1,720,957 research outputs found

    Usulan Perbaikan Tata Letak Fasilitas Produksi Menggunakan Metode Systematic Layout Planning dengan Simulasi Arena (Studi Kasus: Gudang Kayu dan Pengetaman BUDI)

    Get PDF
    USULAN PERANCANGAN TATA LETAK FASILITAS PRODUKSI DI UMKM PENGETAMAN BUDI MENGGUNAKAN METODE SYSTEMATIC LAYOUT PLANNING DENGAN SIMULASI SOFTWARE ARENA ABSTRAK Tata letak fasilitas produksi adalah salah satu hal yang sangat penting dalam sebuah kegiatan produksi. Penyusunan tata letak fasilitas yang tepat akan menghasilkan kegiatan produksi yang efesien dan efektif. Pengetaman Budi merupakan salah satu UMKM yang bergerak dibidang pembuatan produk hasil pengetaman seperti pintu, jendela, kusen, dan produk lainnya yang ada di kota Pekanbaru. Dalam pelaksanaan kegiatan produksi, pengetaman Budi belum menerapkan susunan fasilitas produksi yang teratur dan sesuai aliran produksi sehingga jarak perpindahan material handling belum efektif. Hal ini menimbulkan resiko pekerja memerlukan tenaga lebih dalam melakukan perpindahan material dan akan berakibat juga dengan penambahan waktu kegiatan produksi. Tujuan dilakukan penelitian ini yaitu untuk melakukan perancangan ulang tata letak fasilitas produksi yang lebih efektif dan efesien sehingga dapat mengurangi jarak perpindahan material handling dalam kegiatan produksi di pengetaman Budi. Metode yang digunakan dalam perancangan tata letak fasilitas produksi pada penelitian ini adalah Systematic Layout Planning (SLP). Systematic Layout Planning adalah metode perancangan tata letak fasilitas dengan mempertimbangkan keterkaitan antar fasilitas untuk melakukan penyusunan tata letak yang akan dibuat sehingga memungkinkan untuk membuat tata letak fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan kegiatan produksi. Untuk mengetahui efektifitas tata letak usulan digunakan simulasi menggunakan software Arena. Software Arena merupakan aplikasi simulasi yang dapat menirukan kegiatan produksi dalam bentuk sebuah model. Perancangan ulang tata letak fasilitas produksi pada pengetaman Budi dimulai dar pengumpulan data fasilitas yang terdapat di lantai produksi meliputi ukuran, jarak, dan waktu pengerjaan pada setiap fasilitas. Proses perancangan tata letak dilanjutkan dengan menentukan keterkaitan fasilitas untuk menyusun beberapa alternatif tata letak yang baru. Hasil alternatif terpilih akan dibandingan dengan tata letak awal pada jarak perpindahan material handling. Hasil tata letak usulan dan tata letak awal akan dibuat model dalam simulasi software Arena untuk mengetahui waktu proses pada masing-masing tata letak. Berdasarkan hasil pengolahan data, tata letak usulan memliki jarak perpindahan material handling 54,15 meter pada produk kusen pintu dan 64,98 meter pada produk kusen jendela, sedangkan pada tata letak awal jarak perpindahan material handling kusen pintu 88,1 meter dan kusen jendela 105,72 meter. Kemudian untuk hasil simulasi software Arena pada tata letak awal membutuhkan waktu 121,106 menit dalam sekali produksi dan tata letak usulan membutuhkan 109,38 menit. Dari hasil tersebut maka diketahui tata letak usulan lebih efektif dari tata letak awal dengan perbedaan jarak material handling sejauh 33,95 meter pada kusen pintu dan 40,74 meter pada kusen jendela, selanjutnya pada waktu pengerjaan tata letak usulan lebih hemat waktu 11 menit dibandingkan tata letak awal. Kata Kunci: Tata letak, material handling, systematic layout planning, simulasi software aren

    PERANCANGAN FILM FIKSI PENDEK BERJUDUL SASAK PANGIRIMAN

    No full text
    Film fiksi Sasak Pangiriman merupakan syarat kelulusan Program Studi Produksi Film dan Televisi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Widyatama. Penulisan membahas proses pembuatan film pendek dengan genre drama berdurasi 25 menit yang melibatkan tahapan praproduksi, produksi, dan pasca produksi. Dalam perancangan film drama pendek penulis berperan sebagai produser yang bertanggung jawab dalam mengelola waktu, dana, tim produksi, serta merencanakan distribusi. Penelitian menunjukkan bahwa menjadi produser memerlukan tahapan seperti perencanaan anggaran, pembuatan jadwal produksi, pembentukan tim produksi, pengawasan produksi, dan tanggung jawab atas semua proses produksi. Tantangan bagi penulis yaitu mencari dana sponsorship, menjaga jadwal produksi, memecahkan masalah yang terjadi, dan distribusi film sesuai visi. Hal tersebut tentunya melibatkan kolaborasi antara produser dengan sutradara, penulis naskah, tim produksi, dan aktor. Kesimpulan dari proses pembuatan film ini adalah film yang sukses bergantung pada proses produksi secara keseluruhan, termasuk pra produksi, produksi, dan pasca produksi, serta kerjasama tim produksi sangatlah penting. Proses kreatif produser membutuhkan adaptasi dan komunikasi efektif untuk menghadapi tantangan produksi. Penulis berharap karya ini dapat bermanfaat bagi produser, tim dan sineas dalam mengelola sebuah film

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Get PDF
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Get PDF
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado

    TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PEMBATALAN PERJANJIAN JUAL BELI TANAH AKIBAT ADANYA PEMALSUAN DATA DIRI DIHADAPAN NOTARIS/PPAT (STUDI PENELITIAN NOTARIS/PPAT DI KOTA PALOPO)

    No full text
    Abstrak.Penelitian ini lebih fokus dimana seseorang yang mengalihkan hak tanahnya yang telah bersetifikat kepada orang lain tetapi tidak memakai jalur yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan dihadapan Notaris/PPAT sehingga melahirkan permasalahan sebagai berikut:1. Bagaimanakah kekuatan hukum terhadap perjanjian jual beli tanah di hadapan Notaris/PPAT? 2.Bagaimana akibat hukum dari pembatalan jual beli tanah akibat adanya pemalsuan data diri dihadapan Notaris/PPAT? Jual beli merupakan suatu bentuk perjanjian yang melahirkan kewajiban atau perikatan untuk memberikan suatu . perjanjian yang bersifat konsensuil. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui kekuatan hukum terhadap perjanjian jual beli tanah dengan adanya pemalsuan data diri dihadapan notaris, dan Untuk mengetahui apa yang menyebabkan sehingga terjadinya pembatalan jual beli akibat adanya pemalsuan data diri di hadapan notaris. Akibat hukum terhadap akta otentik yang dibuat oleh seorang Notaris yang melakukan perbuatan melawan hukum adalah hilangnya keotentikkan akta tersebut dan menjadi akta dibawah tangan sesuai dengan ketentuan Pasal 41 Undang-Undang Perubahan atas Undang-Undang Jabatan Notaris (UUJN) serta akta otentik tersebut dapat dibatalkan apabila pihak yang mendalilkan dapat membuktikannya dalam persidangan di pengadilan, karena pembuatan suatu akta otentik harus memuat ketiga unsur tersebut di atas (lahiriah, formil dan materil) atau salah satu unsur tersebut tidak benar dan menimbulkan perkara pidana atau perdata yang kemudian dapat dibuktikan ketidakbenarannya.Kata Kunci : Perjanjian, Tanah, Pemalsuan Data, Notaris
    corecore