1,721,329 research outputs found

    Jihad politik dan terorisme: studi tentang pandangan keluarga Amrozi terhadap jihad politik dan terorisme Amrozi

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menjawab dua pertanyaan yaitu, bagaimana pandangan keluarga Amrozi terhadap jihad politik Amrozi? Dan bagaimana pandangan keluarga Amrozi terhadap aksi terorisme Amrozi?. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pandangan keluarga Amrozi terhadap jihad politik Amrozi dan aksi terorisme yang dilakukan oleh Amrozi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian kualitatif dengan jenis deskriptif, penentuan informan dengan teknik purposive sampling, yaitu pengambilan informan dilakukan secara sengaja berdasarkan kapasitas dan kapabilitas dalam artian benar-benar paham di bidangnya. Selanjutnya untuk menganalisa data dilakukan dengan cara mengumpulkan data, mereduksi data, menyajikan data serta menarik kesimpulan secara terus menerus untuk disesuaikan dengan fokus penelitian. Adapun teknik pengumpulan data yaitu wawancara dan dokumentasi. Sedangkan analisis yang digunakan adalah model interaktif analisis, dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini Pertama, keluarga Amrozi membenarkan jihad politik yang dilakukan oleh Amrozi. Sebagaimana telah dijelaskan bahwa aksi jihad politik yang dilakukan oleh Amrozi termasuk dalam teori fenomenologi Alfred Schutz, dimana dari data yang diperoleh oleh peneliti bahwa jihad politik yang dilakukan oleh Amrozi atas dasar keinginannya pribadi dan atas kesadarannya sendiri dengan tujuan ingin menegakkan kebenaran atas ketidakadilan penguasa dan juga ingin memerangi kemaksiatan. Kedua, aksi terorisme yang dilakukan oleh Amrozi tergolong dalam jenis terorisme langsung. Sementara untuk jenis tidak langsung terlihat tidak sesuai dengan yang dilakukan oleh Amrozi. Aksi terorisme yang dilakukan oleh Amrozi tergolong dalam tipe political terrorism

    Pemberitaan Eksekusi Mati Amrozi Cs di Media Asing dan Media Nasional (Analisis Wacana Pemberitaan Situs www.theaustralian.news.com.au dan Harian Kompas Tentang Eksekusi Amrozi Cs )

    No full text
    Eksekusi mati tiga terpidana mati Bom Bali 2002-Amrozi, Mukhlas, dan Imam Samudramerupakan sebuah peristiwa yang menarik perhatian tidak hanya media dalam negeri tetapi juga media luar negeri. Hal ini dikarenakan kejahatan yang mereka bertiga lakukan merupakan kejahatan berskala besar dan sedang menjadi musuh utama dunia Internasional, yaitu terorisme.. Berbagai kepentingan pun diduga terlibat dalam eksekusi ini. Di sini, media dipandang sebagai instrumen untuk melanggengkan kepentingan-kepentingan itu melalui bangunan wacana yang dimunculkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap wacana-wacana yang dikembangkan oleh kedua media dari dua negara yang berbeda, yaitu situs www.theaustralian.news.com.au dari Australia dan Harian Kompas dari Indonesia. Tipe penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metodologi penelitiannya adalah Analisis Wacana Kritis ( CDA ) menurut Teun Van Dijk. Unit analisis penelitian ini adalah teks-teks berita tentang eksekusi Amrozi cs di The Australian maupun Kompas dari bulan Oktober 2008 sampai bulan November 2008. Teks-teks berita tersebut kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis tekstual. Penelitian ini menemukan bahwa ada tiga wacana besar yang dikembangkan oleh The Australian, yaitu wacana terorisme, wacana keadilan, dan wacana Islam garis keras. Wacana terorisme menempatkan eksekusi Amrozi cs sebagai bagian dari perang melawan terorisme. Wacana keadilan memunculkan sebuah pembenaran bahwa eksekusi itu merupakan bayaran yang pantas dan setimpal bagi Amrozi cs atas kejahatan yang pernah mereka lakukan di Bali. Sementara wacana Islam garis keras membuat identifikasi siapa atau kelompok Islam seperti apa yang harus diwaspadai dan dimusuhi karena berpotensi melakukan tindakan serupa yang dilakukan Amrozi cs. Tiga wacana besar juga ditemukan di Kompas, yaitu wacana hukum, wacana stabilitas keamanan, dan wacana kritik terhadap media. Wacana hukum digunakan sebagai pembenaran bahwa eksekusi itu merupakan bagian dari upaya penegakan kepastian hukum di Indonesia. Wacana stabilitas keamanan menghilangkan keraguan dan kekhawatiran untuk melakukan eksekusi. Sementara wacana kritik terhadap media merupakan sebuah peringatan agar media tidak memberikan akses berlebih terhadap Amrozi cs dan terpidana mati terorisme lainnya untuk muncul dalam pemberitaan. Dari wacana-wacana yang muncul tersebut, terlihat bahwa pemberitaan kedua media dipengaruhi oleh kepentingan perang melawan terorisme. Kepentingan itu terlihat eksplisit dalam pemberitaan The Australian yang memunculkan wacana terorisme sebagai wacana dominan. Sementara kepentingan itu tidak terlihat secara jelas dalam pemberitaan Kompas karena kepentingan itu bersembunyi di balik kepentingan penegakan hukum

    KONSTRUKSI BERITA DAN RESPONS PEMBACA TERHADAP PEMBERITAAN EKSEKUSI TERPIDANA MATI AMROZI CS (ANALISIS FRAMING PADA SURAT KABAR PIKIRAN RAKYAT, KOMPAS, DAN TEMPO)

    No full text
    Skripsi ini berjudul ”Konstruksi Berita dan Respons Pembaca Terhadap Pemberitaan Eksekusi Terpidana Mati Amrozi Cs (Analisis Framing pada Surat Kabar Pikiran Rakyat, Kompas, dan Tempo)” membahas bagaimana media membingkai dan mengemas berita melalui analisis framing sebagai metode analisis isi media khususnya media cetak. Berdasarkan latar belakang tersebut, masalah yang dibahas mencakup bagaimana surat kabar Pikiran Rakyat, Kompas, dan Tempo mengkonstruksi sebuah teks dalam pemberitaan eksekusi mati Amrozi cs ditinjau dari framing devices (perangkat pembingkai) dan reasoning devices (perangkat penalaran), hasil analisis perbandingan antara surat kabar Pikiran Rakyat, Kompas, dan Tempo setelah dianalisis dan respons pembaca terhadap pemberitaan eksekusi terpidana mati Amrozi cs. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian ini berupa teks wacana pemberitaan eksekusi terpidana mati Amrozi cs dan angket. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi, menentukan teks wacana yang dianalisis, memilih teks wacana yang sesuai dengan pendekatan analisis framing, teknik angket jenis kombinasi (terbuka-tertutup). Langkah terakhir, membuat simpulan berdasarkan hasil penganalisisan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tabel analisis dan lembar angket. Dari hasil penelitian ini, ditemukan hal-hal sebagai berikut: a. Tidak semua struktur perangkat pembingkai dan perangkat penalaran yang terdapat dalam teks wacana pemberitaan eksekusi Amrozi cs digunakan oleh Pikiran Rakyat, Kompas, dan Tempo. b. Hasil analisis perbandingan antara Pikiran Rakyat, Kompas, dan Tempo setelah dianalisis, masing-masing saling menonjolkan strategi wacana yang dibingkai. c. Dari hasil penyebaran angket menunjukkan bahwa pemberitaan eksekusi mati Amrozi cs mendapatkan tanggapan yang positif terhadap pembaca dan 90% memahami ketika membaca teks wacana tersebut

    The Amrozi Bali bombing case: is Indonesia's anti-terrorism law unconstitutional?

    No full text
    On 8 August 2003, Amrozi bin Nurhasyim was found guilty of various charges relating to his purchase of the Minivan and bomb-making chemicals used in the Bali bombings of 12 October 2002. These charges were laid under an anti-terrorism regulation that was proclaimed by President Megawati one week after the Bali bombings. An initial appeal to the High Court against Amrozi\u27s conviction was heard in September but the conviction was upheld. An appeal has now been lodged with the Supreme Court. One of the main grounds for appeal is that the anti-terrorism regulation breaches the prohibition against retrospective prosecution in Article 28I(1) of Indonesia\u27s Constitution. This constitutional issue - outlined by Angus Martyn in this Research Note - will likely eventually be decided by the newly formed Constitutional Court

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    No full text
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Integrated Marketing Communication: Bunga Rampai

    No full text
    Buku yang berada ditangana anda ini adalah kumpulan karya akademik berupa tulisan dalam format jurnal oleh mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Fak. Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Ampel Surabaya yang menempuh mata kuliah Integrated Marketing Communication (IMC) atau Komunikasi Pemasaran Terpadu (KPT). Latar belakang kajian tentang KPT adalah bahwasanya pemasaran tidak cukup dengan menggunakan satu chanel saja dan satu strategi, tetapi harus multi dan kolaboratif menggunakan chanel chanel pemasaran yanag ada. Yaitu bagaimana mengkolaborasikan: Direct Selling, Online Marketing, Personal Selling, Advertising, Public Relations, dan Sales Promotion. Belakangan konsep tersebut berkembang pada masalah Packaging, dan seterusnya. Mata kuliah ini membekali mahasiswa untuk bagaimana peserta didik menguasai konsep tentang IMC dan bagaimana mahasiswa mendesain suatu sistem IMC untuk diujicobakan di lapangan. Melalui pendekatan Learning by Doing, diakhir semester mahasiswa menyusun naskah akademik ini dengan mendapat sepenuhnya dampingan dari dosen pengampu matakuliah. Hasilnya dari pemahaman konsep, diskusi eksplorasi, penelusuran referensi tema tema aktual tentang riset IMC mahasiswa telah menemukan tema spesifik yang menjadi diskusi dengan teman satu tim, dan kemudian merumuskan makalah-makalah yang disusun dalam Buku Bunga Rampai Komunikasi Pemasaran terpadu ini. Tentu masih banyak yang perlu pembenahan. Tetapi kami optimis, bahwa manakala pola pola pembelajaran seperti ini dilakukan, maka mahasiswa selain mempunyai kompetensi spesifik dibidangnya, mahasiswa juga terlatih untuk mendokumentasikan keilmuannya tersebut dalam media ilmiah, sebagai budaya akademik di Perguruan Tinggi

    Konsep Sistem Informasi: Bunga Rampai

    No full text
    Buku ini merupakan kumpulan karya akademik berupa tulisan dalam format jurnal oleh mahasiswa prodi Sistem Informasi UINSA yang menempuh mata kuliah Konsep sistem Informasi. Mata kuliah ini membekali mahasiswa untuk bagaimana peserta didik menguasai konsep dasar tentang sistem informasi serta bagaimana penerapan konsep tersebut dalam aplikasi sistem informasi. Melalui pendekatan Learning by Doing, diakhir semester mahasiswa menyusun naskah akademik ini dengan mendapat sepenuhnya dampingan dari dosen pengampu matakuliah. Hasilnya dari pemahaman konsep, diskusi eksplorasi, penelusuran referensi tema tema aktual tentang riset sistem informasi, mahasiswa telah menemukan tema spesifik yang menjadi diskusi dengan teman satu tim, dan kemudian merumuskan makalah-makalah yang disusun dalam Buku Bunga Rampai Konsep Sistem Informasi ini. Tentu masih banyak yang perlu pembenahan mengingat matakuliah ini berada pada tahun pertama studi. Kami optimis, bahwa manakala pola pola pembelajaran seperti ini dilakukan, maka mahasiswa selain mempunyai kompetensi spesifik dibidangnya, mahasiswa juga terlatih untuk mendokumentasikan keilmuannya tersebut dalam media ilmiah, sebagai budaya akademik di Perguruan Tinggi

    Variations on the Author

    No full text
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    No full text
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
    corecore