1,720,971 research outputs found

    Penerapan model pembelajaran NHT-TGT untuk meningkatkan motivasi dan pemahaman konsep materi matematika SMA

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan NHT-TGT dalam meningkatkan motivasi dan pemahaman konsep materi matematika SMA dari mahasiswa Kelas 2C Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Islam Malang. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil studi pendahuluan yang kurang memuaskan. Skor motivasi mahasiswa tergolong dalam kriteria “sangat rendah” dengan skor 48,4. Hasil tes pemahaman konsep mahasiswa juga masih kurang memuaskan, hanya 22,6% mahasiswa “tuntas”, yaitu mahasiswa yang mendapatkan nilai Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus dimana masing-masing siklus terdiri atas 4 pertemuan. Hasil dari siklus pertama menunjukkan persentase mahasiswa yang tuntas dalam pemahaman konsep mahasiswa meningkat menjadi 48,3%. Pada akhir siklus I, motivasi mahasiswa juga meningkat ke kategori “rendah” dengan skor 66. Selanjutnya, di siklus II motivasi kembali meningkat dan masuk kategori  “tinggi” dengan skor 84,8. Demikian juga dengan persentase mahasiswa yang tuntas dalam pemahaman konsep meningkat menjadi 90,3%. Jadi penerapan NHT-TGT terbukti dapat meningkatkan pemahaman konsep dan motivasi mahasiswa.Kata Kunci: Number Head Together (NHT), Team Games Tournament (TGT), motivasi, pemahaman konsep, materi matematika SMA Implementation of NHT-TGT Learning Model to Improve Motivation and Conceptual Understanding of Mathematics for Senior High SchoolAbstractThe study aims to describe the application of NHT-TGT to improve students of Class 2C Mathematics Education Program University of Islam Malang’s motivation and understanding of high school mathematics material concept. The study is motivated by the results of preliminary studies were less than satisfactory. Student motivation score belonging to the criteria of "very low" with a score of 48.4. Student conceptual understanding test results are still unsatisfactory, only 22.6% of the students "completes", that is student scores ≥60. The study is a classroom action research which performed in 2 cycles with each cycle consisting of 4 meetings. The results of the first cycle show the percentage of students who complete the understanding of the concept increased to 48.3%. At the end of the first cycle, the students’ motivation also increased to the category of "low" with a score of 66. Furthermore, in the second cycle motivation score increased and categorized of "high" with a score of 84.8. Likewise, the percentage of students who complete the understanding of the concept increased to 90.3%. So the application of NHT-TGT is proven to improve student understanding of concepts and motivation.Keywords: Number Head Together (NHT), Team Games Tournament (TGT), motivation, concept understanding</jats:p

    MAPPING MATHEMATICS UNTUK MENGANALISIS PROSES METAKOGNITIF SISWA DALAM MEMECAHKAN MASALAH ALJABAR

    Full text link
    Dalam proses pemecahan masalah terdapat peran metakognitif yang mempengaruhi proses pemecahan masalah. Proses pemecahan masalah menjadi lebih efektif apabila siswa melibatkan proses metakognitifnya. Oleh karena itu, perlu ada perhatian terhadap proses metakognitif siswa. Memahami proses metakognitif siswa sangat penting dilakukan dalam upaya menentukan model pembelajaran yang tepat. Dalam usaha memahami proses metakognitif siswa dapat digunakan metode analisis tematik dengan bantuan mapping mathematics. Mapping mathematics merupakan diagram yang menggambarkan struktur hasil analisis tematik. Berdasarkan hasil penelitian, mapping mathematics terbukti dapat membantu dalam memahami proses metakognitif siswa dalam memecahkan masalah aljabar

    PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA

    Full text link
    Berdasarkan kurikulum KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia) yang berlaku di Universitas Islam Malang, mata kuliah Struktur Aljabar 1 merupakan matakuliah yang wajib ditempuh oleh mahasiswa semester V Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Matakuliah Struktur Aljabar 1 berkaitan erat dengan pembuktian, namun mahasiswa Kelas V-C masih mengalami kesulitan dalam pembuktian. Hal ini terlihat dari hasil kuis yang berisi soal-soal pembuktian, hanya 24% mahasiswa yang mendapatkan nilai di atas 60. Hasil nilai kuis yang kurang memuaskan tersebut terjadi karena kemampuan penalaran mahasiswa yang masih rendah. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dalam rangka meningkatkan kempampuan penalaran mahasiwa dengan menerapkan pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS).Jenis penelitian merupakan peneltian tindakan kelas. Penelitian dilaksanakan pada kelas V-C Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Islam Malang yang terdiri dari 25 mahasiswa. Penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus, masing-masing siklus terdiri dari 4 pertemuan. Hasil yang didapat adalah pada akhir siklus pertama banyaknya mahasiswa yang mendapat nilai di atas 60 meningkat menjadi 56 % dan di akhir siklus ke 2 banyaknya mahasiswa yang mendapat nilai di atas 60 meningkat menjadi  84%. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) dapat meningkatkan kemampuan penalaran mahasiswa dalam melakukan pembuktian

    KEGAGALAN METAKOGNITIF MAHASISWA DALAM MENYELESAIKAN ILL- STRUCTURED PROBLEM PADA MATERI FUNGSI KUADRAT

    Full text link
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kegagalan mahasiswa dalam menyelesaikan ill-structured problem. Langkah penyelesaian ill-structured problem yang digunakan meliputi: representasi masalah, proses solusi, serta monitoring dan evaluasi.  Kegagalan dalam menyelesaikan ill-structured problem ini ditandai dengan kurang tepatnya jawaban yang ditemukan, atau bahkan tidak ditemukannya jawaban yang sesuai. Kegagalan mahasiswa dalam menyelesaikan ill-structured problem ini selanjutnya dikaji dengan menggunakan kerangka kegagalan metakognitif. Adapun kerangka kegagalan metakognitif terdiri dari 3 jenis, yaitu metacognitive blindness, metacognitive mirage, dan metacognitive vandalism. Selanjutnya, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kegagalan metakognitif mahasiswa saat mengerjakan ill-structured problem, khususnya pada materi fungsi kuadrat. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif eksploratif. Subjek dari penelitian ini terdiri dari 3 orang mahasiswa Pendidikan Matematika Universitas Islam Malang yang mengalami kegagalan saat menyelesaikan ill-structured problem. Ketiga subjek penelitian tersebut, selanjutnya disebut sebagai S1, S2, dan S3. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa S1 mengalami kegagalan metakognitif tipe vandalism, S2 mengalami kegagalan metakognitif tipe mirage, dan S3 mengalami kegagalan metakognitif tipe blindness. Jadi dapat disimpulkan bahwa kegagalan subjek dalam proses penyelesaian ill-structured problem berkaitan dengan ketiga jenis kegagalan metakognitif

    MANAJEMEN PROYEK SURVEI HIDRO-OCEANOGRAFI PADA KEGIATAN STUDI PENYELIDIKAN LAPANGAN PLTGU (Studi Kasus :PJB-UP Gresik)

    No full text
    Untuk memenuhi kebutuhan energi listrik, PLN mempunyai program kerja untuk menambah pembangkit baru di berbagai daerah di seluruh Indonesia. Berkaitan dengan hal diatas perlu dilaksanakan survei penyelidikan lapangan. Survei ini akan mencakup kegiatan pemetaan topografi, hidro-oceanografi yang diperlukan di rencana lokasi pembangkit baru. Dalam penelitian ini penulis akan membahas mengenai penerapan manajemen proyek secara rinci mulai dari perencanaan, penjadwalan, hingga pengendalian proyek survei hidro-oceanografi pada studi penyelidikan lapangan PLTGU yang bertempat di PJB UP-GRESIK. Untuk proses penelitian ini dijelaskan mengenai bagaimana menyusun manajemen proyek survey Hidro-oceanografi mulai dari perencanan (RAB, Tenaga Ahli, dan Waktu), hingga pelaksannan jalannya suvey. Sedangkan untuk hasil dan pembahasan akan dijelaskan mengenai evaluasi biaya, evaluasi kinerja SDM dan evaluasi waktu penyelesaian dari masing-masing kegiatan survei. Kemudian dipaparkan mengenai analisa manajemen biaya, analisa manajemen kapasitas kerja SDM dan analisa manajemen waktu penyelesaian proyek. Kesimpulan dari penelitian mengenai penerapan manajemen proyek pada kegiatan Survei Hidro-Oceanografi ini adalah dalam menyusun sebuah konsep manajemen proyek survey hidro-oceanografi, hal yang paling utama di perhatikan adalah menguasai dan memahami isi dari KAK Proyek, dan tingkat keberhasilan proyek dipengaruhi oleh tiga faktor penting, yakni manajemen tenaga ahli dan staf pendukung, manajemen biaya survey dan manajemen waktu pelaksanaan proyek. Kata Kunci : PLTGU, Hidro-Oceanografi, Manajeme

    ANALISIS PROSES BERPIKIR KRITIS MAHASISWA DALAM MATA KULIAH PERSAMAAN DIFERENSIAL DAN SCAFFOLDING-NYA

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses berpikir kritis mahasiswa dalam menentukan solusi dari persamaan diferensial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif-eksploratif. Subjek penelitian terdiri dari 3 mahasiswa Pendidikan Matematika Universitas Islam Malang. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri. Selain itu juga digunakan soal tes sebagai instrument penelitian.  Soal tes disesuaikan dengan indikator kemampuan berpikir kritis IDEAS (Identify, Define, Enumerate, Analyze, Scrutinize). Soal tes terdiri dari 3 soal yang diberikan secara bertahap. Hasil soal tes selanjutnya dianalisis dan dilakukan wawancara kepada subjek penelitian untuk mengetahui proses berpikir kritis mahasiswa saat mengerjakan soal tes. Pada soal tes pertama, subjek penelitian belum mampu berpikir kritis dengan baik karena tidak dapat memenuhi indikator IDEAS. Oleh karena itu, mahasiswa diberikan scaffolding guna mengembangkan kemampuan berpikir kritis yang diberikan. Scaffolding diberikan dalam bentuk social scaffolding berupa penerapan model pembelajaran DD/CT (Deep Dialogue/ Critical Thinking) dalam perkuliahan persamaan diferensial. Pada soal tes kedua, kemampuan berpikir kritis mahasiswa mulai berkembang namun tetap belum memenuhi indikator IDEAS sehingga diberikan social scaffolding kembali berupa penerapan model pembelajaran DD/CT dipadukan dengan  model pembelajaran kooperatif tipe TS-TS (Two Stay-Two Stray). AbstractThis study aims to describe students' critical thinking processes in determining solutions to differential equations. This study uses a descriptive and explorative in a qualitative approach. The research subjects consisted of 3 Mathematics Education students at the University of Islam Malang. The main instrument in this study is the researchers themselves. In addition, test questions are also used as research instruments. Test questions are adapted to IDEAS (Identify, Define, Enumerate, Analyze, Scrutinize) critical thinking skills indicators. The test questions consist of 3 questions given in stages. The results of the test questions were then analyzed and interviewed to the subject of the study to find out the critical thinking process of students when working on test questions. In the first test question, the research subjects were not able to think critically well because they could not meet the IDEAS indicator. Therefore, students are given a scaffolding to develop the critical thinking skills provided. Scaffolding is given in the form of social scaffolding that is the application of the DD / CT (Deep Dialogue / Critical Thinking) learning model in lectures on differential equations. In the second test question, students' critical thinking skills began to develop but still did not meet the IDEAS indicator so that social scaffolding was again given in the form of the application of the DD / CT learning model combined with the TS-TS cooperative learning model (Two Stay-Two Stray).Â

    PENDAMPINGAN BELAJAR TINGKAT LANJUT MELALUI PEMBERDAYAAN ORANG TUA ASUH

    Full text link
    Pada dasarnya manusia selama hidup selalu mendapat pengaruh dari keluarga, sekolah, serta masyarakat yang selanjutnya disebut dengan tripusat pendidikan. Keluarga sering dipandang sebagai lingkungan pendidikan pertama dan utama. Seiring pertambahan usia anak, peranan sekolah dan masyarakat luas makin penting, namun peran keluarga tidak terputus. Permasalahan yang sering terjadi dewasa ini adalah peran mendidik selama ini cenderung diabaikan oleh orang tua. Orang tua cenderung menyerahkan sepenuhnya persoalan pendidikan anak sepenuhnya kepada sekolah sementara orang tua disibukkan dengan pekerjaan. Program yang akan dilaksanakan meliputi Penyediaan akses bagi orang tua dan keluarga dan home visiting strategies dengan 2 sekolah dasar sebagai proyek percontohan. Dari kegiatan tersebut diperoleh data bahwa perkembangan akademis siswa lebih cepat dibandingkan ketika belajar sendiri di rumah. Siswa lebih cepat dalam mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru dengan akurasi jawaban yang lebih daripada biasanya

    Metacognitive Blindness in Mathematics Problem-Solving

    Full text link
    Metacognitive blindness is usually synonymous with low math ability. However, this study reveals the opposite. Metacognitive blindness can also be experienced by students with good learning achievement. This research was conducted on students majoring in Mathematics Education who have the best academic achievement in their class. The data collected is in the form of words obtained through interviews after solving math problems. The results of the qualitative analysis show that subjects who are students with good academic performance can experience anomalous results during the problem-solving process, which is a condition in which the subject feels that the math problem at hand contains errors. The error in question is, the subject stutters the squares on the chessboard that are not the same size, but in reality they are not

    OPTIMALISASI ARTIFICIAL INTELLIGENCE UNTUK PERENCANAAN STUDI LANJUT SISWA MADRASAH ALIYAH

    Full text link
    Abstrak: Siswa Madrasah Aliyah (MA) NU Karangploso menghadapi tantangan dalam menentukan jurusan studi lanjut yang sesuai minat dan bakat, sehingga keputusan yang diambil sering tidak matang. Pengabdian ini bertujuan mendampingi siswa memilih jurusan berdasarkan minat dan bakat menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI). Pengabdian dilaksanakan melalui sosialisasi, workshop, dan tes minat bakat berbasis Artificial Intelligence (AI). Kegiatan ini diikuti oleh 70 siswa MA NU Karangploso, Kabupaten Malang. Evaluasi dilakukan melalui angket yang berisi 10 pernyataan dalam skala Likert, observasi, dan catatan lapangan sebelum dan sesudah kegiatan. Adapun hasil dari kegiatan ini adalah 95,7% siswa menyatakan lebih mengenal potensi dirinya, 92,85% percaya diri memilih jurusan, dan 90% siswa dapat menyebutkan 2–3 pilihan jurusan yang sesuai minat dan bakat masing-masing. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan teknologi Artificial Intelligence dapat membantu siswa membuat keputusan studi yang matang dan sesuai potensi. Abstract: Students at Madrasah Aliyah (MA) NU Karangploso often struggle to choose a major for further studies that aligns with their interests and talents, leading to immature decision-making. This community service aims to help students select majors based on their interests and talents using Artificial Intelligence (AI) technology. The program includes socialization, workshops, and AI-based talent interest test sessions. Seventy students from MA NU Karangploso in Malang Regency participated in the activity. Evaluations were conducted through questionnaires which contains 10 statements in Likert Scale, observation, and field note both before and after the program. The results indicated that 95.7% of students felt they had a better understanding of their potential, 92.85% felt confident in choosing a major, and 90% could identify 2-3 majors that matched their interests and talents. These findings demonstrate that AI technology can effectively assist students in making informed decisions about their studies based on their abilities

    PENGEMBANGAN TES ONLINE MENGGUNAKAN THATQUIZ PADA BIDANG STUDI MATEMATIKA

    Full text link
    Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMP dan SMA tahun 2016 di Indonesia adalah langkah awal Pendidikan kita menuju Digitalisasi Teknologi dan Informasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan khususnya dalam pelaksanaan Ujian Nasional. Damapaknya seorang guru benar-benar dituntut profesionalismenya untuk meningkatkan kemampuan dalam bidang Teknologi untuk mengikuti arus perkembangan teknologi, khusunya dalam menyelenggarakan tes berbasis komputer baik offline maupun online. Tidak semua guru mampu mengembangkan test berbasis komputer untuk digunakan dalam tes atau ujian yang dibuatnya. Test online dipilih karena mampu secara cepat melakukan penilaian dan sekaligus menampilkan nilai perolehan. Sehingga guru lebih cepat mengetahui kemampuan siswa dan segera melakukan perbaikan bagi yang belum berhasil dan memberi penghargaan bagi yang berhasil. Tujuan jangka panjang dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan guru dalam bidang TIK untuk melaksanakan evaluasi dan penilaian. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian pengembangan yang dikemukakan oleh Dick dan Carry (1996) yang terdiri dari 4 tahap yang dikenal dengan model 4D. Hasil Penelitian adalah produk test online yang valid dan teruji yang dapat di gunakan guru dalam melakukan penilaian terhadap siswa
    corecore