15 research outputs found

    EFEKTIVITAS PEPPERMINT DAN POMELO DALAM MENURUNKAN INTENSITAS MUAL DAN MUNTAH PADA IBU HAMIL

    No full text
    ABSTRACT Background: Emesis gravidarum can get worse into hyperemesis gravidarum which causes the body to become weaker, paler, and the frequency of urination decreases. As a result, decreased body fluids and hemoconcentration of blood can cause tissue damage. Non pharmacological treatment is very important because it reduces the pharmacological effects that appear in pregnant women. The herbal therapy that has been proven to be beneficial is the administration of peppermint, but research on the effects of Pamelo fruit related to nausea and vomiting in pregnant women is still rare.Objective: To determine the comparison of the effectiveness of peppermint and Pomelo orange on the intensity of nausea and vomiting in pregnant womenMethods: The research design was a quasi experimental study with a pretest posttest control group design approach. The number of samples was 24 pregnant women who were grouped into 3 groups.Results: The average intensity of nausea and vomiting in the peppermint group at pretest was 2.38 and decreased at posttest to 1 with P-value 0.004. The intensity of nausea and vomiting in the Pomelo group at pretest was 6.38, falling to 1.75 at posttest with P-value 0.000. The result of further test showed that there was no significant difference in the intensity of nausea and vomiting between the two groups with Sig. 0.428.Conclusion: Peppermint and pomelo are effective in reducing the intensity of nausea and vomiting in trimester I pregnant women.Suggestion : This research needs to be refined by enlarging the research sample and measuring the intensity of nausea and vomiting can be done every day during the study considering that this study only measured twice the number of 24 respondents. Keywords : Nausea, Vomiting, Pregnancy, Peppermint, Pomelo ABSTRAK Latar Belakang : Emesis gravidarum dapat bertambah berat menjadi hiperemesis gravidarum yang mengakibatkan tubuh semakin lemah, pucat, dan frekuensi buang air kecil menurun. Akibatnya cairan tubuh berkurang dan hemokonsentrasi darah yang dapat menimbulkan kerusakan jaringan. Pengobatan non farmakolgis sangat penting karena mengurangi efek farmakologis yang muncul pada ibu hamil. Terapi herbal yang sudah terbukti bermanfaat adalah pemberian peppermint, namun penelitian efek buah Pamelo yang berkaitan dengan mual muntah pada ibu hamil masih jarang.Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui  perbandingan efektifitas pemberian peppermint dan Jeruk Pomelo terhadap intensitas  mual dan  muntah pada ibu hamilMetode Penelitian : Rancangan penelitian ini adalah quasi experimental dengan pendekatan pretest posttest control group design. Jumlah sampel  adalah sebanyak 24 orang ibu hamil yang dikelompokkan kedalam 3 kelompok.Hasil Penelitian : Rata-rata intensitas mual muntah pada kelompok peppermint saat pretest adalah 2,38 dan menurun pada saat posttest menjadi 1 dengan P-value 0,004. Intensitas mual muntah kelompok Pomelo pada pretest adalah 6.38 turun menjadi 1,75 pada saat posttest dengan P-value 0,000. Hasil uji lanjut didapatkan tidak ada perbedaan bermakna intensitas mual muntah antara kedua kelompok dengan Sig. 0,428.Kesimpulan : Pemberian Peppermint dan pomelo efektif dalam menurunkan intensitas mual dan muntah pada ibu hamil trimester I.Saran : Penelitian ini perlu disempurnakan dengan memperbesar sampel penelitian dan pengukuran intensitas mual muntah dapat dilakukan setiap hari selama penelitian mengingat penelitian ini hanya mengukur sebanyak dua kali pada 24 responden. Kata kunci : Mual, Muntah, Kehamilan, Peppermint, Pomelo

    Edukasi untuk Menurunkan Keluhan Wanita Menopause Berdasarkan Skor Menopausal Rating Scale di Desa Sidodadi Kecamatan Langsa Lama Kota Langsa

    No full text
    ABSTRAK Peningkatan usia harapan hidup menyebabkan jumlah perempuan yang mengalami menopause semakin banyak. Perubahan keseimbangan hormonal ini dapat menyebabkan berbagai gejala psikologis ditandai dengan sikap yang mudah tersinggung, depresi, cemas, suasana hati (mood) yang tidak menentu, menurunnya kemampuan berfikir dan daya ingat. Gangguan emosi berupa rasa takut menjadi tua dan tidak menarik,  sulit tidur, mudah marah, sangat emosional, merasa tertekan dan sedih tanpa diketahui sebabnya. Senam masa menopause diperlukan asalkan disesuaikan dengan kemampuan yang ada. Banyak para lansia yang tidak sadar akan pentingnya aktifitas fisik (senam) masa menopause, banyak dari mereka juga tidak mengetahui bagaimana cara melakukannya dengan cara yang baik dan benar. Tujuan kegiatan adalah menerapkan IPTEKS di bidang kesehatan kepada  masyarakat khususnya untuk meningkatkan pengetahuan ibu menopause mengenai tingkat keluhan yang terjadi pada masa menopause berdasarkan skor menopausal rating scale serta melakukan praktik senam menopause. Metode pengabdian adalah metode pengabdian yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhanan pengisian skor menopausal rating scale dalam meningkatkan taraf kesehatan masyarakat terutama ibu menopause serta penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan serta melakukan senam lansia. Hasil penilaian adalah pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan oleh dosen prodi kebidanan langsa adalah rata rata pengetahuan ibu menopause setelah diberikan edukasi menjadi meningkat dari sebelumnya 3,57 (35,7%) menjadi 6,24 (64,2%), dan ibu menopause telah melakukan senam menopause. Disarankan bagi wanita yang memasuki usia menopause untuk dapat menerapka pola hidup sehat yang bersifat preventif contohnya dengan melakukan senam menopause.Kata Kunci : Menopause, Skor Menopausal Rating Scale, Senam Menopause, Edukasi ABSTRACTIn 2030, the number of women worldwide who enter menopause is estimated to reach 1.2 billion people (Who, 2014). In Indonesia, in 2025 it is estimated that there will be 60 million menopausal women. In 2016 currently in Indonesia only reached 14 million menopausal women or 7.4% of the total population. The life expectancy of women jumped from 40 years in 1930 to 67 years in 1998. Meanwhile, the estimated average age of menopause in Indonesia is 48 years. The increase in life expectancy causes the number of women who experience menopause to increase (Ministry of Health, 2014). Changes in hormonal balance can cause various symptoms characterized by an easy attitude, depression, anxiety, erratic mood, decreased thinking and memory. Emotional disturbances in the form of fear of getting old and unattractive, difficulty sleeping, irritability, very emotional, feeling depressed and sad without a known cause. Fear of losing husband, children, and being left alone (Manuaba, 2009). Menopausal exercise is necessary to adjust to existing abilities. Many elderly people are not aware of the importance of physical activity during menopause, many of them also do not know how to do it properly and correctly. The purpose of the activity is to apply science and technology in the health sector to the community, especially to increase the knowledge of menopausal women regarding the level of complaints that occur during menopause based on the menopause rating scale score and to practice menopause gymnastics. assessment scale in improving the level of public health, especially postmenopausal women, and counseling to increase knowledge and do elderly gymnastics. The results of community service that have been carried out by langsa midwifery study program lecturers are that the average knowledge of postmenopausal women after education has increased from the previous 3.57 (35.7%) to 6.24 (64.2%), and postmenopausal mothers have done elderly exercise. It is recommended for women who enter menopause to be able to apply a healthy lifestyle that is preventive in nature, for example by doing menopause exercises. Keywords: Menopausal, Menopausal Rating Scale Score, Menopausal Exercise, Education

    Faktor-faktor yang mempengaruhi status gizi balita berdasarkan BB/U

    No full text
    The child nutrition outline the impact of the imbalance betv/een intake and output of nutrients ( nutritional imbalance ) , ie intakeexceeds output , or vice versa , in addition to errors in choosing foods to eat. The fruits of this investments main form of chronicdisease, and less weight, pica, dental caries, as well as allergies .Objective To determine the Factors Affecting Nutritional StatusBased on B/ U In Work Area Health Center Mulia subdistrict of Banda Aceh Banda Majesty Tamiang Year 2013. This researchmethod is an analytical cross-sectional design, population in this study were allmothers toddler (12-59months) and toddlers in theWork Area Health Center District of Banda Banda Majesty Majesty Tamiang district in 2013 amounted to 1110 people . Samplingtechnique in this study using the formula Proportional Stratified Sample of 100 samples . Data collection using questionnaires , thedata weie analyzed using univariate and bivariate frequency distribution tables , cross tables and statistical tests and narrative.Research results showed respondents with good nutritional status as much (75%) , the results of statistical tests with chi-squaretest found the influence of nutritional status of children with maternal knowledge as seen from p value -0.00 and the influence ofnutritional status toddler with family socioeconomic statuswith p value =0.030while the absence of the influence of nutritional statuson maternal occupation with p value = 0.060 .Advice is needed role health workers to be able to provide information about healthprograms , especially on nutritional status of children through outreach to the community , so that the existing knowledge in thecommunity,especially toddlersbecome bettermothers

    Ekstrak Binahong Mempercepat Periode Penyembuhan Luka Perineum Masa Postpartum

    No full text
    Pendahuluan : Kematian ibu akibat infeksi pada masa nifas sangat tinggi dibandingkan pada masa kehamilan dan persalinan. Perawatan luka jalan lahir setelah melahirkan sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya infeksi perineum. Perawatan luka dilakukan untuk mempercepat penyembuhan luka perineum bisa dilakukan dengan menggunakan obat-obatan dan juga tanaman herbal salah satu daun binahong yang berfungsi sebagai antibakteri, antimikroba, antiseptik, analgesik, antioksidan. Tujuan : untuk mengetahui efektivitas topikal ekstrak daun Binahong dalam mempercepat penyembuhan luka perineum. Metode : Penelitian ini bersifat quasy experiment dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok kontrol dan kelompok intervensi dengan total sampel sebanyak 32 orang. Ekstrak daun binahong dibuat di Laboratorium Farmakologi FKH USK. Topikal ekstrak daun binahong 400 mg/hari diberikan selama 5 hari berturut-turut dengan cara dioleskan di luka perineum. Pengamatan luka perineum dilakukan sebanyak 1 kali pada hari ke 5 dengan instrumen skala REEDA (Redness, Oedema, Ecchymosis, Discharge dan Approximation). Hasil Penelitian : pengamatan menyatakan terdapat perbedaan rerata lama penyembuhan luka perineum antara kelompok intervensi dan perlakuan. Topikal ekstrak daun binahong dapat mempercepat penyatuan luka perineum ibu nifas. Kesimpulan : Penggunaan ekstrak daun Binahong secara topikal dapat dijadikan terapi komplementer dalam mempercepat penyembuhan luka perineu

    Faktor Yang Mempengaruhi Kecemasan Ibu Hamil Primigravida Pada Masa Pandemi COVID-19 Di Wilayah Kerja Puskesmas Langsa Barat Kota Langsa

    No full text
    Latar Belakang: Kecemasan yang dialami oleh ibu hamil dapat berdampak buruk untuk kehamilan dan janin. Dampak dari kecemasan dalam kehamilan yaitu perdarahan, partus lama, syok, premature dan BBLR. Virus COVID-19 adalah salah satu faktor ibu mengalami cemas, karena ibu hamil beresiko tinggi tertular COVID-19. Tujuan: Mengetahui faktor penyebab kecemasan pandemi COVID-19 pada ibu hamil primigravida. Metode: Penelitian analitik dengan pendekatan cros sectional. Sampel penelitian yaitu ibu hamil primigravida di wilayah kerja Puskesmas Langsa Barat yang berjumlah 32 sampel dan pengambilan sampel dengan tehnik accidental sampling. Instrument penelitian ini adalah kuesioner dan HRS-A (Hamilton Rating Scale for Anxiety). Analisa data menggunakan uji chi-square. Hasil: Sebahagian besar ibu yang mengalami kecemasan ringan yaitu 68,8%. Hasil statistik didapatkan ada hubungan kecemasan dengan pendidikan, pekerjaan, pendapatan, usia kehamilan dan tempat tinggal ibu dengan nilai p < 0,05 (0,320; 0,37; 0,24; 0,001 dan 0,024) dan hanya faktor usia ibu yang tidak ada hubungan dengan kecemasan dengan nilai p= 0,94. Kesimpulan: Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pendidikan, pekerjaan, pendapatan, usia kehamilan dan tempat tinggal ibu dengan kecemasan pandemi COVID-19

    Edukasi Paket Pelayanan Awal Minimum (PPAM) Untuk Kesehatan Reproduksi Dalam Situasi Darurat Bencana Pada Bidan Desa Di Kecamatan Langsa Lama Kota Langsa

    No full text
    Indonesia adalah salah satu negara yang rawan bencana di dunia. Berlokasi di Pacific Ring of Fire, Indonesia sering menghadapi situasi darurat bencana seperti gempa bumi, tsunami, gunung berapi, banjir, tanah longsor, kemarau dan kebakaran hutan yang sering kali menimbulkan dampak buruk. Dalam situasi darurat bencana, kebutuhan akan kesehatan reproduksi sering kali terabaikan. Risiko komplikasi pada perempuan ketika melahirkan dapat meningkat, karena terpaksa harus melahirkan tanpa bantuan tenaga kesehatan terlatih. Risiko terhadap kekerasan seksual, kehamilan yang tidak diinginkan dan penularan infeksi HIV dapat juga terjadi dalam situasi bencana. Ketersediaan layanan kesehatan reproduksi pada situasi bencana akan menyelamatkan jiwa. Penyediaan pelayanan kesehatan reproduksi melalui Paket Pelayanan Awal Minimum (PPAM) Kesehatan Reproduksi dapat membantu mengurangi risiko yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi pada situasi darurat bencana. Tujuan kegiatan adalah Meningkatkan pemahaman Bidan Desa, kader, wanita usia subur melalui edukasi tentang PPAM untuk Kesehatan Reproduksi dalam situasi darurat bencana di Desa Merandeh Kec. Langsa Baro dan Gampong Jawa Kec. Kota Langsa. Metode yang digunakan adalah program pendidikan masyarakat melalui edukasi tentang PPAM untuk Kesehatan Reproduksi dalam situasi darurat bencana pada bidan desa. Berdasarkan hasil yang diperoleh, maka terdapat perbandingan nilai rata-rata pengetahuan bidan desa antara sebelum dan sesudah edukasi tentang PPAM dilakukan. Terdapat peningkatan pengetahuan bidan desa setelah diberikan edukasi dari 7,1 menjadi 9,4.

    Pemberian kompres air hangat dan aromaterapi mawar terhadap penurunan nyeri pada ibu bersalin kala I fase aktif

    No full text
    Background: Pain during labor is a discomfort that often occurs in mothers. Severe pain can make the mother stressed, uncomfortable and exhausted. Uterine contractions during the initial phase of labor cause labor pain. The number of supplementary treatment that can be given to laboring mothers in lowering the pain felt, among them is aromatherapy and warm compresses.Objectives: To find out the difference between warm water compresses and rose aromatherapy to reduce pain in maternity mothers during the active phase I.Methods: This type of research is quasi experimental with a research design of nonequivalent control group design. The number of samples was 60 laboring mothers in the working area of the West Langsa Health Center, which was divided into 2 groups of 30 people in the warm compress group and 30 people in the rose aromatherapy group. The research was conducted on September 12 to November 28, 2023. The instrument used was an observation sheet containing respondent data and the NRS pain scale. Warm compresses are given for 20 minutes using buli-buli on the lower back and rose aromatherapy as much as 4 drops in a humiedifer containing water which is given for 20 minutes, the intervention is given at the time of the active phase. Data processing using Wilcoxon test to see the effect of each variable and man whitney test to determine which intervention is more effective.Results: Giving warm compresses and rose aromatherapy is effective in reducing labor pain in laboring women in the first phase of the active phase with a significance value of 0,000 and warm compresses and aromatherapy are equally effective in reducing labor pain with a significance value of 0,000.Conclusion: Giving warm compresses and rose aromatherapy is equally effective in reducing labor pain in the first phase of active labor.

    Upaya Pencegahan Stunting Secara Dini pada Remaja Putri di Desa Seulalah Baru Kecamatan Langsa Lama

    No full text
    ABSTRAK Stunting masih menjadi isu besar bagi bangsa Indonesia dan merupakan program prioritas pemerintah yang harus segera ditanggulangi. Upaya pencegahan stunting secara dini pada remaja adalah sebuah trobosan peningkatan pengetahuan gizi sebelum memulai berkeluarga yang berkontribusi pada kesadaran akan kesehatan ibu dan anak dimasa penting dalam kehidupannya, termasuk memutus rantai persoalan stunting. Pengabdian masyarakat ini untuk mencegah terjadinya stunting secara dini pada remaja di Desa Seulalah Baru Kecamatan Langsa Lama Kota Langsa. Pengabdian kepada masyarakat ini bersifat deskriptif dengan tahapan pelaksananaan yaitu persiapan, pemeriksaan tinggi badan (TB), berat badan (BB), haemoglobin (Hb), tekanan darah, pretest, edukasi (pencegahan stunting, gizi seimbang, anemia), demonstrasi perhitungan berat badan ideal dan posttest. Sasaran pengabdian kepada masyarakat ini adalah remaja Desa Seulalah Kecamatan Langsa lama Kota Langsa yang berjumlah 40 orang. Mayoritas berat badan remaja tidak ideal sebanyak 22 (55%),  mayoritas memiliki tekanan darah normal sebanyak 27 (65,7%), mayoritas memiliki Hb normal sebanyak 34 (85%), mayororitas pengetahuan remaja sebelum dilakukan penyuluhan memiliki pengetahuan kurang  sebanyak 27 ( 67,5%) serta mayoritas memiliki pengetahuan baik setelah penyuluhan sebanyak  33 (82,5%). Penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan pada remaja sebaiknya dilakukan secara dini dan rutin minimal 6 bulan sekali. Kata Kunci: Pencegahan Stunting, Remaja Putri, Anemia, Berat Badan Ideal  ABSTRACT Stunting is still a big issue for the Indonesian people and is a government priority program that must be addressed immediately. Efforts to prevent stunting early in adolescents are a breakthrough in increasing nutritional knowledge before starting a family which contributes to awareness of maternal and child health at an important time in their lives, including breaking the chain of stunting problems. This community service is to prevent premature stunting in teenagers in Seulalah Baru Village, Langsa Lama District, Langsa City. This community service is descriptive in nature with implementation stages, namely preparation, checking height (TB), weight (BB), hemoglobin (Hb), blood pressure, pretest, education (stunting prevention, balanced nutrition, anemia), demonstration of weight calculation ideal and posttest. The targets of this community service are teenagers from Seulalah Village, Langsa Lama District, Langsa City, totaling 40 people. The majority of teenagers' weight was not ideal as much as 22 (55%), the majority had normal blood pressure as much as 27 (65.7%), the majority had normal Hb as much as 34 (85%), the majority of teenagers' knowledge before counseling had insufficient knowledge as much as 27 ( 67.5%) and the majority had good knowledge after counseling as many as 33 (82.5%). Counseling and health checks for teenagers should be carried out early and routinely at least once every 6 months. Keywords: Prevention of Stunting, Adolescent Girls, Anemia, Ideal Body Weigh

    Peningkatan Pengetahuan Wanita Usia Subur Tentang Efek Penggunaan Kontrasepsi Progestin Terhadap Kesehatan Organ Reproduksi

    No full text
    ABSTRAK Pemerintah menggalakan program Keluarga Berencana (KB) untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk. Salah satu program KB adalah dengan penggunaan kontrasepsi. Metode kontrasepsi yang saat ini yang paling banyak digunakan oleh Wanita Usia Subur (WUS) adalah suntikan Depo Medroxy Progesterone Acetate (DMPA) yang berisi hormon progesteron. DMPA memiliki efek samping yang merugikan organ reproduksi untuk penggunaan jangka panjang. Tujuan kegiatan pengabdian dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan wanita usia subur tentang efek samping penggunaan kontrasepsi hormonal DMPA jangka panjang pada organ reproduksi. Metode pelaksanaan adalah dengan edukasi peningkatan pengetahuan tentang kontrasepsi DMPA dengan sasaran wanita usia subur akseptor KB DMPA sebanyak 60 orang. Hasil kegiatan diperoleh bahwa mayoritas pengetahuan wanita usia subur pada kategori kurang pada saat pretest sebanyak 41 orang (68,33%) dan pada saat posttest mayoritas berada pada kategori baik sebanyak 53 orang (88,33%). Adanya peningkatan pengetahuan setelah dilakukan edukasi tentang penggunaan kontrasepsi DMPA dan efek samping yang ditimbulkan akibat penggunaan jangka panjang terhadap kesehatan organ reproduksi. Kata Kunci :   Depo Medroxy Progesterone Acetate (DMPA), Wanita Usia Subur, Kontrasepsi, Keluarga Berencana  ABSTRACT The government is promoting the Family Planning (KB) program to control population growth. One of the family planning programs is the use of contraception. The method of contraception currently most widely used by women of reproductive age is the injection of Depo Medroxy Progesterone Acetate (DMPA) which contains the progesterone hormone. DMPA has adverse side effects on reproductive organs for long-term use. The purpose of this service is to increase the knowledge of women of reproductive age about the side effects of long-term use of DMPA hormonal contraceptives on the reproductive organs. The method of implementation is education to increase knowledge about DMPA contraception with the target of women of reproductive age DMPA to acceptors as many as 60 people. The results of the activity showed that the majority of knowledge of women of reproductive age were in the lack knowledge at the time of the pretest as many as 41 people (68.33%) and at the time of the posttest the majority were in the good knowledge category as many as 53 people (88.33%). There is an increase in knowledge after education about the use of DMPA contraceptives and the side effects caused by long-term use on the health of the reproductive organs. Keywords: Depo Medroxy Progesterone Acetate (DMPA), women of reproductive age, Contraception, Family Plannin

    EFEKTIVITAS DARK CHOCOLATE DAN WORTEL DALAM MENURUNKAN INTENSITAS DISMINOREA PRIMER

    No full text
    Background: Dysminorrhea will get worse if accompanied by an unstable psychological condition. One of the causes of dysmenorrhea is hormonal factors where there is a hormonal imbalance. Pain during menstruation occurs due to high levels of prostaglandin hormones that make the uterine muscles contract. In Indonesia, the incidence of type dysmenorrhea primary is about 54.89% while the rest sufferers with secondary dysmenorrhea. Non-pharmacological therapy for dysmenorrhea is highly recommended, one of which are dark chocolate and carrots.Purpose: To determine the effectiveness of the combination of dark chocholate and carrots in reducing the intensity of dysminorrhea.Methods: This type of research uses a quasi-experimental design with a pretest-post-test control group design with a sample of 28 respondents experiencing primary dysmenorrhea. Pain intensity was measured by Numeric Rating Scale (NRS). Data collection was carried out during the pre-test, namely during menstruation in the first cycle and post-test data collection was carried out in the second cycle or after 30 days of treatment and assessed on the 31st day or the first menstruation in the following month. The statistical test used is Paired sample t-test.Results: The administration of dark chocholate, carrots and a combination of the two was able to reduce the intensity of primary dysminorrhea with a glossy p-value ≤ 0.05.Conclusion: Consumption of dark chocholate, carrots and a combination of both can reduce the intensity of primary dysmenorrhea. Suggestion for adolescents with primary dysmenorrhea to use non-pharmacologic therapy to reduce pain intensity such as carrots and dark chocholate in order to avoid the side effects of pharmacological drugs. Further research is needed in vitro on the mechanism of the combination of carrots and dark chocholate in reducing the intensity of dysmenorrhea Keywords : Dark Chocholate, Carrot, Dysminorea Intensity, adolescents ABSTRAK Latar Belakang : Disminorea akan bertambah parah apabila disertai dengan kondisi psikis yang labil. Salah satu penyebab dismenorea adalah faktor hormonal dimana adanya ketidakseimbangan hormonal. Nyeri ketika menstruasi tersebut timbul akibat tingginya hormon prostaglandin yang membuat otot rahim berkontraksi. Di Indonesia angka kejadian dismenorea tipe primer adalah sekitar 54,89% sedangkan sisanya penderita dengan dismenorea sekunder. Terapi disminorea secara non farmakologi sangat diabjurkan salahs satunya adalah dark chocholate dan wortel.Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui efektivitas kombinasi dark chocholate dan wortel dalam menurunkan intensitas disminorea.Metode Penelitian : Jenis penelitian ini menggunakan quasi eksperiment dengan desain pretest- post test control group design dengan sampel adalah responden yang mengalami disminorea primer sebanyak 28 orang. Intensitas nyeri diukur dengan Numeric Rating Scale (NRS). Pengambilan data dilakukan pada saat pre-test yaitu saat haid pada siklus pertama dan pengambilan data post-test dilakukan pada siklus kedua atau saat setelah dilakukannya perlakuan selama 30 hari dan dinilai pada hari ke 31 atau pertama haid di bulan berikutnya. Uji statistik yang digunakan adalah Paired sample t-tes.Hasil Penelitian : Pemberian dark chocholate, wortel dan kombinasi keduanya mampu menurunkan intensitas disminorea primer dengan nilap p-value ≤ 0,05.Kesimpulan : Pemberian dark chocholate, wortel dan kombinasi keduanya mampu menurunkan intensitas disminorea primer.Sarankan pada remaja yang mengalami disminorea primer untuk menggunakan terapi non faramakologis untuk mengurangi intensitas nyeri seperti wortel dan dark chocholate agar terhindar dari efek samping obat-obatan farmakologi. Diperlukan penelitian lebih lanjut secara in vitro tentang mekanisme kombinasi wortel dan dark chocholate dalam menurunkan intensitas disminorea. Kata Kunci : Dark Chocholate, Wortel, Intensitas Disminorea, Remaja Putri
    corecore