93 research outputs found

    PERANCANGAN APLIKASI ELECTRONIC MEDICAL RECORD (EMR) PADA INSTALASI RAWAT INAP BERBASIS WEB

    No full text
    Pelayanan medik dewasa ini membutuhkan sistem yang lebih efektif dan efisien, baik dalam penggunaan waktu, tenaga maupun sarana. Dalam pengelolaan rekam medik, kenyataan masih umumnya penggunaan rekam medik manual yang dinilai tak lagi andal menangani data medik melahirkan ide konversi rekam medik manual kertas ke rekam medik elektronik karena efektivitas dan efisiensinya. Penelitian ini bertujuan menciptakan aplikasi rekam medik elektronik yang lebih dikenal sebagai EMR (Electronic Medical Record) dari rekam medik kertas di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Umum Ananda Salatiga. Rekam medik elektronik dirancang dengan membuat form-form isian catatan-catatan medik dalam proses perawatan pasien selama dirawat. Data-data medik ini kemudian disimpan dalam basis data sistem dan dikelola secara digital. Setiap kali pengisian data medik pada form-form tertentu, sistem akan menghasilkan kode yang membawa informasi khusus. Pada akhirnya, sistem akan menghasilkan deret kode ICD (International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problems) dari kode-kode yang dihasilkan pada pengisian form-form catatan medik. Deretan kode-kode ini mampu menggambarkan perkembangan kondisi pasien dan penanganan medik yang diberikan selama perawatan. Data-data medik yang tersimpan dapat ditampilkan kembali dalam bentuk catatan medik digital. Kata kunci: rekam medik, rawat inap, EMR, IC

    MANAJEMEN KADERISASI DA’I PONDOK PESANTREN NURUL MUTTAQIN PENUMANGAN BARU TULANG BAWANG BARAT

    No full text
    ABSTRAK Pondok Pesantren Nurul Muttaqin berupaya dalam meregenerasi para santri untuk menjadi seorang Da’i, dalam upaya ini Pondok Pesantren Nurul Muttaqin mengadakan kaderisasi Da’i yang merupakan suatu keharusan bagi para santri-santrinya. Keterpaduan dakwah didalam Pondok Pesantren sebagai salah satu strategi berupa pengembangan akhlakul karimah dan kecintaan serta kepedulian terhadap moral – moral pemuda saat ini, untuk menjaga generasi muda sampai sekarang Kemampuan sebuah Pondok Pesantren dalam menghadapi tantangan global terus ditingkatkan, jaringan komunikasi dibangun dan dikembangkan melalui sistem dan kebiasaan kehidupan sehari – hari yang semakin hari semakin besar peranannya dalam menciptakan regenerasi yang solid dalam beragama dan semakin besar pula pengaruhnya dalam dunia dakwah dan masyarakat itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan dan bentuk manajemen yang dilakukan Pondok Pesantren Nurul Muttaqin Dalam kaderisasi Da’i. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode Penelitian Lapangan (field research) yang bersifat deskriptif. Penelitian ini menggunakan pendekatan menejemen dakwah yaitu pendekatan dengan menekankan proses manajeman Kaderisasi Da’i di Pondok Pesantren Nurul Muttaqin Penumangan Baru Tulang Bawang Barat. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dokumentasi, dan analisis data. Penulis mengambil 2 orang untuk menjadi informan dalam penelitian ini yaitu Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Muttaqin dan Kepala Pengasuhan santri Pondok Pesantren Nurul Muttaqin. Dari hasil penelitian penulis, maka penulis dapat menyimpulkan pelaksanaan dan bentuk manajemen yang dilakukan Pondok Pesantren Nurul Muttaqin dalam kaderisasi Da’i, aksi yang dilakukan Pondok Pesantren Nurul Muttaqin, yakni menciptakan dan membina para calon Da’i yang handal dan di samping itu, setiap langkah-langkah yang di lakukan Pondok Pesantren Nurul Muttaqin memiliki Implementasi yang berbeda-beda, seperti Penerap dalam pengkaderan Da’i, yakni melalui program Muhadoroh guna menguatkan Ilmu dan mental para santri. Adapun langkah-langkah yang dilakukan Pondok Pesantren Nurul Muttaqin dalam pelaksanaan manajemen kaderisasi, pertama menentukan program Pondok Pesantren Nurul Muttaqin, kedua membuat jadwal kegiatan program tersebut dan yang ketiga menentukan pembimbing dalam mengawasi program-program. Dan iii Implementasi kaderisasi da’i Pondok Pesantren Nurul Muttaqin dalam mencapai tujuannya dilakukan dengan beberapa pelatihan dakwah mengenai kaderisasi da’i seperti : Pelatihan Ceramah, Pelatihan Tanya Jawab, Pelatihan Diskusi, Pelatihan Drama, Metode Pelatihan dakwah dan pelatihan menulis. Kata Kunci: Manajemen, Kaderisasi Da’i iv ABTRACT The Nurul Muttaqin Islamic Boarding School seeks to regenerate students to become a Da'i, in this effort the Nurul Muttaqin Islamic Boarding School organizes a cadre of Da'i which is a must for its students. Integration of da'wah within Islamic boarding schools as one of the strategies in the form of developing akhlakul karimah and love and concern for today's youth morals, to protect the young generation until now. the habits of daily life which are increasingly playing a bigger role in creating solid regeneration in religion and the greater the influence in the world of da'wah and society itself. This study aims to find out how the implementation and form of management are carried out by the Nurul Muttaqin Islamic Boarding School in the cadre of preachers. The type of research used in this research is qualitative with a descriptive field research method. This study uses a da'wah management approach, namely an approach that emphasizes the process of managing the Cadres of Preachers at the Nurul Muttaqin Islamic Boarding School, Penumangan Baru, Tulang Bawang Barat. Data collection techniques were carried out by means of observation, interviews, documentation, and data analysis. The author took 2 people to become informants in this study, namely the Leaders of the Nurul Muttaqin Islamic Boarding School and the Head of Nurul Muttaqin Islamic Boarding School Student Care. From the results of the author's research, the authors can conclude that the implementation and form of management carried out by the Nurul Muttaqin Islamic Boarding School in the cadre of preachers, the actions carried out by the Nurul Muttaqin Islamic Boarding School, namely creating and fostering reliable Da'i candidates and besides that, every the steps taken by the Nurul Muttaqin Islamic Boarding School have different implementations, such as implementers in the cadre of preachers, namely through the Muhadoroh program to strengthen the knowledge and mentality of the students. As for the steps taken by the Nurul Muttaqin Islamic Boarding School in implementing cadre management, the first is to determine the Nurul Muttaqin Islamic Boarding School program, the second to make a schedule of the program's activities and the third to determine a supervisor in supervising the programs. And the implementation of the cadre regeneration of the Nurul Muttaqin Islamic Boarding School in achieving its goals was carried out with v several da'wah training regarding preacher cadre such as: Lecture Training, Question and Answer Training, Discussion Training, Drama Training, Da'wah Training Methods and writing training. Keywords: Management, Preacher Cadreizatio

    Rancangan Sistem Informasi Nilai Akademik Siswa Berbasis Web Pada Madrasah IBTIDAIYAH Darul Muttaqin Menggunakan PHP Dan MySQL

    No full text
    Academic value is a measure of student achievement at MI Darul Muttaqin in the form of a report card. The process of assessing academic values is carried out by students who come directly to MI Darul Muttaqin, based on interviews with the author and relevant parties involved in processing student academic grades. Currently, the process still uses manual methods, where homeroom teachers manage student grades from the teachers for all subjects, with the use of a considerable amount of paper. This results in errors in managing student grade data, and the process of grade management for report card filling at MI Darul Muttaqin is still hindered by the time it takes. As a solution, the design of a web-based Academic Grade Information System for students at MI Darul Muttaqin has been proposed to facilitate the homeroom teachers in managing student grades, as well as to make it easier for students to access their grades for the subjects they have taken without needing to come to the school. This system is developed using the SDLC methodology, along with a MySQL database and PHP programming language. Keywords: Software Engineering, PHP, MySQL, E-Academic Grade Information System, SDLC Methodology &nbsp

    Model Pemberdayaan Ekonomi Umat Melalui Aset Wakaf Masjid Besar Darul Muttaqin Kecamatan Alang Alang Lebar Palembang

    No full text
    This research aims to describe the model of economic empowerment of the people through the waqf assets of the Darul Muttaqin Grand Mosque. The research problem is to find out the description of the model, analysis and transformation of economic empowerment of the people through waqf assets at the Darul Muttaqin Grand Mosque, Alang Alang Lebar District. The research method the author uses is qualitative. Based on the results of the research and discussion, it is known that the description of the economic empowerment model for the people is a consumptive model and a productive model which is useful in assisting in poverty alleviation programs and leading to a prosperous society by empowering an independent community economy. Useful for increasing economic welfare, helping to increase community income, economic independence and reducing poverty, and for economic empowerment of the people based on sharia values in congregation, carried out based on cooperation and based on the spirit of helping each other in goodness, and can be transformed into the community or congregation appropriate and in accordance with Islamic law.Penelitian ini bertujuan mendiskripsikan model pemberdayaan ekonomi umat melalui aset wakaf Masjid Besar Darul Muttaqin. Permasalahan penelitian untuk mengetahui gambaran model, analisis dan Transformasi Pemberdayaan ekonomi umat melalui aset wakaf Masjid Besar Darul Muttaqin Kecamatan Alang alang Lebar. Metode penelitian yang di gunakan adalah penelitian kualitatif, Berdasarkan wawancara dengan bebrapa informan yakni: Hipmi Ramadhan ketua dewan Yayasan dan Lukman Hadi kabid usaha dan dagang. Hasil penelitian dan pembahasan diketahui bahwa gambaran model pemberdayaan ekonomi umat adalah model konsumtif dan model produktif yang berguna membantu dalam program pengentasan kemiskinan dan menuju masyarakat hidup sejahtera dengan memberdayakan ekonomi masyarakat yang mandiri. Bermanfaat untuk peningkatan kesejahteraan ekonomi, membantu meningkatkan pendapatan masyarakat, kemandirian ekonomi, dan mengurangi kemiskinan, dan untuk pemberdayaan ekonomi umat berdasarkan nilai-nilai syariah secara berjamaah, dijalankan berdasarkan kerja sama dan dilandasi semangat tolong menolong dalam kebaikan, serta dapat ditransformasikan kepada masyarakat atau jamaah yang tepat dan sesuai dengan syariat Islam

    PENGGUNAAN KOMBINASI METODE MOUTH TRAINING, PHONETIC PLACEMENT, DAN MULTISENSORY TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN PENGUCAPAN HURUF KONSONAN BILABIAL PADA ANAK TUNARUNGU

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan dari penggunaan Kombinasi Metode Mouth Training, Phonetic Placement, dan Multisensory pada kemampuan mengucapkan huruf konsonan bilabial (p-b-w) pada peserta didik hambatan pendengaran di SLB Negeri Cicendo Kota Bandung. Penelitian ini dilakukan karena terdapat kasus yang cukup kompleks di kelas 8 SMPLB pada satu orang anak dengan kasus belum dapat mengucapkan huruf konsonan bilabial (p-b-w). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen yang menggunakan jenis penelitian Single Subject Research. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah A1-B-A2. Subjek pada penelitian ini adalah siswa dengan hambatan pendengaran kelas 8 SMPLB Negeri Cicendo Kota Bandung. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tes lisan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis visual yang disajikan dalam bentuk grafik. Analisis visual ini mencakup analisis dalam kondisi dan analisis antar kondisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kombinasi Metode Mouth Training, Phonetic Placement, dan Multisensory dapat meningkatkan kemampuan mengucapkan huruf konsonan bilabial (p-b-w) pada peserta didik hambatan pendengaran. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan dari fase Baseline 1 (A1) sebesar 8,3% meningkat sebesar 86,1% di fase Intervensi, dan juga terdapat peningkatan dari fase Intervensi ke fase Baseline 2 (A2) sebesar 88,9%. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa Kombinasi Metode Mouth Training, Phonetic Placement, dan Multisensory berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan mengucapkan huruf konsonan bilabial (p-b-w) peserta didik hambatan pendengaran di SLBN Cicendo Kota Bandung. This study aims to determine the improvement of the use of the Combination of Mouth Training, Phonetic Placement, and Multisensory Methods on the ability to pronounce bilabial consonant letters (p-b-w) in hearing impaired students at SLB Negeri Cicendo Bandung City. This research was conducted because there was a fairly complex case in class 8 SMPLB in one child with a case of not being able to pronounce bilabial consonant letters (p-b-w). This research uses a quantitative approach with experimental methods that use the type of research Single Subject Research. The design used in this research is A1-B-A2. The subjects in this study were students with hearing impairments in grade 8 SMPLB Negeri Cicendo Bandung City. Data collection was done using oral tests. The data obtained were analyzed using visual analysis presented in the form of graphs. This visual analysis includes analysis within conditions and analysis between conditions. The results showed that the combination of Mouth Training, Phonetic Placement, and Multisensory methods can improve the ability to pronounce bilabial consonant letters (p-b-w) in hearing impaired students. This is indicated by an increase from the Baseline 1 (A1) phase of 8.3% increased by 86.1% in the Intervention phase, and there was also an increase from the Intervention phase to the Baseline 2 (A2) phase of 88.9%. Based on this, it can be concluded that the combination of Mouth Training, Phonetic Placement, and Multisensory methods has an effect on improving the ability to pronounce bilabial consonant letters (p-b-w) for students with hearing impairments at SLBN Cicendo Bandung City

    Analisis Dampak Kerusakan Jalan Terhadap Pengguna Jalan Dan Lingkungan Di Area Balam South Kota Duri- Riau

    No full text
    Kerusakan jalan merupakan permasalahan umum yang dapat berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat dan pengguna jalan. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kerusakan jalan di ruas Jalan Balam South, Kota Duri, Riau, khususnya ditinjau dari sudut pandang pengguna jalan dan masyarakat sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah volume kendaraan berkontribusi terhadap kerusakan jalan serta mengidentifikasi dampak kerusakan tersebut terhadap aspek keamanan, kenyamanan, dan biaya.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei lapangan dan penyebaran kuesioner kepada 60 responden, terdiri dari 30 pengguna jalan dan 30 masyarakat sekitar. Data dianalisis menggunakan metode statistik deskriptif dengan perhitungan nilai rerata (mean) dan standar deviasi. Sumber data yang digunakan mencakup data primer (survei volume lalu lintas, kondisi jalan, dan kuesioner) serta data sekunder dari Google Maps dan instansi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume kendaraan yang tinggi berdampak signifikan terhadap kerusakan jalan. Pada aspek keamanan, kecelakaan kendaraan memperoleh nilai mean tertinggi (4,933), sedangkan pada aspek kenyamanan, pencemaran udara menjadi faktor dominan dengan nilai mean 4,800–4,933. Sementara itu, pada aspek biaya, keterlambatan pendistribusian barang menjadi dampak tertinggi yang dirasakan masyarakat dengan nilai mean 4,967. Hal ini menunjukkan bahwa kerusakan jalan tidak hanya memengaruhi kondisi fisik jalan, tetapi juga berdampak luas terhadap efisiensi waktu, keselamatan, dan pengeluaran pengguna jalan serta masyarakat.Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi pihak terkait, khususnya PT Pertamina Hulu Rokan dan instansi pemerintah, untuk melakukan pemeliharaan jalan secara berkala guna meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jala

    Pendidikan Karakter Kemandirian Anak Perspektif Abdullah Nashih Ulwan dan Robert J. Havighurst

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pendidikan karakter kemandirian anak menurut Abdullah Nashih Ulwan dan Robert J. Havighurts. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Library Research (penelitian pustaka) dan penelitian komperatif. Data dikumpulkan melalui analisis secara objektif tentang teori dari tokoh Abdullah Nasih Ulwan dan Robert J. Havighurts dengan mencari data berupa jurnal, buku, dan dokumen lainnya. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan studi komprasi (comperative studies) yang diusulkan oleh Creswell, yaitu memilih dan mengumpulkan data, membaca data, mengambil data, menyampaikan data, mendeskripsikan data dan melakukan perbandingan serta penarikan simpulan. Temuan penilitian mengungkap beberapa hal. Pertama, untuk mendidik karakter kemandirian anak menurut Abdullah Nashih Ulwan yaitu dengan memberikan tanggung jawab dan pendidikan. Tanggung jawab yang harus pendidik terapkan, yaitu tanggung jawab fisik, tanggung jawab moral, tanggung jawab akal, dan tanggung jawab jiwa. Pendidikannya yaitu pendidikan keteladanan, pembiasaan, nasihat, perhatian dan pengawasan, dan hukuman. Sedangkan menurut Robert J. Havighurt yaitu tanggung jawab fisik, tanggung jawab moral, dan tanggung jawab keterampilan. Pendidikannya adalah Follow the Child, Freedom with Limitation, dan Respect the Child. Kedua, Abdullah Nashih Ulwan menekankan pada peran orangtua yang shalih dan lingkungan yang kondusif dalam mendidik karakter kemandirian anak. Sedangkan Robert J. Havighurt menekankan pentingnya kebebasan pada anak dalam mewujudkan kebutuhannya. Ketiga, persamaan dari pemikiran Abdullah Nashih Ulwan dan Robert J. Havighurt diantaranya anggapan bahwa anak memiliki potensi sejak lahir dan perbedaannya yaitu bagi Abdullah Nashih Ulwan dalam mendidik karakter kemandirian anak yaitu sistem hukuman diperbolehkan, sedangkan Robert J Havighurt menghilangkan sistem hukuman tersebut

    Implementasi Media Pembelajaran Google Classroom dalam Meningkatkan Minat Belajar Mahasiswa pada Perkuliahan di Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Ponorogo

    No full text
    Pesatnya perkembangan teknologi digital kini melingkup hampir ke dalam seluruh aspek kehidupan manusia. Sistem pembelajaran konvensional mulai bergeser menjadi sistem pembelajaran digital berbasis online. Dalam hal ini, sebagai salah satu perguruan tinggi di Indonesia, IAIN Ponorogo juga telah berusaha untuk menerapkan media pembelajaran berbasis online dalam proses pembelajaranya. Salah satunya yakni penggunaan media Google Classroom. Penggunaan media pembelajaran berbasis online ini diyakini dapat merubah pembelajaran menjadi variatif, inovatif, dan menarik bagi mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mendeskripsikan implementasi media pembelajaran Google Classroom pada perkuliahan, 2) mendeskripsikan hasil implementasi media pembelajaran dalam meningkatkan minat belajar mahasiswa pada perkuliahan, 3) mendeskripsikan faktor yang mendukung dan menghambat implementasi media pembelajaran Google Classroom. Untuk menjawab pertanyaan di atas, pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research), pengambilan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sedangkan analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyampaian data, dan penarikan kesimpulan, dilanjutkan dengan menentukan kredibelitas data menggunakan teknik triangulasi. Berdasarkan analisis data ditemukan bahwa 1) implementasi Google Classroom memudahkan mahasiswa dalam menerima penyampaian materi melalui presentasi dan diskusi, serta pemberian tugas, dll., waktu penggunaannya fleksibel, digunakan saat perkuliahan maupun di luar jam perkuliahan. Evaluasi juga praktis dilakukan dengan menggunakan rubik penilaian, evaluasi proses dilakukan dengan absensi dan record keaktifan mahasiswa, evaluasi hasil dilakukan dengan Google Form. 2) hasil implementasi Google Classroom, mahasiswa antusias mengikuti perkuliahan, respon baik ketika penyampaian materi, serta umpan balik yang bagus ketika penugasan, ketuntasan dapat ditinjau dari penyampaian materi yang sesuai harapan, pemberian tugas cepat, mudah, dan praktis, proses evaluasi didukung rubik penilaian. 3) faktor pendukung dari kemampuan menjalankan adalah dukungan bahasa Indonesia dan dukungan kolaborasi layanan Google, sedangkan dari ketersediaan insfrastruktur adalah kemudahan akses dan biaya murah. Adapun faktor penghambat dari kemampuan menjalankan ialah hanya mendukung fitur chat dan tidak mendukung teleconference, videocall, ataupun voicenote, sedangkan dari ketersediaan infrastruktur ialah perlunya konektivitas stabil dan perangkat yang mampu mengoperasikan

    Tradisi perilaku santri dalam penguatan pendidikan karakater religius persperktif para Kiai di Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-guluk Sumenep Madura

    No full text
    INDONESIA: Dalam konteks pesantren, sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional, memainkan peran penting dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan yang mendalam dan berkelanjutan kepada santri. Tradisi yang berkembang di pesantren, seperti adab terhadap guru (ustad) dan kiai serta kebiasaan hidup sederhana lainnya, menjadi sarana efektif untuk membentuk karakter religius. Annuqayah memiliki tradisi keagamaan dan sosial yang diwariskan secara turun-temurun, menjadikannya laboratorium budaya yang kaya nilai-nilai Islam tradisional dan modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan pemaknaan tradisi perilaku santri perspektif para kiai di Pesantren Annuqayah dengan sub fokus mencakup: (1) pemaknaan tradisi perilaku santri dalam penguatan pendidikan karakter di Pesantren Annuqayah, dan (2) relevansi pemaknaan tradisi perilaku santri dalam penguatan pendidikan karakter religius perspektif para kiai di Pesantren Annuqayah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi noema, noesis, epoche (bracting), intentional analysis, dan eiditic reduction. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan perpanjangan, keikutsertaan; teknik triangulasi sumber, dan triangulasi metode; dan ketekunan pengamatan. Informan penelitian adalah para kiai, ustad, santri, dan alumni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) 10 tradisi perilaku santri memiliki makna kesabaran, kesederhanaan, komitmen, kesadaran sosial, kesadaran nilai ilmu, kerendahan hati, kebersamaan, kepedulian, keharmonisan sosial, kesadaran akan kesehatan, keberkahan hidup, ketekunan dalam mencari ilmu, dan (2) relevansi pemaknaan tradisi perilaku santri antara lain; tradisi mandi menggunakan sampetan menguatkan pendidikan karakter religius-intuitif; tradisi menghormat kiai menguatkan pendidikan karakter religius-etis; tradisi bersalaman menguatkan pendidikan karakter religius-etis; tradisi makan bersama menguatkan pendidikan karakter religius-kolaboratif; tradisi berkomunikasi menguatkan pendidikan karakter religius-sosiologis; tradisi berpakaian menguatkan pendidikan karakter religius-kulturalis; tradisi menjaga kebersihan lingkungan menguatkan pendidikan karakter religius-naturalistik; tradisi beribadah salat 5 waktu menguatkan pendidikan karakter religius-ritualistik; tradisi menemui tamu kiai menguatkan pendidikan karakter religius-sosiologis; dan tradisi mencari ilmu menguatkan pendidikan karakter religius-akademik. INGGRIS: In the context of Islamic boarding schools, as traditional Islamic educational institutions, they play an important role in instilling deep and sustainable religious values in students. Traditions that develop in Islamic boarding schools, such as manners towards teachers (ustad) and kiai and other simple living habits, are effective means of forming religious character. Annuqayah Islamic boarding school has religious and social traditions that have been passed down from generation to generation, making it a cultural laboratory rich in traditional and modern Islamic values. This study aims to reveal the meaning of the tradition of santri behavior from the perspective of the kiai at the Annuqayah Islamic Boarding School with sub-focuses including: (1) the meaning of the tradition of santri behavior in strengthening character education at the Annuqayah Islamic Boarding School, and (2) the relevance of the meaning of the tradition of santri behavior in strengthening religious character education from the perspective of the kiai at the Annuqayah Islamic Boarding School. This study uses a qualitative approach with a phenomenological study design. Data collection was carried out using in-depth interview techniques, participatory observation, and documentation. Data analysis techniques include noema, noesis, epoche (bracting), intentional analysis, and eiditic reduction. Data validity checking was carried out by extension, participation; source triangulation techniques, and method triangulation; and observation persistence. The research informants were kiai, ustad, santri, and alumni. The results of the study show that: (1) 10 traditions of santri behavior have the meaning of patience, simplicity, commitment, social awareness, awareness of the value of knowledge, humility, togetherness, concern, social harmony, awareness of health, blessings of life, perseverance in seeking knowledge, and (2) the relevance of the meaning of traditions of santri behavior include; the tradition of bathing using sampetan strengthens religious-intuitive character education; the tradition of respecting the kiai strengthens religious-ethical character education; the tradition of shaking hands strengthens religious-ethical character education; the tradition of eating together strengthens religious-collaborative character education; the tradition of communicating strengthens religious-sociological character education; the tradition of dressing strengthens religious-culturalist character education; the tradition of maintaining environmental cleanliness strengthens religious-naturalistic character education; the tradition of praying 5 times a day strengthens religious-ritualistic character education; the tradition of meeting guests of the kiai strengthens religious-sociological character education; and the tradition of seeking knowledge strengthens religious-academic character education. ARAB: في سياق المعاهد الإسلامية، كمؤسسات تعليمية إسلامية تقليدية، تلعب دورا مهما في غرس القيم الدينية العميقة والمستدامة في نفوس الطلاب. حيث، فإن التقاليد التي تتطور في المعاهد الإسلامية، مثل الأخلاق تجاه المعلمين والكياهي بالإضافة إلى العادات المعيشية البسيطة الأخرى، هي وسيلة فعالة لتكوين الشخصية الدينية. تتمتع مدرسة النقيعة الإسلامية الداخلية بتقاليد دينية واجتماعية متوارثة من جيل إلى جيل، مما يجعلها مختبراً ثقافياً غنياً بالقيم الإسلامية التقليدية والحديثة. تهدف هذه الرسالة إلى الكشف عن معنى تقاليد سلوك الطلاب من منظور الكياهي في معهد النقية مع محاور فرعية تشمل: (1) معنى تقاليد سلوك الطلاب في تعزيز التربية الشخصية في معهد النقية، و (2) أهمية معنى تقاليد سلوك الطلاب في تعزيز التربية الشخصية الدينية من منظور الكياهي في معهد النقية. استخدمت هذه الرسالة منهجا كيفيا مع تصميم دراسة ظواهرية. تم جمع البيانات باستخدام تقنية المقابلة المتعمقة والملاحظة على المشاركين والوثائق. تشمل تقنية تحليل البيانات noema، و noesis، و epoche (bracting)، والتحليل المتعمد، والاختزال العيدي. يتم التحقق من صحة البيانات عن طريق التمديد والمشاركة. تقنية تثليث المصادر والطريقة؛ والمثابرة في الملاحظة. المخبرون هم الكياهي والأساتذة والطلاب والخريجين. أظهرت نتائج الرسالة أن: (1) عشرة تقاليد سلوك الطلاب لها معنى الصبر والبساطة والالتزام والوعي الاجتماعي والوعي بقيمة العلم والتواضع والتآزر والرعاية والوئام الاجتماعي والوعي بالصحة وبركات الحياة والمثابرة في طلب العلم و (2) أهمية معنى تقاليد سلوك الطلاب، منها تقليد الاستحمام باستخدام لبس بسيط (sampetan) يعزز تعليم الشخصية الدينية البديهية. تقليد احترام الكياهي يعزز تعليم الشحصية الدينية الأخلاقية. تقليد المصافحة يعزز تعليم الشخصية الدينية الأخلاقية. تقليد تناول الطعام معا يعزز تعليم الشخصية الدينية التعاونية. تقليد التواصل يعزز تعليم الشخصية الدينية والاجتماعية. تقليد اللباس يعزز تعليم الشخصية الدينية الثقافية. تقليد الحفاظ على النظافة البيئية يعزز تعليم الشخصية الدينية الطبيعية. تقليد الصلوات المفروضة يعزز تعليم الشخصية الدينية الطقوسية. تقليد مقابلة ضيوف كياهي يعزز تعليم الشخصية الدينية والاجتماعية. وتقليد طلب العلم يعزز تعليم الشخصية الدينية الأكاديمية

    Tasawuf Psikologi Al-Ghazālī: Tazkiyat al-Nafs Sebagai Upaya menuju Kesehatan Mental

    No full text
    Tasawuf psikologi sebagai terapi kesehatan mental dapat menjadi jalan alternatif dalam pengobatan masyarakat modern yang kurang kesadaran spiritualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi gagasan al-Ghaza>li> tentang tasawuf psikologi dalam menghadapi kehidupan modern yang terdapat sebagian di dalam tulisannya Ih}ya>? ?Ulu>m al-Di>n abū Hāmid al-Ghazālī, Miza>n al-?Ama>l, al-Munqi>dh Min al-D{ala>l, Miskat al-anwa>r. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan data yang kaya seputar hubungan antara tradisi ilmu tasawuf dengan tradisi ilmu psikologi. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini bersifat deskriptif-analitis yaitu dengan mendeskripsikan secara terperinci terkait dengan masalah yang hendak diteliti kemudian menganalisis setiap masalah untuk memeroleh pemahaman secara komprehensif dalam penelitian ini, sehingga penelitian ini berhasil maksimal dan tercapai dengan usaha yang dilakukan penulis
    corecore