1,368 research outputs found

    Erratum to: Fixture layout optimization for multi point respot welding of sheet metals (Journal of Mechanical Science and Technology, (2018), 32, 4, (1749-1760), 10.1007/s12206-018-0331-5)

    No full text
    There is one correction to make to the original article. The affiliation of the 3rd author, Muhammad Asad, was misprinted. The affiliation should be corrected as follows:3Mechanical Engineering Department, Prince Mohammad Bin Fahd University, AlKhobar 31952, Kingdom of Saudi Arabia

    An assessment of food habits and altitudinal distribution of the Asiatic black bear (<i>Ursus thibetanus</i>) in the Western Himalayas, Pakistan

    No full text
    Ali, Ashfaq, Zhou, Zhixiang, Waseem, Muhammad, Khan, Muhammad Fiaz, Ali, Ishtiaq, Asad, Muhammad, Qashqaei, Ali Turk (2017): An assessment of food habits and altitudinal distribution of the Asiatic black bear (Ursus thibetanus) in the Western Himalayas, Pakistan. Journal of Natural History 51 (11-12): 689-701, DOI: 10.1080/00222933.2017.1303097, URL: http://dx.doi.org/10.1080/00222933.2017.130309

    Figure 2 in An assessment of food habits and altitudinal distribution of the Asiatic black bear (Ursus thibetanus) in the Western Himalayas, Pakistan

    No full text
    Figure 2. (1) Maize crop raided by a black bear in Malkandi reserve forest area, Kaghan Valley, Pakistan, 2013–2014. (2, 3) Photographs of scats found near the same forest area where bears raided maize crops.Published as part of Ali, Ashfaq, Zhou, Zhixiang, Waseem, Muhammad, Khan, Muhammad Fiaz, Ali, Ishtiaq, Asad, Muhammad & Qashqaei, Ali Turk, 2017, An assessment of food habits and altitudinal distribution of the Asiatic black bear (Ursus thibetanus) in the Western Himalayas, Pakistan, pp. 689-701 in Journal of Natural History 51 (11-12) on page 697, DOI: 10.1080/00222933.2017.1303097, http://zenodo.org/record/518025

    Estimating Passenger Car Equivalent Factors for Heterogeneous Traffic Using Occupancy-Density Linear Regression Model

    No full text
    A variety of methods have been proposed in the existing literature for the estimation of passenger car equivalent (PCE) factors. These methods are based on the comparison of selected attributes of different vehicles. This research, for the first time, utilizes the basic notion of the linear relationship between road area occupancy and density for the estimation of PCE factors for different vehicle types in heterogeneous traffic. Aerial photographs obtained from an unmanned aerial vehicle (UAV) were analyzed to estimate the road area occupancy and the number of vehicles classified in seven selected groups. A linear least-squares regression model was developed between road area occupancy and classified vehicle count. The coefficients of the occupancy-density linear regression model were used to estimate PCE and motorcycle equivalent (MCE) factors. The comparison of the estimated set of PCE values with the values reported in the literature shows that PCE factors estimated using the proposed method are reasonable and produce a better occupancy-density relationship than the other studies. In comparison with the existing methods that rely on lane-based measurements, the proposed method is well suited for traffic with weak/no lane discipline, as it considers the entire road width and the dynamics of lateral movement of different types of vehicles. The proposed method does not need extensive traffic data of speeds, headways, flow rates, and so forth, and is applicable on aerial photographs obtained from other sources, such as satellites.Funding The author(s) disclosed receipt of the following financial support for the research, authorship, and/or publication of this article: This research was supported with funding from Exascale Open Data Analytics Lab, National Center for Big Data and Cloud Computing (NCBC) and the Higher Education Commission of Pakistan. Acknowledgments The authors are thankful to research students Syed Hassan Ali, Haseeb Ahmed, Zohaib Ahmed, Aqib Abbasi, Asad Rehan, Mirza Ali Haider, Syed Abbas Hasan Zaidi, and Omema for their help in this research

    Multikulturalisme dalam Al Quran: studi penafsiran Muhammad Asad dalam The Message of The Quran

    No full text
    Relasi harmonis, merupakan salah satu aspek yang kian hari terasa memudar dalam kehidupan atas euforianya, hal ini terjadi dikarenakan banyaknya konflik-konflik yang muncul akibat berkurangnya kesadaran masyarakat atas keberagaman yang terdapat dalam kehidupan bermasyarakat, baik dari segi budaya, agama, ras, hingga gender. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penafsiran Muhammad Asad terhadap ayat-ayat “mutlikultural” dalam karya tafsirnyanya yang berjudul The Message of the Quran dan bagaimana implementasi dari konsep multikulturalisme menurut Muhammad Asad dalam realita kehidupan sosial. Dalam penelitian ini menggunakan metode kualtitatif yang menggunakan sumber data dari beberapa refrensi buku, jurnal, artikel dan lain-lain yang didapatkan dari kepustakaan (library research).Hasil penelitian ini adalah: (1) Penafsiran Muhammad Asad terhadap ayat-ayat multikultural di antaranya yakni Surah al-Nahl ayat 93, al-Hujurat ayat 13, al-maidah ayat 48, al-Hujurat ayat 6, al-An’am ayat 108, al-Baqarah ayat 256, al-kafirun ayat 1-6, dan ali-Imran ayat 159, menunjukkan bahwa realitas heterogenitas di kehidupan manusia merupakan sebuah keniscayaan yang ditetapkan oleh Allah, tujuan dari penetapan tersebut memiliki beberapa faktor, di antaranya seperti agar manusia saling mengenal satu sama lain, tidak menjadikan manusia merasa lebih baik daripada yang lain, menumbuhkan sikap apresiatif terhadap keragaman yang ada. Dan dari beberapa tujuan multikultural tercipta di kehidupan manusia, semua memiliki satu tujuan yang sama yakni berlomba-lomba dalam kebaikan. Konteks “berlomba-lomba dalam kebaikan” merupakan nilai-nilai Multikulturalisme yang disarikan oleh Asad dalam bentuk penafsiran surah al-Baqarah ayat 148. Asad menerangkan bahwa setiap umat manusia memiliki arah masing-masing dalam mengkespresikan bentuk ke taatannya terhadap Allah, sehingga alih-alih bermusuhan karena perbedaan tersebut lebih baik digunakan untuk saling berlomba-lomba dalam kebaikan. (2)Implementasi konsep multikulturalisme menurut Muhammad Asad dalam ranah sosial dapat menggunakan tiga alternatif, yakni menumbuhkan sikap apresiatif, memberikan kebebasan yang utuh dalam berkeyakinan, dan menjadikan multikulturalisme sebagai sebuah resolusi konflik

    Levantine attitudes towards the Franks during the early Crusades (490/1096 - 564/1169)

    No full text
    The period of the Crusades was one of the most important periods in the history of both Western Europe and the Middle East, for it was during this period that the peoples of Western Europe made their first major incursion on eastern soil. The result of this was that an unprecedented amount of contact was established between East and West, forcing each side to become more closely acquainted with the culture of the other. As far as this cultural exchange is concerned, one of the most significant parts of the crusading period was that encompassing the first two crusades and their aftermath (490/1096-564/1169), as it was during this period that crusaders and easterners first clashed with each other, and were forced to learn much about each other. This sudden clash and forced acquaintance resulted in the development of certain attitudes on each side towards the other. This thesis concerns itself with the development of the attitudes of the Muslim, Christian and Jewish communities towards the Franks (western crusaders) in the major theatre of conflict of the area, the Levant. In the thesis as many texts as possible from the literature of the period are examined, in order to extract information from them concerning the developments in Levantine knowledge of and attitudes towards the Franks. The texts examined include both contemporary and later historical, geographical and judicial texts from the area, and also local works of literature. In addition to the Muslim, Christian and Jewish texts, and for the sake of comparison and completeness, brief consideration is also given to a number of works of Byzantine and Frankish writers. Naturally, use is also made of secondary works by modern scholars. In this way this thesis provides a detailed examination of cross-cultural inter-faith relations during this formative period

    Makna islam dalam al-qur'an studi penafsiran Abdullah Yusuf Ali dan Muhammad Asad

    No full text
    Penelitian ini membahas penafsiran Abdullah Yusuf Ali dan Muhammad Assad atas kata Islam dalam al-Qur?an. Penafsiran keduanya dianggap penting karena tawaran keduanya menunjukkan dimensi Islam yang toleran dan ramah, berbeda dengan sebagian pemikir muslim lainnya memilih dimensi makna Islam yang eksklusif. Penafsiran seperti ini dapat membuat sebagian umat terjebak pada truth klaimnya sendiri-sendiri.Dengan metode Muqaran, penelitian ini menjawab bagaimana Abdullah Yusuf Ali dan Muhammad Asad memaknai Islam dalam al-Qur?an secara inklusif,dan menjawab relevansi temuan kajian dalam wacana Islam modern. Untuk Keperluan tersebut, penulis membagi pembahasan ke dalam tiga bagian. Bagian Pertama, dua bab teoritis terdiri dari pengertian Islam dalam al-Qur?an dan bab tentang biografi dan pemikiran kedua pemikir yang dibahas. Bagian kedua adalah bab yang mendiskusikan temuan penelitian. Terakhir adalah bab yang menjawab rumusan masalah yang diangkat, dan pemberian rekomendasi untuk penelitian selanjutnya serta manfaat hasil penelitian ini.Penelitian ini menemukan bahwa kedua pemikir menafsirkan kata Islam Dalam al-Qur?an dengan cara menghubungan makna Islam yang generik, yaitu sikap pasrah pada ketentuan Tuhan sebagai sikap dasar menjadi muslim yang mengemban amanah agama rahmat bagi sekalian alam. Inilah satu-satunya jalan keselamatan,jalan yang dianjurkan semua agama. Islam yang dimaksud dengan kedua mufassir ini adalah Islam dalam segi sifat yang harus berserah diri, namun tetap Islam lah agama yang dibawa nabi Muhammad, dengan sikap pasrah dan tunduk pada Allah menerima segala ketentuannya. Tesis ini menemukan juga bahwa bagi Yusuf Ali dan Asad.Tiga unsur Jalan keselamatan tersebut dapat diraih dengan beriman kepada Allah,kepada hari akhir, dan berbuat baik kepada sesama. Terakhir, tesis ini menemukan bahwa bagi keduanya, Islam itu bukanlah sebuah doktrin formal sebagai agama Islam, tapi juga sebagai sikap pribadi yang pasrah dan taat pada ajaran Tuhan yang bermanfaat untuk membangun sikap toleran terhadap sesama, karena dia cenderung menghindari truth claim dalam beragama.Penelitian ini sejalan dengan pemikiran Muhammad Syahrur, Karl Rahner. Makna Islam tidaklah terbatas hanya pada suatu kelompok tertentu, akan tetapi yang mencakupi sikap pasrah dengan tulus dan ikhlas maka akan mendapat keselamatan dengan rahmat Tuhan walaupun kekal dalam agama mereka. Penelitian ini tidak sepakat dengan Ibnu Kats&#299;r dan al-&#7788;ab&#257;r&#299;. Menurut keduanya, apabila tidak beriman kepada Nabi Muhammad dan alQuran maka tidak dapat dikatakan Islam

    sj-docx-2-npx-10.1177_1934578X211031148 - Supplemental material for Antileishmanial Potential of Berberine Alkaloids From <i>Berberis glaucocarpa</i> Roots: Molecular Docking Suggests Relevant <i>Leishmania</i> Protein Targets

    No full text
    Supplemental material, sj-docx-2-npx-10.1177_1934578X211031148 for Antileishmanial Potential of Berberine Alkaloids From Berberis glaucocarpa Roots: Molecular Docking Suggests Relevant Leishmania Protein Targets by Muhammad Alamzeb, Saqib Ali, Mamoon-Ur-Rashid, Behramand Khan, Ihsanullah, Adnan, Muhammad Omer, Asad Ullah, Javed Ali, William N. Setzer, Syed M. Salman, Ajmal Khan and Akram Shah in Natural Product Communications</p

    sj-docx-1-npx-10.1177_1934578X211031148 - Supplemental material for Antileishmanial Potential of Berberine Alkaloids From <i>Berberis glaucocarpa</i> Roots: Molecular Docking Suggests Relevant <i>Leishmania</i> Protein Targets

    No full text
    Supplemental material, sj-docx-1-npx-10.1177_1934578X211031148 for Antileishmanial Potential of Berberine Alkaloids From Berberis glaucocarpa Roots: Molecular Docking Suggests Relevant Leishmania Protein Targets by Muhammad Alamzeb, Saqib Ali, Mamoon-Ur-Rashid, Behramand Khan, Ihsanullah, Adnan, Muhammad Omer, Asad Ullah, Javed Ali, William N. Setzer, Syed M. Salman, Ajmal Khan and Akram Shah in Natural Product Communications</p

    Kajian Fawatihus Suwar : studi komparatif penafsiran huruf-huruf Muqatta‘ah dalam perspektif Muhammad Asad dan ‘Abdullah Yusuf ‘Ali

    No full text
    Kajian Fawa>tih}us Suwar adalah sebuah kajian ilmu Al-Qur’an yang sudah cukup lama menarik perhatian para ulama. Seperti halnya makna Fawa>tih}us Suwar, khususnya huruf-huruf muqat}t}a‘ah yang telah memicu berbagai perdebatan dan perbedaan pendapat di kalangan ahli tafsir baik di dunia Timur maupun Barat seiring meluasnya penyebaran Islam. Hal tersebut menjadi motivasi bagi penulis untuk melakukan kajian terhadap makna huruf-huruf muqat}t}a‘ah dengan berfokus pada dua tokoh mufasir di Barat yaitu Muh}ammad Asad dan ‘Abdulla>h Yu>suf ‘Ali> yang merupakan dua tokoh tafsir kontemporer yang telah banyak berkontribusi banyak bagi dunia Islam di Barat. Berdasarkan permasalahan di atas, maka inti rumusan masalahnya ialah; (1) Bagaimana penafsiran Muh}ammad Asad dan ‘Abdulla>h Yu>suf ‘Ali> terhadap huruf muqat}t}a‘ah? (2) Bagaimana persamaan dan perbedaan Muh}ammad Asad dan ‘Abdulla>h Yu>suf ‘Ali> ketika menafsirkan huruf muqat}t}a‘ah? Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan. Sumber Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kitab The Message of the Qur’a>n karya Muh}ammad Asad and The Holy Qur’a>n: Text, Translation karya ‘Abdulla>h Yu>suf ‘Ali>. Sedangkan sumber informasi pendukung didapat dari buku-buku yang tidak terbatas, tetapi tetap sesuai dengan ranah kajian yang sedang diteliti. Selanjutnya penulis menggunakan studi dokumentasi sebagai metode pengumpulan data dalam penelitian ini. Hasil analisa penelitian menunjukkan bahwa ketika menafsirkan huruf muqat}t}a‘ah, Asad cenderung banyak mengutip pendapat dari mufasir klasik dan kontemporer seperti ketika menafsirkan Nu>n (نون) sebagai “ikan besar” dan tempat tinta, ia mengutip dari At}-T{abari>. T{a> Ha> sebagai ya> raju>l mengutip pendapat dari Ar-Ra>zi>, dan menafsirkan Ya> Si>n dengan Unaisi>n mengutip pendapat dari Az-Zamakhsyari. Sedangkan Yu>suf ‘Ali> lebih memahami huruf muqat}t}a‘ah dari sisi sufistik, seperti ketika menafsirkan Alif La>m Mi>m sebagai simbol dari Awal, Tengah, dan Akhir dari perjalanan manusia jika dilihat dari sudut pandang fonetik masing-masing huruf tersebut. Selain itu, Yu>suf ‘Ali> juga sering memaknai huruf muqat}t}a‘ah dengan mengaitkannya pada kandungan suatu surah, seperti memaknai Sa>d dengan Qis}a>s} ("Cerita") sebab dalam surah Sa>d secara umum berkaitan dengan kisah Nabi Dau>d As. dan Nabi Sulaima>n As.. Yu>suf ‘Ali> menafsirkan hampir seluruh huruf muqat}t}a‘ah dalam footnote dan pengantar surahnya, sedangkan Asad hanya menafsirkan beberapa huruf muqat}t}a‘ah saja. Selebihnya ia hanya memberi penjelasan secara umum dalam sebuah lampiran
    corecore