16 research outputs found
Analisis Kesenjangan Pertumbuhan Ekonomi Antar Wilayah Se Sulawesi: (Berdasarkan Data BPS tahun 2000-2013)
Differences in the level of development will increase the level of speed between regions, which in turn causes greater regional disparities. Sulawesi Island has six provinces where each province has different economic growth. The push of the economy in every province in Sulawesi Island in it shows a positive trend. This study aims to examine the inequality of economic development between regions in North Sulawesi (2000–2013). The data used uses GRDP time series data, Population and Per Capita Revenue from 2000-2013. The analysis process used is Williamson Index Analysis. The results showed that the GDP per capita index between provinces in Sulawesi Island during the period 2000-2013 averaged 0.167 with a positive trend. The region that has the highest Williamson Index for South Sulawesi Province is (0.32) with a positive trend, and the lowest is West Sulawesi Province (0.08) with a positive trend. As a whole, the provinces in Sulawesi are in the crestieria: CVw <0.35 = Low level unity. But if the higher Williamson Index means to connect between large regions, it must be immediately sought to reduce the economic level caused by the economy between regions left to be higher, can cause social, economic and political consequences that occur in the sense of national unity, can issue the country\u27s economic stabilityPerbedaan tingkat pembangunan akan membawa dampak perbedaan tingkat kesejahteraan antardaerah yang pada akhirnya menyebabkan ketimpangan regional antardaerah semakin besar. Pulau Sulawesi memiliki enam Provinsi dimana setiap Provinsi memiliki pertumbuhan ekonomi yang berbeda-beda. Dilihat dari perekonomian nasional nya dalam setiap Provinsi di Pulau Sulawesi didalamnya menunjukan trend positif. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah ketimpangan pembangunan ekonomi antar wilayah se Sulawesi Utara (tahun 2000–2013). Data yang dipakai menggunakan data time series PDRB, Penduduk dan Pendapatan Per Kapita tahun 2000-2013. Metode analisis yang digunakan adalah Analisis Indeks Williamson. Hasil analisis menunjukkan indeks ketimpangan PDRB per kapita antara Provinsi di Pulau Sulawesi selama periode 2000-2013 rata-rata sebesar 0,167 dengan trend positif. Wilayah yang mempunyai Indeks Williamson tertinggi untuk Provinsi Sulawesi Selatan yaitu (0,32) dengan trend positif, dan terendah yaitu Provinsi Sulawesi Barat (0,08) dengan trend positif. Secara keseluruhan wilayah Provinsi di Sulawesi berada pada krtieria : CVw < 0,35 = Kesenjangan taraf rendah. Namun jika semakin tinggi nilai indeks Williamson, berarti kesenjangan ekonomi antar wilayah semakin besar maka harus segera dicari solusi untuk mengurangi tingkat kesenjangan ekonomi tersebut karena apabila kesenjangan ekonomi antar wilayah dibiarkan semakin tinggi, dapat menimbulkan konsekuensi sosial, ekonomi, dan politik yang mengancam rasa persatuan dan kesatuan bangsa, bahkan dapat mengganggu kestabilan perekonomian negara
STRATEGI PEMERINTAH DAERAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA PELAYANAN PUBLIK DI LINGKUNGAN SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW UTARA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendiskripsikan Strategi Pemerintah Daerah dalam Meningkatkan Kinerja Pelayanan Publik dilingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara dan juga untuk mengetahui serta mendeskripsikan faktor-faktor apa yang menghambat strategi pemerintah daerah dalam meningkatkan kinerja pelayanan publik dilingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, dengan menggunakan pendekatan fenomenologis, penelitian kualitatif, teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Strategi Pemerintah Daerah khususnya dilingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara yakni dengan mengacu pada tiga hal yang menjadi strategi pemerintah daerah yang tertuang dalam renstra yaitu (1). Meningkatkan kompetensi aparatur (2). Mengembangkan SOP dan SPM, (3). Meningkantkan sarana prasarana penunjang. Menunjukan masih sangat jauh dari harapan, hal ini dibuktikan dengan Sumber Daya Manusia yang sangat minim baik dari kualitas maupun kuantitasnya, penerapan SOP dan SPM yang tidak merata pada bagianbagian organisasi, serta tidak memadainya sarana prasarana penunjang pelayanan publik, utamanya pada IT seperti telekomunikasi maupun fax. Sehingga Pemerintah Daerah perlu meningkatkan pelatihan bimtek untuk pengembangan kompetensi aparatur, SOP dan SPM serta mengimplementasikan dalam kinerja pelayanan publik. Selain itu juga yang menjadi faktor yang menghambat strategi Pemerintah Daerah dalam meningkatkan kinerja pelayanan publik dilingkungan Sekretariat Daerah menunjukan bahwa Sumber Daya Manusia, Mutasi, maupun Anggaran sangatlah berpengaruh, hal ini dikarenakan Sumber Daya Manusia yang rendah, terjadi mutasi yang tidak sesuai dengan keahlian dan harus menyesuaikan lagi dengan lingkungan kerja yang baru, serta anggaran yang sangat minim sehingga tidak dapat mengakomodir segala sesuatu yang dibutuhkan dalam pelayanan publik.This research aims to know and describe the Strategy Of Local Government In Order To Increasing Perform Of Public Service In Environment Secretariat Local Regency of North Bolaang Mongondow and also to know and describe what factors that constraint the strategy of local government to increase perform of public service in that region by using phenomenologist approach in qualitative research, while in order to collect the data, this research use observation, interview, and documentation. The result of research show that the Strategy of Local Government Specifically In Environment Secretariat Local Regency of North Bolaang Mongondow consist of three points that become the strategy of local government that include in plannning strategy, they are (1). Increasing perform of apparatus (2) Develop SOP and SPM (3). Increasing medium and supporting medium. Those all show that still so far from expectation, this case prove by human resources that really minimum both quality and quantity, the implementation of SOP and SPM not balance in parts of organization, and also about the medium and supporting medium of public service are not equal, particularly in IT such as telecom and fax. So that is way, the government should increase training of technological guidance in order to develop competence of apparatus, SOP and SPM and also apply it in perform of public service. Besides that, factor that constraint the strategy of local government to increase perform of public service in that region show that human resources, mutation, and also budget is very influence, this case is because human resources is still minimum, mutation that not appropriate with skill and should adjust with new environment, while the minimum of budget makes it cannot accommodate something which is needed in public service.</jats:p
STRATEGI PEMERINTAH DAERAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA PELAYANAN PUBLIK DI LINGKUNGAN SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW UTARA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendiskripsikan Strategi Pemerintah Daerah dalam Meningkatkan Kinerja Pelayanan Publik dilingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara dan juga untuk mengetahui serta mendeskripsikan faktor-faktor apa yang menghambat strategi pemerintah daerah dalam meningkatkan kinerja pelayanan publik dilingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, dengan menggunakan pendekatan fenomenologis, penelitian kualitatif, teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Strategi Pemerintah Daerah khususnya dilingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara yakni dengan mengacu pada tiga hal yang menjadi strategi pemerintah daerah yang tertuang dalam renstra yaitu (1). Meningkatkan kompetensi aparatur (2). Mengembangkan SOP dan SPM, (3). Meningkantkan sarana prasarana penunjang. Menunjukan masih sangat jauh dari harapan, hal ini dibuktikan dengan Sumber Daya Manusia yang sangat minim baik dari kualitas maupun kuantitasnya, penerapan SOP dan SPM yang tidak merata pada bagianbagian organisasi, serta tidak memadainya sarana prasarana penunjang pelayanan publik, utamanya pada IT seperti telekomunikasi maupun fax. Sehingga Pemerintah Daerah perlu meningkatkan pelatihan bimtek untuk pengembangan kompetensi aparatur, SOP dan SPM serta mengimplementasikan dalam kinerja pelayanan publik. Selain itu juga yang menjadi faktor yang menghambat strategi Pemerintah Daerah dalam meningkatkan kinerja pelayanan publik dilingkungan Sekretariat Daerah menunjukan bahwa Sumber Daya Manusia, Mutasi, maupun Anggaran sangatlah berpengaruh, hal ini dikarenakan Sumber Daya Manusia yang rendah, terjadi mutasi yang tidak sesuai dengan keahlian dan harus menyesuaikan lagi dengan lingkungan kerja yang baru, serta anggaran yang sangat minim sehingga tidak dapat mengakomodir segala sesuatu yang dibutuhkan dalam pelayanan publik.
This research aims to know and describe the Strategy Of Local Government In Order To Increasing Perform Of Public Service In Environment Secretariat Local Regency of North Bolaang Mongondow and also to know and describe what factors that constraint the strategy of local government to increase perform of public service in that region by using phenomenologist approach in qualitative research, while in order to collect the data, this research use observation, interview, and documentation. The result of research show that the Strategy of Local Government Specifically In Environment Secretariat Local Regency of North Bolaang Mongondow consist of three points that become the strategy of local government that include in plannning strategy, they are (1). Increasing perform of apparatus (2) Develop SOP and SPM (3). Increasing medium and supporting medium. Those all show that still so far from expectation, this case prove by human resources that really minimum both quality and quantity, the implementation of SOP and SPM not balance in parts of organization, and also about the medium and supporting medium of public service are not equal, particularly in IT such as telecom and fax. So that is way, the government should increase training of technological guidance in order to develop competence of apparatus, SOP and SPM and also apply it in perform of public service. Besides that, factor that constraint the strategy of local government to increase perform of public service in that region show that human resources, mutation, and also budget is very influence, this case is because human resources is still minimum, mutation that not appropriate with skill and should adjust with new environment, while the minimum of budget makes it cannot accommodate something which is needed in public service
Religious Moderation Approach In Learning Moral Creed
This study aims to evaluate the effectiveness of the Religious Moderation Approach in learning Akidah Akhlak in the Al-Azhfar Integrated MTs North Gorontalo. Through holistic data collection methods, including classroom observation, interviews with teachers and students, and curriculum analysis, this study highlights the successful application of religious moderation approaches in the context of Islamic education. The results showed that teachers managed to integrate spiritual and academic activities in a balanced manner, having a positive impact on students\u27 understanding of the concepts of creed and morals. Furthermore, this research proves that the Religious Moderation Approach contributes positively to student development, creating a holistic learning environment. Increased students\u27 understanding of religious and moral principles manifests itself in changes in daily attitudes and behaviors, including increased tolerance, mutual respect, and adoption of moral behavior. This finding supports the idea that the Religious Moderation Approach not only strengthens the religious aspects of students but also provides a solid foundation for the formation of Islamic character and values in Islamic education at MTs Terpadu Al-Azhfar North Gorontal
MANAJEMEN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU DI SMP ISLAM MIFTAHUL HUDA KWANDANG KABUPATEN GORONTALO UTARA
ABSTRAK
Penelitian ini akan melihat Bagaimana Manajemen Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru di SMP Islam Miftahul Huda Kecamatan Kwandang Kabupaten Gorontalo Utara, dan menggunakan pendekatan kualitatif deskriftif dengan hasil penelitian Eksistensi kepala sekolah di SMP Islam Miftahul Huda Kwandang ditekankan pada empat hal yakni 1) Eksistensi Kepala Sekolah sebagai Perencanaan (Planing), 2) Eksistensi Kepala Sekolah dalam Mengorganisasikan (Organizing), 3) Eksistensi Kepala Sekolah untuk Melaksanakan (Actuating), dan 4) Eksistensi Kepala Sekolah untuk melakukan Pengawasan (Controling). Untukhambatan Eksistensi kepala sekolah di di SMP Islam Miftahul Huda Kwandang teletakpada tahap pengorganisasian dan pelaksanaan. Pada tahappengorganisasian terbentuk pada jumlah personil guru yang kualifikasi S-1 masih sangat terbatas sehingga SDM guru yang masih sangat rendah dalam peningkatan profesionalisme guru. Pada tahap pelaksanan terbentur pada aggaran dan fasilitas sarana dan prasarana di SMP Islam Miftahul Huda Kwandang yang masih relatif terbatas.Serta Solusi yang ditawarkan kepala sekolah untuk meningkatkan profesionalisme guru di SMP Islam Miftahul Huda Kecamatan Kwandang Kabupaten Gorontalo Utara, yakni dengan meningkatkan kedisiplinan guru, meningkatkan kepatuhan guru terhadap aturan-aturan sekolah yang telah disepakati bersama dan mengikutsertakan guru dalam kegiatan workshop, kegiatan seminar serta pelatihan-pelatihan guru.
Kata Kunci : Manajemen, Kepala Sekolah, Profesionalita
STRATEGI GURU DALAM MENINGKATKAN LITERASI KEAGAMAAN PESERTA DIDIK DI MI AL-HIDAYAH DUINI BOLMONG UTARA
Penelitian ini mengkaji Strategi Guru dalam Meningkatkan Literasi Keagamaan Peserta Didik di MI Al-Hidayah Duini Bolmong Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata lisan dari orang dan perilaku yang dapat diamati. pola penelitian yang digunakan adalah penelitian dengan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif untuk mengetahui berbagai persoalan yang berhubungan dengan minat baca dengan menggunakan budaya literasi. Sehingga peneliti terjun secara langsung untuk melakukan proses penelitian yang berkaitan dengan judul penelitian “Strategi Dalam Mewujudkan Literasi Keagamaan Peserta Didik Di MI Al-Hidayah Duini Bolmong Utara”. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, Strategi oleh guru dan pimpinan madrasah membantu peserta didik mendapatkan wawasan yang lebih mendalam tentang Islam. Melalui proses pembelajaran dan membuat kegiatan ekstrakurikuler serta kegiatan keagamaan bersama komunitas, peserta didik dapat memperdalam pemahaman agama mereka dan merasakan keterlibatan yang lebih luas dalam praktik keagamaan. Dan Implementasi strategi pembelajaran yang aktif dan interaktif telah membantu peserta didik untuk lebih mendalam dalam pemahaman agama. Mereka diajak untuk berpartisipasi aktif, bertanya, dan berdiskusi tentang ajaran-ajaran agama, yang meningkatkan pemahaman mereka. Pendekatan ini juga mendorong peserta didik untuk mengaitkan ajaran agama dengan situasi nyata, memungkinkan mereka untuk lebih mudah mengaplikasikan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari
STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MENANAMKAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL
Penelitian ini bertujuan untuk melihat apa strategi yang digunakan kepala sekolah menanamkan nilai-nilai pendidikan multikultural, sehingga nilai positif yang ada proses pendidikan multikultural tidak hanya dirasakan dan dipahami secara teoritis saja namun lebih dari itu bisa teraktualisasikan dan bisa dirasakan manfaatnya secara nyata realitas sosial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian pustaka di mana data yang didapatkan dalam penelitian ini berasal dari berbagai literatur terkait, kemudian dianalisis dan diklasifikasi sesuai dengan kebutuhan peneliti yang kemudian diolah menggunakan pendekatan secara teoritis dan filosofis. Hasil penelitian menemukan bahwa ada dua strategi yang digunakan kepala sekolah dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan multikultural, yaitu: pertama menanamkan nilai-nilai multikultural dalam setiap proses pembelajaran. Kedua, menanamkan nilai-nilai multikultural disetiap kegiatan ekstra sekolah
PERSEPSI GURU PAMONG TERHADAP KOMPETENSI MAHASISWA PRAKTEK LAPANGAN PERSEKOLAHAN FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN IAIN SULTAN AMAI GORONTALO
Pelaksanaan PLP bagi mahasiswa ini menjadi ajang untuk mengukur sejauh mana mahasiswa bisa mengimplementasikan secara nyata keterampilan serta teori- teori pendidikan yang dipelajari selama perkuliahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kompetensi mahawasiswa PLP Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan IAIN Sultan Amai Gorontalo di Kabupaten Gorontalo dan Untuk mengetahui pengaruh persepsi guru pamong terhadap kompetensi mahasiswa PLP Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Sultan Amai Gorontalo di Kabupaten Gorontalo. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitatif dengan sampel 68 orang.Pengumpulan data menggunakan kuisioner, observasi dan dokumentasi serta teknik analisis data dengan regresi sederhana. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Kompetensi mahasiswa praktek lapangan persekolah (PLP) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Sultan Amai Gorontalo di Kabupaten Gorontalo umumnya pada kategori baik dengan nilai minimum 77 dan nilai maksimum125. Adapun standar deviasi 12.164 dengan variasi sebesar 147.971. Terdapat pengaruh positif dan signifikan persepsi guru pamong terhadap kompetensi mahasiswa PLP Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Sultan Amai Gorontalo di Kabupaten Gorontalo. Hal ini ditunjukan dengan harga r sebesar 0,713 dan r square sebesar 0.508 atau memberikan pengaruh sebesar 50,8%. Harga thitung sebesar 9,761 dan ttabel sebesar 2.452 pada taraf signifikansi 5% (sig 0.000< 0.050) maka thitung lebih besar dari ttabel dengan N=68. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi (positif) persepsi guru pamong maka akan semakin tinggi pula kompetensi yang akan dicapai mahasiswa praktek lapangan persekolah.ABSTRAK
Pelaksanaan PLP bagi mahasiswa ini menjadi ajang untuk mengukur sejauh mana mahasiswa bisa mengimplementasikan secara nyata keterampilan serta teori- teori pendidikan yang dipelajari selama perkuliahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kompetensi mahawasiswa PLP Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan IAIN Sultan Amai Gorontalo di Kabupaten Gorontalo dan Untuk mengetahui pengaruh persepsi guru pamong terhadap kompetensi mahasiswa PLP Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Sultan Amai Gorontalo di Kabupaten Gorontalo. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitatif dengan sampel 68 orang.Pengumpulan data menggunakan kuisioner, observasi dan dokumentasi serta teknik analisis data dengan regresi sederhana. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Kompetensi mahasiswa praktek lapangan persekolah (PLP) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Sultan Amai Gorontalo di Kabupaten Gorontalo umumnya pada kategori baik dengan nilai minimum 77 dan nilai maksimum125. Adapun standar deviasi 12.164 dengan variasi sebesar 147.971. Terdapat pengaruh positif dan signifikan persepsi guru pamong terhadap kompetensi mahasiswa PLP Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Sultan Amai Gorontalo di Kabupaten Gorontalo. Hal ini ditunjukan dengan harga r sebesar 0,713 dan r square sebesar 0.508 atau memberikan pengaruh sebesar 50,8%. Harga thitung sebesar 9,761 dan ttabel sebesar 2.452 pada taraf signifikansi 5% (sig 0.000< 0.050) maka thitung lebih besar dari ttabel dengan N=68. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi (positif) persepsi guru pamong maka akan semakin tinggi pula kompetensi yang akan dicapai mahasiswa praktek lapangan persekolah.
Kata Kunci: Persepsi Guru Pamong, Kompetensi Mahasiswa PL
HUBUNGAN PERAN KEPALA MADRASAH SEBAGAI MANAJER DENGAN KINERJA GURU
The purpose of this study was to see the relationship between the principal as a manager and the performance of teachers in the Madrasah Aliyah Negeri Gorontalo District.
In research that uses this type of quantitative research, the population is a saturated sample, with the number studied 32 people. The data analysis technique used a questionnaire, and the data analysis technique used was moment data analysis.
Based on the research results, there is a positive/significant relationship between the role of the head of the madrasah as a manager and the performance of teachers in Madrasah Aliyah Negeri Gorontalo District. This is indicated by the results of calculating the performance coefficient between the teacher performance score (variable Y) and the role of the madrasah principal as manager (variable X), which was obtained at 32.15%. This shows that the principal as a manager and teacher performance has a strong enough relationship, namely: 0.567 and positive, which means that the relationship between the head of the madrasah and a manager increases, so the teacher\u27s performance will also increase.
 
HUBUNGAN PERAN KEPALA MADRASAH SEBAGAI MANAJER DENGAN KINERJA GURU
The purpose of this study was to see the relationship between the principal as a manager and the performance of teachers in the Madrasah Aliyah Negeri Gorontalo District.
In research that uses this type of quantitative research, the population is a saturated sample, with the number studied 32 people. The data analysis technique used a questionnaire, and the data analysis technique used was moment data analysis.
Based on the research results, there is a positive/significant relationship between the role of the head of the madrasah as a manager and the performance of teachers in Madrasah Aliyah Negeri Gorontalo District. This is indicated by the results of calculating the performance coefficient between the teacher performance score (variable Y) and the role of the madrasah principal as manager (variable X), which was obtained at 32.15%. This shows that the principal as a manager and teacher performance has a strong enough relationship, namely: 0.567 and positive, which means that the relationship between the head of the madrasah and a manager increases, so the teacher\u27s performance will also increase.
 
