133 research outputs found
Kombinasi Ekstrak Batang Serai Wangi dan Ekstrak Biji Pinang Muda dalam Bentuk Spray sebagai Bioinsektisida Alami terhadap Nyamuk Aedes Aegypti
Kasus DBD Kabupaten Jember menempati posisi kedua terbanyak setelah Kabupaten Jombang yaitu sebanyak 170 kasus yang dilaporkan dan 3 korban meninggal. Pengendalian vektor nyamuk Aedes aegypti secara kimia dengan menggunakan insektisida dapat ditujukan terhadap nyamuk dewasa maupun larva. Serai wangi dan biji pinang mengandung senyawa yang memiliki kemampuan sebagai insektisida.Tujuan penelitian ini adalah menganalisispotensi ekstrak serai wangi (Cymbopogon nardus) dan ekstrak biji pinang (Areca catechuL) dalam bentuk spray sebagai bioinsektisida alami untuk mengendalikan nyamuk Aedes aegypti. Penelitian ini termasuk kedalam rancangan penelitian murni (true experiment ) dengan rancangan Factorial Design. penelitian ini menggunakan 25 ekor nyamuk untuk setiap unit penelitian. Dalam penelitian ini terdapat 10 unit penelitian dengan 3 kali pengulangan untuk setiap unit. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji statistik GLM dan analisis Probit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak serai wangi, biji pinang dan kombinasi memiliki hasil uji 0.000 < 0.005. kesimpulan penelitian didapatkan bahwa Ekstrak serai wangi memiliki potensi sebagai bioinsektisida alami nyamuk Aedes aegypti, Ekstrak biji pinang muda (Areca cathecu L) tidak memiliki potensi sebagai bioinsektisida alami nyamuk Aedes aegypti sedangkan Kombinasi ekstrak batang serai wangi (Cymbopogon nardus) dan ekstrak biji pinang muda (Areca cathecu L) memiliki potensi sebagai bioinsektisida alami nyamuk Aedes aegypti.
Kata kunci : Serai Wangi, Biji Pinang, Aedes aegypti
Sistem Pencahayaan Alami: Konfigurasi Bukaan Dinding dan Atap pada Area Parkir Kantor Bawah Tanah
Sebagai bagian dari keseluruhan sistem bangunan, sistem pencahayaan berkontribusi
terhadap konsumsi energi bangunan. Studi terdahulu menunjukkan bahwa sistem pencahayaan
alami melalui pengaturan bukaan pada bangunan berguna untuk menekan konsumsi energi.
Meskipun sistem pencahayaan alami bermanfaat, efek termal dari strategi ini perlu
dipertimbangkan, terutama ketika merancang ruang basement yang memiliki keterbatasan akses
terhadap sumber cahaya. Tulisan ini bermaksud untuk memaparkan hasil studi konfigurasi ideal
fisik bukaan (ukuran dan letak) terkait dengan sistem pencahayaan alami dengan menggunakan
metode windows-to-wall ratio dan skylight-to-roof ratio. Bagian terendah selubung bangunan
kantor yang berlokasi di Tangerang digunakan sebagai kasus untuk mengidentifikasi dampak iklim
lokal terhadap rancangan. Hasil studi menunjukkan bahwa rancangan basement bangunan pada
kasus studi, berdasarkan perhitungan windows-to-wall ratio dan skylight-to-roof ratio mampu
menerangi 46% area yang dirancang dan 72% darinya tergolong ke dalam kategori over lit. Hasil
ini menunjukkan bahwa rancangan sudah memenuhi persyaratan minimum system pencahayaa
EDUKASI DAN PERSUASI KONSERVASI MUSUH ALAMI PADA AREAL AGROEKOSISTEM DI DAS SESAYAP-SEMBAKUNG KABUPATEN TANA TIDUNG
Pengendalian hayati merupakan salah satu alternatif pengendalian tanaman. Pemanfaatan musuh alami predator, parasitoid, dan entomopatogen dapat dijadikan sebagai salah satu metode pengendalian hama. Konservasi musuh alami merupakan salah satu pendekatan dalam pengendalian hayati, diantaranya dengan menyediakan ketersediaan habitat dan pakan bagi musuh alami tersebut. Hasil penelitian menunjukkan pada tahun 2021 di DAS Sesayap memiliki potensi musuh alami. Namun demikian, tingkat pengetahuan dan penggunaan pengendalian hayati masih sangat rendah. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan penerapan penggunaan pengendalian tersebut, khususnya melalui edukasi konservasi musuh alami. Teknologi konservasi musuh alami melalui pembuatan demplot tanaman refugia, transfer koloni, dan menggunakan ulat perangkap mikroba entomopatogen. Hasil pengabdian menujukan terdapat 15 peserta yang berpartisipasi dan 3 orang penyuluh pertanian. Penerapan teknologi tepat guna dalam melaksanakan konservasi musuh alami telah dilakukan dalam bentuk penamanan tanaman refugia, transfer musuh alami semut rangrag, memperbanyak mikroba antagonis (entomopatogen) secara sederhana
Analisis Penerapan Akuntansi Keuangan Pada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Karya Anggun Desa Pasir Jaya Kecamatan Rambah Hilir Kabupaten Rokan Hulu
The purpose of this study is to determine the appropriateness of the application of accounting at Village Owned Enterprises (BUMDes) Karya Anggun ,Pasir Jaya Village, Rambah Hilir Sub District with General Acceptable Accounting principles. The data collection techniques used in this study were interview and documentation methods. In analyzing the data, the writer uses descriptive method, which is analyzing the facts found in the field, then connecting with the theories that the author has obtained, so that a conclusion can be drawn which is a solution to the problem at hand. The result of this study are that the BUMDes Karya Anggun Pasir Jaya Village flow statements, equity reports, and notes to financial statements. Village Prosperous Enterprises (BUMDes) Karya Anggun also does not present the allowance for uncollectible accounts in the balance sheet
Pengaruh Penerapan PHT terhadap Pertumbuhan Populasi Wereng Batang Coklat Nilaparvata lugens Stal. (Hemiptera: Delphacidae) dan Musuh Alami pada Tanaman Padi di Lahan Sawah Tambak
Penelitian tentang pengaruh penerapan PHT terhadap pertumbuhan
populasi wereng batang coklat Nilaparvata lugens Stal. (Hemiptera: Delphacidae)
dan musuh alami pada tanaman padi di lahan sawah tambak dilaksanakan di lahan
padi yang berlokasi di Desa Tambakrigadung, Kecamatan Tikung, Kabupaten
Lamongan mulai bulan Desember 2018 hingga April 2019. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan PHT dalam menekan populasi
wereng batang coklat dan meningkatkan populasi musuh alami.
Penelitian dilakukan pada 2 petak lahan sawah tambak. Satu petak dengan
budidaya padi secara PHT dan satu petak dengan cara konvensional. Luas lahan
masing-masing sebesar 1000 m2. Pada tiap petak dibagi menjadi 2 sub petak
untuk ulangan pada pengamatan. Pada lahan PHT dilakukan penanaman tanaman
refugia. Tanaman refugia yang digunakan yaitu Cosmos caudatus, Zinnia elegans,
dan Helianthus annuus. Jarak tanam yang digunakan yaitu 60 cm. Penerapan cara
budidaya yang dilakukan yaitu berdasarkan Standar Operasional Prosedur (SOP)
petani desa Besur yang dimodifikasi dan berdasarkan hasil wawancara oleh
petani. Pengamatan dilakukan yaitu menghitung populasi wereng batang coklat,
populasi musuh alami, tinggi tanaman padi, jumlah anakan, hasil produksi padi,
dan analisis usaha tani. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon taraf kesalahan
5%.
Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan PHT pada tanaman padi di
lahan sawah tambak pengaruhnya tidak berbeda nyata terhadap populasi wereng
batang coklat dan jumlah anakan per rumpun. tetapi pengaruhnya berbeda nyata
terhadap musuh alami dan tinggi tanaman. Populasi wereng batang coklat pada
lahan PHT tidak berbeda nyata dengan lahan konvensional. Perbedaan populasi
wereng batang coklat yang tidak berbeda nyata disebabkan oleh aplikasi
insektisida dan patogen serangga pada lahan konvensional dan PHT. Pengendalian
pada lahan PHT menggunakan B. bassiana sedangkan lahan konvensional
menggunakan pestisida. Populasi musuh alami pada lahan PHT berbeda nyata
dengan lahan konvensional disebabkan pada lahan PHT ditanami tanaman refugia
dan terdapat gulma pada pematang, sedangkan pada lahan konvensional
pengendalian hama menggunakan pestisida. Tinggi tanaman pada lahan PHT
berbeda nyata dengan lahan konvensional disebabkan penggunaan sistem tanam
jajar legowo, jarak tanam, jumlah bibit per lubang tanam, dan pH tanah. Jumlah
anakan per rumpun pada lahan PHT tidak berbeda nyata disebabkan faktor genetik
dan dosis pupuk N dan P. Hasil produksi padi pada lahan PHT (7,2 ton/ha) lebih
tinggi daripada lahan konvensional (6,2 ton/ha) disebabkan pada lahan PHT
menggunakan pupuk organik dan pemupukan yang berimbang, sedangkan pada
lahan konvensional terdapat serangan hama tikus dan penyakit blas. Analisis
usaha tani secara PHT (1,02) lebih layak untuk dijalankan sedangkan secara
konvensional (0,67) tidak layak untuk dijalankan
Efektivitas Ekstrak Wortel (Daucus Carota L.) Sebagai Bahan Alami Bleaching Pada Gigi Yang Mengalami Diskolorasi Ekstrinsik
Diskolorasi ekstrinsik adalah perubahan warna pada gigi yang terbatas pada enamel. Stain yang terbentuk merupakan hasil dari akumulasi substansi kromatogenik pada permukaan eksternal gigi. Pemutihan gigi adalah sebuah metode konservatif dan efektif untuk mencerahkan gigi yang mengalami diskolorasi dan sudah dipraktikkan dalam kedokteran gigi di banyak negara. Wortel (Daucus carota L) memiliki kandungan saponin dan vitamin C yang dapat mengikat kromogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak wortel sebagai bahan alami bleaching pada gigi yang mengalami diskolorasi ekstrinsik. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratoris pretest -posttest group design. Kelompok perlakuan yang digunakan adalah ekstrak wortel konsentrasi 30%, 70%, 100%, serta aquadest (kelompok kontrol). Sampel dalam penelitian ini sebanyak 32 sampel gigi premolar post ekstraksi yang dibagi menjadi 4 kelompok. Perubahan warna diukur menggunakan metode CIELAB. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antara seluruh kelompok perlakuan (p<0,05)
Ekstraksi Sederhana Antosianon dari Kulit Buah Naga (Hylocereus polyrhizus) sebagai Pewarna Alami
Natural dyes can be obtained from the pigments that contained from leaves, fruit, and rind of the plants. Dragon fruit peel is one of the potential natural pigment source. Almost 30-35% of the peel fruit is often simply thrown away as trash. Dragon fruit peel provides natural red color produced by pigment called anthocyanin which can be used as a subtituent from synthetic dyes to natural dyes. This research was objected to find the optimum conditions for anthocyanin extraction of dragon fruit peel. Simple extraction was carried out by using 80% ethanol solvent with variable ratio of the amount of material and solvent (1: 9 to 1:13), temperature (50◦ to 80◦ C) and time (1 to 5 hours). Optimum result was obtained from a ratio F: S 1:11, temperature 50◦C, for 3 hours.Pewarna alami dapat diperoleh dari pigmen yang berasal dari daun, buah, atau batang tanaman. Kulit buah naga adalah salah satu sumber pewarna alami yang berpotensi. Sekitar 30-35% kulit buah dibuang sebagai sampah. Kulit buah naga mengandung warna kuning yang berasal dari pigmen antosianin yang berpotensi digunakan sebagai pewarna alami. Penelitian ini bertujuan mengetahui kondisi operasi optimum dari ekstraksi sederhana pengambilan antosianin. Operasi menggunakan 80% ethanol dengan rasio bahan: solven (1:9 - 1:13). Suhu (50-80◦ C), dan waktu (1-5 jam). Hasil optimum diperoleh dari rasio 1:11, suhu 50◦C, selama 3 jam
KAJIAN STRUKTURALISME GENETIK DAN NILAI PENDIDIKAN KUMPULAN CERPEN KEDAI BIANGLALA KARYA ANGGUN PRAMESWARI SEBAGAI BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA DI SMA
Abstract: This research aims to describe: (1) intrinsic element on a collection of short strories Kedai Bianglala; (2) social aspect on a collection of short stories; (3) the worldview of the author (Anggun Prameswari); (4) the educational values are contained in a collection of short stories; and (5) the relevance of teaching materials in Indonesian language at high school. The research method using descriptive qualitative with approach of genetik structuralism. The results of the research are as follows. First, intrinsic elements contained in a collection of short strories Kedai Bianglala including theme, plot, background, characterization, point of view and mandate. The elements are different between short story one wih another short story. Secondly, The social aspect raised by the author in a collection of short sories of Kedai Bianglala is the point modern view society that is not old-fashioned, but is still overshadowed by the conservative values. The story raised about caring, obedience, and sacrifice. Thirdly, the worldview of Anggun Prameswari raises on the social issues relating of the women story. Fourth, the value of education in the collection of short stories Kedai Bianglala includes the value of religious education, the moral education value, the social education value and the cultural education value. Fifth, a collection of short stories Kedai Bianglala and the result of value contained in the short story is relevan if used of teaching materials in Indonesian Language at high school. Keyword: collection of short stories, Kedai Bianglala, genetic structuralism, educational value, material relevance. Abstrak: Penelitian Ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) unsur intrinsik pada kumpulan cerpen Kedai Bianglala; (2) aspek sosial pada kumpulan cerpen; (3) pandangan dunia pengarang (Anggun Prameswari); (4) nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam kumpulan cerpen; dan (5) relevansi sebagai bahan ajar bahasa Indonesia di SMA. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan stukturalisme genetik. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, unsur intrinsik yang terdapat pada kumpulan cerpen Kedai Bianglala meliputi tema, alur, latar, penokohan, sudut pandang, dan amanat. Unsur-unsur tersebut berbeda antara cerpen satu dengan cerpen yang lain. Kedua, aspek sosial yang diangkat oleh pengarang dalam kumpulan cerpen Kedai Bianglala adalah sudut pandang masyarakat modern yang tidak terlalu kolot, namun masih dibayangi oleh nilai-nilai konservatif. Ceritanya mengangkat tentang kepedulian, kepatuhan, dan pengorbanan. Ketiga, pandangan dunia Anggun Prameswari mengangkat tentang isu-isu sosial yang berhubungan dengan kisah-kisah perempuan. Keempat, nilai pendidikan dalam kumpulan cerpen Kedai Bianglala meliputi nilai pendidikan agama, nilai pendidikan moral, nilai pendidikan sosial, dan nilai pendidikan budaya. Kelima, kumpulan cerpen Kedai Bianglala dan hasil analisis nilai-nilai pendidikan yang terdapat pada cerpen relevan bila digunakan sebagai bahan ajar bahasa Indonesia di SMA.Kata kunci: kumpulan cerpen. Kedai Bianglala, strukturalisme genetik, nilai pendidikan, relevansi bahan ajar
ANALISISSISTEM AKUNTANSI PENERIMAAN KAS DARIPEMBAYARAN PREMIASURANSI PADA PT. ASURANSI HARTA AMAN PRATAMA KANTORCABANG PALEMBANG
Analysis Systems of Cash Receipts Accounting from Insurance Premium Payment at PT. Asuransi HartaAmanPratama Branch Office Palembang
Septiani Anggun Lestari, 2016 (xvi + 85pages)
E-mail:[email protected]
This research aims to determine the procedure and system of Cash Receipts Accounting from Insurance Premium Payment at PT. Asuransi HartaAmanPratama Branch Office Palembang. The author collect data by conducting observations and direct interviews to the object of writing. The analysis conducted by the author is Analysis Systems of Cash Receipts Accounting from Insurance Premium Payment that has been applied by the company. From result analysis, the authors found that the problems in the procedures and Systems of Cash Receipts Accounting from Insurance Premium Payment, where the procedures for cash receipts only two procedures, procedures for cash receipts and cash contributions to the bank's procedures, and there is a lack of functions related to the accounting system of cash receipts, receipt document only made in two copies, payment slip banks are not created duplicate, and the notes contained only cash book. After analysing the problem, the author suggest the company to add procedures for recording cash receipts from the payment of insurance premiums, and involve accounting functions on a flow chart of cash receipts accounting system, create document form registration in two copies, create receipt document in three copies, create a slip document of bank payment slip into three copies and add a note in the form of cash receipts journal and ledger conducted by the accounting department to make the recording proces
FORMULASI DAN KARAKTERISASI BIOPLASTIK BERBASIS PATI KENTANG (SOLANUM TUBEROSUM L.)
ABSTRAK
FORMULASI DAN KARAKTERISASI BIOPLASTIK
BERBASIS PATI KENTANG (Solanum tuberosum L.)
Oleh
Anggun Deva Febriana
Sampah plastik masih menjadi permasalahan yang sulit diatasi
hingga saat ini banyak permasalahan yang terus muncul akibat
sampah plastik yang tidak diatasi dengan baik. Indonesia menjadi
salah satu negara yang memiliki populasi sampah plastik
terbanyak. Oleh karena itu banyak inovasi-inovasi yang
bermunculan salah satunya dengan bioplastik. Bioplastik adalah
plastik yang dapat diterbarukan dengan komposisi bahan alami
sehingga dapat terdegradasi oleh alam. Dalam pengembangn
inovasi kali ini menggunakan pati kentang (Solanum tuberosum
L.), sebagai bahan utama pembuatan bioplastik yang dimanfaatkan
sebagai kantong semai tanaman dan pembungkus makanan kering
sekali pakai.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi dan
karakterisasi terbaik dari pati kentang (Solanum tuberosum L.).
Dari penelitian yang dilaksanakan memperoleh sampel dengan
hasil terbaik dengan karakteristik tidak mudah sobek, dapat dilipat,
dapat larut dengan air, dan pigmen warna yang dihasilkan bening
transparan dengan formulasi yang digunakan P2 dengan masa pati
16%.
Kata Kunci : Bioplastik, Pati Kentang (Solanum Tuberosum L.),
Kantong Semai Tanaman, Pembungkus Makanan Sekali Pakai.
ii
ABSTRACT
FORMULATION AND CHARACTERZATION OF POTATO
STARCH (Solanum tuberosum L.) BASED BIOPLASTIC
By
Anggun Deva Febriana
Plastic waste is still a problem that is difficult to overcome until
now, many problems continue to arise due to plastic waste that is
not managed properly. Indonesia is one of the countries with the
largest plastic waste population. Therefore, many innovations have
emerged, one of which is bioplastic. Bioplastic is a renewable
plastic with a natural composition so that it can be degraded by
nature. In developing this innovation, potato starch (Solanum
tuberosum L.) is used as the main ingredient in making bioplastic
which is used as a plant seedling bag and disposable dry food
packaging.
This study aims to determine the best formulation and
characteristics of potato starch (Solanum tuberosum L.). From the
research carried out, samples with the best results were obtained
with characteristics that are not easily torn, can be folded, can
dissolve in water, and the resulting color pigment is clear and
transparent with the formulation used P2 with a starch mass of
16%.
Keywords : Bioplastic, Potato Starch (Solanum Tuberosum L.),
Plant Seedling Bags, Disposable Food Wrappers
- …
