191 research outputs found
KONSEP FASIQ DALAM TAFSIR AL-MISBAH
ABSTRAK
Skripsi berjudul “Konsep Orang Jahat dalam Kitab Al-Misbah”. Karya ini ditulis oleh
Muhammad 'Ubaidillah Khoirul Umam Nomor Pokok Mahasiswa 2831133041, Jurusan Ilmu Al�Quran dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, IAIN Tulungagung. Pembimbing
Muhammad Muntahibun Nafis, M.Ag.
Kata Kunci: Konsep Fasik, Kitab Al-Misbah, Relevansi
Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana menafsirkan ayat-ayat fasik
menurut M. Quraish Shihab (Kajian Kitab Tafsir Al-Misbah). Tujuan penelitian ini adalah untuk
mendeskripsikan tafsir ayat fasik menurut Shihab sehingga dapat dijadikan acuan bagi
pengembangan ilmu tafsir yang bermanfaat bagi masyarakat.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan, yang dalam metode pengumpulan datanya
menggunakan cara menelusuri dan mengkaji bahan pustaka, khususnya Tafsir Al-Misbah
sebagai data primer, serta pustaka yang relevan dan penunjang. Analisis data dilakukan secara
analitik dan deskriptif dengan mendeskripsikan objek penelitian dari data yang telah terkumpul
kemudian ditarik kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ayat-ayat orang fasik dapat dijelaskan sebagai berikut:
Pertama, faktor penyebab kemaksiatan, yaitu orang yang melupakan ayat-ayat Allah, dan orang
yang melupakan Allah. Kedua, azab orang fasik, yaitu Allah mengirimkan azab dari langit dan
tempat tinggal mereka adalah neraka. Ketiga, adalah respon terhadap orang fasik, yaitu
diperintahkan untuk menyelidiki kebenaran terlebih dahulu ketika seseorang menyampaikan
suatu pesa
IMPLEMENTASI METODE YAHQI UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI PESERTA DIDIK DALAM MENGHAFAL AL-QUR’AN JUZ 30 DI MADRASAH DINIYAH AL-UBAIDILLAH SAMBIROTO KECAMATAN KAPAS KABUPATEN BOJONEGORO
Menghafal Al-Qur’an merupakan suatu hal mulia yang tidak semua orang mampu melakukannya. Seseorang yang menghafal Al-Qur’an telah dijanjikan kenikmatan di dunia maupun di akhirat kelak oleh Allah SWT. Dalam sebuah proses pembelajaran, tentu ada sebuah metode yang yang digunakan guna mencapai keberhasilan dalam pembelajaran tersebut. Madrasah Diniyah Al-Ubaidillah merupakan sebuah Madrasah Diniyah dibawah naungan Yayasan Mbah Abdullah yang terletak di Desa Sambiroto, tepatnya Rt.05 Rw.01 Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro. dimana madrasah diniyah tersebut mempu menjawab tantangan masyarakat untuk menghasilkan anak-anak hebat yang mampu menghafal Al-Qur’an. Metode yang digunakan adalah metode yahqi yaitu metode yang kreatif, inovatif, dan komprehensif. Metode yahqi ini disusun oleh M. Wahyudi dan di tashih oleh Dr. KH. Ahsin Sakho Muhammad, MA (Al-hafidz) yang merupakan pemegang sanad muttasil sampai Rosulullah SAW. dan pendiri organisasi Tahfidz Al-Qur’an Internasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan atau triangulasi data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Informan penelitian yaitu pengasuh Madrasah Diniyah Al-Ubaidillah, tenaga pendidik, peserta didik, dan wali murid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Peran metode yahqi dalam hafalan peserta didik di Madrasah Diniyah Al-Ubaidillah adalah sebagai salah satu motivasi ekstrinsik yang mampu menjadi pendorong peserta didik untuk lebih giat dalam menghafalkan Al-Qur’an. 2) Yang menjadi faktor pendukung implementasi metode yahqi di Madrasah Diniyah Al-Ubaidillah Sambiroto adalah adanya guru yang kompeten, waktu pembelajaran yang cukup, semangat para peserta didik, dan juga sarana dan prasarana yang nyaman. Sedangkan yang menjadi faktor penghambatnya adalah suasana hati peserta didik yang berubah-ubah dan adanya peserta didik baru
Epistemological Transformation of Hadith Transmission in Post-3rd Century of Sufi Tradition
The discourse on hadith transmission within the Sufi tradition presents a compelling subject for inquiry, particularly concerning its inherent dynamics and the intellectual tensions arising between Sufi practitioners and ḥadīth scholars. While Sufis define themselves as guardians of Prophetic teachings through spiritual realization and divine connection, a paradoxical divergence emerges: their methods of transmission often contravene the principles of validation recognized by mainstream scholarship. Departing from this apparent contradiction, this study investigates the epistemological framework through which Sufis engage with hadith and the methodological principles underpinning their transmission practices. Employing a descriptive-qualitative methodology in library research methodology, relevant data were systematically collected, verified for authenticity, classified thematically, and subjected to critical analysis and reflection. This inquiry reveals that the transformation within Sufi circles and the doctrine of taṣawwuf itself is fundamentally shaped by historical shifts, with each epoch developing distinct forms and modes of praxis. The principal finding of this research lies in the demonstration that the evolution of transmission practices follows a discernible trajectory: it originated within the traditional framework governed by the isnād system, transitioned into a phase marked by the simplification or truncation of isnāds, and culminated in the emergence of methods radically distinct from the established tradition of hadith scholars. This final stage is characterized by alternative methodologies based on kashf and ru’yā. The adoption of these alternative methods stems from the Sufi ambition to maintain a continuous spiritual connection with the Prophet, a connection they contend is accessible primarily through contemplative practice. While contemplation possesses a basis for legitimacy within Prophetic tradition, its application as a formal channel for transmitting ḥadīth risks replicating a historical peril: the proliferation of fabricated hadiths. This risk arises from the inherent difficulty of verifying the chain of transmission (isnād) and the matn of such experientially-received knowledge through the systematic criteria developed within the classical science of hadith.
REFERENCES
Al Anwari, Ahmad Ubaidillah Ma’sum. ‘Melacak Konstruksi Dasar ‘Adālah al-Rāwī Dalam Tradisi Sufi’. Tesis, UIN Sunan Kalijaga, 2025.
Al-’Imād, Ibn. Syażārah Al-Żahab Fi Akhbār Man Żahab. Vol. 10. Beirut: Dār Ibn Kaṡīr, n.d.
Al-Kalābażī, Muḥammad Ibn Isḥāq. Al-Ta’arruf Li Mażhab Ahl al-Taṣawwuf. Beirut: Dār al-Kutub al-’Ilmiyyah, 1993.
Al-Laknawi, Muḥammad ‘Abd al-Ḥayyi. Al-Ajwibah al-Fāḍilah Li al-As’ilah al-’Asyrah al-Kāmilah. 7th edn. Halb: Maktabah al-Maṭbū’āt al-Islāmiyyah, 2007.
al-Maqdisī. Ṣafwah Al-Taṣawwuf. Beirut: Dar al-Muntakhab al-’Araby, 1995.
Al-Raḥmahurmuzī, Al-Ḥasan Ibn Abd al-Raḥman. Al-Muḥaddiṡ al-Fāṣil Baina al-Rāwī Wa al-Wā’ī. Dār al-Fikr, 1984.
Al-Thusi, Abu Nashr al-Siraj. Kitab Al-Luma’ Fi al-Tashawwuf. Mesir: Dar al-Kutub al-Haditsah bi Mishr, 1960.
Anwari, Ahmad Ubaidillah Ma’sum Al. ‘Kajian Autentisitas Hadis Dalam Kitab Ihya’ ‘Ulumuddin: Perbandingan Metodologi Antara Ahl Al-Hadits Dan Ahl Al-Shufi’. Skripsi, UIN Sunan Kalijaga, 2022.
Arafat, Ahmad Tajuddin. ‘Interaksi Kaum Sufi Dengan Ahli Hadis: Melacak Akar Persinggungan Tasawuf Dan Hadis’. Journal of Islamic Studies and Humanities 2, no. 2 (2017).
———. ‘Mata Rantai Sufi Perawi Hadis Dalam Al-Kutub at-Tis’ah’. UIN Walisongo, 2017.
Arafat, Ahmad Tajuddin, Mutma’inah, and Hanik Rosyida. ‘Sufistic Approach in Understanding Hadith: Ḥakīm al-Tirmidhī’s Viewpoint’. Teosofia: Indonesian Journal of Islamic Mysticism 11, no. 1 (2022).
Aṣfihānī, Abū Nu’aim al-. Ḥilyah Al-Auliyā’ Wa Ṭabāqah al-Aṣfiyā’. Vol. 9. Dār al-Fikr, 1996.
Asqalani, Ibn Hajar al-’. Ta’rīf Ahl al-Taqdīs Bi Marātib al-Mauṣūfīn Bi al-Tadlīs. Madinah: Maktabah al-Manār, n.d.
Aṭṭār, Farid al-Dīn al-’. Tażkirah Al-Auliyā’. Translated by Muhammad al-Ashīly al-Wasṭānīy. Syuriah: Dār al-Maktabī, 2009.
Azami, Muhammad Mustafa. Hadis Nabawi Dan Sejarah Kodifikasinya. Translated by Ali Mustafa Ya’qub. Jakarta: Pustaka Firdaus, 2020.
Baghdādī, Al-Junaīd al-. Tāj Al-’Arifīn. Dār al-Syurūq, 2005.
Brown, Daniel W., ed. The Wiley Blackwell Concise Companion to The Hadith. UK: John Wiley & Sons Ltd, 2020.
Dickson, William Rory. ‘Sufism and Shari’a: Contextualizing Contemporary Sufi Expressions’. Religions 13, no. 449 (2022).
Ghazālī, Abū Ḥāmid al-. Iḥyā’ Ulūm al-Dīn. Beirut: Dār Ibn Hazm, 2005.
Hanbal, Ahmad Ibn. Al-Zuhd. Mesir: Dār al-Ghadd al-Jadīd, 2005.
Ibn al-Mubārak, Abdullāh. Al-Zuhd Wa al-Raqāiq. Riyadh: Dār al-Mi’rāj al-Dauliyyah, 1995.
Ibn ‘Arabī. Fuṣūṣ Al-Ḥikam. Beirut: Dār al-Kitāb al-’Arabī, n.d.
Idri. Problematika Autentisitas Hadis Nabi Dari Klasik Hingga Kontemporer. Jakarta: Kencana, 2020.
Khaṭīb, Muhammad ‘Ajjāj al-. Ushūl Al-Hadīṡ: ‘Ulūmuhu Wa Musthalahu. Mesir: Dār al-Fikr, 2006.
Kudhori, Muhammad. ‘Metode Kashf Dalam Penilaian Hadis: Studi Tashih Hadis Di Kalangan Kaum Sufi’. Jurnal Afkaruna 14, no. 1 (2018).
Makkī, Abī Thālib al-. Qūt Al-Qulūb. Dār al-Turāṡ, 2001.
Māliki, Muhammad Ibn ‘Alawi al-. Al-Qawā’id al-Asāsiyyah Fi ‘Ilmi Muṣṭalah al-Hadiṡ. 2002.
Mar’iy, Mu’min Jamal Abdul Aziz. ‘Al-Maqāmāt Wa al-Ahwāl ‘inda al-Shūfiyyah Wa Muwaqqifu al-Salaf Minha’. Thesis, Jāmi’ah al-Quds, 2021.
Muḥammad, Yūsuf Khaṭṭār. Al-Mausū’ah al-Yūsufiyyah Fi Bayāni Adillah al-Ṣūfiyyah. Dār al-Taqwā, 2003.
Muḥāsibī, Al-Ḥāriṡ al-. Risālah Al-Mustarsyidīn. Ḥalb: Dār al-Salām, 1983.
Muslim Ibn al-Hajjaj. Shahih Muslim. Dar al-Tashil, 2014.
Naisabūrī, Al-Hākim al-. Ma’rifah ‘Ulūm al-Hadīṡ Wa Kamiyyah Ajnāsih. Beirut: Dār Ibn Hazm, 2003.
Nasr, Sayyed Hossein. Islam: Religion, History, and Civilization. HarperCollins e-book, 2002.
Nitze, Richard. The Unconscious Mind and Problem Solving. Cambridge University Press, 2018.
Nurdin, Eep Sopwana. Pengantar Ilmu Tasawuf. Bandung: Aslan Grafika Solution, 2020.
Palmer, Aiyub. ‘Sufism’. In The Wiley Blackwell Concise Companion to the Hadith. UK: Wiley Publisher, 2020.
Qāsimī, Muḥammad Jamāl al-Dīn al-. Qawā’id al-Taḥdīṡ Min Funūn Muṣṭalaḥ al-Ḥadīṡ. Beirut: Muassasah al-Risālah, 2004.
Qusyairi, Abdul Karim al-. Risālah Al-Qusyairiyyah Fī ‘Ilm al-Taṣawwuf. Beirut: Dar al-Khayr, 2004.
al-Sya’rani, Abdul Wahhab. Al-Ṭabaqāh al-Kubrā. Beirut: Dar al-Fikr, 2006.
Simuh. Tasawuf Dan Perkembangannya Dalam Islam. Yogyakarta: IRCiSoD, 2019.
Subki, Tajuddin al-. Thabaqah Al-Syafi’iyyah al-Kubra. Dar Ihya’ al-Kutub al-’Arabiyyah, 1918.
Suriasumantri, Jujun. Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 2005.
Suyūṭī, Jalāl al-Dīn al-. Tadrib Al-Rāwī Fī Syarḥ Taqrīb al-Nawāwī. Riyadh: Maktabah al-Kauṡar, 1994.
Tirmīżi, Al-Hakīm al-. Nawādir Al-Uṣūl Fī Ma’rifah Ahādīṡ al-Rasūl. Beirut: Dar al-Nawadir, 2010.
Tottoli, Roberto. ‘Genres’. In The Wiley Blackwell Concise Companion the Hadith, edited by Daniel W. Brown. UK: Wiley Publisher, 2020.
Weber, Max. Economy and Society: An Outline of Interpretative Sociology. University of California Press, 1978.
Zed, Mestika. Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2004.
Zuhar, ‘Adnan ‘Abdullah. Taṣḥīḥ Al-Ḥadīṡ ‘inda Sādah al-Ṣūfiyyah. n.d.Sufisme dan ahl al-ṣūfī mengalami perkembangan yang signifikan pada abad ketiga Islam, bersamaan dengan perkembangan sistematis berbagai ilmu Islam. Meskipun menggunakan hadis sebagai kerangka dasar untuk ajaran Sufi, metode transmisi di kalangan Sufi mengembangkan karakteristik yang berbeda dari studi hadis konvensional. Penelitian ini mengkaji perspektif Sufi terhadap hadis dan pendekatan unik mereka dalam transmisi. Menggunakan metodologi kualitatif-deskriptif melalui tinjauan literatur komprehensif, penelitian ini mengungkapkan bahwa Sufi lebih mengutamakan nilai-nilai dan makna intrinsik dalam narasi hadis daripada kriteria transmisi formal. Akibatnya, keaslian hadis dalam tradisi Sufi tidak ditentukan secara utama oleh keberadaan isnād (rantai transmisi), kepatuhan terhadap metodologi hadis standar, atau prinsip verifikasi konvensional lainnya. Sebaliknya, validitas dinilai melalui kesesuaian dengan ajaran Al-Qur’an, konsistensi dengan hadis yang terverifikasi, dan keselarasan dengan prinsip-prinsip Islam yang mendasar. Pendekatan epistemologis ini melegitimasi metode verifikasi alternatif, termasuk kashf (penyingkapan spiritual) dan pengalaman visioner, asalkan transmisi tersebut memenuhi kriteria yang disebutkan dan berasal dari para master Sufi yang secara spiritual maju (yang mencapai maqāmāt yang tinggi dalam hierarki Sufi)
KESANTUNAN BERBAHASA SURAT-SURAT NABI MUHAMMAD KEPADA PARA RAJA
This research was intended to look at the speech acts and politeness forms used by Prophet Muhammad. Moreover, it was also aimed to know the secret use of politeness on various speech acts in the lettersto the kings. The letters analyzed in this discussion were the letters containing a call to embrace Islam to the three kings of great kingdoms outside the Arabian Peninsula, Abyssinia al-Najasy (Ethiopia), Emperor Heraclius (Roman), and Kisra (Persia). The language analysis methodof Eunar Haugen was used in this research. Searle (1969) speech acts and Leech (1983)politeness was used as thetheory. The result showed that the letters mostly used a form of indirect speech acts with imperatives. In any form of speech used contained politeness maxims formulated by Leech used without recourse. The use of different linguistic politeness makes different influence on the king recipients. Once it is united to convince the recipients, it will make them sure to accept Islam.
Keywords: politeness; letters of the Prophet Muhammad; vertical interaction
Abstrak
Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah untuk melihat tindak tutur dan bentuk kesantunan berbahasa Nabi Muhammad. Selain itu, untuk mengetahui rahasia penggunaan kesantunan berbahasa pada tindak tutur yang berbeda dalam surat-surat Nabi Muhammad kepada para raja.Surat-surat Nabi Muhammad yang dianalisis adalah surat-surat yang berisi ajakan memeluk Islam kepada raja-raja dari tiga kerajaan besar di luar Jazirah Arab, yakni kepada Raja Habsyi al-Najasy (Etiopia), Kaisar Heraklius (Romawi), dan Raja Kisra (Persi). Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis bahasa versi Eunar Haugen.Teori tindak tutur (speech acts) Searle (1969) dan prinsip kesantunan berbahasa yang diklasifikasikan oleh Leech (1983) dijadikan landasan utama dalam penelitian ini. Hasil analisis menunjukkan bahwa hampir seluruh surat-surat Nabi Muhammad menggunakan bentuk tuturan tidak langsung yang bermakna imperatif. Penggunaan maksim kesantunan berbahasa memiliki rahasia tersendiri, yakni memberikan pengaruh yang beragam. Jika disatukan dalam diri para penerima surat akan membuat mereka tidak ragu untuk menerima ajaran Islam.
Kata Kunci: kesantunan berbahasa; surat-surat Nabi Muhammad; interaksi vertika
SURAT DAKWAH NABI MUHAMMAD SAW (ANALISIS TEMATIK ATAS SURAT-SURAT NABI MUHAMMAD KEPADA PARA RAJA)
This paper aims to find the themes of propagation of Islam Prophet Muhammad in the early spread of Islam that can be used uswah h}asanah by preachers in Indonesia in spreading Islam in accordance with the present context. Letters were used as the data in this study are the letters sent by the Prophet Muhammad to the king superpower in the Roman and Persian kings and their little under the authority of the king of the superpower. The letters are including in these types of letter are ten letters. Stanton thematic theory which states that the theme (theme) is contained in the meaning of a story, become the basic theory in this study. In addition, there is also a theme in the study of the distribution of known theme with theme of major and minor themes. In analyzing the data, before entering the core analysis, the author uses the method of analysis and match with sub-method translational match. In this case, the letters of the Prophet Muhammad first translated into Indonesian, after it analyzed according issues to be answered. The findings of this thematic analysis form the major theme of “propagation of Islam†whose content is tailored to the circumstances of the king recipients. Of the major themes, there are minor themes are used to support the universality of the major themes of these letters, they are: dakwah must be by the name of God, pray forsalvation only to Muslims, Jesus is not the son of God, all the religions of Semitic is unity of God (tawhid), religion God recognized only Islam, and Islam is tolerant religion. Tulisan ini bertujuan untuk mencari tema-tema dakwah Islam Nabi Muhammad pada awal penyebaran Islam yang dapat dijadikan uswah h}asanah oleh para da’i di Indonesia dalam menyebarkan agama Islam yang sesuai dengan konteks kekinian. Surat yang dijadikan data pada penelitian ini adalah surat-surat yang dikirim oleh Nabi Muhammad kepada para raja adidaya di Romawi dan Persi beserta raja-raja kecil yang berada di bawah kekuasaan kedua raja adidaya tersebut. Yang temasuk dalam jenis surat ini sejumlah sepuluh pucuk surat. Teori tematik Stanton dan Kenny yang menyatakan bahwa tema (theme) adalah makna yang dikandung sebuah cerita, menjadi landasan teori dalam penelitian ini. Selain itu, terdapat pula pembagian tema yang dalam kajian tema dikenal dengan tema mayor dan tema minor. Dalam menganalisis data, sebelum masuk pada analisis inti, penulis menggunakan metode analisis padan dengan submetode padan translasional. Dalam hal ini, surat-surat Nabi Muhammad tersebut diterjemahkan terlebih dahulu ke dalam bahasa Indonesia, setelah itu dianalisis sesuai permasalahan yang ingin dijawab. Temuan dari analisis tematik ini berupa tema mayor tentang “dakwah Islam†yang isinya disesuaikan dengan keadaan para raja penerima surat. Dari tema mayor tersebut, terdapat tema-tema minor yang digunakan untuk mendukung keuniversalan tema mayor surat-surat tersebut, yaitu berdakwah harus karena Allah, mendoakan keselamatan hanya untuk muslim, Nabi Isa bukananak Tuhan, seluruh ajaran agama semitik adalah pengesaan Allah, agama yang diakui Allah hanya Islam, dan Islam agama yang toleran.</jats:p
SURAT DAKWAH NABI MUHAMMAD SAW (ANALISIS TEMATIK ATAS SURAT-SURAT NABI MUHAMMAD KEPADA PARA RAJA)
This paper aims to find the themes of propagation of Islam Prophet Muhammad in the early spread of Islam that can be used uswah h}asanah by preachers in Indonesia in spreading Islam in accordance with the present context. Letters were used as the data in this study are the letters sent by the Prophet Muhammad to the king superpower in the Roman and Persian kings and their little under the authority of the king of the superpower. The letters are including in these types of letter are ten letters. Stanton thematic theory which states that the theme (theme) is contained in the meaning of a story, become the basic theory in this study. In addition, there is also a theme in the study of the distribution of known theme with theme of major and minor themes. In analyzing the data, before entering the core analysis, the author uses the method of analysis and match with sub-method translational match. In this case, the letters of the Prophet Muhammad first translated into Indonesian, after it analyzed according issues to be answered. The findings of this thematic analysis form the major theme of “propagation of Islam” whose content is tailored to the circumstances of the king recipients. Of the major themes, there are minor themes are used to support the universality of the major themes of these letters, they are: dakwah must be by the name of God, pray for
salvation only to Muslims, Jesus is not the son of God, all the religions of Semitic is unity of God (tawhid), religion God recognized only Islam, and Islam is tolerant religion.
Tulisan ini bertujuan untuk mencari tema-tema dakwah Islam Nabi Muhammad pada awal penyebaran Islam yang dapat dijadikan uswah h}asanah oleh para da’i di Indonesia dalam menyebarkan agama Islam yang sesuai dengan konteks kekinian. Surat yang dijadikan data pada penelitian ini adalah surat-surat yang dikirim oleh Nabi Muhammad kepada para raja adidaya di Romawi dan Persi beserta raja-raja kecil yang berada di bawah kekuasaan kedua raja adidaya tersebut. Yang temasuk dalam jenis surat ini sejumlah sepuluh pucuk surat. Teori tematik Stanton dan Kenny yang menyatakan bahwa tema (theme) adalah makna yang dikandung sebuah cerita, menjadi landasan teori dalam penelitian ini. Selain itu, terdapat pula pembagian tema yang dalam kajian tema dikenal dengan tema mayor dan tema minor. Dalam menganalisis data, sebelum masuk pada analisis inti, penulis menggunakan metode analisis padan dengan submetode padan translasional. Dalam hal ini, surat-surat Nabi Muhammad tersebut diterjemahkan terlebih dahulu ke dalam bahasa Indonesia, setelah itu dianalisis sesuai permasalahan yang ingin dijawab. Temuan dari analisis tematik ini berupa tema mayor tentang “dakwah Islam” yang isinya disesuaikan dengan keadaan para raja penerima surat. Dari tema mayor tersebut, terdapat tema-tema minor yang digunakan untuk mendukung keuniversalan tema mayor surat-surat tersebut, yaitu berdakwah harus karena Allah, mendoakan keselamatan hanya untuk muslim, Nabi Isa bukan
anak Tuhan, seluruh ajaran agama semitik adalah pengesaan Allah, agama yang diakui Allah hanya Islam, dan Islam agama yang toleran
SURAT DAKWAH NABI MUHAMMAD SAW (ANALISIS TEMATIK ATAS SURAT-SURAT NABI MUHAMMAD KEPADA PARA RAJA)
This paper aims to find the themes of propagation of Islam Prophet Muhammad in the early spread of Islam that can be used uswah h}asanah by preachers in Indonesia in spreading Islam in accordance with the present context. Letters were used as the data in this study are the letters sent by the Prophet Muhammad to the king superpower in the Roman and Persian kings and their little under the authority of the king of the superpower. The letters are including in these types of letter are ten letters. Stanton thematic theory which states that the theme (theme) is contained in the meaning of a story, become the basic theory in this study. In addition, there is also a theme in the study of the distribution of known theme with theme of major and minor themes. In analyzing the data, before entering the core analysis, the author uses the method of analysis and match with sub-method translational match. In this case, the letters of the Prophet Muhammad first translated into Indonesian, after it analyzed according issues to be answered. The findings of this thematic analysis form the major theme of “propagation of Islam†whose content is tailored to the circumstances of the king recipients. Of the major themes, there are minor themes are used to support the universality of the major themes of these letters, they are: dakwah must be by the name of God, pray forsalvation only to Muslims, Jesus is not the son of God, all the religions of Semitic is unity of God (tawhid), religion God recognized only Islam, and Islam is tolerant religion. Tulisan ini bertujuan untuk mencari tema-tema dakwah Islam Nabi Muhammad pada awal penyebaran Islam yang dapat dijadikan uswah h}asanah oleh para da’i di Indonesia dalam menyebarkan agama Islam yang sesuai dengan konteks kekinian. Surat yang dijadikan data pada penelitian ini adalah surat-surat yang dikirim oleh Nabi Muhammad kepada para raja adidaya di Romawi dan Persi beserta raja-raja kecil yang berada di bawah kekuasaan kedua raja adidaya tersebut. Yang temasuk dalam jenis surat ini sejumlah sepuluh pucuk surat. Teori tematik Stanton dan Kenny yang menyatakan bahwa tema (theme) adalah makna yang dikandung sebuah cerita, menjadi landasan teori dalam penelitian ini. Selain itu, terdapat pula pembagian tema yang dalam kajian tema dikenal dengan tema mayor dan tema minor. Dalam menganalisis data, sebelum masuk pada analisis inti, penulis menggunakan metode analisis padan dengan submetode padan translasional. Dalam hal ini, surat-surat Nabi Muhammad tersebut diterjemahkan terlebih dahulu ke dalam bahasa Indonesia, setelah itu dianalisis sesuai permasalahan yang ingin dijawab. Temuan dari analisis tematik ini berupa tema mayor tentang “dakwah Islam†yang isinya disesuaikan dengan keadaan para raja penerima surat. Dari tema mayor tersebut, terdapat tema-tema minor yang digunakan untuk mendukung keuniversalan tema mayor surat-surat tersebut, yaitu berdakwah harus karena Allah, mendoakan keselamatan hanya untuk muslim, Nabi Isa bukananak Tuhan, seluruh ajaran agama semitik adalah pengesaan Allah, agama yang diakui Allah hanya Islam, dan Islam agama yang toleran
STILISTIKA SURAT NABI MUHAMMAD SAW KEPADA PARA RAJA; Kajian Ranah Fonologi
Pada artikel ini, penulis ingin membuktikan kekuatan gaya
bahasa Nabi Muhammad Saw melalui suratnya yang dikirimkan kepada
para raja, yang tidak hanya berada di Jazirah Arab, tetapi juga kepada
para raja yang berada di luar Jazirah Arab, menggunakan teori stilistika.
Dalam bukunya, Ilmu Uslub, Syihabuddin (2017, h. 81-82) menjelaskan
bahwa kajian stilistika mencakup lima ranah: Al-Mustawā al-S}autī
(ranah fonologi), Al-Mustawā al-S{arfi (ranah morfologi), Al-Mustawā
al-N}ahwī (ranah sintaksis), Al-Mustawā al-Dalālī (ranah semantik), dan
Al-Mustawā al-Tas}wīrī (ranah imagery). Melihat pemanfaatan bunyi yang digunakan oleh Nabi Muhammad
saw. dalam surat-suratnya kepada para raja, dapat dipastikan bahwa efek
yang ditimbulkan dari bunyi-bunyi tersebut membangkitkan daya persuasif
yang tinggi, mengingat dari sembilan raja yang dikirimi surat tersebut,
hampir semuanya mengerti bahasa Arab, karena memang berdarah
Arab, kecuali Kaisar Romawi, Raja Persi, dan Raja al-Muqawqis. Adapun
Raja Najasy, meskipun bukan dari bangsa Arab, dia pernah menetap di
jazirah Arab, tepatnya di wilayah Badr selama beberapa tahun, sehingga ia
memahami bahasa Arab (Khat}t}a>b, 1996, II: h. 45).
Dengan demikian, pemanfaatan bunyi bahasa yang digunakan oleh
Nabi Muhammad saw. dalam surat-suratnya tidak akan sia-sia, tetap akan
memunculkan daya persuasif bagi para pembaca surat tersebut
SURAT DAKWAH NABI MUHAMMAD SAW (ANALISIS TEMATIK ATAS SURAT-SURAT NABI MUHAMMAD KEPADA PARA RAJA)
This paper aims to find the themes of propagation of Islam Prophet Muhammad in the early spread of Islam that can be used uswah h}asanah by preachers in Indonesia in spreading Islam in accordance with the present context. Letters were used as the data in this study are the letters sent by the Prophet Muhammad to the king superpower in the Roman and Persian kings and their little under the authority of the king of the superpower. The letters are including in these types of letter are ten letters. Stanton thematic theory which states that the theme (theme) is contained in the meaning of a story, become the basic theory in this study. In addition, there is also a theme in the study of the distribution of known theme with theme of major and minor themes. In analyzing the data, before entering the core analysis, the author uses the method of analysis and match with sub-method translational match. In this case, the letters of the Prophet Muhammad first translated into Indonesian, after it analyzed according issues to be answered. The findings of this thematic analysis form the major theme of “propagation of Islam” whose content is tailored to the circumstances of the king recipients. Of the major themes, there are minor themes are used to support the universality of the major themes of these letters, they are: dakwah must be by the name of God, pray for
salvation only to Muslims, Jesus is not the son of God, all the religions of Semitic is unity of God (tawhid), religion God recognized only Islam, and Islam is tolerant religion.
Tulisan ini bertujuan untuk mencari tema-tema dakwah Islam Nabi Muhammad pada awal penyebaran Islam yang dapat dijadikan uswah h}asanah oleh para da’i di Indonesia dalam menyebarkan agama Islam yang sesuai dengan konteks kekinian. Surat yang dijadikan data pada penelitian ini adalah surat-surat yang dikirim oleh Nabi Muhammad kepada para raja adidaya di Romawi dan Persi beserta raja-raja kecil yang berada di bawah kekuasaan kedua raja adidaya tersebut. Yang temasuk dalam jenis surat ini sejumlah sepuluh pucuk surat. Teori tematik Stanton dan Kenny yang menyatakan bahwa tema (theme) adalah makna yang dikandung sebuah cerita, menjadi landasan teori dalam penelitian ini. Selain itu, terdapat pula pembagian tema yang dalam kajian tema dikenal dengan tema mayor dan tema minor. Dalam menganalisis data, sebelum masuk pada analisis inti, penulis menggunakan metode analisis padan dengan submetode padan translasional. Dalam hal ini, surat-surat Nabi Muhammad tersebut diterjemahkan terlebih dahulu ke dalam bahasa Indonesia, setelah itu dianalisis sesuai permasalahan yang ingin dijawab. Temuan dari analisis tematik ini berupa tema mayor tentang “dakwah Islam” yang isinya disesuaikan dengan keadaan para raja penerima surat. Dari tema mayor tersebut, terdapat tema-tema minor yang digunakan untuk mendukung keuniversalan tema mayor surat-surat tersebut, yaitu berdakwah harus karena Allah, mendoakan keselamatan hanya untuk muslim, Nabi Isa bukan
anak Tuhan, seluruh ajaran agama semitik adalah pengesaan Allah, agama yang diakui Allah hanya Islam, dan Islam agama yang toleran.
Keywords
surat; dakwah; Nabi Muhammad SAW; tawhid; dan Isla
PENDIDIKAN POLITIK BAGI LANSIA OLEH PARTAI POLITIK DALAM PERSPEKTIF MAṢLAḤAH AL-ḌARŪRIYĀH (Studi Kasus DPC PKB Kabupaten Tulungagung)
Muhammad ‘Ubaidillah, 126103212240, “Pendidikan Politik Bagi
Lansia oleh Partai Politik dalam Perspektif Maṣlaḥah AlḌarūriyāh (Studi Kasus DPC PKB Kabupaten Tulungagung)”
Progam Studi Hukum Tata Negara, Universitas Islam Negeri
Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, 2025, Pembimbing:
Muhamad Arifin, M.H.I.
Kata Kunci: Partai Politik, Pendidikan Politik, Lansia, Maṣlaḥah AlḌarūriyāh
Penelitian ini dilatar belakangi adanya program kerja
pendidikan politik yang diamanatkan melalui Undang-Undang Nomor
2 Tahun 2008 jo Undang-undang Nomor 2 Tahun 2011 tentang Partai
Politik, DPC PKB Kabupaten Tulungagung yang merupakan salah
satu partai besar di Tulungangung dalam melaksanakan pendidikan
politik sesuai dengan Undang-Undang, bahwa partai politik
melakukan pendidikan politik bagi masyarakat sesuai dengan ruang
lingkup tanggung jawabnya dengan memperhatikan keadilan dan
kesetaraan gender serta memberikan pemahaman tentang hak dan
kewajiban juga mengenai empat pilar berbangsa dan bernegara.
Berdasarkan undang-undang tersebut penelitian mengkaji lebih dalam
tentang pelaksanaannya dalam pandangan maṣlaḥah al-ḍarūriyāh.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menjawab rumusan masalah
sebagai berikut: 1). Bagaimana PKB melakukan pendidikan politik
bagi lansia di Tulungagung?, 2). Bagaimana dampak dari pendidikan
politik?, 3) Pendidikan Politik Bagi Lansia oleh Partai Politik dalam
Perspektif Maṣlaḥah Al-Ḍarūriyāh?
Metode peneltian yang digunakan peneliti adalah metode
kualitatif studi kasus (case approach). Teknik pengumpulan data yang
digunakan dalam penelitian ini berupa pengamatan, wawancara, atau
penelaah dokumen. Sedangkan teknik analisa data menggunakan
kondensasi data (data condensation), penyajian data (data display),
dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian yang dilaksanakan di DPC PKB
Kabupaten Tulungagung menunjukkan bahwa: 1). DPC PKB
Kabupaten Tulungagung memakai pendekatan sosialisasi atau diskusi
dua arah yang akan dilaksanakan bisa melalui konsolidasi, reses,
sarasehan dan sebagainya, 2). Dampak yang diberikan dari pendidikan
politik untuk lansia adalah kemampuan mereka untuk berfikir lebih
kritis, memahami hak dan kewajiban, mengetahui program-program
kerja pemerintah, dan mereka jadi punya wadah untuk menyampaikan
ide-ide, kritik serta saran, 3). Perspektif maṣlaḥah al-ḍarūriyāh salah
satu poinnya adalah menjaga akal dan pendidikan politik menjadi
salah satu sarananya, karena pendidikan politik akan ikut menjaga akal
manusia, menjadikan manusia berkembang dalam proses
kedidupannya, dapat membentuk pemimpin yang bijaksana,
membantu manusia sejahterakan secara individu maupun sosial
- …
