1,720,994 research outputs found
Penggunaan Ampas Batang Pisang Terhadap Pertumbuhan Ikan Mas di Desa Salutambun Barat Kabupaten Mamasa
The research of the influence of the banana steam residues as pellet for Cyprinus carpio growth has been done at west Salutambun village, Buntu Malangka Districts, Mamasa Counties. The type of this research is experimental study and the aim of this study to see the effect of alternative pellet for Carp (Cyprinus carpio) growth. The research method include the manufacture and testing of alternative pellets for carp (Cyprinus carpio). Alternative pellets consist of banana stem as the main ingredient, a banana peel, fine bran and sweet potato leaves. Everything yielded then mixed with rice water. The pellets are then dried and cured for one night and then milled to from a circle with a small sircle. The data analysis technique used is completely randomized (RAL) is fine that the F value 14,85** is greater than F table α 0,01 with value 13,74 (F hitung > F tabel). Then there is a very significant effect residual use in the manufacture of banana pellets for carp growth at West Salutambun village, Buntu Malangka Districts, Mamasa Counties.Keywords: Cyprinus carpio (carp), growth, pellet
ANALISIS COLIFORM KUALITAS AIR GALON BERDASARKAN LAMA PENYIMPANANNYA DI KECAMATAN RAPPOCINI KOTA MAKASSAR
Telah dilakukan penelitian pada bulan Desember 2013 yang bertujuan untuk mengetahui nilai MPN bakteri Coliform dan mendeteksi keberadaan Escherichia coli pada air galon yang telah disimpan beberapa hari serta mengetahui kualitas air galon yang digunakan masyarakat di Kecamatan Rappocini, Sulawesi Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian dekriptif kualitatif. Pengambilan Sampel air galon dilakukan setelah penyimpanan empat hari. Pengujian sampel meliputi empat tahapan yaitu melalui uji penduga menggunakan medium LB dan di lanjutkan ke uji penegasan menggunakan medium BGLB dan kemudian uji kesempurnaan menggunakan medium EMBA, dari uji kesempurnaan di lanjutkan ke uji pewarnaan gram. Hasil penelitian setelah uji penduga dan penegas memperlihatkan nilai MPN untuk kelurahan Buakana 1100/100 ml, Kelurahan Tidung 43/100 ml dan kelurahan Rappocini 11/100 ml. Setelah uji kesempurnan hanya kelurahan Tidung yang tidak ditemukan adanya E.coli yang mencemari air galon tersebut. Kualitas air galon pada kelurahan Rappocini dan Kelurahan Tidung sangat bagus karena pada kelurahan Rappocini dan Kelurahan Tidung termasuk dalam golongan kelas A sementara untuk kelurahan Buakana kualitasnya sangat jelek karena termasuk dalam golongan kelas D
ISOLASI BAKTERI ASAM LAKTAT DARI SUSU KAMBING ETAWAH FERMENTASI
Bakteri asam laktat (LAB) adalah mikroorganisme yang umumnya dikenal sebagai aman (GRAS). Sebagian besar LAB ditemukan pada susu, makanan fermentasi, buah dan saluran cerna. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengisolasi bakteri asam laktat dari susu kambing Etawah segar dan fermentasi. Sampel susu segar dikumpulkan dari peternakan di Singosari dan susu fermentasi yang diperoleh dengan menyimpan susu mentah di bambu dari pada ditutup dengan daun pisang lalu diinkubasi 48 jam. Isolasi bakteri asam laktat dilakukan menggunakan medium MRSA yang mengandung CaCO3, Isolat bakteri asam laktat ditentukan dengan adanya zona bening di sekitar koloni. Bakteri asam laktat yang tumbuh selanjutnya dikarakterisasi morfologi dan biokimawi. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa isolate BAL yang tumbuh mempunyai karakteristik yang mirip dengan Lactobacillus. Kata Kunci : Bakteri asam laktat, fermentasi dan susu Kambing Etawah, Lactobacillu
ANALISIS KADAR VITAMIN A WORTEL (Daucus carrota) LOKAL DAN IMPOR YANG BEREDAR DI KOTA MAKASSAR
The research about “The Analysis of different in the level of Vitamin A from local and import Carrots (Daucus carrota) that circulating in the city of Makassar has been done. This research was an experimental study conducted and held in February at Large Hall in Sout Sulawesi Propincy. Sampling was carried out two take places, local Carrots from some tradisional markets and import Carrots from supermarkets in Makassar. The result of the research when analyzed by spectrofotometry UV-VIS at the maximum wavelength indicates that the average levels of the Vitamin A in the local Carrots is 357,5 ug/g dan import carrots is 1496,4 ug/
Studi Potensi Dan Gen Penyandi Bakteriosin Bakteri Asam Laktat Dari Susu Kerbau Belang (Bubalus Bubalis L.) Tana Toraja Sebagai Kandidat Probiotik
Beberapa Bakteri Asam Laktat (BAL) dikatakan merupakan probiotik yang dapat memberikan dampak positif pada fisiologi dan kesehatan manusia ataupun hewan. Probiotik dimanfaatkan untuk mencegah dan mengobati penyakit infeksi serta menyeimbangkan mikroorganisme normal saluran pencernaan. Bakteri probiotik dapat memproduksi berbagai senyawa antimikroba yang dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme patogen. Senyawa antimikroba tersebut dapat digunakan untuk terapi terhadap bakteri patogen manusia guna mengurangi dampak resistensi terhadap antibiotika.
Bakteri Asam Laktat umumnya banyak didapatkan dari susu Kambing Etawah, Sapi Bali maupun susu kerbau lumpur dan perah di Sumatera Utara. Namun penelitian tentang kandungan nutrisi susu dan diversitas BAL yang berasal dari susu Kerbau Belang/Tedong Bonga endemik Toraja (Bubalus bubalis Linn.) belum pernah dilaporkan. Oleh karena itu dilakukan eksplorasi BAL yang dapat digunakan sebagai probiotik. Tujuan penelitian ini adalah 1. menganalisis kandungan nutrisi dan keragaman BAL, 2. menganalisis potensi biomassa sel dan metabolit BAL terhadap bakteri patogen manusia, 3. mengidentifikasi spesies BAL kandidat probiotik, 4. optimasi produksi dan identifikasi bakteriosin yang dihasilkan BAL kandidat probiotik serta 5. identifikasi gen penyandi bakteriosin tersebut.
Susu Kerbau Belang dari Kabupaten Tana Toraja dianalisis nutrisinya meliputi kandungan karbohidrat, protein, lemak, kadar abu, SNF, dan dianalisis keragaman BAL berdasarkan Indeks Simpson, kemudian diskrining sebagai kandidat probiotik meliputi uji hemolisa , ketahanan terhadap asam dan garam empedu, serta kemampuan menghasilkan senyawa antimikroba. Isolat BAL yang paling unggul selanjutnya diidentifikasi secara fenotipik dan filogenetik berdasarkan sekuen 16S rDNA. Produksi senyawa bakteriosin dioptimasi pada kondisi media pH awal 6, 7, dan 8 serta pada umur inkubasi 7,9, 11,13, 15, 17 dan 19 jam, senyawa bakteriosin yang dihasilkan selanjutnya dikarakterisasi kemudian dipurifikasi parsial dengan penambahan ammonium sulfat 40 %, 60 % dan 80 %. Gen penyandi bakteriosin isolat BAL kandidat probiotik tersebut diidentifikasi menggunakan primer spesifik yaitu EntA, EntB, EntP dan L50A/B.
Bakteri Asam Laktat yang telah diisolasi dari susu Kerbau Belang Tana Toraja sebanyak empat belas isolat. Semua isolat BAL bersifat hemolisis atau tidak patogen pada mamalia. Semua isolat BAL dapat hidup pada pH 4 - 7, tetapi hanya empat isolat yaitu K1A, K2B1, K2B2, dan K4A2 yang mampu hidup pada pH 3. Isolat K2B1 dan K5B2 dapat hidup pada garam empedu (ox gall) 1 %. Cell free supernatant Netral (CFSN) isolat K1A, K2B1, dan K2B2 spesifik menghambat pertumbuhan Salmonella typhi sedangkan isolat K5B2 spesifik menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus. Cell free supernatant asam ( tanpa pengaturan pH) memiliki sifat antibakteri dengan spektrum yang lebih luas, isolat K1A dapat menghambat pertumbuhan EPEC; isolat K1B, K2B1, dan K2B2 dapat menghambat pertumbuhan EPEC dan Staphylococcus aureus, isolat
iv
K2C1, K2C2, K4A1, K4A2, dan K5A1 dapat menghambat pertumbuhan Salmonella typhi sedangkan K5B2 dapat menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus dan Salmonella typhi. Berdasarkan hasil tersebut, isolat K2B1 paling potensial sebagai kandidat probiotik.
Sekuen 16S rDNA isolat BAL K2B1 merupakan kandidat probiotik memiliki similaritas 100 % dengan Enterococcus faecalis ATCC 19433. Senyawa Bakteriosin Like Inhibitory Substance (BLIS) Enterococcus faecalis K2B1 optimum diproduksi dalam media MRSB pada pH 8 umur inkubasi 13 jam. Senyawa BLIS tersebut tetap memiliki sifat antimikroba terhadap bakteri patogen setelah perlakuan pH 2, 3, 4, 8, 9, dan 10 serta pemanasan pada suhu 100 dan 121 C selama 15 menit, tetapi aktivitas antimikroba BLIS hilang setelah penambahan Proteinase K. Hasil tersebut menunjukkan bahwa senyawa BLIS yang dihasilkan oleh Enterococcus faecalis K2B1 adalah Bakteriosin.
Bakteriosin isolat Enterococcus faecalis K2B1 memiliki aktivitas antibakteri tertinggi setelah dipurifikasi dengan ammonium sulfat konsentrasi 80 %. Semi pure bakteriosin tidak memiliki aktivitas antibakteri setelah direaksikan dengan Proteinase K. Hal ini menunjukkan bahwa senyawa semi pure bakteriosin diduga merupakan Enterocin. Senyawa enterocin tersebut pada overlaid gel SDS-PAGE memiliki berat molekul sekitar lima kilo Dalton.
Gen penyandi Enterocin Enterococcus faecalis K2B1 dapat diamplifikasi menggunakan primer universal LB 50A/B dengan ukuran sekuen 86 bp. Sekuen gen penyandi enterocin pada Enterococcus faecalis K2B1 memiliki similaritas 94 % dengan Hypothetical protein yang merupakan protein prebakteriosin atau prekursor bakteriosin. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa isolat Enterococcus faecalis K2B1 dapat dikembangkan sebagai produk probiotik. Isolat BAL tersebut memenuhi syarat sebagai probiotik antara lain bersifat non patogen, resisten pada pH rendah (pH3) dan garam empedu 1 % serta mampu menghambat pertumbuhan bakteri patogen manusia yaitu EPEC, S. aureus dan S. typhi
Potensi dan Kelayakan Ekonomi Budidaya Kacang Tanah Pada Sawah Tadah Hujan Di Desa Raddae Kabupaten Wajo
Peanut cultivation by the people of Raddae Village is carried out after the rice harvest, which is the end of the rainy season. This is done in order to maximize the use of rice fields during the rainy season, before the dry season which is also a period of famine. People in the area practice peanut cultivation, but do not know whether the business is profitable or not. People cultivate peanuts to maximize rice fields when the rainy season arrives. The purpose of the research was to analyze economic potential and business feasibility in Raddae Village, Wajo regency. The sampling technique was carried out by simple random sampling so that 15 samples were obtained. The Economic potential analysis is carried out using the income formula, namely TR-TC, while the business feasibility analysis is calculated using the R/C ratio, BEP, PP, and ROI. The results showed that peanut cultivation in this location has economic potential because it can meet all needs during the farming process, while the results of the feasibility analysis also show that the cultivation is feasible or continued.Budidaya kacang tanah oleh masyarakat Desa Raddae dilakukan setelah panen padi, yang merupakan masa akhir musim hujan. Hal ini dilakukan guna memaksimalkan penggunaan sawah pada saat musim hujan tiba, sebelum musim kemarau yang sekaligus merupakan masa paceklik. Masyarakat didaerah tersebut melalukan budidaya kacang tanah, namun mereka tidak mengetahui apakah usaha tersebut dapat mendatangkan keuntung atau tidak. Masyarakat melakukan budidaya kacang tanah demi memaksimalkan sawah pada saat musim penghujan tiba. Tujuan penelitian yaitu untuk menganalisis potensi dan kelayakan usaha usaha budidaya kacang tanah di Desa Raddae Kabupaten Wajo. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara acak sederhana sehingga diperoleh 15 sampel. Analisis potensi ekonomi dilakukan menggunakan rumus pendapatan yaitu TR-TC, sedangkan analisis kelayakan usaha dihitung menggunakan ratio R/C, BEP, PP, dan ROI. Hasil penelitian meunjukkan bahwa budidaya kacang tanah dilokasi tersebut memiliki potensi ekonomi karena dapat memenuhi seluruh kebutuhan selama proses bertani, sedangkan hasil analisa kelayakan juga menunjukkan bahwa budidaya tersebut layak dijalankan atau dilanjutkan
Analisis Aktivitas Enzim Antioksidan Katalase dan Peroksida
ine"> </Enzim atau biokatalisator adalah katalisator organik yang dihasilkan oleh sel.Enzim sangat penting dalam kehidupan, karena semua reaksi metabolisme dikatalis oleh enzim. Praktikum ini bertujuan mengamatitingkat aktivitas enzim katalase dan periksodase pada daun selama cekaman kekeringan, salinitas dan kontrolAnalisis aktivitas enzim katalase dengan cara supernatan sebanyak 0,04 ml ditambahkan kedalam larutanyang mengandung 2,56 ml, 50 Mm Pottasium Phosphate Buffer pH 7 dan 0,4 ml 15 Mm H2O2 dalam waktusatu menit menggunakan spektrofotometer dengan panjang gelombang 240 nm . kurva standar katalasediperoleh persamaan Y= 2,045.x – 0,173; R2 = 0,976 yang digunakan dalam perhitungan aktivitas enzimkatalase... Aktivitas enzim katalase tertinggi terjadi pada tanaman kontrol dengan aktivitas enzim katalasesebesar 13.189 μmol/g dan pada tanaman yang diberi perlakuan salinitas sebesar 13.158 μmol/g aktivitasenzim paling rendah terjadi pada tanaman dengan perlakuan kekeringan 12.670 μmol/g.Kata Kunci:Aktivitas Enzim, Katalase, Kekeringan, Salinita
AKTIVITAS SEDIAAN OBAT KUMUR EKSTRAK BIJI KEBEN (Barringtonia asiatica KURZ ) TERHADAP PERTUMBUHAN Streptococcus mutans
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitasdan konsentrasi yang tepat dari sediaan obat kumur ektrak biji keben yang mempunyai efektivitas paling besar dalam menghambat pertumbuhan Streptococcus mutans. Metode yang dilakuan adalah membuat ekstrak biji Keben konsentrasi 5, 10 dan 15 %, kemudian diukur pH nya dan dilakukan uji aktivitas terhadap Streptococcus mutans dengan menggunakan disk diffusion method. Pengujian pH sediaan obat kumur ekstrak biji keben menunjukan bahwa kosentrasi 5, 10 dan 15 % pHnyabeturut-turut adalah 7,2, 7,2 dan 6,8. Hasil uji aktivitas antimikroba sediaan obat kumur ekstrak biji keben konsentrasi 5, 10 dan 15 % berturut-turut adalah 11,66, 16,33, 20,33mm, sedangkan kontrol negatif tanpa ekstrak diperoeh daya hambat 6,5 mm dan kontrol positf menggunakan listerin diperoleh 23,66mm. Dari hasil penelitian diketahui bahwa sediaan obat kumur ekstrak biji keben dengan konsentrasi 15 % memiliki efek antibakteri yang lebih baik. Kata Kunci: Antimikrobia, ekstrak biji keben, Streptococcus mutan
Analisis Potensi Ekonomi dan Kelayakan Finansial Budidaya Pala (Myristica fragrans) di Desa Mataleonu Kolaka Utara
Masyarakat Desa Mataleonu melakukan budidaya pala sebagai tanaman polikultur bersama tanaman kelapa, coklat ataupun kacanga-kacangan. Dikhawatirkan hal tersebut akan akan memengaruhi produktivitas komoditas pala, sehingga analisa mengenai potensi ekonomi dan kelayakan usaha budidaya tanaman tersebut perlu dilakukan. Tujuan penelitian untuk mengetahui potensi dan kelayakan usaha budidaya pala di Desa Mataleuno Kecamatan Pakue Utara Kabupaten Kolaka Utara. Metode yang digunakan meliputi penentuan lokasi penelitian yang dilakukan secara sengaja. Teknik pengambilan sampel adalah melalui simple random sampling. Teknik pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi serta wawancara. Analisis data dilakukan dengan menghitung penerimaan, keuntungan dan kelayakan budidaya pala. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerimaan budidaya pala sebesar Rp. 15.000.000, laba 10.508.000 dan rasio R/C adalah 3,3. Sehingga dapat disimpulkan bahwa budidaya pala di Desa Mataleonu memiliki potensi ekonomi karena dalam proses produksinya petani dapat membeli semua kebutuhan produksi. Selain itu, budidaya pala di lokasi penelitian sangat layak untuk dilanjutkan karena nilai R/C > 1
Deteksi Coliform Air PDAM di Beberapa Kecamatan Kota Makassar
Penelitian yang dilakukan penelitian pada tahun 2014 ini bertujuan untuk mengetahui nilai MPN bakteri Coliform dan mendeteksi keberadaan Escherichia coli pada air PDAM tersebut serta untuk mengetahui kualitas air PDAM pada beberapa kecamatan di kota Makassar. Pengambilan Sampel air PDAM dilakukan dibeberapa kecamatan yaitu kecamatan Rappocini, Buakana, Banta-bantaeng, Tamalate dan Panakkukang. Pengujian sampel meliputi empat tahapan yaitu melalui uji penduga menggunakan medium LB dan di lanjutkan ke uji penegasan menggunakan medium BGLB dan kemudian uji kesempurnaan menggunakan medium EMBA, dari uji kesempurnaan di lanjutkan ke uji pewarnaan gram. Analisis data menggunakan teknik analisis secara kualitatif yang dibandingkan dengan SK.Dirjen PPM dan PLP No.I/PO.03.04.PA.91 dan SK JUKLAK PKA Tahun 2000/2001 tentang kualitas air bersih. Hasil penelitian memperlihatkan nilai MPN untuk kecamatan Rappocini, Buakana dan Banta-bantaeng adalah 9 sel/100 ml, sedangkan kecamatan Tamalate adalah > 3 sel/100 ml sampel dan kecamatan Panakkukang adalah > 1100 se/l100 ml sampel. Setelah uji kesempurnan hanya kecamatan Panakkukang yang ditemukan adanya Escherichia coli yang mencemari air PDAM tersebut sedangkan kecamatan lain hanya tercemar oleh Coliform non Fecal. Kualitas air PDAM untuk kecamatan Tamalate, Rappocini, Buakana dan Banta-bantaeng termasuk dalam Air bersih kelas A kategori baik karena mengandung total Coliform kurang dari 50, sedangkan untuk kecamatan Panakkukang termasuk dalam Air bersih kelas D kategori amat buruk karena mengandung Coliform 1001 – 2400. Hal ini menunjukkan bahwa air PDAM kecamatan Panakkukang telah tercemar oleh feces
- …
