1,731,584 research outputs found

    A critical analysis of Christian responses to Islamic claims about the work of the Prophet Muhammad, ‘the Messenger of God’.

    Get PDF
    The aims of this study are to analyse critically the different Christian responses to the Islamic understanding of the work of Muhammad. Chapter one consists a short introduction leading to an appraisal of Muhammad which incorporates historical, hagiographal and Quranic source material, and in the light of relevant Christian and Muslim scholarship. The second chapter presents a summary critical analysis of Muhammad in Christian theological perspective, from 661 A.D. to modern times. Chapter three presents a critique of Christian responses to the Muslim allegations that the text of the Bible has been infected with corruption; and that Muhammad's advent and status are foretold in the unadulterated' scriptures, and in the Gospel of Barnabas. Chapter four examines the theological significance of the work of Muhammad for Christians. Thus, Jesus and Muhammad are critically assessed and contrasted in order to ascertain the importance, for Christians, of the Muslim claims in respect of Muhammad as ’the messenger of God’. Chapter five provides a critical evaluation of the various Christian responses to Muhammad. It is argued that many of the said responses have been entangled in myths and misperceptions which have severely distorted the true account of Muhammad's work. Consequently, many Christians have failed to appreciate the divine legitimacy of Muhammad's call to prophethood. Further, it is argued that Christians should accept that Muhammad is a genuine prophet, and the messenger of God. However, Muhammad's use of the power-structure in order to maintain Islam is in sharp contrast to Jesus’ decision to face the consequences of his ministry passively through faith in God. Accordingly, orthodox Christian belief in the passion, death and resurrection of Jesus provides another dimension to prophethood, where the messenger and the message become one, an identification which finds no parallel in Islam, and which, in the nature of the case, cannot find a parallel

    MUHAMMAD ALI PASHA (1769 - 1849 M)

    No full text
    Muhammad Ali Pasha dilahirkan pada tahun 1769 M bertepatan dengan 1183 H di Qawalah, negeri Macedonia; Ia tldak memiliki suatu pendidikan.bahkan sampai dewasa tetap tidak dapat membaca dan menulis. 1) Muhammad Ali Pasha bukan bangsa Arab tetapi bangsa Albania yang menjadi perwira tentara Sultan Ottoman. Meskipun tidak berpendidikan namun Ia seorang genius. dan diakui sebagai pendiri Mesir modern ; bahkan hampir dapat dlkatakan sebagai pendiri Kerajaan Arab Modern termasuk Syria, Arabia dan Sudan. 2} Menurut Chambers Encyclopaedia; Muhammad Ali pendiri kerajaan Mesir keturunan bangsa Albania. dilahirkan tahun 1769 setahun sesudah Napoleon lahir. Ia dibesarkan di Qowalah daerah Macedonia. Ia masuk militer dan memperoleh beberapa pengalaman kemiliteran. Dalam usia 18 tahun ia kawin dengan familly seorang pengusaha tembakau dl Qowalah. Dengan adanya mobilisasi Pemerintah Turki untuk menyerang kedudukan Napoleon (1798) di Mesir. Ia terpilih sebagai komandan tentara yang berkekuatan 300 orang yang dibawanya dari Qowalah dan mendarat di Aboukir pada tahun 1729, akhirnya ekspedisi ini berhasil mengusir Perancis dari Mesir tahun 1801. Ia tetap tinggal di Mesir sebagai tentara Turki yang akhirnya tahun 1803 ia berhasil dengan cepat menghimpun regiments tentara yang berbangsa Albania berkekuatan 3000 sampal 4000 orang

    Peranan Muhammad Ali Pasha dalam Perkembangan Islam di Mesir

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan peranan Muhammad Ali Pasha. Masalah yang diteliti yaitu: 1) Bagaimana gerakan pejuangan Muhammad Ali Pasha dalam mengembangkan Islam di Mesir? 2) Bagaimana hambatan yang dihadapi Muhammad Ali Pasha dalam mengembangkan Islam di Mesir? 3) Bagaimana pengaruh Muhammad Ali Pasha dalam pengembangan Islam di Mesir? Penelitian ini menggunakan metode sejarah yaitu, heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi dengan jenis penelitian kualitatif. Untuk mengungkapkan fakta sejarah tentang gerakan, hambatan yang dihadapi Muhammad Ali Pasha, dan pengaruhnya tehadap perkembangan Islam di Mesir. Untuk menganalisis fakta tersebut peneliti menggunakan pendekatan yang sering digunakan dalam penelitian sejarah, yaitu pendekatan historis, sosiologi, dan, agama. Penelitian ini menemukan bahwa: 1) Muhammad Ali Pasha adalah seorang keturunan Turki dan seorang tokoh pembaharu di Mesir. Muhammad Ali buta huruf karena ia tidak memperoleh kesempatan untuk menempuh ilmu pendidikan sehingga ia tidak pandai menulis dan membaca. Sebelum memasuki dinas militer, ia menjadi seorang pedagang rokok kemudian menjadi pemungut pajak. Pada tahun 1801 M, Muhammad Ali berhasil mengusir tentara Prancis dari Mesir. Akhirnya tahun 1805 M, rakyat Mesir memilih dan mengangkat Muhammad Ali sebagai Gubernur Mesir. 2) Muhammad Ali melakukan usaha-usaha dalam bidang pendidikan, ekonomi, dan militer. Beliau mendirikan Lembaga Kementrian Pendidikan, memperbaiki irigasi lama dan membuat irigasi baru, serta dalam bidang militer Muhammad Ali mendirikan sebuah sekolah Militer di Kairo. 3) Kelahiran negara Mesir modern tidak bisa dilepaskan dari Muhammad Ali Pasya. Ia dikenal sebagai pembawa obor pencerahan karena melakukan modernisasi hampir di berbagai sektor kehidupan. Selain itu, Muhammad Ali Pasya membawa pengaruh yang besar dalam menjadikan Mesir sebagai negara modern dan memajukan pendidikan di Universitas al-Azhar. Implikasi dari penelitian ini adalah penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan kajian dan diskusi akademik, dapat mengetahui peran dan pembaharuan Muhammad Ali Pasha dalam perkembangan Islam di Mesir, serta dapat lebih jauh mengenal sosok tokoh pembaharu Islam yakni Muhammad Ali Pasha sehingga dapat mengambil suatu pelajaran

    Muhammad Ali and Dr. Hugh Gloster, January 1975

    No full text
    Muhammad Ali and President Hugh Gloster stand at podium. Written on verso: Dr. Gloster Presents Plaque to Muhammad Ali January 1975.The Atlanta University Center Robert W. Woodruff Library acknowledges the generous support of the Council on Library and Information Resources (CLIR) in supporting the processing and digitization of a number of historic collections as part of the project: Our Story: Digitizing Publications and Photographs of the Historically Black Atlanta University Center Institutions.</em

    DAMPAK KEBIJAKAN POLITIK MUHAMMAD ALI PASYA DI MESIR (1805-1849 M)

    Get PDF
    Setelah runtuhnya Dinasti Abbasiyah pada Abad XIII M, dunia Islam mengalami masa stagnan di segala lini kehidupan, tidak hanya dalam aspek beragama namun juga di bidang teknologi dan ilmu pengetahuan yang pernah menjadi tolak ukur kemajuan oleh orang-orang Barat pada masanya. Hingga kedatangan Napoleon Bonaparte ke Mesir pada 1789 M yang membuat umat Islam sadar akan ketertinggalan mereka. Meskipun kependudukan Napoleon tidak berlangsung lama, tapi upayanya dalam mengenalkan kemajuan Barat menarik minat penguasa Mesir selanjutnya, yang tidak lain yaitu Muhammad Ali. Ia sendiri bukanlah pasya yang mewakili Sultan Turki Utsmani dalam memerintah wilayah ini, ia datang bersama para pasukan Albania yang dikirim untuk memukul mundur pasukan Perancis yang dipimpin oleh Napoleon Bonaparte. Selama masa pemerintahannya, Muhammad Ali melakukan gebrakan pembaharuan secara menyeluruh baik di birokrasi maupun kehidupan sosial rakyat Mesir. Pembaharuan-pembaharuan Muhammad Ali ini pada dekade berikutnya berhasil membawa Mesir (khususnya umat Islam) memasuki era modern. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka dengan menggunakan pendekatan politik dan teori Challenge and Response oleh Arnold Josep Tonybee (1889-1979), yaitu teori yang menggambarkan tentang hubungan sebab akibat yang dimunculkan oleh suatu kejadian, yang mana suatu tantangan akan mendapatkan respon/ tanggapan dalam penyelesaiannya . Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah yang meliputi empat langkah yaitu heuristik, verifikasi, interpretasi dan historiografi sehingga dapat membantu dalam mengungkapkan peristiwa secara kronologis, sistematis, serta sesuai dengan fakta sejarah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran kebijakan Muhammad Ali Pasya beserta dampaknya terhadap Mesir. Hasil dari penelitian ini adalah Muhammad Ali Pasya meskipun tidak memiliki pengalaman dalam ilmu pemerintahan, namun dengan kecerdikan, pembelajarannya dari penguasa sebelumnya, ketepatan strategi, dan juga ambisi yang kuat berhasil mengantarkan Mesir sebagai wilayah mandiri meskipun masih berada dibawah kekuasaan Kesultanan Turki Utsmani. Lumrah bagi negara bawahan lainnya yang saling bergantung dengan pusat pemerintahan maupun wilayah sekitarnya, namun Muhammad Ali berhasil membawa Mesir lebih maju di berbagai aspek dan dapat memenuhi kebutuhan rakyatnya. Muhammad Ali Pasya paham betul untuk dapat mengkohkan kedudukannnya beserta keturunannya kelak, ia melakukan pembaruan mendasar di segala lini yang berhasil menguatkan kondisi Mesir. Walaupun semua ini berdasarkan kepentingan pribadi, tetap saja sumbangsih atas pembaruannya ini tidak dapat menutup mata bahwa keberhasilannya membuka jalan Mesir (terutama dunia Islam) dari masa stagnasi. Gambaran umum kondisi dunia Islam setelah runtuhnya Dinasti Abbasiyah pada Abad XIII M di mana pintu ijtihad tertutup sehingga mematikan dinamika berfikir yang berimbas pada keterpurukan di semua lini kehidupan masyarat Islam

    Richard Burr with Muhammad Ali and Duke Cunningham

    No full text
    Muhammad Ali, Congressman Duke Cunningham (CA), Senator Richard Bur

    Muhammad Ali Pasha (1769-1849)

    Get PDF
    Biography Muhammad Ali Pasha dilahirkan pada tahun 1769 M bertepatan dengan 1183 H di Qawalah, negeri Macedonia; ia tidak memiliki suatu Pendidikan, bahkan sampai dewasa tetap tidak bisa membaca dan menulis. Muhammad Ali Pasa buka bangsa Arab tetapi bangsa Albania yang menjadi Perwira tantara Sultan Ottoman. Meskipun tidak berpendidikan namun is seorang genius, dan diakui sebagai pendiri Mesir Modern; bahkan hampid dapat dikatakan sebagai pendiri kerajaan Arab Moren termasuk Syiria, Arabia dan Sudan. Menurut Chambers Encyclopaedia; Muhammad Ali pendiri kerajaan Mesir keturunan bangsa Albani, dilahirkan tahun 1769 setahun sesudah Napolion lahir, ia dibesarkan di Qowalah derah Macedonia, ia masuk militer dan memperoleh beberapa pengalaman kemiliteran. Dalam usia 18 tahun ia kawin dengan famili seorang pengusaha tembakau di Qowalah. Dengan adanya mobilisasi Pemerintah Turki untuk menyerang kedudukan Napoleon (1798) di Mesir, ia terpilih sebagai komandan tantara yang berkekuatan 300 orang yang dibawahnya dari Qowalah dan mendarat di Aboukir pada tahun 1729, akhirnya ekspedisi ini berhasil mengusir Perancis dari Mesir tahun 1801. Ia berhasil dengan cepat menghimpun regiments tantara yang berbangsa Albania berkekuatan 3000 sampai 4000 orang

    Usman bin Haji Muhammad Ali : alias Janatin

    No full text
    Buku ini berisi tentang biografi dari Usman bin Haji Muhammad Ali alias Janatinxii, 75 hlm.: ilus.; 21 c

    Hydraulic simulations to evaluate and predict design and operation of the Chashma Right Bank Canal

    Get PDF
    Irrigation systems / Irrigation canals / Flow control / Velocity / Canal regulation techniques / Hydraulics / Simulation models / Design / Operations / Crop-based irrigation / Distributary canals / Water delivery / Policy / Protective irrigation / Water allocation / Water requirements / Sedimentation / Water distribution / Equity / Water conveyance / Pakistan / Chashma Right Bank Canal

    Pergolakan Politik Umat Islam Pada Masa Khalifah Ali Bin Abi Thalib ( 35 H – 40 H / 645 M – 661 M )

    Get PDF
    Skripsi yang ditulis dengan judul “Pergolakan Politik Khalifah Ali bin Abi Thalib (35 H – 40 H / 645 M – 661 M)”. Berfokus pada titik permasalahan : 1. Bagaimana Perjalanan Hidup Khalifah Ali bin Abi Thalib? 2. Bagaimana Proses Pembaiatan Ali bin Abi Thalib sebagai Khalifah? 3. Bagaimana pergolakan politik yang terjadi pada masa Khalifah Ali bin Abi Thalib?. dengan titik fokus pada permasalahan ini akan menemukan apa yang menyebabkan perpecahan dan juga peperangan sesama umat Islam. Metode penelitian yang digunakan dalam skripsi ini adalah: Heuristik (Pengumpulan Data), verifikasi (Kritik Sumber, ekstern dan intern), Interpretasi (Penafsiran), Historiografi (Penulisan Sejarah). Skripsi ini di teliti menggunakan kajian literasi dengan pendekatan Historis dan Politik. Penulis meminjam teori dari Jonathan Turner yaitu teori konflik. Teori ini berangkat dari asumsi bahwa pemusatan perhatian pada konflik sebagai peristiwa-peristiwa yang mengarah pada interaksi yang disertai kekerasan antara dua pihak atau lebih. Sehingga terjadi ketegangan hebat yang menyebabkan mereka mencari jalan pintas dengan menebarkan fitnah untuk mengorganisir diri guna melawan pemerintahan yang sah. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa : (1) Ali bin Abi Thalib dilahirkan di Mekkah jum’at 13 Rajab 600 Masehi, Sejak kecil Ali bin Abi Thalib diasuh oleh Nabi Muhammad. Kepribadian yang ada pada diri Rasulullah terpantulkan pada diri Ali. Seiring kedekatakan yang terjalin antara Ali dan Rasulullah. Ali tumbuh dan berkembang di dalam rumah Islam, dia tahu segala rahasia-rahasia Islam semenjak usia dini dalam kehidupannya. (2) Pembaiatan Ali bin Abi Thalib dilakukan mayoritas sahabat, Ali sudah menyadari bahwa menerima pembai’atan umat Islam pasti akan mengahadapi berbagai macam tantangan dan kesulitan. (3) pergolakan politik terjadi pada saat masa trakhir dari kekhalifahan Utsman. Sehingga kaum Sabaiyah melontarkan api fitnah yang menyebabkan terbunuhnya Khalifah Utsman. Peperangan sesama kaum muslimin dan terbukanya pintu fitnah dari zaman khalifah Utsman sampai zaman khalifah Ali bin Abi Thalib yang melahirkan dua perang besar diantara sesama kaum muslimin yakni perang Jamal, perang Shiffin serta munculnya kelompok-kelompok baru dalam Islam seperti Khawarij dan Syiah
    corecore