1,721,100 research outputs found

    Sinkretisme Agama dan Budaya dalam Tradisi Sesajen di Desa Prenduan

    Full text link
    It is an obvious fact that culture and religion are often inseparable. For Muslims, some of cultures they live in are sometime not in line with their religion teachings. One of the examples is offering tradition. It is considered shirk for some of Islamic leaders. But then, it is still maintained by people in Prenduan, where the majority is Islamic believers. This shows that this tradition is a syncretic practice combining religious and culture. This research is aimed to investigate the syncretic process and value of offering tradition. Phenomenological approach is used in this study. Data are collected used interview, observation, and documentation which combined in the field notes and analyzed through data reduction, categorizing and making sense of the essential meanings of the phenomenon. The result shows that syncretic process in Prenduan was started from the old offeringtradition which was difficult to stop and the decrease of Prenduan people understanding of the tradition. So that, the Islamic leaders tried to modify the tradition, taking advantage of the limited understanding, by bringing Islamic teachings in people belief and their way of doing offering tradition. This study concludes that syncretic value of the tradition is in the way of doing and the belief of Prenduan people about the tradition.</jats:p

    Implementasi Good Corporate Governance pada Badan Usaha Milik Desa

    Full text link
    English Version Management and supervision of the sustainability of Village-owned enterprises can be carried out by various stakeholders including the general public. The application of good governance principles is the main key to a company's good reputation, both from an environmental, community or corporate point of view. the concept of Good Corporate Governance or GCG has several parts including Accountability, Fairness, Transparency, Independence, Responsibility, and Accountability. The purpose of this study was to examine the application of GCG principles to BumDes in Karangjati Village, Pandaan District, besides that this study also aimed to determine the level of trust in the community towards the management process carried out by BumDes and Village Government. This type of descriptive qualitative research is used in this study. From the research conducted, it was found that BumDes Karangjati has already implemented the principles of good governance, but the maximization of the implementation of the concept has not been maximized further, the development required requires an increase in human resources for BumDes Management as well as an increase in the role of Bumdes partners in order to realize an advanced and transparent Bumdes Versi IndonesiaPengelolaan dan pengawasan pada keberlanjutan badan usaha milik Desa dapat dilakukan oleh berbagai stakeholder termasuk masyarakat umum, Penerapan prinsip tata kelola yang baik menjadi kunci utama reputasi baik perusahaan, baik dari sisi lingkungan, masyarakat atau perusahaan. konsep Good Corporate Governance atau GCG memiliki beberapa bagian antaralain Accountability, Fairness, Transparency, Independency, Responsibility, dan Accountability. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengkaji Penerapan Prinsip GCG pada BumDes di Desa Karangjati Kecamatan Pandaan, selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui tingkatan kepercayaan pada masyarakat terhadap proses pengelola yang dilakukan oleh BumDes dan Pemerintahan Desa. Jenis penelitian kualitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Dari penelitian yang dilakukan, ditemukan hasil bahwa BumDes Karangjati sudah menerapkan prinsip tatakelola yang baik, akan tetapi maksimalisasi dari implementasi konsep tersebut belum maksimal selanjutnya, pengembangan yang dibutuhkan &nbsp;dibutuhkan peningkatan SDM Pengurus BumDes sekaligus peningkatan peran mitra Bumdes demi terwujudnya Bumdes yang maju dan transpara

    Profesionalisme dan Kualitas Pelayanan: Telaah Implementasi dalam Penyelenggaraan Diklat Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan

    Full text link
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran implementasi profesionalisme petugas penyelenggaraan diklat tahun 2016 dan tahun 2017 di Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan. Metode penelitian ini adalah kajian pustaka (library reseach) dengan analisis isi (content analysis). Hasil penlitian yang diperoleh adalah (1) implentasi profesionalisme pada penyelenggaraan diklat tahun 2016 secara umum relatif baik, terkait aspek hubungan kerja, koordinasi, lamanya waktu penyelesaian pekerjaan, hasil kerja, manfaat rapat di tempat kerja, serta rekutmen calon panitia, Peserta manyatakan puas tercatat 81,27%, sedangkan kurang puas 18,73% terahadap kinerja panitia dalam memberikan pelayanan. (2) implementasi kualitas pelayanan pada penyelenggaraan diklat tahun 2016 sampai dengan tahun 2017, secara umum relatif baik, terkait dengan aspek pelayanan diklat. Hal ini terlihat dari pernyataan sebagaian besar peserta menyatakan puas terhadap layanan yang diberikan paniti

    Analisis Kualitas Instrumen Tes Hasil Belajar

    Full text link
    Tujuan penelitian ini adalah&nbsp; menjelaskan kualitas instumen tes hasil belajar buatan guru yang sudah disertifikasi sebagai bahan untuk evaluasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan (diklat) metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan teknik survei. Penelitian dilakukan terhadap guru-guru Madrasah Aliyah (MA) yang sudah bersertifikasi di wilayah kota Serang yang mengembangkan tes hasil belajar. Waktu penelitian dimulai bulan Febuari dan selesai pada bulan Juni 2017. Responden dalam penelitian ini adalah berjumlah 27 orang guru IPS Madrasah Aliyah yang sudah bersertifikasi berasal dari sembilan Madrasah Aliyah di wilayah kota Serang, yaitu Kecamatan Serang, Kasemen, dan Curug. Data yang dikaji dalam penelitian ini adalah soal: (1) Ulangan Tengah Semester (UTS); (2) Ulangan Akhir Semester (UAS); (3) Ulangan Kenaikan Kelas (UKK); dan (4) Ulangan Semester (US) hasil buatan guru. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan analisis deskripsi terhadap analisis soal berdasarkan aspek materi, konstruksi, dan bahasa. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh secara umum rata-rata pemenuhan soal terhadap kaidah soal : (1) UTS adalah 96%; (2) UAS adalah 96%; (3) UKK adalah 98%; (4) US adalah 95%

    PERAN LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN (LPS) DALAM MELINDUNGI DANA NASABAH AKIBAT BANK GAGAL

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peran Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Dalam Melindungi Dana Nasabah Akibat Bank Gagal. Jenis penelitian yang dilakukakan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum normatif.Adapun pendekatan masalah yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan perundang-undangan (Statute Approach), Pendekatan Konsep (Conceptual Approach), dan Pendekatan Analitis (Analitcal Approach).Keberadaan LPS, menjadi penting guna mencegah kepanikan nasabah dengan jalan meyakinkan nasabah tentang keamanan simpanan sekalipun kondisi keuangan bank memburuk, disamping itu Lembaga Penjamin Simpanan memiliki dua fungsi utama yaitu menjamin simpanan nasabah dan melakukan penyelesaian atau penanganan Bank Gagal. Pada saat bank gagal LPS segera melakukan tindakan yang diperlukan dalam rangka pengamanan  aset bank sebelum proses likuidasi dimulai, yaitu menguasai dan mengelola aset bank, mengelola kewajiban bank dan berkoordinasi dengan BI, LPP, Kepolisian dan instansi terkait lainya inilah bentuk tanggung jawab LPS dalam melindungi dana nasabah yang diakibatkan Bank Gagal

    ANALISIS KELAYAKAN MADURA MENJADI SATUAN PEMERINTAHAN SENDIRI DALAM BENTUK PROVINSI DENGAN OTONOMI KHUSUS

    Full text link
    Abstrak: Pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat Madura hampir tidak terjangkau sepenuhnya oleh pemerintah provinsi Jawa Timur maupun pemerintah pusat. Hal ini dibuktikan dengan semakin meningkatnya tingkat kemiskinan. Hal ini yang kemudian menjadi alasan bagi masyarakat Madura untuk lepas dari porvinsi Jawa Timur dan membentuk provinsi Madura dengan tujuan meningkatkan pelayanan publik dan mengurangi kesenjangan sosial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi jenis penelitian hukum normatif. Pendekatan penelitian yang terdiri dari Pendekatan perundang-undangan, Pendekatan sejarah, serta Pendekatan konsep. Sumber bahan hukum dalam penelitian ini meliputi Bahan Hukum Primer, Bahan Hukum Sekunder, Bahan Hukum Tersier, Metode Pengumpulan Bahan Hukum, serta Analisis Bahan Hukum. Pasal 18 ayat (1) UUD 1945 tidak mengatur tentang persyaratan minimal terdiri dari 5 (lima) kabupaten/kota untuk dapat membentuk provinsi. Jika kerena tidak diaturnya dalam ketentuan Pasal 18 ayat (1) ini dikategorikan sebagai kewenangan bebas pembentuk undang-undang (open legal policy) dalam menentukan persyaratan, karena dalam menentukan persyaratan yang akan diatur dalam undang-undang harus jelas dasar filosofis, teoritis, dan yuridisnya dalam rangka untuk meneguhkan dan memperkokoh norma-norma yang diatur dalam konstitusi. Oleh Sebab itu, Perlu adanya Re-evaluasi Pengaturan Pasal 35 Ayat (4) UU No. 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah demi tercapainya Tujuan Negara. &nbsp; Kata Kunci: Madura, Otonomi Daerah, Otonomi Khusu

    Analisis Tingkat Harapan dan Kepuasan Terhadap Kualitas Pelayanan Penyelenggaraan Diklat Teknis Fungsional Guru Tingkat Madya IPS Madrasah Tsanawiyah

    Full text link
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penilaian peserta Diklat, apa saja yang belum terpenuhi terhadap penyelenggaraan diklat, untuk menganalisis faktor-faktor penentu tingkat harapan dan kepuasan peserta diklat terhadap penyelenggaraan diklat. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan Importance Performance Analysis (IPA), dengan jumlah responden 60 peserta diklat teknis fungsional guru tingkat madya IPS MTs. Hasil penelitian sebagai berikut (1) penilaian peserta mengenai kualitas pelayanan penyelenggaraan diklat adalah (a) kinerja yang diberikan pihak penyelenggara belum sesuai dengan tingkat perioritas harapan peserta diklat dengan nilai rata-rata berada di antara 1,10 sampai dengan 2,95, (b) dilihat dari tingkat harapan dan tingkat kepuasan terdapat kesesuaian dengan nilai rata-rata 68,19% sampai dengan 81,73%, berarti kinerjanya sudah baik tetapi dalam pelaksanaan belum sepenuhnya sesuai dengan skala perioritas dari harapan peserta Diklat dan masih ada kinerja yang perlu ditingkatkan yakni pada variabel responsivenees (kesigapan). (2) Faktor-faktor penentu tingkat harapan dan kepuasan peserta terhadap kualitas pelayanan penyelenggaraan diklat sebagai berikut: (a) Faktor menempati janji melaksanakan pelayanan yang dijanjikan dengan tepat dan terpercaya (variabel reliability) dengan nilai rata-rata 2,95 dan (b) Faktor pengetahuan dan kemampuan widyaiswara untuk menimbulkan kepercayaan dan keyakinan dari peserta (variabel assurance) dengan nilai rata-rata 2,74

    PENYULUHAN HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) PADA SISWA DI SDN 183 RABU DAN SDN 196 KASISI DESA TALLUNGGURA KECAMATAN CURIO KABUPATEN ENREKANG

    Full text link
    Penyuluhan hidup bersih dan sehat adalah salah satu program kerja mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) STKIP Muhammadiyah Enrekang yang dirumuskan dan disampaikan dalam seminar program kerja dan direalisasikan dalam bentuk program kerja yang dijalankan dalam kegiatan kuliah kerja nyata. Penyuluhan hidup bersih dan sehat bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat khususnya siswa-siswi untuk menjaga kesehatan diri dan lingkungan hidup sekitar. Sasaran kegaiatan ini adalah siswa-siswi di SDN 183 Rabu dan SDN 196 Kasisi yang merupakan Sekolah Dasar yang ada di Desa Tallunggura Kecamatan Curio Kabupaten Enrekang. Memilih siswa sebagai objek kegiatan dengan alasan agar mereka sejak dini memperhatikan kebersihan diri dan lingkungan sehingga mereka terbiasa dengan hidup bersih dan sehat. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari rabu tanggal 25 dan 28 Agustus 2019. Metode yang digunakan adalah diawali dengan observasi, sosialisasi hidup sehat, pelatihan dan bimbingan cuci tangan dan gosok gigi yang baik dan benar. Penyuluhan hidup bersih dan sehat pada siswa di SDN 183Rabu dan SDN 196 Kasisi sangat bermanfaat bagi siswa karena dapat menambah pengetahuan dan memberikan motivasi kepada para siswa untuk hidup sehat dan bersih diawali dengan menerapkan dalam kegiatan sehari-hari mereka
    corecore