1,720,963 research outputs found
Produksi dan Budidaya Umbi Bibit Kentang (Solanum tuberosum L.) di Hikmah Farm, Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Magang ini bertujuan memperoleh pengetahuan, melatih kemampuan teknis,
manajerial dan meningkatkan kemampuan softskill mahasiswa untuk mempersiapkan
diri memasuki dunia kerja, khususnya pada pembibitan kentang. Magang berlokasi di
Hikmah Farm, Pangalengan, Bandung, Jawa Barat yang dilaksanakan pada bulan
Februari hingga Juni 2017. Aspek teknis yang dilakukan selama kegiatan magang
antara lain mengikuti seluruh kegiatan budidaya, yaitu penanaman, pemeliharaan,
panen, pascapanen dan pemasaran. Aspek manajerial yang dilakukan yaitu dengan
menjadi karyawan harian, asisten mandor dan asisten kepala kebun. Pengamatan
dilakukan terhadap pemangkasan buku dan analisis usaha tani. Pemangkasan
dilakukan pada 80-90 HST dan terdiri atas tanpa pemangkasan, pemangkasan 1 (3
buku) dan pemangkasan 2 (6 buku). Hasil pengamatan menunjukkan bahwa
pemangkasan 1 menghasilkan bobot umbi 80-120 g dan umbi 50-80 g yang berbeda
nyata, sedangkan pemangkasan 2 menunjukkan hasil berbeda nyata pada jumlah umbi
80-120 g. Berdasarkan analisis usaha tani, pendapatan Hikmah Farm bernilai positif
dengan R/C Rasio sebesar 3.2
Pertumbuhan Planlet dan Daya Hidup Beberapa Mutan Ubi Kayu Akibat Perlakuan Pupuk Daun
Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan komposisi media in vitro
optimal, mendapatkan komposisi media aklimatisasi optimal untuk pertumbuhan
serta daya hidup ubi kayu dengan penambahan pupuk daun untuk penyediaan bibit
unggul. Percobaan dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan 3 Departemen
Agronomi dan Hortikultura IPB, pada bulan Oktober 2019-Maret 2020.
Rancangan percobaan yang digunakan pada masing-masing percobaan yaitu
rancangan acak lengkap (RAL) dengan 2 faktor. Faktor pertama pada
perbanyakan in vitro adalah komposisi media dengan 3 taraf, yaitu 0 ppm BAP +
0 ml L-1, 1.5 ppm BAP + 150 ml L-1 air kelapa, 1.5 ppm BAP + 300 ml L-1 air
kelapa. Faktor kedua adalah genotipe yang terdiri atas mutan Adira-4 V5D12-112,
Malang-4 V4D11-322, UJ-5 V3D41-113. Faktor pada penelitian aklimatisasi
yaitu komposisi media dan pupuk daun. Komposisi media terdiri atas 4 taraf;
100% arang sekam, 100% kompos, kompos:arang sekam (1:1), kompos:arang
sekam (2:1). Penambahan pupuk daun terdiri atas 4 taraf; 0 ml L-1 , 0.5 ml L-1 , 1
ml L-1, 1.5 ml L-1. Media dan genotipe memberikan hasil yang berbeda untuk
beberapa peubah. Berdasarkan persentase tanaman hidup, tinggi tanaman, jumlah
tunas, jumlah daun, jumlah buku, dan diameter batang, media aklimatisasi dengan
komposisi media 100% arang sekam memberikan hasil terbaik
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Inisiasi Tunas Tin (Ficus carica) Aksesi Blue Giant dengan Penambahan Beberapa Konsentrasi BAP
Tanaman tin (Ficus carica) memiliki beraneka ragam aksesi salah satunya yaitu Blue Giant. Buah tin Blue Giant memiliki warna merah dengan garis kebiruan dengan rasa yang sangat manis dan sangat produktif, namun keberadaannya masih sangat terbatas. Inisiasi tunas tin melalui kultur in vitro merupakan salah satu cara untuk memperbanyak tanaman tersebut. Penelitian ini bertujuan mengetahui respons pertumbuhan tunas tin aksesi Blue Giant terhadap pengaruh pemberian zat pengatur tumbuh BAP (benzylaminopurine) secara in vitro. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan 3 AGH pada bulan Desember 2021 sampai Agustus 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap satu faktor dengan 3 taraf konsentrasi BAP pada media dasar MS0 dengan penambahan arang aktif. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali, setiap botol ditanam 1 eksplan tunas, sehingga diperoleh 27 satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan media dengan penambahan BAP 5 ppm berpengaruh nyata terhadap jumlah daun pada umur 4 MST, sedangkan tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tunas dan jumlah tunas. Media tanpa penambahan BAP mampu menghasilkan tunas berakar pada umur 2 MST. Jumlah tunas tin terbanyak diperoleh pada media dengan perlakuan BAP 2.5 ppm sebanyak 4 buah tunas.
Kata kunci: eksplan, kultur jaringan, media MS, moraceae, sitokinin 
Pengaruh Pengaplikasian Pupuk Magnesium Sulfat terhadap Pertumbuhan serta Hasil Panen Jagung Manis (Zea mays L. saccharata)
Jagung manis (Zea mays L. saccharata) merupakan salah satu komoditas pangan yang sudah lama dibudidayakan di Indonesia. Pertumbuhan dan produksinya sangat dipengaruhi oleh ketersediaan unsur hara, terutama magnesium (Mg) dan sulfur (S). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengaplikasian pupuk magnesium sulfat yang optimal bagi pertumbuhan dan produksi tanaman jagung manis. Penelitian ini dilakukan pada bulan April hingga Juni 2023 dan dilakukan dalam percobaan lapangan menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) dengan 1 faktor perlakuan yaitu dosis pupuk MgSO4-. Penelitian dilakukan dengan 6 taraf perlakuan dengan 4 ulangan setiap taraf perlakuan. Perlakuan yang digunakan yaitu: kontrol (tanpa pupuk), pupuk standar (300 kg ha-1 Urea, 200 kg ha-1 SP-36, 200 kg ha-1 KCl), pupuk standar + 30 kg ha-1 MgSO4-, pupuk standar + 45 kg ha-1 MgSO4-, pupuk standar + 60 kg ha-1 MgSO4-, dan pupuk standar + 90 kg.ha-1 MgSO4-. Secara umum, dosis pupuk standar + MgSO4- cenderung meningkatkan pertumbuhan dan hasil panen jagung manis. Perlakuan dosis pupuk standar + 45 MgSO4- memiliki tinggi tanaman, bobot daun, dan luas daun nilai berturut-turut sebesar 140.84 cm; 35.12 g; dan 4292.44 cm2 yang nyata lebih tinggi dibandingkan dengan tanaman yang tidak mendapat pemupukan (kontrol). Perlakuan dosis pupuk standar + 45 MgSO4- cenderung mampu meningkatkan indeks luas daun, jumlah biji per tongkol dan bobot biji per tongkol dengan nilai beturut-turut sebesar 18.40; 320.15; dan 71.57 g.
Kata kunci: anorganik, dosis pemupukan, hara makro sekunder, magnesium sulfat, produks
Produksi dan Budidaya Umbi Bibit Kentang (Solanum tuberosum L.) di Pangalengan, Bandung, Jawa Barat
Penelitian ini bertujuan memperoleh pengetahuan, melatih kemampuan teknis dalam kegiatan budidaya dan produksi kentang khususnya pada pembibitan kentang. Penelitian berlokasi di Pangalengan, Bandung, Jawa Barat yang dilaksanakan pada bulan Februari hingga Juni 2017. Aspek teknis yang dilakukan selama kegiatan penelitian antara lain mengikuti seluruh kegiatan budidaya, yaitu penanaman, pemeliharaan, panen, pascapanen dan pemasaran. Pengamatan dilakukan terhadap pemangkasan buku. Pemangkasan dilakukan pada 80-90 HST dan terdiri atas tanpa pemangkasan, pemangkasan 1 (3 buku) dan pemangkasan 2 (6 buku). Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pemangkasan 1 menghasilkan bobot umbi 80-120 g dan umbi 50-80 g yang berbeda nyata, sedangkan pemangkasan 2 menunjukkan hasil berbeda nyata pada jumlah umbi 80-120 g
Pengaruh Cekaman Kering terhadap Respon Pertumbuhan Cabai Merah pada Fase Vegetatif
Cekaman kering dapat menyebabkan berbagai macam perbedaan morfologi dan fisiologi meskipun tanaman berasal dari spesies dan varietas yang sama. Perbedaan ini disebabkan oleh mekanisme tanaman dalam beradaptasi dan bertahan hidup di lingkungan kering. Respon yang paling umum terjadi antara lain penurunan laju pertumbuhan dan jumlah stomata, yang menyebabkan penurunan angka produksi. Studi tentang pengaruh cekaman kering sering dilakukan saat atau setelah periode produksi untuk menentukan pengaruh cekaman pada produksi. Namun, penelitian ini berfokus pada pengaruh cekaman kering terhadap respon pertumbuhan pada vase vegetatif tanaman. Tanaman yang digunakan adalah empat varietas cabai merah, dua varietas merupakan varietas hibrida, dan dua berasal dari varietas bersari bebas (OPV). Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pengaruh cekaman kering pada varietas cabai merah yang berbeda selama masa vegetatifnya. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL). Cabai merah hibrida. Gada dan Panex, serta cabai merah OPV, Anies dan Seloka, ditanam dengan perlakuan penyiraman konstan dan perlakuan kering. Pengamatan pertumbuhan dilakukan dua kali, mulai usia 3 minggu setelah tanam (MST) hingga 7 dan 11 MST. Pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman secara umum terhambat pada kondisi tercekam kekeringan, kecuali pada bobot basah, akar dan bobot basah total yang justru bertambah pada kondisi cekaman kering. Terdapat interaksi antara bobot kering buah cabai dan perlakuan cekaman yang diberikan.
Kata kunci: Anies IPB, Capsicum annuum L., Gada F1, Panex 100 F1, Seloka IPB, varietas hibrida, varietas bersari beba
- …
