Buletin Agrohorti
Not a member yet
    465 research outputs found

    Penentuan Karakter Seleksi dan Seleksi Individu F2 Persilangan Tomat Buah Besar dengan Buah Kecil

    Full text link
    Persilangan tomat buah besar dengan buah kecil akan menghasilkan keragaman yang tinggi pada populasi F2. Penentuan karakter seleksi dan seleksi individu pada populasi F2 sangat dibutuhkan untuk mendapatkan genotipe terbaik. Penelitian bertujuan untuk menentukan karakter-karakter yang memberikan kontribusi langsung dan tidak langsung terhadap hasil dan memperoleh individu F₂ unggul yang berpotensi sebagai galur terbaik. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Kandang Limun, Kota Bengkulu dengan ketinggian 10 m dpl (dataran rendah). Populasi yang digunakan adalah F2 hasil persilangan tomat buah besar dengan buah kecil sebanyak 200 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter jumlah buah per tanaman merupakan karakter seleksi utama. Karakter tinggi tanaman, umur berbunga, panjang buah, diameter buah, dan tebal daging buah juga berperan penting sebagai pendukung peningkatan hasil. Dua puluh genotipe F₂ terbaik yang terseleksi adalah TMU-9, TMU-184, TMU-215, TMU-198, TMU-164, TMU-191, TMU-214, TMU-204, TMU-10, TMU-163, TMU-193, TMU-194, TMU-44, TMU-207, TMU-213, TMU-195, TMU-61, TMU-220, TMU-166, dan TMU-201.  Kata kunci: analisis lintas, genotipe, kemajuan genetik, indeks seleks

    Pengelolaan Pembibitan Jeruk dan Penambahan Nutrisi Esensial pada Batang Bawah Jeruk Japansche Citroen (Citrus limonia Osbeck)

    Full text link
    Indonesia merupakan negara tropis yang kaya akan keanekaragaman sumber plasma nutfah, salah satunya jeruk. Peningkatan kualitas produksi jeruk dapat dimulai dengan meningkatkan kuantitas dan kualitas benih jeruk untuk menghasilkan kualitas produksi yang optimal. Penelitian dilaksanakan di Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian Punten, Batu, Jawa Timur pada bulan Februari sampai Juni 2018. Penelitian bertujuan untuk mempelajari pengaruh penambahan nutrisi esensial untuk memacu pertumbuhan batang bawah Japansche Citroen (JC). Perlakuan pemupukan dilakukan sejak minggu pertama hingga minggu ke-11 setelah transplanting. Hasil penelitian dianalisis menggunakan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf α = 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi yang berbeda nyata pada kombinasi pupuk dan dosis perlakuan pada batang bawah JC terhadap pertumbuhan/variabel vegetatif, namun perlakuan pupuk lengkap cenderung memberikan hasil lebih baik dibandingkan kontrol. Penggunaan kombinasi pupuk dan zat pengatur tumbuh (ZPT) dengan beberapa dosis perlakuan yang diaplikasikan yang belum tepat menjadi salah satu faktor yang berpengaruh terhadap hasil pengamatan batang bawah JC. Kata kunci: pemupukan, pertumbuhan, transplanting, ZP

    Variasi Karakter Agronomi dan Kandungan Amilosa Populasi F3 Sorgum Persilangan Pulut 3 × Kawali

    Full text link
    Sorgum merupakan salah satu jenis tanaman pangan yang berpotensi sebagai pangan fungsional dan memenuhi diversifikasi pangan nasional. Pengembangan sorgum dalam meningkatkan hasil dan kualitas tekstur nasi yang dihasilkan masih perlu dilakukan untuk meningkatkan palatabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai keragaman genetik karakter agronomi dan kadar amilosa pada populasi F3 hasil persilangan Pulut 3 × Kawali. Penelitian menggunakan metode Single Seed Descent (SSD). Hasil penelitian menunjukkan keragaman karakter kualitatif maupun kuantitatif berdasarkan analisis Nilai Tengah, Khi-Kuadrat, Skewness and Kurtosis, Korelasi, dan Heritabilitas arti luas. Kandungan amilosa yang bertipe waxy mengikuti nisbah Mendel berdasarkan pengujian pewarnaan iodin pada endosperma biji. Perbedaan karakter yang ditemukan pada F3 belum berbeda nyata dibandingkan tanaman tetua. Aksi gen yang ditemukan yaitu dominan, epistasis, dan aditif dengan jumlah gen yang banyak atau sedikit. Beberapa karakter yang ditemukan memiliki keragaman yang tinggi dan keeratan hubungan yang rendah. Pengelompokan genotipe tanaman berdasarkan karakternya dapat digunakan dalam melakukan seleksi pada generasi lanjutan. Kata kunci: keragaman, klaster, pewarnaan iodin, Single Seed Descen

    Selection of the Best Method of Soil Phosphorus Test for Tomato (Solanum lycopersicum L.) on Andisols

    Full text link
    Determination of recommendations for phosphorus (P) based on soil tests for tomato in Andisol has not been done in Indonesia.  Beginning with the making of P soil status in IPB Research Station Pasirsarongge Cianjur and  followed by a correlation test in PKHT IPB greenhouse Tajur Bogor West Java, from November 2015 to April 2016. The objective was to select the best extraction method of P Andisols for tomato. This research used a single-location approach; with a randomized block design. The treatments were soil P status by application of phosphoric acid solution (H3PO4) with five rates of P : 0, ¼,X, ½X, ¾X, and X. X was the P rate of 2240 kg P ha-1 was applied to achieve maximum P concentration in the soil. H3PO4 solution was applied to the bed surface and incubated for 4 months to obtain different P nutrient statuses. A study of the Correlation test conducted in the greenhouse used the 4 month incubated soil. Analysis of soil P using five extraction methods: Bray 1 (HCl 5N), HCl 25%, Morgan Wolf (NaC2H3O2.3H2O), Mechlich (HCl 0.05N + H2SO4 0.025N) dan NH4OAc (NH4OAc, pH 7). The results showed differences in response of plant height and biomass dry weight on nutrient status of Andisols P. Quandratic response pattern was shown in tomato plant height at 7 weeks after planting and biomass dry weight. The best Andisols P extraction method for tomato is Morgan Wolf, with a correlation coefficient (r) was 0.79. Keywords: biomass, extraction method, greenhouse, H3PO4, Morgan Wol

    Keefektifan Bioherbisida Berbahan Baku Teki (Cyperus rotundus L.) Formulasi Granul untuk Pengendalian Gulma pada Padi Sawah Sistem Tabela

    Full text link
    Padi merupakan tanaman pangan utama yang menghadapi kendala budidaya, seperti keterbatasan tenaga kerja, mahalnya sarana produksi, dan berkurangnya lahan serta air. Sistem tanam benih langsung (tabela) dinilai lebih efisien, namun meningkatkan populasi gulma. Pengendalian ramah lingkungan diperlukan, dan bioherbisida dari umbi teki (Cyperus rotundus L.) berpotensi menekan pertumbuhan gulma melalui mekanisme alelopati. Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh bioherbisida berbahan baku umbi teki pada gulma dalam pertanaman padi sawah sistem tabela. Terdapat tujuh perlakuan dalam penelitian ini diantaranya bioherbisida formulasi granul berbahan baku umbi teki dengan dosis 22.5 kg ha-1 , 45 kg ha-1, 67.5 kg ha-1, dan 90 kg ha-1, tanpa pengendalian (kontrol), pengendalian manual, dan herbisida tiobenkarb dosis 15 kg ha-1 . Analisis data dilakukan menggunakan uji F pada taraf nyata α = 5% dan dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi bioherbisida umbi teki dosis 67.5 – 90 kg ha-1 secara efektif mampu menekan pertumbuhan gulma pada pertanaman padi sawah tabela hingga 6 MST. Aplikasi bioherbisida umbi teki dosis 22.5 – 90 kg ha-1 mampu menghambat pertumbuhan gulma dominan yakni gulma daun lebar Sphenoclea zeylanica dan Ludwigia octovalvis tanpa menimbulkan gejala keracunan pada tanaman padi. Berdasarkan keefektifannya dalam mengendalikan gulma dan pengaruhnya terhadap hasil panen padi, dosis terbaik adalah 90 kg ha-1.  Kata Kunci: alelopati, dosis, herbisida nabati, Oryza sativa, toksisita

    Pengelolaan Pemeliharaan Tanaman Teh (Camellia sinensis (L.) O. Kuntze) dengan Aspek Khusus Pemangkasan di Unit Produksi Pagilaran

    Full text link
    Teh merupakan salah satu tanaman perkebunan bernilai ekonomis dengan umur produktif yang sangat dipengaruhi oleh teknik budidaya. Pengelolaan pemeliharaan berperan penting dalam mempertahankan dan meningkatkan produksi pucuk teh. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengelolaan pemangkasan untuk peningkatan produksi teh di kebun Pagilaran. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa tanaman teh pada blok yang diamati telah memenuhi beberapa syarat dasar pemangkasan, seperti tinggi tanaman (112.63 cm) dan penurunan produktivitas (persentase pucuk burung 62%-80%). Umur pangkas kedua blok pengamatan belum mencapai standar (48 bulan), tetapi sudah mendekati (44-46 bulan). Tinggi pangkasan tanaman teh belum sesuai dengan standar kebun (40-45 cm). Kerusakan cabang yang terjadi berkisar 10%-14%. Berdasarkan uji t-student, lama kerja dan usia pemangkas berpengaruh nyata terhadap keterampilan tenaga pangkas. Pengawasan lebih lanjut dari pembimbing (mandor) sangat diperlukan untuk menghindari timbulnya kesalahan di lapangan. Luas areal pangkas yang dilakukan pada tahun 2019 melebihi luas areal yang disarankan, yaitu 25%. Tenaga pangkas yang digunakan telah memenuhi jumlah pemangkas standar dan kapasitas pemangkas sudah mencapai target yang ditetapkan. Pertumbuhan tunas sangat penting diperhatikan untuk menghitung gilir petik. Laju pertumbuhan tunas paling cepat terjadi pada cabang kecil dengan jenis bahan tanam KIARA. Tanaman yang berasal dari biji/seedling mengalami laju pertumbuhan paling lambat dibandingkan jenis bahan tanam lainnya. Kata kunci: kerusakan cabang, klon, laju pertumbuhan, pemangkasan, pucuk burun

    Evaluasi Pertumbuhan, Produksi dan Kompatibilitas Pepaya Calina (Carica papaya) Hasil Grafting

    Full text link
    Pepaya (Carica papaya L.) merupakan salah satu tanaman buah tropis yang banyak diminati karena rasa dan kandungan nutrisinya, seperti vitamin A, vitamin C, asam folat, dan kalium. Namun, kesulitan mengidentifikasi jenis kelamin tanaman pepaya pada fase vegetatif menjadi kendala dalam budidaya. Sambung pucuk (grafting) merupakan langkah yang banyak digunakan untuk mengatasi masalah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek sambung pucuk tanaman pepaya terhadap pertumbuhan, produksi dan kompatibilitas antara batang bawah dan batang atas. Penelitian dilakukan di Kebun Tajur 2 PKHT, Bogor, dilanjutkan dengan analisis pascapanen di Laboratorium Departemen Agronomi dan Hortikultura, IPB. Dua jenis batang bawah yang digunakan adalah pepaya Sukma (C-S) dan pepaya liar (C-L), yang keduanya disambung dengan varietas Calina (IPB 1) sebagai batang atas. Sebanyak 64 tanaman ditanam dalam 8 barisan, masing-masing terdiri atas 8 tanaman. Lima barisan menggunakan batang bawah C-L, sedangkan tiga barisan menggunakan batang bawah C-S. Data dianalisis menggunakan uji t pada taraf 5% dengan Minitab 19. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa tanaman dengan batang bawah C-L memiliki laju pertumbuhan vegetatif yang lebih tinggi dibandingkan C-S pada hampir seluruh parameter, kecuali lingkar batang sambungan, lingkar batang bawah, dan tinggi batang bawah. Tanaman C-L juga berbunga lebih awal dan menghasilkan lebih banyak bunga hermafrodit, yang berkontribusi pada jumlah buah lonjong yang lebih tinggi dibandingkan tanaman C-S. Selain itu, buah dari tanaman C-L memiliki tekstur daging yang lebih lunak, kulit yang lebih keras, serta nilai Padatan Terlarut Total (PTT) yang lebih tinggi. Kedua jenis batang bawah yang digunakan tidak menunjukkan gejala inkompatibilitas selama masa pengamatan. Kata kunci: batang bawah, Calina-Liar, Calina-Sukm

    Cover dan Daftar Isi

    No full text
    Cover dan Daftar Isi Buletin Agrohorti Volume 13 No.

    Manajemen Tenaga Kerja Perkebunan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Kebun Cikasungka, Banten

    Full text link
    Kelapa sawit merupakan sumber devisa terbesar Indonesia dari sub sektor perkebunan. Manajemen tenaga kerja yang baik di perkebunan kelapa sawit sangat penting dilakukan agar perusahaan mampu mencapai produktivitas tinggi secara berkualitas dan berkelanjutan. Penelitian dilaksanakan di Kebun Cikasungka pada bulan Februari sampai Juni 2023. Penelitian bertujuan mendapatkan pengalaman dan kompetensi tentang pengelolaan tenaga kerja di perkebunan kelapa sawit. Pengamatan dan penghimpunan data difokuskan pada manajemen tenaga kerja meliputi pengorganisasian tenaga kerja, prestasi kerja, disiplin dan kualitas kerja, dan penerapan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). Data hasil pengamatan dianalisis secara menggunakan uji t-student pada taraf 5% dan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan tenaga kerja Kebun Cikasungka telah bekerja secara disiplin dengan kualitas kerja yang baik. Pihak manajemen Kebun Cikasungka telah menerapkan aspek berkelanjutan dan tanggung jawab terhadap pekerja dengan baik. Kata kunci: disiplin kerja, ISPO, kualitas kerja, prestasi kerj

    Manajemen Persiapan dan Pelaksanaan Panen Kopi Arabika (Coffea arabica L.) di Kebun Kalisat Jampit, Jawa Timur

    Full text link
    Manajemen panen dan pelaksanaan panen memegang peranan penting dalam menjamin kelancaran kegiatan serta pencapaian hasil yang optimal. Manajemen ini mencakup fungsi perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuating), pengawasan (controlling), dan evaluasi (evaluation). Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari hingga Mei 2020 di Kebun Kalisat Jampit, Jawa Timur, dengan tujuan menganalisis dan mengevaluasi manajemen persiapan serta pelaksanaan panen kopi Arabika. Pengamatan yang dilakukan yaitu taksasi produksi, persiapan sarana dan prasarana, pemetaan rotasi panen, tenaga petik, kualitas dan kuantitas hasil petik, faktor kehilangan hasil dan tingkat kehilangannya, transportasi hasil, serta sistem upah. Data dianalisis menggunakan uji statistik t-student, rata-rata, dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah tenaga kerja per Januari 2020 berjumlah 1,410 orang dengan luas panen 1,332.23 ha dengan rata-rata luas blok panen 1,617 ha. Setiap afdeling dibagi menjadi 15 blok petik, dengan rotasi panen setiap 8–12 hari. Penentuan luas areal panen didasarkan pada kondisi tanaman menghasilkan (TM) dan kondisi tanaman. Rata-rata kualitas petik pada awal panen mencapai 84.39% buah merah. Usia dan jenis kelamin tenaga pemetik tidak berpengaruh nyata terhadap hasil panen. Pengolahan kopi dilakukan dengan dua metode, yaitu pengolahan basah (wet process/WP) dan pengolahan kering (dry process/DP). Kata kunci: kriteria pemanenan, pengolahan kopi, perkebunan kopi, persiapan pane

    434

    full texts

    465

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Buletin Agrohorti
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇