12,099 research outputs found

    Perkembangan Kepribadian Ali Akbar dalam Cerpen Orang Kalah Karya Dadang Ari Murtono

    Get PDF
    Akhir-akhir ini psikoanalisis umumnya digunakan untuk mengkaji tokoh-tokoh dalam karya sastra. Cerpen berjudul Orang Kalah dengan tokoh utama Ali Akbar yang merantau ke Kota Surabaya untuk mencari makan kemudian memutuskan menjadi pencopet hingga akhirnya berhenti mencopet dan memilih menjadi pegawai di sebuah warung kopi dengan gaji yang kecil. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan perkembangan kepribadian tokoh utama dari mulai sebelum menjadi pencopet, saat menjadi pencopet, dan setelah berhenti pencopet. Penelitian ini menggunakan pendekatan psikologi sastra dengan teori Sigmund Freud khususnya pada aspek id, ego, dan superego. Perkembangan kepribadian Ali Akbar dipengaruhi oleh aspek kepribadian yaitu id, ego, dan superego. Sebelum menjadi pencopet, aspek "id" Ali Akbar begitu hebat sedangkan superegonya lemah. Ketika Ali Akbar menjadi pencopet, superego Ali Akbar lebih besar dari aspek id dan ego, sehingga Ali Akbar memilih untuk menghentikan pencopet. Setelah berhenti menjadi pencopet, Ali Akbar masih memiliki dorongan “id” yang merupakan dorongan untuk bertahan hidup sehingga mewujudkan ego mogok kerja selama dua minggu namun gagal

    On Ferry Crossings

    Get PDF
    This publication was developed as an outcome from the artistic work processes and the discussions that took place between HIAP supporting curators Marianne Savallampi and Ali Akbar Mehta and the resident artists of the Summer Season 2020. Curators and editors Marianne Savallampi, Ali Akbar Mehta Contributing resident artists Jaakko Pallasvuo, Jessie Bullivant, Suvi Tuominen, Dasha Che, Johanna Ketola, Rosa Tolnov Clausen, Minou Norouzi, Eeva Rönkä, Anikó Kuikka, Jani Anders Purhone

    ANALISIS ASPEK TEKNIS DAN EKONOMIS USAHA TERNAK KAMBING DI KECAMATAN PANYABUNGAN (Studi Kasus: Usaha Peternakan Kambing Bapak Ali Akbar Hasibuan Desa Sipaga Paga Kecamatan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal)

    Get PDF
    Penelitian ini dilaksanakan pada usaha peternakan kambing bapak Ali Akbar Desa Sipaga Paga Kecamatan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal Provinsi Sumatera Utara, pada tanggal 1 Desember – 31 Desember 2019. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aspek teknis dan aspek ekonomi usaha ternak kambing bapak Ali Akbar di Kecamatan Panyabungan. Analisis yang digunakan yaitu penerapan aspek teknis dianalisis secara deskriptif kualitatif dan diskriptif kuantitatif. Hasil penelitian diperoleh bahwa teknis pemeliharaan usaha peternakan kambing Bapak Ali Akbar dapat dilihat dari aspek teknis yaitu bibit yang digunakan Kambing Peranakan Etawa dan Kambing Kacang yang diperoleh dari masyarakat sekitar, pakan yang diberikan berupa gamal, rumput pahit, rumput gajah limbah pertanian, ampas tahu dan ampas tempe. Tatalaksana pemeliharaan yaitu pembersihan kandang 1 kali seminggu menjelang pemberian pakan dan sistem pemeliharaan dengan cara dikandangkan. Pencegahan dan pengobatan penyakit dilakukan dengan cara menjaga kebersihan kandang dan pengobatan penyakit dengan pemberian obat tradisional dan obat kimia. Pemasaran dilakukan sendiri dengan dengan cara memasarkan langsung kekonsumen dan sebagai produsen atau penghasil daging kambing untuk rumah makan Minang Raya di daerah Kecamatan Panyabungan. Analisis aspek ekonomis didapatkan penerimaan usaha peternakan kambing bapak Ali Akbar dalam periode satu tahun penerimaan sebesar Rp.184,950,000,-, biaya produksi yang dikeluarkan sebesar Rp.156,146,966,-. Jadi pendapatan perbulan Rp. 28,803,034,-. Sedangkan R/C Ratio yaitu 1,18 berarti usah ternak kambing perah ini menguntungkan. Kata Kunci: Ternak kambing, usaha bapak Ali Akbar, Aspek Teknis, Ekonomi

    Review of Ali-Akbar Dehkhoda, Charand-o Parand (2019)

    No full text
    Review of Ali-Akbar Dehkhoda, Charand-o Parand. Revolutionary Satire from Iran, 1907–1909, Translated by Janet Afary and John R. Perry, in Iranian Studie

    Iran's New Foreign Minister: Ali Akbar Salehi

    No full text
    Published online versio

    Akbar, Muhammad Ali

    No full text

    Kaveh Akbar, 41st Annual ODU Literary Festival

    No full text
    Kaveh Akbar\u27s poems appear recently in The New Yorker, Poetry, The New York Times, The Nation, and elsewhere. His first book, Calling a Wolf a Wolf, is just out with Alice James in the US and Penguin in the UK. He is also the author of the chapbook Portrait of the Alcoholic. The recipient of a Pushcart Prize, a Ruth Lilly and Dorothy Sargent Fellowship from the Poetry Foundation, and the Lucille Medwick Memorial Award from the Poetry Society of America, Akbar was born in Tehran, Iran, and teaches in the MFA program at Purdue University and in the low-residency MFA programs at Randolph College

    Studi Komparasi Konsep Pendidikan Seks bagi Remaja Menurut Abdullah Nasih Ulwan dan Ali Akbar

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan: (1) untuk mengetahui konsep Abdullah Nasih Ulwan dan Ali Akbar tentang pendidikan seks bagi remaja; (2) untuk mengetahui persamaan dan perbedaan konsep Abdullah Nasih Ulwan dan Ali Akbar tentang pendidikan seks bagi remaja. Penelitian ini menggunakan jenis peneitian kepustakaan kualitatif literer. Adapun pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan pendidikan. Sebagai data primer yaitu sejumlah karya Abdullah Nasih Ulwan dan Ali Akbar. Data sekunder yaitu sejumlah literatur yang relevan dengan judul ini. Dalam pengumpulan data, peneliti menempuh langkah-langkah melalui riset kepustakaan (library research). Dalam membahas dan menelaah data, penulis menggunakan metode-metode, yaitu: conten analisys, deskriptif analisis dan metode komparatif. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa menurut Abdullah Nasih Ulwan dan Ali Akbar konsep pendidikan seks bagi remaja adalah dengan memberikan pendidikan agama dan pendidikan seks. Persamaan konsep pendidikan seks Abdullah Nasih Ulwan dan Ali Akbar yaitu kedua tokoh tersebut dalam memberikan pendidikan seks sama-sama dilandasi dengan pendidikan agama. Kemudian dalam membahas konsep pendidikan seks, kedua tokoh tersebut menggunakan pendekatan psikologis. Di samping itu pula menyentuh aspek pendidikan, maka secara tidak langsung menggunakan pendekatan psikologi pendidikan, kedua tokoh tersebut sama-sama memperkuat pendapatnya dengan pendekatan agama, hal itu terlihat misalnya menggunakan dalil Qur’an dan hadits untuk dijadikan landasan hukum dalam melihat pendidikan seks. Dan terakhir kedua tokoh sangat besar perhatiaannya dalam mengamati dan meneliti perkembangan, baik di Indonesia maupun dunia internasional. Namun, ini bukan berarti tokoh lain kurang menaruh perhatiaan. Adapun perbedaan pendapat kedua tokoh yaitu Ali Akbar dalam konsepnya bahwa Islam telah mengatur seksualitas mulai dari aurat, pakaian, penglihatan dan seks, nafsu syahwat itu sendiri. Dengan kata lain Ali lebih condong ke materi. Berbeda dengan Nasih Ulwan, beliau dalam konsepnya bahwa pendidikan seks merupakan upaya pengajaran, penyadaran dan penerangan tentang masalah-masalah seksual kepada anak, sejak ia mengenal masalah-masalah yang berkenaan dengan naluri seks dan perkawinan. Dengan demikian Nasih lebih condong ke prosesnya. Kemudian Ali Akbar dalam menjabarkan komponen-komponen pendidikan agama dan pendidikan seks tidak terperinci. Sebaliknya Nasih Ulwan dalam menjabarkan konsepnya melalui pendidikan agama dan pendidikan seks lebih luas, rinci dan kongkrit. Dari sini hemat penulis kedua tokoh tersebut saling melengkapi dalam mengemukakan konsepnya
    corecore