5,498 research outputs found
Nilai-nilai dakwah dalam surat ali imran ayat 134
In division of al-Quran Ali Imran versus 134, there are three values in
mission, they are: Giving religious meal when we are in right and bad
conditions, holding back for angry, and forgiving others. These three
values in mission are tests of patient and thanks to God for religious
personalities
PEMAHAMAN MUHAMMAD DAWAM RAHARDJO TENTANG "KHAIRU UMMAH" DALAM AL QUR'AN SURAH ALI IMRAN : 110, HUBUNGANNYA DENGAN MASYARAKAT MADANI
Skripsi ini berjudul Pemahaman Muhammad Dawam Rahardjo tentang "Khairu Ummah" dalam Al-Qur'an Surah Ali Imran: 110, Hubungannya dengan Masyarakat Madani. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: a) Bagaimana pemahaman Muhammad Dawam Rahardjo tentang "khairu ummah" dalam Al-Qur'an surah Ali Imran: 110?, b) Bagaimana perwujudan khairu ummah hubungannya dengan masyarakat madani dalam konteks keIndonesiaan Muhammad Dawam Rahardjo?. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan objek kajiannya adalah pemahaman seorang tokoh, yaitu Muhammad Dawam Rahardjo tentang "khairu ummah" dalam AlQur;an surah Ali Imran: 110 hubungannya dengan masyarakat madani. Dari penelitian ini diketahui bahwa dalam melakukan konseptualisasi "khairu ummah", M. Dawam Rahardjo menggunakan metode penafsiran mawdhu'i atau metoe penafsiran tematis dengan mengumpulkan istilah-istilah Al-Qur'an yang berhubungan dengan masyarakat, sehingga ditemukan pemahaman yang relevan dengan fokus permasalahan.Penafsirannya menggunakan pendekatan historis-sosiologis dalam konteks kemodernan.
menurut Dawam Rahardjo, khairu ummah merupakan masyarakat yang berlandaskan tauhid, sebagai masyarakat yang memiliki kecenderungan pada nilai-nilai keutamaanyang diidentikkan sebagai al Madinah Fadhila.
M. Dawam Rahardjo menggunakan teori-teori masyarakat sipil (civil society). Ia memberikan tiga cara, yaitu memperluas golongan menengah dengan pembangunan ekonomi terarah, memberdayakan sistem politik dengan menciptakan kerangka kelembagaan yang lebih kondusif terhadap proses demokratisasi, serta melalui upaya-upaya penyadaran dan pendidikan politik yang menjangkau kalangan elit politi
Directive illocutionary act used in Al-Qur’an surah Ali Imran
This thesis examines about Directive illocutionary act, that used in Al-Qur’an surah Ali Imran, this thesis is focus to find types of directive illocutionary act used, the most frequently type of directive used and function of directive that used in Al-Qur’an especially surah Ali Imran. Directive itself is a kind of illocutionary that can makes the hearer do something that speaker wants. The writer uses theory about directive illocutionary act by Keith Allan for guidance to analyze tha data. In this research the writer use descriptive qualitative design. The data are taken from translation text of Al-Qur’an surah Ali Imran by Abdel Haleem.The result of this research shows that the writer found 6 types of directive illocutionary act that used in Al-Qur’an especially surah Ali Imran, total of all data that the writer found is 61 data. The type of directive illocutionary act that used are request, question, requirement, prohibition, permission, and advice. The most frequently type of directive used in surah Ali Imran is request. And also there are some function of directive illocutionary act, they are invite, command, ask, forbid, warn, and permit
Nilai Dakwah yang Terkandung dalam Surah Ali-Imran Ayat 159; Studi Komparatif Tafsir al-Azhar Karya H.Abdul Malik Karim Amrullah dan Tafsir al-Mishbah Karya Muhammad Quraish Shihab
Tulisan ini membahas tentang nilai-nilai dakwah yang terkandung dalam surat Ali Imran ayat 159 menurut tafsir Tafsir al-Azhar Karya H.Abdul Malik Karim Amrullah dan Tafsir al-Mishbah Karya Muhammad Quraish Shihab. Metode kajian yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif dengan teknik analisis data analisis isi (content analyisis) dan komparasi. Hasil kajian ini adalah ada empat nilai dakwah yang terkandung dalam surat Ali Imran ayat 159, yaitu sikap lemah lembut, pemaaf, bermusyawarah dan bertawakal. Dalam kaitannya dengan tafsir ayat ini, ada persamaan dan perbedaan yang ditemukan antara Hamka dan Quraish Shihab, keduanya sama-sama menyatakan bahwa sikap lemah lembut itu merupakan anugerah dari Allah, tapi Quraish Shihab mengelaborasi lebih jauh bahwa sifat tersebut sudah terbentuk sejak dini pada diri Nabi sementara Hamka tidak menguraikannya. Demikian pula dalam memahami konsep musyawarah, penafsiran Quraish Shihab jauh lebih kontekstual ketimbang Hamka
Karakter Kepemimpinan Nabi Muhammad SAW yang Terkandung di dalam Q.S Ali Imran Ayat 159
Kepemimpinan merupakan bagian dari fungsi-fungsi manajemen yang
menduduki posisi strategis dalam sistem dan hirarki kerja dan tanggung jawab pada
sebuah organisasi. Pada kesempatan kali ini penulis akan memaparkan mengenai
karakter kepemimpinan Nabi Muhammad Saw yang terkandung didalam Q.S Ali
Imran ayat 159.
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana karakter
kepemimpinan Nabi Muhammad Saw yang terkandung didalam ayat tersebut.
Penelitian ini berbentuk studi pustaka atau kajian pustaka dengan
menggunakan metode penelitian tafsir maudhu’i (tematik). Metode penelitian ini
digunakan untuk menguraikan dari penafsiran pada kitab tafsir secara mendalam
dengan mengumpulkan beberapa ayat Al-Qur’an mengenai suatu judul atau tema
tertentu.
Berdasarkan hasil dari penelitian ini karakter kepemimpinan yang
terkandung didalam Q.S Ali-Imran ayat 159 terdapat lima nilai yang ditafsirkan
berdasarkan sebab turunnya ayat tersebut. Lima nilai tersebut ialah: Pertama, sifat
lemah lembut ketika menegur dan berbicara kepada seseorang yang melakukan
kesalahan. Kedua, tidak bersikap kasar dan berhati yang keras sehingga orang
orang yang berada di sekitar kita terutama ketika menjadi seorang pemimpin tidak
dijauhi. Ketiga, sifat memaafkan atas kesalahan yang diperbuat orang lain yang
dapat menyakiti kita dan saling mendoakan untuk kebaikan dan pengampunan dosa
kepada Allah Swt. Keempat, selalu bermusyawarah ketika menghadapi suatu
urusan dan permasalahan di mana saling bertukar pendapat dan memutuskan secara
mufakat. Kelima, memiliki tekad yang bulan dan selalu bertawakal kepada Allah
sehingga menerima dengan lapang dada terhadap hasil dari keputusan yang telah
disepakati
Speech Act Analysis of Commissive Utterances Found in English Translation of Surah Ali Imran
The objectives of this research are (1) to identify the types of commissive utterances found in English translation of Surah Ali Imran and (2) to describe the intentions of commissive utterances found in English translation of Surah Ali Imran. The type of this study is descriptive qualitative research. The data of this research are ayahs which are included as commissive utterances. The data source which is used by the researcher in this research is English translation of Surah Ali Imran by Dr. Muhammad Taqiuddin Al-Hilali and Dr. Muhammad Muhsin Khan. The methods used by the researcher in collecting data are documentation and observation. The data of this research are analyzed by the theory of commissive classification by Searle (1979), the theory of types of utterance and speech situation by Leech (1983). The finding of this research shows that there are 43 data of commissive utterances found in the data source. There are three types of commissive utterances found in English translation of Surah Ali Imran such as 37 of declarative (86%), 5 of imperative (12%), and 1 of interrogative (2%). There are also five intentions of commissive utterances found in English translation of surah Ali Imran, such as 21 of threatening (49%), 11 of promising (26%), 9 of warning (21%), 1 of refusing (2%), and 1 of vowing (2%). Based on the result of this research, it can be concluded that declarative is the most doinant type of commissive utterances found in English translation of surah Ali Imran. Meanwhile, threatening is the most dominant intention of commissive utterances found in English translation of Surah Ali Imran
Harnessing the Cloud: A Novel Approach to Smart Solar Plant Monitoring
Renewable Energy Sources (RESs) such as hydro, wind, and solar are merging as preferred alternatives to fossil fuels. Among these RESs, solar energy is the most ideal solution; it is gaining extensive interest around the globe. However, due to solar energy’s intermittent nature and sensitivity to environmental parameters (e.g., irradiance, dust, temperature, aging and humidity), real-time solar plant monitoring is imperative. This paper’s contribution is to compare and analyze current IoT trends and propose future research directions. As a result, this will be instrumental in the development of low-cost, real-time, scalable, reliable, and power-optimized solar plant monitoring systems. In this work, a comparative analysis has been performed on proposed solutions using the existing literature. This comparative analysis has been conducted considering five aspects: computer boards, sensors, communication, servers, and architectural paradigms. IoT architectural paradigms employed have been summarized and discussed with respect to communication, application layers, and storage capabilities. To facilitate enhanced IoT-based solar monitoring, an edge computing paradigm has been proposed. Suggestions are presented for the fabrication of edge devices and nodes using optimum compute boards, sensors, and communication modules. Different cloud platforms have been explored, and it was concluded that the public cloud platform Amazon Web Services is the ideal solution. Artificial intelligence-based techniques, methods, and outcomes are presented, which can help in the monitoring, analysis, and management of solar PV systems. As an outcome, this paper can be used to help researchers and academics develop low-cost, real-time, effective, scalable, and reliable solar monitoring systems
Metode Pendidikan Sosial dalam QS. Ali Imran/3: 159
Abstract: This research is a library research. The data has been collected through documentation method. The data were analyzed using the analytic interpretation method (tafsir tahlili) and presented descriptively. The results of the study indicated that qv. Ali Imran/3: 159 orders to be gracefull, be forgiving and democratic, tawakkal and the ideal attitudes in discussion. This verse give the solution to problems in social interactions. Qv. Ali Imran/3: 159 has an urgency in humans to interact with other people and the values of social education that can be used as a reference in social learning.
 
Reducing EMF via energy-efficient inter-frequency small cell discovery
No abstract available
- …
