299 research outputs found

    Data Underlying the research of Andhika Rachman, research article entitled "A comparative study of the COVID-19 vaccine efficacy among cancer patients: mRNA versus non-mRNA"

    No full text
    The data here is only for research paper validation of corresponding author Andhika Rachman entitled: "A comparative study of the COVID-19 vaccine efficacy among cancer patients: mRNA versus non-mRNA". The raw data consists of subjects characteristics and the levels of anti-SARS-CoV-2 antibodies.</p

    Raw Data - Impact of Vitamin D Deficiency in Relation to the Clinical Outcomes of Hospitalized COVID-19 Patients

    No full text
    The data here is only for research paper validation of corresponding author Andhika Rachman entitled: "Impact of Vitamin D Deficiency in Relation to the Clinical Outcomes of Hospitalized COVID-19 Patients". The raw data consists of subjects characteristics and the levels of serum 25-hydroxy-vitamin D of hospitalized COVID-19 patients.</p

    Raw Data - The Factors Affecting the Survivability of Malignant Cancer Patients with Deep Vein Thrombosis among Subjects with Gynecologic and Non Gynecologic Cancer An Ambispective Cohort Study.sav

    No full text
    The data here is only for research paper validation of corresponding author Andhika Rachman entitled: "The Factors Affecting the Survivability of Malignant Cancer Patients with Deep Vein Thrombosis among Subjects with Gynecologic and Non-Gynecologic Cancer: An Ambispective Cohort Study". The raw data consists of subjects characteristics and the survivability of cancer patients with DVT.</p

    KETERAMPILAN KOMUNIKASI KONSELING BERBASIS AYAT ALQUR’AN DALAM LAYANAN KONSELING SUFISTIK

    Get PDF
    Tulisan ini akan membahas tentang keterampilan komunikasi konseling berbasis ayat Alqur’an sebagai solusi alternatif praktis dalam konseling sufistik. Selama ini dalam proses konseling terjadi hambatan komunikasi karena adanya kecemasan komunikasi disebabkan moral judgment antara konselor dengan konseli yang ditengarai karena adanya konseli menghindari memberi informasi yang bisa menimbulkan kritik, atau penilaian buruk terhadap pribadinya. Khusus tentang pelaksanaan konseling melalui pendekatan Islam dapat dilakukan dengan menggunakan ayat Alqur’an sebagai dasar pelaksanaan komunikasi konseling sufistik. Hasil dari pembahasan ini adalah sebagai berikut: 1) Gambaran dimensi ‘al-maqamat’ dan ‘al-ahwal’ dalam proses konseling merupakan dimensi manusia mencapai fitrah yang terdiri dari taubat, wara,’zuhud, sabar, qana’ah, ridha, tawakal, ikhlas, muqarabah, muraqabah, khawf dan rajā,’maḥabbah dan ma’rifah. Melalui pisau bedah analisis menggunakan model Skilled Helper yang digagas oleh Gerad Egan pada tataran tertentu dapat digunakan sebagai proses keterampilan komunikasi konseling berdimensi ‘al-maqamat’ dan ‘al-ahwal.’ 2) Keterampilan komunikasi konseling yang digunakan berdasarkan ayat Alqur’an  keterampilan komunikasi konseling sufistik untuk mencapai ‘al-maqamat’ dan ‘al-ahwal’ adalah surah Al-Furqaan ayat 63, An-Nisa ayat 46, Al-Baqarah ayat 155, An-Nahl ayat 125 dan Ali Imran ayat 159

    Raw Data - The correlation between serum 25-hydroxy-vitamin D levels and anti-SARS-CoV-2 S-RBD IgG and neutralizing antibody levels among cancer patients receiving COVID-19 vaccines.sav

    No full text
    The data here is only for research paper validation of corresponding author Andhika Rachman entitled: "The correlation between serum 25-hydroxy-vitamin D levels and anti-SARS-CoV-2 S-RBD IgG and neutralizing antibody levels among cancer patients receiving COVID-19 vaccines". The raw data consists of subjects characteristics and the levels of serum 25-hydroxy-vitamin D and anti-SARS-CoV-2 antibodies.</p

    Karakteristik Bimbingan dan Konseling pada Setting Pendidikan dalam Tinjauan Al Qur'an Surah Al Mu'minuun Ayat 57-61

    No full text
    Karakteristik bimbingan dan konseling dalam setting pendidikan memiliki perbedaan dengan setting yang lain. Pada setting pendidikan, pendekatan bimbingan dan konseling memiliki keragaman dan keunikan yang tersendiri. Spesfikasi yang dimaksud tentu saja menyelaraskan antara bidang pendidikan dan kepentingan peserta didik sebagai manusia yang berkembang secara psikologis dengan optimal secara seimbang. Tentunya pemahaman ini begitu kompleks membutuhkan landasan yang kokoh pula. Dalam pendekatan bimbingan dan konseling Islam, landasannya mengacu pada karakteristik: (1) Kolaborasi utuh dengan proses pendidikan, dalam rangka menjamin pewarisan nilai dan ajaran Islam sehingga setiap peserta didik mengacu pada surah Ath Thuur ayat 21 dan, (2) Bimbingan dan konseling merupakan konseptualisasi implementasi pendidikan mengacu pada surah Ali Imran ayat 37. Secara utuh dan integral karakteristik bimbingan dan konseling pada Al Mu'minuun ayat 57- ayat 61, dengan ini mengacu pada: (1) Pengembangan kepribadian, sikap dan perilaku, (2) Beriman kepada Allah Swt secara menyeluruh, (3) Terbebas dari segala kemusyrikan, dan (4) Membentuk konseli menjadi pribadi yang memiliki semangat rela berkorban._______________________________________________________________ Characteristics of guidance and counseling in educational settings have differences with other settings. In the educational setting, the guidance and counseling approach has its own diversity and uniqueness. The specification in question of course aligns the field of education and the interests of learners as human beings who develop psychologically with optimal balance. Surely this understanding is so complex requires a solid foundation as well. In the approach of guidance and counseling of Islam, the basis refers to the characteristics: (1) Collaboration intact with the educational process, in order to guarantee the inheritance of Islamic values and teachings so that each learner refers to surah Ath Thuur verse 21 and, (2) Guidance and counseling is a conceptualization Implementation of education refers to Surah Ali Imran verse 37. Intact and integral characteristics of guidance and counseling on Al Mu'minuun verse 57 verse 61, hereby refers to: (1) Development of personality, attitude and behavior, (2) Faith in God Swt thoroughly, (3) Free from all idolatry, and (4) Establish a counselee into a person who has the spirit of willing to sacrifice

    KETERAMPILAN KOMUNIKASI KONSELING AYAT ALQUR’AN SEBAGAI SOLUSI ALTERNATIF PRAKTIS

    No full text
    Tulisan ini akan membahas tentang keterampilan komunikasi konseling berbasis ayat Alqur’an sebagai solusi alternatif praktis dalam konseling sufistik. Selama ini dalam proses konseling terjadi hambatan komunikasi karena adanya kecemasan komunikasi disebabkan moral judgment antara konselor dengan konseli yang ditengarai karena adanya konseli menghindari memberi informasi yang bisa menimbulkan kritik, atau penilaian buruk terhadap pribadinya. Khusus tentang pelaksanaan konseling melalui pendekatan Islam dapat dilakukan dengan menggunakan ayat Alqur’an sebagai dasar pelaksanaan komunikasi konseling sufistik. Hasil dari pembahasan ini adalah sebagai berikut: 1) Gambaran dimensi ‘al-maqamat’ dan ‘al-ahwal’ dalam proses konseling merupakan dimensi manusia mencapai fitrah yang terdiri dari taubat, wara,’zuhud, sabar, qana’ah, ridha, tawakal, ikhlas, muqarabah, muraqabah, khawf dan rajā,’maḥabbah dan ma’rifah. Melalui pisau bedah analisis menggunakan model Skilled Helper yang digagas oleh Gerad Egan pada tataran tertentu dapat digunakan sebagai proses keterampilan komunikasi konseling berdimensi ‘al-maqamat’ dan ‘al-ahwal.’ 2) Keterampilan komunikasi konseling yang digunakan berdasarkan ayat Alqur’an  keterampilan komunikasi konseling sufistik untuk mencapai ‘al-maqamat’ dan ‘al-ahwal’ adalah surah Al-Furqaan ayat 63, An-Nisa ayat 46, Al-Baqarah ayat 155, An-Nahl ayat 125 dan Ali Imran ayat 159

    PERBEDAAN PENGARUH PENGGUNAAN KETOROLAC DENGAN METAMIZOLE TERHADAP PEMBENTUKAN ADHESI PERITONEUM PASCA LAPAROTOMI ATAS INDIKASI PERITONITIS

    Get PDF
    PERBEDAAN PENGARUH PENGGUNAAN KETOROLAC DENGAN METAMIZOLE TERHADAP PEMBENTUKAN ADHESI PERITONIUM PASCA LAPAROTOMI Ali Rachman1,Agus Rahardjo2, Untung Alifianto 3 1.PPDS Ilmu Bedah FK UNS, 2. Kepala Sub Bagian Bedah Digestif RSUD dr. Moewardi Surakarta, 3. Kepala Sub Bagian Bedah Saraf RSUD Dr. Moewardi Surakarta ABSTRAK LatarBelakang: Untuk mencegah atau mengurangi pembentukan adhesi dapat dilakukan dengan menurunkan inflamasi pasca trauma melalui bahan atau obat anti-inflamasi, anti-histamin, anti-koagulan (heparin), anti-oksidan, enzim proteolitik, dan tissue plasminogen activator. (Lee SM, et al, 2008) Di RSUD Dr. Moewardi untuk pemberian analgesik pasca bedah terdapat dua pilihan obat yaitu diberikan Ketorolac atau Metamizole yang keduanya mempunyai efek anti inflamasi, Apakah ada Perbedaan Pengaruh Penggunaan Ketorolac Dengan Metamizole Terhadap Pembentukan Adhesi Peritonium Pasca Laparotomi Atas Indikasi Peritonitis. Tujuan :Mengetahui Apakah ada Perbedaan Pengaruh Penggunaan Ketorolac Dengan Metamizole Terhadap Pembentukan Adhesi Peritonium Pasca Laparotomi Atas Indikasi Peritonitis ? Metode : Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu (quasi experiment) dengan metode Posstest-Only Control Design. Subyek penelitian terdiri dari 20 subyek, dimana10 subyek dilakukan injeksi metamizol intravena dan 10 subyek dilakukan injeksi ketorolac pasca laparotomi atas indikasi peritonitis, dengan menilai tiap subyek dilakukan pemeriksaan USG pada pre operasi dan 10 hari pasca operasi. Semua data yang terkumpul dilakukan uji statistik menggunakan uji statistik fisher exact, uji Wilcoxon, uji Mann Whitney, dan t test independent (α = 0,05) dengan menggunakan SPSS 19.0. Tiap-tiap variabel di evaluasi setelah dilakukan uji normalitas dan homogenitas data. Hasil Ketorolac dan metamizol efektif dalam menurunkan derajat adhesi, dimana dijelaskan bahwa pasien sesudah perlakuan sebagian besar pasien tidak adhesi (>2 cm), dimana 100,0% pada pasien yang diberikan perlakuan metamizol dan 80,0% pada pasien yang diberikan ketorolac. Hasil uji mann whitney didapatkan nilai p=0,146 (p>0,05) yang berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan derajat adhesi antara kelompok metamizol dan kelompok ketorolac sesudah perlakuan. Simpulan : Dari hasil analisis statistik data penelitian efektifitas metamizol lebih baik dibandingkan dengan ketorolac terhadap pencegahan terjadinya adhesi peritoneum pada pemeriksaan USG Abdomen pasca laparotomi atas indikasi peritonitis, Dari uji hipotesis menunjukan perbedaan yang tidak signifikan secara statistik (p=0,146). Kata Kunci : adhesi,metamizol, ketorolac, peritoniti

    Career adaptability profile of FKIP ULM guidance and counseling students

    No full text
    Career adaptability as a construct that can predict career development shows flexibility or desire to fulfill career tasks. This study aims to find out how the general description of the career adaptability profile for Guidance and Counseling study program students at Lambung Mangkurat University class of 2016. This study uses a quantitative approach with a descriptive type. The number of students in the study who became the research subjects was 72 in the BK FKIP ULM Banjarmasin Study Program. The topics in this study used saturated sampling. Data collection uses scale the career adaptability instrument from Sarvick. The data analysis technique used in this research is descriptive statistical analysis. The results of the study show that 29% of students in the Guidance and Counseling Study Program FKIP ULM are in the category of the strongest career adaptability, 65% in the very strong category, 6% in the strong category, and 0% in the rather strong and not strong category. The results of this study also found that the category of very strong career adaptability in male students was higher than in female students

    Dinamika Haji dan Umroh: Refleksi Ibadah Sosial di Tanah Suci

    Get PDF
    Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas berkat dan rahmat-Nya, sehingga buku dengan judul Dinamika Haji dan Umroh: Refleksi Ibadah Sosial di Tanah Suci ini dapat terselesaikan dengan baik. Ibadah haji dan umroh tidak hanya merupakan kewajiban spiritual, tetapi juga refleksi dari interaksi sosial dan dinamika yang terjadi di Tanah Suci. Dalam perjalanan spiritual ini, setiap individu tidak hanya merenungi hubungannya dengan Sang Pencipta, tetapi juga memperkuat hubungan sosial di antara sesama umat Musli
    corecore