1,721,038 research outputs found

    Gambaran Indeks Massa Tubuh Remaja Usia 15-17 Tahun yang Mengonsumsi Makanan Cepat Saji (Fast Food) Pola Barat di SMA Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah Medan

    No full text
    Western fast food is a type of food that is easy to prepare, practical and generally produced by the food processing industry with high technology and provide a various of additives to preserve and provide flavor to the product. The imbalance of nutrients in the body can occur if the fast food used as a daily diet, which can cause a variety of degenerative diseases. This study aimed to determine how the overview of the body mass index (BMI) and eating behavior of western fast food in adolescents. Descriptive study with a cross-sectional study design with the total sample of 66 respondents. Samples were selected by simple random sampling, by taking a random sample or a sweepstakes to provide the required number of samples. The variables measured in this study were BMI, frequency of fast food consumption, and the influence factors of eating behavior of western fast food in adolescents. The results showed that the majority of teenagers who consume fast food have a normal BMI (71,2 %), overweight by 19,7% and obesity by 7,6 %. The conclusion of this study is the consumption of fast food is not the main predictors that influence the increase of BMI in adolescents. Based on the results, it is suggested the need for approach and counseling to students on the effects of excessive consumption of western fast food so can reduce and replace it with a various of healthier and nutrious foods.87 HalamanSkripsi Sarjan

    Analisis Kepuasan Pengguna Aplikasi M-Commerce Menggunakan Metode End-User Computing Satisfaction (EUCS)

    Full text link
    The expansion of modern retail companies in Indonesia can be associated with a shift in consumer behavior among the public, who previously preferred traditional markets or convenience stores. As a result, many businesses are racing to offer online sales services that provide benefits and convenience for consumers when purchasing offered products. One such retail company, whose trading system originated from offline retail and gradually transitioned to online sales through M-Commerce applications. However, M-Commerce applications face several challenges, such as limited product variations compared to those available at the nearest retail branch, unresponsive customer service, slow refund and delivery processes, and other system errors. Based on the emerging issues, an evaluation of factors influencing user satisfaction with M-Commerce applications is required. The model used in this study is the End User Computing Satisfaction (EUCS) model, consisting of 5 hypotheses and 6 variables: accuracy, content, ease of use, format, timeliness, and user satisfaction. This research employs a quantitative approach through a survey questionnaire using Google Forms, with data construct analysis using SmartPLS 3.0 software. The results of this study can determine the level of user satisfaction with M-Commerce applications and identify the significant factors affecting user satisfaction based on predetermined hypotheses, providing suggestions for further system development. The research findings indicate that the level of user satisfaction with M-Commerce applications is at a very satisfied level with a score of 4.29 using the balanced scorecard Likert scale theory. It is hoped that these results will help the M-Commerce application maintain or further improve user satisfaction. Among all variables, accuracy is identified as the significant variable influencing user satisfaction. Keywords: User Satisfaction, M-Commerce Application, EUCS, SmartPLS, Balanced Scorecar

    PERSEPSI ORANGTUA SISWA TERHADAP KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DRUM BAND DI SMP NEGERI 3 WONOGIRI

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi orangtua siswa terhadap kegiatan ekstrakurikuler drum band di SMP Negeri 3 Wonogiri. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Penelitian difokuskan pada persepsi orangtua siswa. Data diperoleh melalui angket kuesioner. Keabsahan data diperoleh melalui teknik pengumpulan data. Metode penelitian deskriptif kuantitatif, data diambil dari seluruh orangtua siswa dari kelas VII dan VIII yang berjumlah 16 kelas. Kelas VII D dan VIII D dijadikan sebagai uji coba instrument penelitian. Uji validitas menggunakan rumus Pearson Product Moment. Uji reliabilitas menggunakan teknik Cronbach’s Alpha. Analisis  deskriptif dengan persentase dipilih sebagai teknik analisis data dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian dapat dijelaskan bahwa persepsi orangtua siswa positif terhadap kegiatan drum band. Hal tersebut dibuktikan 92,9% responden setuju berpersepsi positif. Nilai positif tersebut meliputi; aspek sikap, sebanyak 129 orangtua (92,1%), aspek apresiasi, sebanyak 130 orangtua (92,9%) , aspek motivasi, sebanyak 131 orangtua (93,6%), aspek perhatian, sebanyak 128 orangtua (91,4%) dan , aspek harapan, sebanyak 126 orangtua (90%)

    Analisis antara laporan keuangan komersial dengan akuntansi perpajakan dalam penentuan penghasilan kena pajak dengan mengambil studi kasus pada PT. XYZ tahun pajak 2001

    Full text link
    Terdapat perbedaan antara akuntansi komersial dan akuntansi perpajakan. Dalam penyajian laporan keuangan komersial standar yang digunakan adalah PSAK (Pedoman Standar Akuntansi Keuangan) sedangkan dalam akuntansi perpajakan selain menggunakan PSAK juga menggunakan peraturan perpajakan. Perbedaan antara akuntansi komersial dan akuntansi perpajakan hanya pada peraturan perpajakan dalam mengatur hal-hal yang bersifat khusus. Berdasarkan perbedaan itu akan menimbulkan masalah bagi perusahaan untuk memenuhi kewajiban perpajakannya. Tujuan penelitian adalah memberikan gambaran perbedaan antara akuntansi komersial dan akuntansi perpajakan sehingga dengan menggunakan laporan keuangan komersial perusahaan dapat menyusun laporan keuangan fiskal dan memenuhi kewajiban perpajakannya. Sehubungan dengan masalah tersebut maka dilakukan analisis mengenai perbedaan akuntansi komersial dan akuntansi perpajakan dalam penentuan penghasilan kena pajak Penelitian dilakukan dengan mengambil studi kasus pada PT. XYZ tahun pajak 2001. Analisis yang dilakukan adalah dengan membandingkan Laporan Keuangan Komersial, Laporan Keuangan Fiskal (SPT PPh Wajib Badan), Hasil Pemeriksaan oleh Kantor Pajak dan Surat Pemberitahuan tahunan PPh pasal 21, SPT masa pasal 23 dan SPT masa PPN. Hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan dalam laporan keuangan komersial dan laporan keuangan fiskal. Perbedaan itu meliputi perbedaan penghasilan, biaya-biaya dan kewajiban perpajakan lainnya yang timbul dalam transaksi keuangan. Perbedaan perlakuan dalam akuntansi perpajakan terhadap penghasilan disebabkan adanya perbedaan pengakuan penghasilan dan penghasilan yang merupakan obyek Pajak Pertambahan Nilai. Perbedaan biaya-biaya dalam akuntansi komersial dan akuntansi perpajakan disebabkan adanya perbedaan waktu pengakuan, biaya yang menurut peraturan perpajakan tidak boleh dibebankan dan withholding tax yang harus dipungut berkaitan dengan biaya-biaya tersebut. Dari analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan akuntansi perpajakan dapat dilakukan tanpa merubah sistem akuntasi komersial dengan akuntansi perpajakan, untuk menghitung kewajiban perpajakan dapat dilakukan dengan cara melakukan rekonsiliasi dengan akuntansi komersial

    PENGARUH PENGAJARAN DENGAN MEDIA VIDEO TERHADAP KEMAMPUAN MENGGAMBAR ANAK USIA 3-4 TAHUN DI PAUD MANDIRI PEDURUNGAN SEMARANG

    Full text link
    PENGARUH PENGAJARAN DENGAN MEDIA VIDEO TERHADAP KEMAMPUAN MENGGAMBAR ANAK USIA 3-4 TAHUN DI PAUD MANDIRI PEDURUNGAN SEMARANG 66 halaman + 9 tabel + XII Latar belakang: Media dalam proses pembelajaran dapat mempertinggi proses belajar siswa dalam pembelajaran. Hasil penelitian mejelaskan bahwa media audiovisual seperti film gerak, video, televisi yang dapat dilihat dari indera yang terlibat adalah alat komunikasi yang sangat membantu proses pembelajaran efektif. PAUD Mandiri Pedurungan Semarang Proses pembelajaran yang dilakukan pada saat ini adalah dengan cara konvensional, para murid disini sebagai penerima pesan, mendengarkan dan memperhatikan keterangan-keterangan guru selanjutnya memperaktekannya. Media video dan praktek belum aktif dilaksanakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengajaran dengan media video terhadap kemampuan menggambar anak usia 3-4 tahun di PAUD Mandiri Pedurungan Semarang. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penilitian Pre-Experimental Design dengan rancangan one grup pre test-posttest design. Sampel dalam penelitian ini adalah 30 siswa. Analisis yang digunakan adalah Wilcoxon test. Hasil: Sebelum pengajaran dengan media video rata-rata skor kemampuan menggambar anak 1.77+1.476 dengan skor terendah 0 dan skor tertinggi 5. Sesudah pengajaran dengan media video rata-rata skor kemampuan menggambar anak 4.90+2.383 dengan skor terendah 0 dan skor tertinggi 9 Simpulan: Terdapat pengaruh mengajar dengan media video terhadap kemampuan menggambar anak usia 3-4 tahun di PAUD Mandiri Pedurungan Semarang dengan p value 0.000 Kata Kunci :pengajaran, video, menggambar Daftar Pustaka : 2

    Analisis Pengaruh Brand Attitude, Extension Attitude, Perceived Fit, terhadap Perceived Value serta Implikasinya terhadap Purchase Intention: Telaah pada Merek Pcocphone by Xiaomi

    Full text link
    Xiaomi yang telah sukses dalam bisnis ponsel pintar dan telah terjual keseluruh dunia dengan berbagai macam versi mulai dari ponsel pintar dengan spesifikasi rendah hingga tinggi dengan harga yang dibawah rata-rata merek lain. Xiaomi terus melakukan inovasi-inovasi dalam pengembangan bisnis ponsel pintar mereka, melihat aktivitas dan tren yang ada dalam pasar ponsel pintar membuat merek ini ikut untuk andil meraih segmen pasar khusus flagship ponsel pintar dengan membuat anak merek yang bernama Pocophone. Xiaomi memperoleh ide melalui forum daring bahwa yang konsumen butuhkan berfokus pada prosessor kelas atas dan daya baterai yang besar, dengan harga yang cukup terjangkau menjadi tantangan untuk Xiaomi dalam memasarkan merek Pocophone-nya karena ini adalah merek baru. Oleh karena itu, dalam penelitian ini akan membahas mengenai Pengaruh Brand Attitude, Extension Attitude, Perceived fit terhadap Perceived Value serta implikasinya terhadap Purchase Intention: Telaah pada Merek Pocophone by Xiaomi. Model dalam penelitian ini menggunakan tujuh Hipotesis yang akan diuji menggunakan Strutctural Equation Model. Dengan ukuran sampel dalam penelitian ini berjumlah 160 responden. Hasil analisis dalam penelitian ini menunjukkan bahwa Brand Attitude, Extension Attitude, Perceived fit terhadap Perceived Value memiliki hubungan positif terhadap Purchase Intention sedangkan extension attitude terhadap perceived value tidak berpengaruh secara signifikan pada purchase intention dalam penelitian ini. Dengan demikian dari hasil penelitian yang telah dilakukan penelitian ini menyarakan perusahaan untuk berfokus pada variabel yang memiliki pengaruh signifikan karena dapat menjadi faktor utama yang dapat mempengaruhi keinginan pembelian konsumen. Penelitian ini diharapkan memberikan wawasan yang lebih mengenai merek ponsel pintar Pocophone dan Xiaomi
    corecore