyah Swasta di Jawa Barat yang dipilih secara acak. Data dikumpulkan melalui Google Forms dan kuesioner cetak selama pertemuan guru, kemudian dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis kovarians. Hasil penelitian menunjukkan bahwa EC memediasi hubungan antara AL, keterlibatan guru, dan kinerja. Selain itu, keterlibatan kerja (WE) memediasi pengaruh AL terhadap kinerja serta sebagian memediasi pengaruh EC terhadap kinerja. Dengan mengintegrasikan Model Job Demands-Resources (JD-R) dengan Kepemimpinan Berbasis Nilai, penelitian ini memperjelas keterkaitan antara AL, EC, dan keterlibatan guru. AL berfungsi sebagai sumber daya organisasi yang diperkuat oleh EC. Untuk mempertahankan keterlibatan dan kinerja guru, program pelatihan multi-level harus memperluas praktik AL di kalangan kepala sekolah dan guru senior. MAS membangun EC melalui transparansi, keadilan, dan kepemimpinan berbasis nilai

    Motivasi Kerja Guru: dalam Konteks Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Budaya Sekolah

    No full text
    This study aims to identify and analyze the influence of school principals' leadership and school culture variables on teachers' work motivation. This study was part of a cross-sectional research design to identify and measure the degree of influence among variables such as principal leadership, school culture, and teacher motivation. A survey questionnaire was distributed to 220 teachers to determine their perceptions of principal leadership, school culture, and teacher motivation, then analyzed using structural equation modeling (SEM) with PLS 3.0. The results of the analysis show that the principal's leadership has a significant positive direct effect on school culture, that the principal's leadership has a significant indirect effect on teachers' work motivation, that school culture has a positive direct effect and a significant effect about teachers' work motivation and that school culture has a positive and significant indirect effect on teachers' work motivation.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh variabel kepemimpinan kepala sekolah dan budaya sekolah terhadap motivasi kerja guru. Penelitian ini merupakan bagian dari desain penelitian cross-sectional untuk mengidentifikasi dan mengukur besarnya pengaruh antar variabel seperti kepemimpinan kepala sekolah, budaya sekolah, dan motivasi guru. Kuesioner survei disebarkan kepada 220 guru untuk mengetahui persepsi mereka terhadap kepemimpinan kepala sekolah, budaya sekolah, dan motivasi kerja guru, kemudian dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM)-PLS 3,0. Hasil analisis menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah mempunyai pengaruh langsung positif yang signifikan terhadap sekolah. budaya, kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh tidak langsung signifikan terhadap motivasi kerja guru, budaya sekolah berpengaruh langsung positif dan signifikan terhadap motivasi kerja guru dan budaya sekolah berpengaruh tidak langsung positif dan signifikan terhadap motivasi kerja guru

    Assessing Job PeAssessing Job Performance: Employers’ Feedback on Bachelor of Elementary Education Graduates of Nueva Ecija University of Science and Technologyrformance: Employers’ Feedback on Bachelor of Elementary Education Graduates of Nueva Ecija University of Science and Technology

    No full text
    This study assesses the job performance of Nueva Ecija University of Science and Technology-College of Education (NEUST-COED) Bachelor of Elementary Education (BEEd) graduates in both public and private schools. Conducted through surveys with 20 school administrators from selected elementary schools in Nueva Ecija, data was collected from July to December 2023 via Google Forms and Facebook Messenger. The study reveals high praise for NEUST-BEEd graduates, particularly in instructional competence and leadership skills. However, it suggests room for improvement in areas like research output and project development, specifically in publishing articles and contributing to journals. Recommendations include ongoing professional development, collaboration among graduates, and a focus on sustainability in research and project work. Overall, the findings affirm NEUST's BEEd program's effectiveness in preparing graduates for successful careers in education, advocating for continuous support and enhancement of their skills to meet the evolving demands of the field.Penelitian ini menilai kinerja kerja lulusan Sarjana Pendidikan Dasar (BEEd) dari Fakultas Pendidikan Universitas Sains dan Teknologi Nueva Ecija (NEUST-COED) di sekolah negeri dan swasta. Dilaksanakan melalui survei dengan 20 administrator sekolah dari sekolah dasar terpilih di Nueva Ecija, data dikumpulkan dari Juli hingga Desember 2023 melalui Google Forms dan Facebook Messenger. Studi ini mengungkapkan pujian tinggi untuk lulusan NEUST-BEEd, terutama dalam kompetensi instruksional dan keterampilan kepemimpinan. Namun, penelitian ini menunjukkan perlunya peningkatan dalam output penelitian dan pengembangan proyek, khususnya dalam menerbitkan artikel dan berkontribusi pada jurnal. Rekomendasi mencakup pengembangan profesional yang berkelanjutan, kolaborasi di antara para lulusan, dan fokus pada keberlanjutan dalam penelitian dan pekerjaan proyek. Secara keseluruhan, temuan ini menegaskan efektivitas program BEEd NEUST dalam mempersiapkan lulusan untuk berkarir sukses di bidang pendidikan, mendorong dukungan berkelanjutan dan peningkatan keterampilan mereka untuk memenuhi tuntutan yang terus berkembang di bidang ini

    Pola Interaksi Dosen-Mahasiswa dan Keterlibatan Akademik: Dinamika Universitas

    No full text
    Interactions within the classroom are essential since a conducive learning atmosphere is necessary. This study explored the relationship between lecturer-teacher interactions and learning effectiveness at universities. The survey design used in this study was correlational research design. The participants in this study were selected from universities in Kwara State. Using multi-stage sampling approaches, 350 student-teachers participated in the study. Proformas and a questionnaire designed by the researchers titled “Teacher-Student Interaction Questionnaire” were utilized to gather data. A split-half approach was utilized to determine the questionnaire’s reliability, and the gathered data was analyzed using Cronbach Alpha, which has a reliability coefficient of 0.78.Mean was used to answer the research questions, and the PPMC and t-test at the 0.05 significant level were used to test the hypotheses. According to the study’s findings, lecturer-teacher interactions in universities in Ilorin are not often vertical, antagonistic, authoritarian, or laissez-faire. This study also reported that most respondents had above-average academic engagement levels in Ilorin. The researchers recommended that lecturers prioritise building positive relationships with their students. Establishing trusting, supporting relationships with their students fosters open communication and a sense of trust that increases student engagement and motivation, which is why lecturers should prioritise developing these relationships.Dalam sistem pendidikan saat ini, interaksi di dalam kelas sangat penting karena suasana belajar yang kondusif diperlukan. Penelitian ini mengeksplorasi hubungan antara interaksi dosen-guru dengan efektivitas pembelajaran di universitas. Desain survei yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain penelitian korelasional. Partisipan dalam penelitian ini dipilih dari universitas di Negara Bagian Kwara. Menggunakan pendekatan sampling bertahap, sebanyak 350 mahasiswa-guru berpartisipasi dalam penelitian ini. Proforma dan kuesioner yang dirancang oleh para peneliti berjudul “Kuesioner Interaksi Guru-Mahasiswa” digunakan untuk mengumpulkan data. Metode split-half digunakan untuk menentukan reliabilitas kuesioner, dan data yang terkumpul dianalisis menggunakan Cronbach Alpha, yang memiliki koefisien reliabilitas sebesar 0,78. Rata-rata digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian, dan PPMC serta uji t pada tingkat signifikansi 0,05 digunakan untuk menguji hipotesis. Menurut temuan penelitian, interaksi dosen-guru di universitas di Ilorin tidak sering bersifat vertikal, antagonistik, otoriter, atau laissez-faire. Penelitian ini juga melaporkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat keterlibatan akademik di atas rata-rata di Ilorin. Para peneliti merekomendasikan agar dosen memprioritaskan membangun hubungan yang positif dengan mahasiswa mereka. Membangun hubungan yang saling percaya dan mendukung dengan mahasiswa dapat mendorong komunikasi terbuka dan rasa saling percaya yang meningkatkan keterlibatan dan motivasi mahasiswa, oleh karena itu dosen harus memprioritaskan pengembangan hubungan ini

    52

    full texts

    129

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal of Education and Teaching (JET)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇