1,720,963 research outputs found
Strategi Untuk Meningkatkan Karakter Peserta Didik Melalui Monitoring Kegiatan Ramadhan di SDN 2 Bawu
Permasalahan yang masih sering terjadi dalam kehidupan ini adalah minimnya karakter peserta didik. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan 1). Pentingnya untuk meningkatkan karakter peserta didik sejak usia dini, 2). Strategi meningkatkan karakter peserta didik melalui kegiatan monitoring ramadhan di SDN 2 Bawu. Metode pendekatan yang digunakan peneliti yaitu deskriptif kualitatif dengan study kasus dimana subjek diteliti secara menyeluruh. Penelitian ini menggunakan metode triangulasi data yaitu wawancara kepada guru PAI, kepala sekolah, dan peserta didik, kemudian observasi secara langsung di SDN 2 Bawu, serta analisis dokumentasi. Hasil dari penelitian ini yaitu: 1). Pentingnya untuk meningkatkan karakter peserta didik sejak usia dini dimaksudkan agar menghasilkan individu yang berkualitas tinggi dan memiliki kemampuan untuk mengembangkan potensi mereka, peserta didik dapat membangun dan memeperkuat karakter yang berakhlakul karimah serta berpusat pada ajaran islam seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW, 2). Strategi meningkatkan karakter peserta didik melalui kegiatan monitoring ramadhan di SDN 2 Bawu, hasilnya dapat membentuk karakter pada setiap peserta didik yaitu menciptakan sikap tanggung jawab, kepedulian, disiplin, selalu bersikap jujur, dan adil, kerja keras, pantang menyerah, rendah hati, toleransi, menjadikan pribadi yang optimis, serta selalu percaya diri. Mereka yang memilki kebiasaan baik akan menjadi individu yang bermoral, begitupun sebaliknya. Dari lingkungan keluarga, masyarakat, dan disekolah sebaiknya menanamkan kebiasaan positif dalam diri peserta didik sejak usia dini.
 
Moral Education Approach Through the Art of Jangkar Bumi Theater: A Case Study of the Kapai-Kapai Script for Class XI Students of MA Qudsiyyah Kudus
Pendidikan akhlak merupakan aspek mendasar dalam pembentukan karakter peserta didik, khususnya dalam lingkungan pendidikan Islam. Berbagai metode telah diterapkan untuk menginternalisasi nilai dan akhlak melalui seni teater. Penelitian ini menganalisis bagaimana seni teater, khususnya pementasan Kapai-Kapai oleh Teater Jangkar Bumi, dapat menjadi media yang efektif untuk pembelajaran Akhlak di MA Qudsiyyah Kudus. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus, yang melibatkan observasi, wawancara dengan sutradara, aktor, guru akhlak, dan siswa kelas XI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa naskah Kapai-Kapai mengandung nilai dan akhlak yang kuat, seperti keimanan kepada Tuhan, pentingnya shalat, bahaya materialisme, serta kesadaran akan ketergantungan manusia kepada Tuhan. Teater ini terbukti membantu peserta didik memahami rancangan akhlak secara lebih mendalam melalui pengalaman kritik langsung dan reflektif terhadap peristiwa yang dipentaskan. Meskipun terdapat tantangan, seperti keterbatasan waktu, daya sumber, dan adaptasi naskah agar sesuai dengan kurikulum, pementasan tetap memberikan dampak positif terhadap kesadaran dan pemahaman peserta didik tentang nilai-nilai akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, seni teater dapat menjadi alternatif inovasi dalam pendidikan akhlak di madrasah dan lembaga pendidikan Islam lainnya
Membentuk Perilaku Beragama Melalui Konsep Wahdat al-Wujud Dan Wahdat Ash Syuhud
In historical records, Sufism has made a huge contribution to the spiritual and intellectual life of Islam. Sufism has influenced religious behavior which points through people's attitudes, morals, and behavior. This writing uses descriptive method with qualitative approach, and inductive/ qualitative data analysis, while data collection techniques through library Research, with findings that someone who truly understands the concept of Wahdat al Wujud and Wahdat Ash Syuhud will behave first, he becomes more confident in the beginning of worship. Second, all the life he faces is enjoyable or easy and not so hard. Third, understanding the life of the world is a temporary life and the ultimate life is life in the hereafter. It is he, in himself who is steady that only Allah is the greatest Almighty, all-powerful and all-inclusive, while human is small and weak. Fifth, he feels that he is always supervised by Allah SWT. Sixth, he will get a lot of blessings from Allah SWT whether it is health favors, favors of faith, Islam and ihsan
The Concept of Islamic Education Kyai Sahal Mahfudh
This study aims to describe the concept of Islamic Education Kyai Sahal Mahfudh. According to him, Islamic education is the process of interaction of educators, learners, and the environment that leads to the formation of Islamic character of learners who are able to drive their attitude and behavior with Islamic values. This research uses a qualitative approach. The method of this research is descriptive method, by collecting data that have relation with Kyai Sahal thinking. The Analytical technique is using qualitative data analysis in form of data description, then the researchers provide further interpretation to get the meaning contained in it. The results of the research include; a. Educators in the Islamic concept, not only have the potential to improve the quality of a person's physical life, but more than that, he is responsible for the behavior, including the obligation to instill religious beliefs that hold the key to the meaning of everyone's life.b. The existence of teachers, as an important component in escorting learners to develop science, character, and behavior. He must have several attributes, they are zuhud, sincere, forgiving, understanding the tabia'at of students, good personality, having attitude as father to his son, and mastering subjects that become his field. c. The purpose of Islamic education by Kyai Sahal is to prepare learners who salih and akram (noble). d. The preparation of Islamic educational materials in the curriculum always refers to the educational objectives which have central point to achieve the ultimate goal of Islamic education toward a balanced development between the inner-born, the world of the hereafter, sa'âdah ad-daraîn. The Islamic educational materials offered are aqidah, syari'ah, akhlak-tasawuf, fiqh, ushul fiqh, and also not deny two very significant materials that is nahwu and sharaf. According to Kyai Sahal, the main goal is to prepare students to be "khalifah Allah" which akram (more noble) which means more pious to Allah and righteousness in the sense of being able to manage, develop and preserve this nature. e. Methods and approaches education are found, among others; Doctrinal Approach, Authoritative Approach, Charismatic Approach, Approach to appreciation, Rational Approach.Keywords : Islamic Education, Kyai Sahal Mahfud
KOMPARASI HASIL PRESTASI BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR INKLUSI DAN HOMESCHOOLING
This study aims to describe the comparation of student achievement results of Primary School Semai Jepara with Homeschooling Primagama Semarang. Because both institutions have similarities in the category of inclusive schools, which accept all children as students based on quotas. In this study, the learning achievement studied is only the value of the main subjects namely Indonesian, Mathematics, and Natural Sciences. The result of research shows that Indonesian and Mathematics score from Semai Primary School students is superior to Homeschooling Primagama Semarang. However, in the subjects of Natural Sciences, students of Homeschooling Primagama Semarang are superior. In general, the average value of learning achievement of the main subjects obtained the conclusion of SD Semai Jepara is superior to Homeschooling Primagama Semarang. Keywords: achievement, primary school, Homeschooling. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan komparasi hasil prestasi siswa Sekolah Dasar Semai Jepara dengan Homeschooling Primagama Semarang. Karena kedua lembaga tersebut memiliki kesamaan dalam hal kategori sekolah inklusi, yang menerima semua anak sebagai siswa berdasarkan kuota. Dalam penelitian ini, prestasi belajar yang diteliti hanya nilai dari mata pelajaran utama yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam. Hasil penelitian menunjukkan nilai Bahasa Indonesia rata-rata 91,3 dan Matematika 82 dari siswa Sekolah Dasar Semai lebih unggul dibandingkan Homeschooling Primagama Semarang. Namun pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam, nilai siswa Homeschooling Primagama Semarang lebih unggul dengan rata-rata 83,31. Secara umum nilai rata-rata prestasi belajar mata pelajaran utama diperoleh kesimpulan SD Semai Jepara lebih unggul dibandingkan Homeschooling Primagama Semarang. Kata-kata kunci: prestasi, Sekolah Dasar, Homeschooling
Pembuatan Stik Pelangi untuk pembelajaran bangun datar dan warna pada TK Pertiwi Bungu Kecamatan Mayong Kabupaten Jepara
AbstrakMedia pembelajaran yang tepat, sangat mendukung keberhasilan pembelajaran baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Oleh karenanya, pemilihan dan penggunaan media pembelajaran harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kesesuaian materi. Mengenalkan pesrta didik bentuk bangun datar dan warna kebanyakan menggunakan gambar atau alat peraga dalam jumlah banyak. Hal ini menjadikan pengajaran di sekolah terkesan ribet, guru terkesan kurang kreatif dan inovatif dalam proses pembelajaran di TK Pertiwi desa Bungu. Solusi yang ditawarkan pada program pengabdian kepada masyarakat ini adalah pembuatan “stik pelangi“ bagi guru TK Pertiwi Desa Bungu sebagai media pembelajaran bangun datar dan warna. ini diharapkan akan membentuk komunikasi pembelajaran yang efektif di antara guru dan peserta didik, karena proses pembelajaran akan lebih menarik dan mengesankan. Permasalahan yang dihadapi mitra TK Pertiwi Desa Bungu yaitu (1) hasil pembelajaran materi bangun datar dan warna belum optimal. (2) guru TK Pertiwi Desa Bungu belum profesional dalam membuat media pembelajaran. Stik Pelangia dalah program membuat media pembelajaran yang simple kreatif dan inovatif serta tidak membutukan biaya yang signifikan. Media ini dirancang dengan sedemikian rupa agar tujuan pembelajara dapat tercapai. Dengan adanya pembuatan “Stik pelangi†bagi guru TK Pertiwi Desa Bungu hasil pembelajaran materi bangun datar dan warna peserta didik dapat tercapai secara maksimal. Keywords: Stik pelangi; bangun datar; TK Pertiwi Bungu  AbstractAppropriate learning media greatly support the success of learning both in terms of quality and quantity. Therefore, the selection and use of learning media must be adjusted to the needs and suitability of the material. Introducing students form flat shapes and colors mostly using pictures or props in large quantities. This makes teaching in schools seem complicated, teachers seem less creative and innovative in the learning process in Pertiwi Kindergarten in the village of Bungu. The solution offered in this community service program is the creation of a "rainbow stick" for the Pertiwi TK Kindergarten teacher as a medium of learning to build flat and color. This is expected to form effective learning communication between teachers and students, because the learning process will be more interesting and impressive. The problems faced by TK Pertiwi Kindergarten partner are (1) the learning outcomes of flat and color material are not optimal. (2) TK Pertiwi kindergarten teacher is not yet professional in making learning media. Rainbow-Stick is a program that makes learning media that is simple, creative and innovative and does not require significant costs. This media is designed so that learning objectives can be achieved. With the creation of "Rainbow Sticks" for kindergarten teachers in Pertiwi Bungu Village, the learning outcomes of the material in the shape of the flat and the colors of students can be achieved optimally.Keywords: Rainbow Stick, two-dimentional figure, TK Pertiwi Bung
Implikasi Aliran Utama Filsafat Pendidikan Islam Terhadap Metodologi Pembelajaran
There are three main schools in Islamic educational philosophy in this research. First, the conservative sect, with the main figure being al-Ghazali. This school tends to use various learning methods, including hasanah models or uswatun, habituation, good relationships, self-introspection, and stories or qishoh. Second, the religious-rational flow, with the main figure being the Ikhwan al-Shafa. This school tends to prioritize group learning methods. Third, the pragmatic school, with the main figure being Ibn Khaldun. This school prioritizes a learning method known as learning by doing or direct practice. The aim of this research is to analyze the main schools of Islamic educational philosophy and identify their implications for learning methodology. This research uses descriptive methods to study and analyze certain phenomena. It is a qualitative research method that focuses on understanding the concept or phenomenon being discussed. The data used is relevant literature, such as journals and books related to Islamic education. The data collection method is literature study, and the data verification technique is the content analysis method. The results of this research show that each school of Islamic educational philosophy has a unique approach to learning methodology. The conservative school places more emphasis on traditional methods, the religious-rational school tends more towards group discussions, and the pragmatic school encourages learning through direct practice. Thus, Islamic education can be adapted to various learning methods according to the values and goals of each philosophical school
Media dan Kontribusinya dalam Internalisasi Nilai Pluralisme Agama di Indonesia
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendiskripsikan media dan kontribusinya dalam internalisasi nilai pluralisme agama di Indonesia. Metode penulisan deskriptif kualitatif, dengan pendekatan library Research, dengan temuan bahwa media massa dalam peranannya mempunyai dua kecenderungan, 1) berpotensi konflik, dan 2) menciptakan keharmonisan dan kesadaran pluralistik agama. media massa mempunyai peran untuk menginformasikan dan memberikan pendidikan kepada masyarakat tentang realitas kemajemukan dan pluralisme agama di Indonesia. Media massa memegang peranan penting dalam menciptakan kondisi damai di masyarakat. Dengan adanya media massa seperti yang diberitakan melalui TV, radio, dan surat kabar, turut memberikan sumbangsih dalam internalisasi nilai-nilai pluralisme agama dengan alasan media massa memberikan informasi kepada masyarakat bahwa perbedaan di Indonesia adalah sebuah keniscayaan. Implikasinya masyarakat akan mampu mengenali, menerima dan menghargai perbedaan yang ada, baik perbedaan ras, bahasa, warna kulit, budaya dan agama sekalipun
Organisasi Kepemudaan Islam: Sebuah Upaya Edukatif Pemuda Desa Banyumanis Meminimalisir Pergaulan Bebas
Pergaulan bebas di kalangan remaja dan remaja merupakan permasalahan yang serius dan memerlukan perhatian khusus dalam konteks sosial dan keagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran Organisasi Pemuda Islam (IPNU-IPPNU) dalam mengatasi pergaulan bebas di Desa Banyumanis melalui pendekatan edukatif. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan wawancara mendalam, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IPNU-IPPNU mempunyai peran penting sebagai agen sosial dan keagamaan dalam membentuk karakter generasi muda dan remaja. Melalui program seperti “ngaji bersamaâ€, seminar, workshop, bimbingan belajar, dan bank sampah, organisasi ini memberikan pendidikan agama, moralitas, dan keterampilan sosial kepada generasi muda, sehingga meningkatkan kesadaran mereka terhadap pergaulan bebas dan dampak negatifnya. Program-program tersebut juga melibatkan tokoh agama, konselor, dan psikolog untuk memberikan pemahaman yang lebih holistik. Jadi IPNU-IPPNU mempunyai potensi besar dalam melahirkan generasi muda yang tangguh secara spiritual dan moral, serta meminimalisir pergaulan bebas di Desa Banyumanis melalui pendekatan pendidikan yang holistik. Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan strategi pencegahan yang lebih efektif dalam menangani pergaulan bebas di tingkat lokal
- …
