1,721,355 research outputs found

    PENDAMPINGAN PROGRAM KAMPUNG ZERO WASTE DI RW 2 SIDOTOPO, RW 5 NGAGEL, RW 2 GUBENG, DAN RW 5 SIWALANKERTO, SURABAYA

    Full text link
    Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya menyatakan bahwa timbulan sampah di Kota Surabaya berdasarkan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Benowo rata-rata menghasilkan 1.600 ton per hari. Sumber sampah tersebut didoninasi berasal dari rumah tangga dengan sebanyak 60% sampah merupakan sampah organik. Untuk mendukung penurunan timbulan sampah maka upaya yang harus dilakukan adalah mengontrol jumlah sampah yang masuk dari sumbernya yakni rumah tangga sebagai produsen sampah. Melalui peranan penyuluh lingkungan hidup pemerintah Kota Surabaya berambisi dalam misi pengelolaan lingkungan melalui program Kampung Zero Waste (KZW). Pendampingan program Kampung Zero Waste (KZW) ini meliputi kegiatan pelatihan pembuatan eco enzyme, bank sampah, dan sosialisasi program pengolahan sampah dengan 4R (Reduse, Reuse,Recycle, dan Replace). Pendampingan Progran Kampung Zero Waste pada kegiatan magang MSIB di Dinas Lingkungan Hidup ini laksanakan di RW 2 Sidotopo, RW 5 Ngagel, RW 2 Gubeng dan RW 5 Siwalankerto. Dari keempat wilayah tersebut memiliki karakteristik wilayah yang sama yaitu pemukiman yang padat penduduk. Tujuan dari program ini adalah melaksanakan penyuluhan lingkungan hidup terkait pengolahan sampah dan mengetahui efektivitas pelaksanaan program KZW pada warga di wilayah RW 2 Sidotopo, RW 5 Ngagel, RW 2 Gubeng dan RW 5 Siwalankerto

    Analisis Antropologi Sastra Dalam Novel Nias Penyelamat Berkalung Matahari Karya Ghyna Amanda Putri

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) aspek bahasa dalam novel Nias Penyelamat Berkalung Matahari karya Ghyna Amanda Putri, (2) aspek sistem peralatan hidup dan teknologi dalam novel Nias Penyelamat Berkalung Matahari karya Ghyna Amanda Putri, dan (3) aspek sistem religi dalam novel Nias Penyelamat Berkalung Matahari karya Ghyna Amanda Putri. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan antropologi sastra. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) aspek bahasa menggunakan dua bahasa yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Nias yang memperoleh data sebanyak 16 data, (2) aspek sistem peralatan hidup dan teknologi yaitu istilah-istilah yang digunakan oleh masyarakat Nias terkait tempat berlindung dan perumahan, makanan, alat-alat transportasi, serta alat-alat produksi yang terdapat di Nias memperoleh data sebanyak 10 data, dan (3) aspek sistem religi yaitu mereka masih percaya terhadap para leluhur dan Dewa memperoleh data sebanyak 9 data

    Makalah aktivitas kebugaran jasmani- Vania Amanda Putri Alwi-X MIA 3

    No full text
    PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kebugaran jasmani sangat penting dalam menunjang aktifitas kehidupan sehari-hari, akan tetapi nilai kebugaran jasmani tiap-tiap orang berbeda-beda sesuai dengan tugas/profesi masing-masing. Kebugaran jasmani terdiri dari komponen-komponen yang dikelompokkan menjadi kelompok yang berhubungan dengan kesehatan (Health Related Physical Fitness) dan kelompok yang berhubungan dengan ketrampilan (Skill Related Physical Fitness).. Kebugaran Jasmani yang di miliki setiap orang berbeda-beda. Hal ini disebabkan oleh perbedaan profesi dan tugas masing-masing orang. Komponen Jasmani dibagi atas dua yaitu, Komponen Jasmani yang berkaitan dengan Kesehatan dan Komponen Jasmani yang berkaitan dengan Keterampilan. Semua bentuk kegiatan manusia memerlukan dukungan kemampuan fisik, oleh karena itu kemampuan fisik merupakan faktor dasar (fundamental factor) untuk setiap aktivitas manusia. Untuk menjalankan tugas sehari-hari, seseorang minimal memiliki kemampuan fisik yang selalu mampu mendukung tuntutan aktivitas itu dan lebih baik lagi bila memiliki kemampuan cadangannya. yang bertingkat-tingkat itu adalah kemampuan jasmani / kondisi fisik (sehat dinamis) dan beratnya tugas yang harus dilaksanakan. 1.2. Rumusan Masalah 1. Apa Pengertian Kebugaran Jasmani ? 2. Apa Tujuan Kebugaran Jasmani ? 3. Apa saja Komponen-komponen Kebugaran Jasmani ? 1.3. Tujuan Penulisan 1. Untuk memenuhi tugas mata pelajaran Penjaskes pada SMK Negeri 02 Bengkulu Utara Tahun 2019. 2. Untuk memberi pengertian betapa pentingnya kebugaran bagi tubuh supaya kita bisa bekerja secara energik,efisien dan tidak mudah terserang penyakit

    LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN PADA KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA JAKARTA KRAMAT JATI

    Full text link
    Nama: Amanda Putri Ramadanty Nomor Registrasi: 8335132450 Program Studi: S1 Akuntansi Judul: Laporan Praktek Kerja Lapangan pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kramat Jati Praktik Kerja Lapangan (PKL) dilaksanakan selama 40 hari kerja pada Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Jakarta Kramat Jati, khususnya pada Seksi Pengolahan Data dan Informasi (PDI). Selama melaksanakan PKL, praktikan melaksanakan beberapa tugas yang berkaitan dengan perpajakan, seperti menyesuaikan batch header dan memeriksa kelengkapan dokumen SPT Masa, melakukan pengecekan jumlah nominal pembayaran PPh, merekam SPT Masa PPh Pasal 4 ayat (2), Pasal 21/26, dan PPh Pasal 23/26, mengkonfirmasi kesalahan matematis SPT Masa serta melakukan sortir SPT Masa untuk dikirim kembali ke Seksi Pelayanan. Setelah melaksanakan PKL di KPP Pratama Jakarta Kramat Jati, praktikan dapat beradaptasi di lingkungan kerja secara nyata, lebih teliti ketika memasukkan data kedalam sistem, serta dapat belajar memahami karakter orang-orang yang berada disekitar lingkungan kerja

    HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH OTORITER DAN KESEPIAN DENGAN KECENDERUNGAN PERILAKU SELF HARM PADA REMAJA

    No full text
    ABSTRAK Hubungan Antara Pola Asuh Otoriter dan Kesepian dengan Kecenderungan Perilaku Self-Harm Pada Remaja Oleh: Alicia Amanda Putri Remaja yang tidak mampu mengatasi masalah yang dimiliki dapat menimbulkan emosi negatif dan efek negatif. Ketika emosi negatif ini tidak terkendali, remaja sering kali cenderung melakukan tindakan yang merugikan diri sendiri, termasuk melakukan self harm atau perilaku melukai diri sendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pola asuh otoriter dan kesepian dengan kecenderungan perilaku self-harm pada remaja. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Sampel penelitian ini berjumlah 46 remaja berusia 15-20 tahun yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan skala pola asuh otoriter cronbach’s α = 0.889, UCLA Lonelliness Scale Version 3 cronbach’s α = 0.924, dan Self-Harm Inventory cronbach’s α = 0.902. versi Indonesia. Analisis statistik yang digunakan dalam penelitian adalah analisis regresi berganda dengan bantuan aplikasi SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara pola asuh otoriter dan kesepian dengan kecenderungan perilaku self-harm pada remaja (R= 0.504; F = 7.329; p = 0.002). Secara parsial, pola asuh otoriter memiliki hubungan pola asuh otoriter memiliki hubungan positif signifikan dengan kecenderungan self-harm (r = 0.498; p = 0.000), sementara kesepian juga berhubungan signifikan (r = 0.370; p = 0.011). Kontribusi efektif pola asuh otoriter sebesar 21.7%, sedangkan kesepian sebesar 3.7%, sehingga total sumbangan kedua variabel adalah 25.4%. Temuan ini mengindikasikan bahwa pola asuh otoriter memiliki peran lebih dominan dalam memengaruhi kecenderungan self-harm dibandingkan kesepian. Kata Kunci: Pola Asuh Otoriter, Kesepian, Kecenderungan Perilaku Self-Harm ii

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods
    corecore