1,720,998 research outputs found

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    WACANA IKLAN KARTU KREDIT VERSI LUCKY REWARD

    Full text link
    Sebagai salah satu kajian wacana, iklan adalah sebuah model komunikasi yang menarik, karena keunikan dalam iklan maka dapat dibedakan bentuk komunikasi wacana tulis atau non-tulis yang lain. Pesan dalam iklan memiliki dua tingkatan makna, yaitu makna eksplisit dan makna yang dikemukakan secara implisit di balik tampilan iklan. Iklan kartu kredit sebagai sebuah produk budaya populer pada saat sekarang ini menjadi sebuah fenomena tersendiri di masyarakat. Kartu kredit merupakan alat bantu pembayaran yang sudah biasa di sebagian masyarakat kita. Salah satu perusahaan yang mengeluarkan produk kartu kredit adalah bank CIMB Niaga. Dalam iklan program “Lucky Reward†kartu kredit CIMB Niaga terdapat kodekode yang memiliki nilai-nilai, sikap, dan keyakinan tertentu. Wacana ini difokuskan pada kajian tentang makna yang terkandung dalam tatanan objekobjek yang muncul dalam iklan program “Lucky Rewardâ€. Wacana ini diharapkan memberikan kontribusi penting terhadap kajian analisis wacana sehingga dapat dijadikan rujukan untuk kajian selanjutnya. Objek-objek tekstual yang muncul pada iklan merupakan kalimat yang memiliki makna terselubung. Pelesapan atau elipsis digunakan untuk memadatkan kata atau mempersingkat kata supaya susunan kalimat menjadi singkat, padat, dan menarik. Berdasarkan analisis sociocultural practise dalam Lucky Reward, terdapat tiga level yakni level situasional, level institusional dan level sosial

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    PENYATUAN MANUSIA & TEKNOLOGI APLIKASI 3D (KATALOG VIRTUAL 3D)

    Full text link
    Interaksi antara manusia dan katalog komoditas merupakan suatu halyang sangat berperan dalam mempengaruhi tingkah laku manusia dalammengkonsumsi komoditas. Dengan adanya kebutuhan yang menentukan tingkah laku untuk membeli suatu komoditas, maka dibutuhkan suatu katalog yang mampu membuat manusia seperti seolah-olah merasa ada di tempat perbelanjaan sehingga kebutuhan ‘sense’ akan suatu komoditas benar-benar terwakili kehadirannya. Adanya tuntutan emosi yang harus terpenuhi dalam suatu katalog, memunculkan isu bahwa katalog konvensional tidak lagi efektif dalam merepresentasikan suatu komoditas. Wacana dalam memenuhi kepuasan hidupnya, manusia berusaha menciptakansuat u kondisi ideal dalam berbagai hal, salah satunya dalam mendapatkan kepuasan informasi komoditas dari suatu katalog. Munculnya wacana / diskursus mengenai katalog masa depan (3D) menjadikan suatu wacana yang berkembang dalam dunia desain. Aplikasi interaktif virtual 3D mampu menghadirkan komoditas pada konsumen dengan lebih baik, secara intuitif konsumen mampu memantau, belajar dan mengumpulkan data komoditas seperti berjalan di pusat perbelanjaan. Adanya dukungan perkembangan teknologi baik material, energi, alat dan teknik mendorong realisasi katalog yang mampu memenuhi kebutuhan manusia.Kata kunci: manusia, teknologi, katalog, 3D

    Perancangan Informasi Sejarah Tentara Pembela Tanah Air Melalui Media Buku Cerita Bergambar

    No full text
    Tentara Pembela Tanah Air kesatuan militer yang terbentuk dalam sejarah Indonesia. Terbentuknya Tentara Peta mempunyai peran penting dalam kemerdekaan Indonesia, pembentukannya masih ditemui banyak pandangan yang berbeda diantaranya menyatakan bahwa pembentukannya diawali oleh inisiatif bangsa Indonesia dan anggapan lain menyebutkan bahwa terbentuknya murni dibentuk oleh Jepang, namun dari kedua tanggapan tersebut tidaklah salah dikarnakan pembentukannya Peta adalah terbentuk atas kesepakatan bersama, hanya seringkali disampaikan dalam bentuk ringkas, sehingga dikhawatirkan akan terjadi pro dan kontra di masyarakat.maka dilakukannya perancangan untuk memberikan informasi sesuai dengan sejarah dengan media buku cerita bergambar yang akan memberikan gambaran sejarah ataupun perjalanan Tentara Peta dalam mengisi kemeerdekaan, diharapkan dapat memberikan informasi yang sesuai, menarik dan edukatif kepada masyarakat

    Deradikalisasi dalam tafsir ayat-ayat Jihad : Studi atas tafsir Fi Zhilal Al-Quran karya Sayyid Quthb

    Full text link
    Banyak pihak yang menjustifikasi atau menuduhkan bahkan melekatkan bahwa ide-ide atau pemikiran pemikiran sayyid quthb merupakan pemikiran dan pemahaman yang radikal. Padah pemikiran sayyid Quthb tidak lain untuk membuka wawasan ataupun pemahaman para kaum muslimin untuk senantiasa bangkit dan berani bersaing dengan dunia barat, namun yang terjadi munculnya stigma radikal yang menempel pada sosok Sayid Quthb pada ayat-ayat ‘Jihad’ dalam Fi Zhilal AlQuran. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menelusuri dan mengelaborasi penyebab stigma radikal dan fundamentalis pada diri Sayyid Quthb, mengetahui penfasiran Sayyid Quthb terhadap ayat-ayat jihad, dan untuk mengetahui, mengidentifikasi, dan menelusuri format deradikalisasi yang dilakukan Sayyid Quthb dalam menafsirkan ayat-Ayat jihad pada Fi Zhilal Al-Quran yang dianggap sebagai biang kerok akar fundamentasline dan gerakan radikal serta intoleran. Penelitian dilakukan secara kualitatif. Untuk pendekatan dan metode penelitian dilakukan dengan menggunakan metode penelitian studi pustaka, melalui pendekatan interpretasi data dan analisis isi kitab tafsir dalam kontektual Abdullah Saeed. Subjek dalam penelitian ini adalah tafsir Fi Zhilal Al-Quran karya Sayyid Quthb. Sedangkan objek penelitiannya adalah ayat-ayat Jihad dan ayat-ayat qital dalam beberapa surat yang tersebar dalam Al-Quran. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik dokumentasi berupa literatur-literatur-literatur ayat-ayat terkait jihad dan qital yang ada dalam tafsir Fi Zhilal Al-Quran. Setiap ayat-ayat yang terkait jihad dan qital dipilih secara acak atau purposive sampling kemudian dikumpulkan dan diurutkan berdasarkan surat pertama sampai terakhir. Untuk tekhnik pengolahan data dilakukan melalui studi literature. Hasil penelitian menunjukan bahwa stigma yang sering dilontarkan kepada Sayyid Quthb tidak lepas dari kekeliruan dalam memahami pemikirannya. Pemikirannya hanya dipahami secara parsial sehingga muncul pemahaman yang salah dalam memotret jati diri Sayyid Quthb. Dalam pandangan Sayyid Quthb, Jihad dapat dikategorikan ke dalam dua jenis jihad yakni Jihâd fî Sabîlillah dan Jihâd al-Kuffâr. Penafsirannya pun bisa diimplementasikan dalam konteks jihad kekian yang meliputi, jihad dalam ekonomi, pendidikan, dakwah, politik dan perang pemikiran. Adapun format deradikalisasi Sayyid Quthb setidaknya terdapat tiga acuan: Pertama, memahami interpretasi pandangan Sayyid Quthb terhadap ayat-ayat jihad. Kedua, menelaah konsep Qital dalam pandangan Sayyid Quthb. Ketiga, kontekstualisasi penafsiran Sayyid Quthb dalam konteks kekinian sebagai upaya untuk mengukur sejauh mana relevansi dan signifikansi penafsiran Quthb terhadap problem keumatan. Sebab seorang yang anti radikal, signifikansi penafsirannya akan membawa kepada tatanan masyarakat yang lebih baik

    SEMIOTIKA PADA POSTER IKLAN AIDS PERANCIS VERSI ‘SCORPION’ TBWA PARIS

    Full text link
    Poster iklan layanan masyarakat tentang AIDS ini dibuat oleh agensi TBWA Paris, Perancis sebagai poster nasional dalam kampanye sosial pencegahan HIV Aids dengan penggunaan kondom. Pengalamat atau pengirim dalam hal ini AIDES Perancis pada khususnya, mencoba memberikan suatu pesan pada masyarakatnya atau penerima dari poster. Reaksi berdatangan dari audiens, baik respon positif maupun respon negatif. Respon-respon diatas merupakan gambaran akan bagaimana suatu tanda diterima di masyarakat, baik yang memahami maupun yang memang benar-benar tidak memahami maksud dari iklan tersebut. Tentunya hal tersebut berkaitan dengan budaya, tingkat pendidikan dan lain sebagainya. Menarik apabila hal ini dikaji dengan semiotika, sehingga tentunya dapat di interpretasikan dengan lebih baik. Penelitian ini menggunakan pendekatan semiotika. Dalam poster iklan AIDS versi Scorpion ini, dapat ditelaah berdasarkan denotasi dan konotasi yang muncul dalam setiap objek yang ada. Hasil dapat disimpulkan dengan Poster iklan kampanye layanan masyarakat mengenai penggunaan kondom untuk hubungan seks yang aman ini menggunakan metafora. Konsep utama yang ingin disampaikan adalah untuk berhati-hati dalam melakukan hubungan seks, dimana pasangan yang bisa ditemukan sembarangan bisa saja menyandang virus HIV Aids yang bisa menyengat secara perlahan-lahan tanpa disadari. Pesan ini dimetaforakan dengan imaji kalajengking hitam besar. Pesan imaji diperkuat dengan pesan linguistik untuk menggunakan kondom agar terjaga dari virus HIV AIDS

    STRUKTUR DAN PROSES KOMUNIKASI DALAM POSTER PEMANASAN GLOBAL VICTOR VAN GASBEEK

    Full text link
    Media merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari umat manusia. Interaksi yang terjadi antara manusia dengan media hampir terjadi setiap hari. Interaksi antara manusia sebagai pengguna (user) atau penyimak (viewer) dari suatu objek media dapat dilihat sebagai suatu bentuk komunikasi. Poster mengenai pemanasan global yang didesain Victor van Gaasbeek (2009) tentunya dapat memiliki kekuatan yang menjadi sumber ide dan opini bagi yang melihatnya. Dengan topik pemanasan global yang hadir pada poster ini, maka menarik apabila dapat diuraikan elemen komunikasi, multimodality beserta relasi antar modes dalam poster tersebut. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan multimodality sebagai salah satu cara menelaah objek. Multimodality dari media poster pemanasan global karya Victor van Gaasbeek (2009) memiliki modes yang menarik untuk ditelaah. Gabungan dari modes ini menjadi suatu multimodal text yang dapat dimaknai berdasarkan pemahaman audiens. Dalam poster ini, mode tampil secara visual yang memiliki makna baik secara konotasi maupun denotasi. Dari penelitian menggunakan teori multimodality, maka dapat disimpulkan interaksi antara manusia sebagai user atau viewer dengan medianya merupakan suatu bentuk komunikasi. Komunikasi ini dapat berjalan baik apabila pengirim pesan mampu memberikan pesan melalui medium yang dipilihnya serta pesan dapat dipahami oleh audiens. Pesan mengenai pemanasan global dalam poster dapat dipahami jika audiens memahami referent yang digunakan desainernya
    corecore