1,722,278 research outputs found
Analisis Kesalahan Fonologi dalam metode Iqra’ di TPA Alfiah Abbas
Phonology in learning requires special attention because if errors are found in the pronunciation of sounds, it will affect the purpose of the speech, therefore phonology is very important to study, researchers aim to analyze phonological errors in the iqra method at TPA Alfiah Abbas where this study focuses on the sound of hijaiyah letters. Researchers wanted to know the factors of phonological errors in the iqra method at the Alfiah Abbas landfill and wanted to know how educators could overcome these errors. In this study, the research method used is descriptive qualitative method. The result of this study is the phonological error factor in the pronunciation of hijaiyah letters at Alfiah Abbas landfill due to the different backgrounds of students, such as some students in Alfiah Abbas have memorized short surahs but have not been able to pronounce hijaiyah letters properly and correctly, and due to difficulties in pronouncing some of the same letters and sounds. So teachers use several methods to make it easier for students to memorize and recognize sounds properly and correctly such as using the iqra method and singing methods in their learning
Zalfa Alfiah Hamdan's Quick Files
The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity
Zalfa Alfiah Hamdan's Quick Files
The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity
Zalfa Alfiah Hamdan's Quick Files
The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity
KEMAMPUAN SANTRI MADRASAH ALIYAH DALAM MEMAHAMI KITAB ALFIAH IBNU MALIK DI PONDOK PESANTREN NURUL HUDA AL-ISLAMI KELURAHAN MAHARATU KECAMATAN MARPOYAN DAMAI PEKANBARU
Sesuai dengan judul diatas, maka tujuan penulis mengadakan penelitian ini
adalah untuk mengetahui bagaimana kemampuan santri Madrasah Aliyah dalam
memahami kitab Alfiah Ibn Malik, dan untuk mengetahui faktor dominan yang
mempengaruhi kemampuan santri dalam memahami kitab Alfiah Ibn Malik di
Pondok Pesantren Nurul Huda Al-islami.
Untuk memudahkan penelitian ini maka penulis merumuskan masalah
sebagai berikut :
(1) Bagaimana kemampuan santri dalam memahami kitab Alfiah Ibn Malik di
Podok Pesantren Nurul Huda Al-Islami. (2) Apa faktor-faktor yang
mempengaruhi kemampuan santri dalam memahami kitab Alfiah Ibn Malik di
Pondok Pesantren Nurul Huda Al-Islami kec. Marpoyan Damai.
Didalam penelititan ini, teknik pengumpulan data yang dipakai yaitu: test,
angket, wawancara, dan dokumentasi.
(1) Angket adalah alat pengumpul informasi dengan cara menyampaikan
sejumlah pertanyaan secara tertulis yang mana jawaban telah disediakan dan
dijawab secara tertulis pula oleh responden. (2) wawancara adalah proses Tanya
jawab dalam penelitian yang berlangsung secara lisan. (3) Dokumentasi yaitu
mengambil data-data yang berkenaan dengan bahan penelitian, seperti jumlah
guru dan siswa, keadaan karyawan sekolah dan lain-lain.
Data yang diperoleh kemudian disajikan dan dianalisis secara deskriptif
dengan menjelaskan apa adanya tanpa ada pengurangan dan penambahan.
Hasil akhir penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan santri Pondok
Pesantren Nurul Huda Al-Islami dalam memahami kitab Alfiah Ibnu Malik adalah
Kurang Mampu, ini dibuktikan dengan hasil angket dengan persentase 73,33 %
yang berada pada kategori 41 – 75 %.
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan santri Madrasah
Aliyah dalam memahami kitab Alfiah Ibnu Malik dipengaruhi oleh beberapa
faktor yaitu, faktor intern dan eksteren. Faktor intern meliputi faktor kebiasaan
siswa, intelegensi, minat dan perhatian. Faktor ekstern yaitu; lingkungan keluarga,
lingkungan sekolah dan lingkungan sosial
ANALISIS TINDAK TUTUR EKSPRESIF DALAM NOVEL SOEDIRMAN DAN ALFIAH KARYA E. ROKAJAT ASURA DAN RELEVANSINYA PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis tindak tutur ekspresif dalam novel Soedirman dan Alfiah karya E. Rokajat Asura, mendeskripsikan fungsi tindak tutur ekspresif yang terdapat dalam novel Soedirman dan Alfiah karya E. Rokajat Asura dan mendeskripsikan relevansi tindak tutur ekspresif yang terdapat dalam novel Soedirman dan Alfiah karya E. Rokajat Asura terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA.
Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif kualitatif. Cara penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data yang digunakan pada penelitian ini berupa kutipan dialog antartokoh yang termasuk tuturan ekspresif dalam novel Soedirman dan Alfiah karya E. Rokajat Asura dan sumber data pada penelitian ini adalah novel Soedriman dan Alfiah karya E. Rokajat Asura. Teknik pengumpulan data yang dipakai pada penelitian ini menggunakan teknik simak dan teknik catat. Metode analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik deskriptif. Pemeriksaan keabsahan data pada penelitian ini menggunakan teknik peningkatan ketekunan. Dalam hal ini peneliti melakukan peningkatan ketekunan dengan melakukan pengamatan secara cermat mengkaji hasil jenis dan fungsi tindak tutur ekspresif yang terdapat novel Soedirman dan Alfiah karya E. Rokajat Asura dan merelevansikan penelitian dengan pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA yang diuraikan secara deskriptif dan sistematis.
Hasil penelitian menyimpulkan bahwa data yang ditemukan pada penelitian ini terdapat 20 jenis dan 4 fungsi tuturan ekspresif yang terdapat dalam novel Soedirman dan Alfiah karya E. Rokajat Asura. Terdapat 70 tuturan ekspresif itu meliputi berterima kasih 4 data, meminta maaf 5 data, mengkritik 5 data, memuji 11 data, mengeluh 4 data, menyindir 2 data, menyetujui 1 data, kesal 3 data, rasa heran 4 data, menolak 1 data, kaget 2 data, rasa senang 5 data, rasa marah 4 data, kecewa 2, khawatir 5 data, rasa iba 2 data, bingung 1 data, menghina 2 data, rasa sedih 5 data. Dan 4 fungsi tindak tutur yaitu fungsi berterimakasih 4 data, fungsi memuji 11 data, fungsi mengkritik 5 data, mengeluh 5 data. Kajian tindak tutur ekspresif ini dapat direlevansikan terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA khususnya dalam materi drama kelas XI semester II yakni dalam K.D 4.18 mempertunjukan salah satu tokoh dalam drama yang dibaca atau ditonton secara lisan
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
PENERAPAN ARSITEKTUR BERKELANJUTAN DALAM PERANCANGAN PUSAT PENELITIAN PERTANIAN DI KABUPATEN GOWA: Rizaldy Nodjeng,Alfiah,Ajwad Muzdar
The design of the Agricultural Research Center applies the concept of a sustainable architecture approach. According to Kamionka (2019), sustainable architecture must be understood as architecture that is implemented in accordance with the principles of sustainable development and standards set by taking into account all issues related to integration and the environment, energy efficiency, water and waste management, material efficiency and raw material management, local preferences, and comfortable and quality use. In designing an agricultural research center, attention must be paid to designs that can meet human needs in terms of physical and mental comfort, safety, and aesthetics that can create connections so that they can generate profits for the sustainability of the building in terms of function or long-term maintenance.Perancangan Pusat Penelitian Pertanian menerapkan konsep Pendekatan Arsitektur Berkelanjutan, Menurut Kamionka (2019), arsitektur berkelanjutan harus dipahami sebagai arsitektur yang diterapkan sesuai dengan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan dan standar yang ditetapkan dengan memperhitungkan seluruh masalah yang terkait dengan integrasi dan lingkungan, efisiensi energi, air dan pengelolaan limbah, efisiensi bahan dan manajemen bahan baku, preferensilokal serta penggunaan yang nyaman dan berkualitas. Dalam Perancangan Pusat Penelitian Pertanian, maka harus memperhatikan desain yang dapat memenuhi kebutuhan manusia dalam hal kenyamanan fisik dan mental, keselamatan dan estetika yang dapatyang dapat menciptakan keterkaitan sehingga dapat menghasilkan profit untuk keberlanjutan bangunan dari segi fungsi ataupun maintenance jangka panjang
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
- …
