14,721 research outputs found
Transkrip temubual bersama Badril Shahidan Hj Hashim & Che Saad Hj Saep mengenai capal / Noraisyah Che Abdullah and Siti Nur Atika Shahari
Kajian ini adalah untuk mempresentasikan warisan penghasilan capal sejak tahun 1958 yang giat diusahakan oleh Badril Shahidan bin Hj Hashim dan Che Saad Hj Saep pula sejak tahun 2001. Mereka telah merealisasikan cara pembuatan capal secara tradisional dan moden. Usaha ini telah membuka mata segenap lapisan masyarakat untuk menghargai seni warisan Melayu. Artikel ini menunjukkan keseluruhan latar belakang kedua-dua tokoh, kepakaran mereka dalam penghasilan capal, pencapaian mereka sehingga dikenali dunia luar dan keunikan capal hasil air tangan mereka yang telah menambat hati pengguna. Artikel ini juga adalah menggunakan sumber pembacaan dan kajian daripada penulis terhadap tokoh-tokoh yang dipilih serta berpandukan sumber utama iaitu dokumentasi lisan. Hasil kajian ini juga boleh digunapakai sebagai bahan rujukan terutama kepada peminat seni warisan tradisional untuk mengetahui keunikan yang terdapat pada capal itu sendiri. Di samping itu, kajian ini juga amatlah penting dalam pembentukan generasi kini dan akan datang bagi menarik minat mereka menceburi bidang penghasilan capal. Sejurus itu, hal ini membolehkan mereka menjadi pelapis dengan menjadikan Badril Shahidan bin Hj Hashim dan Saad Hj Saep sebagai ‘role model’ dalam penghasilan capal pada masa akan datang
Peranan tulisan Jawi dalam perkembangan Islam di Malaysia
Empayar Melaka pada pertengahan kurun ke- 15 M merupakan kemuncak kegemilangannya, terutamanya pada zaman Sultan Mansur Syah yang menaiki takhta sekitar tahun 1456 (Muhammad Yusoff Hashim, 1989:114). Tiga tahun sebelum itu iaitu 1453 kerajaan Islam Uthmaniyyah telah menawan bandar Constantinople/Istanbul daripada Kerajaan Romawi Timur menandakan kemasukan Islam ke Eropah timur. Namun pada tahun 1492 iaitu 36 tahun kemudian, kerajaan Islam di Sepanyol telah dimusnahkan oleh kerajaan Kristian, menandakan kehancuran kuasa orang Islam di Eropah barat sehingga kini. (disalin dari artikel
One Malaysia (1 Malaysia) concept and citizen integration through community/neighborhood networking / Rugayah Hj. Hashim...[et al]
The objective of this research is to determine the challenges for setting up a community network in a suburban residential area of Selangor, Malaysia. The availability of a community network will allow residents to communicate with one another and inherently will bring them closer and integrate the community. An initial investigation revealed that 12.8% of the residents communicated with one another electronically through mobile phones but not through the proper ICT platform for community networking using the internet. Although the Pearson correlation analysis was positive, the r-value indicated a weak relationship between community networking and citizen integration (r=129, p=.456). Other challenges of implementing a community networking include low levels of education, income and ICT skill. It is suggested that the member of parliament, the state legislative assemblyman, and the Klang Municipal Council work together to promote the awareness of using ICT among the residents as the Federal and State governments' plans for e-government services and achieving the developed nation status by 2020 will not materialize if these suburbanites are marginalized. Also, with the Prime Minister's favored 1 Malaysia concept on citizen integration, this project will also fail in there is limited political will. Integrating the three major races of Malaysia is possible through information and communication technology (ICT) as the enabler
Kad Hari Raya
Kad ucapan hari raya yang diutuskan kepada Profesor Diraja Ungku Abdul Aziz daripada Hj. Hashim bin Darus, Hjh. Normah bt. Osman dan keluarg
Kad Hari Raya
Kad ucapan hari raya yang diutuskan kepada Profesor Diraja Ungku Abdul Aziz daripada Hj. Hashim bin Darus, Hajjah Normah bt. Osman dan keluarg
Dakwah dalam " Pengajian Ta'aruf" oleh Hj Luluk Chumaidah di Pondok Pesantren Mahasiswa Al Jihad Surabaya
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dDakwah dalam “Pengajian Ta’aruf” oleh Hj Luluk Chumaidah Di Pondok Pesantren Mahasiswa Al-Jihad Surabaya. Selain itu penelitian ini untuk mengetahui bagaimana Metode Ceramah, Isi Ceramah dan Dakwah Aksi Hj Luluk Chumaidah dalam Pengajian Ta’aruf. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dan menggunakan analisis deskriptif, dengan Teori model Miles and Huberman yaitu menguraikan seluruh konsep yang ada hubungannya dengan pembahasan penelitian dan alasan peneliti menggunakan analisis deskriptif. Adapun penelitian ini mendeskripsikan Metode Dakwah Hj Luluk Chumaidah, Isi Ceramah dan Dakwah Aksinya. Sehingga bisa menyajikan secara utuh kondisi di lapangan dengan mengamati dan memaparkannya secara komprehensif. Dari penelitian yang dilakukan di lapangan, maka ditemukan beberapa hasil dan temuan yang ada di lapangan. Pertama,Metode ceramah yang dalam hal ini Hj Luluk Chumaidah memberikan ceramah kepada para jamaah untuk lebih efektif menerima pesan dakwah. Kedua, Dalam isi pesan dakwah Hj Luluk Chumaidah memberikan materi-materi tentang akidah-akidah yang berkaitan dengan masalah hati. Ketiga, dalam dakwah aksinya Hj Luluk Chumaidah menggunakan pendekatan interpersonal agar lebih bisa memahami kondisi para jamaahnya, agar jamaah pun bisa lebih bebas dan leluasa dalam mencurahkan masalah yang dihadapi dan ingin dibantu menyelesaikan masalahnya. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka skripsi dengan judul Dakwah dalam “Pengajian Ta’aruf” oleh Hj Luluk Chumaidah di Pondok Pesantren Mahasiswa Al-Jihad Surabaya, maka peneliti merekomendasikan kepada para pembaca agar mengangkat judul penelitian yang berkaitan dengan Pengajian Ta’aruf di Pondok Pesantren Mahasiswa Al-Jihad Surabaya.
Assessing digital literacy among aborigines: a case of the Semai tribe in Kampung Bukit Terang, Kampar, Perak / Rugayah Hj. Hashim … [et al.]
The purpose of this research was to assess the level of computer literacy among the indigenous Semai tribe in Kampung Bukit Terang, Kampar, Perak, Malaysia. Forty questionnaires were distributed to the respondents who were conveniently available at the time of the visit. With the help of forty university students, 39 (97.5%) completed sets were returned. The descriptive analyses showed that 30.8% of the respondents have never attended school and are considered illiterate. Only 5.2% are computer literate and this finding suggests that the digital divide is wide among this minority group, thus, the argument on digital exclusion is substantiated. The implication of the research provides justification for policy analysis on technology for social inclusion. It then draws on the political environment that has resulted in this tribe being marginalized and the need to promote access for social inclusion and citizen development
Kepimpinan pendidikan pegawai pendidikan daerah di dua buah daerah di negeri Selangor Darul Ehsan / Hashim bin Hj Harun
Konsep Pendidikan Untuk Perempuan Perspektif Nyai Hj. Masriyah Amva
One figure of a well-known female cleric in Cirebon is Nyai Hj. Masriyah Amva. He is a female ulama figure who is different from the others, Nyai Hj. Masriyah Amva became the caretaker of Kebon Jambu Al-Islamy Islamic Boarding School in Babakan Village, Ciwaringin Cirebon, where she became the leader of more than 1,000 male and female santri. The author presents this paper in the form of a qualitative approach, with qualitative descriptive methods, collection techniques using interview and observation methods, which are then analyzed by interactive analysis techniques namely data reduction, data presentation and drawing conclusions. This study aims to illustrate the Concept of Education for Perpective Women Nyai Hj. Masriyah Amva at Kebon Jambu Al-Islamy Islamic Boarding School. According to him, education for women consists of material elements, immaterial elements and character elements. The material element is education that equips students with various sciences according to their respective levels, while the immaterial element is that women are able to present and involve the Creator in all their life processes, according to Nyai Hj. Masriyah Amva, that is, women must be educated in such a way as to form a woman who is persistent, independent, has a personality, is pious and tough with hard prayers, hard efforts and always has positive thoughts.Salah satu sosok ulama perempuan yang sangat dikenal di Cirebon adalah Nyai Hj. Masriyah Amva. Beliau adalah sosok ulama perempuan yang berbeda dengan lainnya, Nyai Hj. Masriyah Amva menjadi pengasuh Pondok Pesantren Kebon Jambu Al-Islamy di Desa Babakan, Ciwaringin Cirebon, beliau menjadi pemimpin lebih dari 1.000 santri laki-laki dan perempuan. Penulis menyajikan tulisan ini dalam bentuk pendekatan kualitatif, dengan metode deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan menggunakan metode wawancara dan observasi, yang kemudian dianalisis dengan teknik analisis interaktif yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan Konsep Pendidikan untuk Perempuan Perpektif Nyai Hj. Masriyah Amva di Pondok Pesantren Kebon Jambu Al-Islamy. Menurutya pendidikan untuk perempuan adanya unsur material, unsur imaterial dan unsur karakter. Unsur material adalah pendidikan yang membekali santrinya dengan berbagai ilmu pengetahuan sesuai jenjangnya masing-masing, sedangkan unsur Imaterial adalah para perempuan mampu menghadirkan dan melibatkan Sang Pencipta dalam semua proses kehidupannya, unsur karakter menurut Nyai Hj. Masriyah Amva yaitu perempuan harus dididik sedemikian rupa hingga terbentuklah sosok perempuan yang gigih, mandiri, berkepribadian, bertaqwa dan tangguh dengan do`a keras, usaha keras dan selalu berfikiran positif
STRATEGI PENGELOLAAN PEMBELAJARAN TAHFIZ AL-QUR’AN DI PONDOK TAHFIDZUL QUR’AN IBUNDA HJ. SHOFIYAH
Dalam pembelajaran tahfiz, ditemukan bahwa siswa sering kali mulai mempelajari Al-Qur’an sejak usia dini. Proses ini menekankan pada hafalan dan pemahaman, dengan dorongan bagi siswa untuk mencapai tingkat kefasihan tinggi dalam menghafal teks suci Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi pengelolaan pembelajaran tahfiz Al-Qur’an di pondok Tahfidzul Qur’an Ibunda Hj. Shofiyah dalam mengelola kegiatan hafalan Al-Qur’an serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi di rumah tahfiz tersebut. Penelitian ini bersifat deskriptif dan dianalisis menggunakan pendekatan kualitatif. Melalui penelitian ini, diperoleh gambaran mengenai strategi pengelolaan pembelajaran tahfiz Al-Qur’an di pondok Tahfidzul Qur’an Ibunda Hj. Shofiyah. Penelitian kualitatif ini menghasilkan kesimpulan berupa data deskriptif yang menggambarkan secara rinci, bukan berupa angka-angka. Target informan dalam penelitian ini adalah guru dan murid
- …
