18 research outputs found
Media dan Kontribusinya dalam Internalisasi Nilai Pluralisme Agama di Indonesia
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendiskripsikan media dan kontribusinya dalam internalisasi nilai pluralisme agama di Indonesia. Metode penulisan deskriptif kualitatif, dengan pendekatan library Research, dengan temuan bahwa media massa dalam peranannya mempunyai dua kecenderungan, 1) berpotensi konflik, dan 2) menciptakan keharmonisan dan kesadaran pluralistik agama. media massa mempunyai peran untuk menginformasikan dan memberikan pendidikan kepada masyarakat tentang realitas kemajemukan dan pluralisme agama di Indonesia. Media massa memegang peranan penting dalam menciptakan kondisi damai di masyarakat. Dengan adanya media massa seperti yang diberitakan melalui TV, radio, dan surat kabar, turut memberikan sumbangsih dalam internalisasi nilai-nilai pluralisme agama dengan alasan media massa memberikan informasi kepada masyarakat bahwa perbedaan di Indonesia adalah sebuah keniscayaan. Implikasinya masyarakat akan mampu mengenali, menerima dan menghargai perbedaan yang ada, baik perbedaan ras, bahasa, warna kulit, budaya dan agama sekalipun
Membentuk Perilaku Beragama Melalui Konsep Wahdat al-Wujud Dan Wahdat Ash Syuhud
In historical records, Sufism has made a huge contribution to the spiritual and intellectual life of Islam. Sufism has influenced religious behavior which points through people's attitudes, morals, and behavior. This writing uses descriptive method with qualitative approach, and inductive/ qualitative data analysis, while data collection techniques through library Research, with findings that someone who truly understands the concept of Wahdat al Wujud and Wahdat Ash Syuhud will behave first, he becomes more confident in the beginning of worship. Second, all the life he faces is enjoyable or easy and not so hard. Third, understanding the life of the world is a temporary life and the ultimate life is life in the hereafter. It is he, in himself who is steady that only Allah is the greatest Almighty, all-powerful and all-inclusive, while human is small and weak. Fifth, he feels that he is always supervised by Allah SWT. Sixth, he will get a lot of blessings from Allah SWT whether it is health favors, favors of faith, Islam and ihsan
Analisis Variasi Tafsir Corak Nusantara Al-Iklil fi Ma’ani al-Tanzil: Variation Analysis of Archipelago Pattern in Tafsir Al-Iklil Fi Ma’ani Al-Tanzil
This study is discusses the interpretation of KH Misbah Musthofa works. entitled al-Iklil fi Ma\u27ani al-Tanzil. In this tafsir using the tahlili method and patterns from this tafsir if seen from several opinions have several patterns, but in this writing the writer incorporates Sufistic patterns and al-Ijtima\u27i manners. In interpreting a verse KH. Misbah Mustofa has a lot through ratio (bi al-Ray\u27i). The purpose of this study is for the community to always be guided by the Qur\u27an in life in the world. In addition, this interpretation also criticizes a lot about problems or events that occur in the community.. As the author exemplifies the prohibition of Family Planning or family planning. According to KH. Misbah Musthofa by relating the event to the story of Pharaoh. This study is qualitative with a literature analysis from the Qur\u27an. The results of the study show that the interpretation of al-Iklil fi Ma\u27ani al-Tanzil is one of the interpretations that have an archipelago pattern with its interpretation using Javanese pegon characters. In his interpretation, KH. Misbah Musthofa always explains the meaning of verses clearly and in detail, for example the relationship of a verse with verses and hadiths. However, when listing a hadith narration, KH. Misbah Musthofa did not include a sanad from the hadith.
Kajian ini membincangkan tentang tafsir karya KH. Misbah Musthofa yang berjudul al-Iklil fi Ma’ani al-Tanzil. Dalam tafsir ini menggunakan metode tahlili dan corak dari tafsir ini jika dilihat dari beberapa pendapat mempunyai beberapa corak, tetapi dalam penulisan ini penulis mencantumkan corak sufistik dan adab al-Ijtima’i. Dalam menafsirkan sebuah ayat KH. Misbah Musthofa banyak melalui rasio (bi al-Ray’i). Tujuan kajian ini supaya masyarakat sentiasa berpedoman kepada al-Qur’an dalam kehidupan di dunia. Selain itu tafsir ini juga banyak mengkritik tentang masalah atau peristiwa yang terjadi dalam kalangan masyarakat.. Seperti yang penulis contohkan tentang larangan Keluarga Berencana atau perancangan keluarga. Menurut KH. Misbah Musthofa dengan mengaitkan peristiwa tersebut terhadap kisah Fir’aun. Kajian ini berbentuk kualitatif dengan analisis kepustakaan daripada al-Quran. Hasil kajian menunjukkan bahawa tafsir al-Iklil fi Ma’ani al-Tanzil merupakan salah satu dari penafsiran yang bercorak Nusantara dengan tafsirannya menggunakan aksara jawa pegon. Dalam penafsirannya, KH. Misbah Musthofa selalu menjelaskan makna ayat secara jelas dan terperinci, misalnya hubungan suatu ayat dengan ayat dan hadis-hadis. Namun, ketika mencantumkan sebuah riwayat hadis, KH. Misbah Musthofa tidak mencantum sanad dari hadis tersebut
Evaluasi Implementasi Kebijakan Kurikulum Muatan Lokal (KKML) SMP/MTs di Kabupaten Jepara.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi kebijakan kurikulum muatan lokal (KKML) SMP/MTs di Kabupaten Jepara, yang meliputi (1) analisis perumusan kebijakan Perda Nomor 1 tahun 2018, (2) evaluasi implementasi kebijakan Pemda tentang kurikulum muatan lokal SMP/MTs, (3) analisis dampak kebijakan Pemda tentang kurikulum muatan local, dan (4) analisis keberlanjutan kurikulum muatan lokal ke jenjang SMA/MA/SMK.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode evaluasi kualitatif. Objek utama penelitian adalah kebijakan Pemda Kabupaten Jepara. Sumber data penelitian ini adalah Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), DPRD, SMP/MTs, dan dunia usaha mebel sebagai pengguna akhir ketrampilan ukir. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, studi dokumentasi, survei, observasi, dan angket. Validasi keabsahan data dilakukan melalui validasi internal dan validasi eksternal dengan analisis data kualitatif yang meliputi data reduction, data display, dan conclusion drawing or verification.
Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) Kebijakan Pemda Jepara berupa Perda Nomor 1 tahun 2018 yang dirumuskan oleh Dispora Kabupaten Jepara yang terdiri dari Dikpora, Kemenag Kabupaten, Dewan Pendidikan Jepara, tokoh masyarakat, dan LSM (Lakpesdam NU), dan tim perumus sudah memenuhi unsur kelengkapan perwakilan masyarakat di Jepara dan secara kualifikasi keilmuan juga sudah sesuai. (2) Pada implementasinya, kebijakan Pemda tentang kurikulum muatan lokal SMP/MTs menggunakan Kurikulum 2013 yang memasukkan ketrampilan ukir kedalam Pelajaran lain yakni Pelajaran Seni Budaya dan Pelajaran Prakarya. Dalam prakteknya ketrampilan ukir hanya sebagai salah satu tema dalam pelajaran seni budaya dan prakarya, walaupun mulok seni ukir dalam Perda tersebut mewajibkan seni ukir sebagai mulok Wajib di SMP dan MTs dan merupakan pelajaran mandiri. (3) Dampak ketidaksesuaian Perda tersebut adalah generasi muda tidak banyak terlibat dalam usaha pengembangan tradisi seperti mengukir, dan ini akan berakibat kemunduran eksistensi tradisi dan budaya, sehingga generasi selanjutnya tidak tahu mengenai tradisi yang ada di daerahnya. (4) Sebagai keberlanjutan kurikulum muatan lokal di SMA/MA/SMK, muatan lokal ukir yang diajarkan di SMP/MTs juga harus dibuatkan perda tentang pelaksanaan mulok ukir untuk diajarkan di SMA/SMK/MA karena lulusan SMA/MA/SMK menjadi sumber daya manusia sebagai angkatan kerja
Implementation of Qiroatul Kutub in Student Character Building at MA Matholi'ul Huda Bugel Jepara
This study aims to obtain the results of Qiroatul Kutub learning as a tool for developing student character at MA Matholi'ul Huda Bugel Kedung Jepara. This study involved 33 grade 10 students and several teachers as respondents. This study uses descriptive qualitative analysis, observation, interviews and quantitative calculations to determine how much influence the implementation has. The findings of this study indicate that Qiroatul Kutub tends to be very influential in instilling character values in students. These results are presented with 54.55% of all student respondents. However, in its implementation, it still faces several challenges, including differences in the level of student understanding and the lack of a dynamic learning model to make it easier for students to understand the lesson
Strategi Untuk Meningkatkan Karakter Peserta Didik Melalui Monitoring Kegiatan Ramadhan di SDN 2 Bawu
Permasalahan yang masih sering terjadi dalam kehidupan ini adalah minimnya karakter peserta didik. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan 1). Pentingnya untuk meningkatkan karakter peserta didik sejak usia dini, 2). Strategi meningkatkan karakter peserta didik melalui kegiatan monitoring ramadhan di SDN 2 Bawu. Metode pendekatan yang digunakan peneliti yaitu deskriptif kualitatif dengan study kasus dimana subjek diteliti secara menyeluruh. Penelitian ini menggunakan metode triangulasi data yaitu wawancara kepada guru PAI, kepala sekolah, dan peserta didik, kemudian observasi secara langsung di SDN 2 Bawu, serta analisis dokumentasi. Hasil dari penelitian ini yaitu: 1). Pentingnya untuk meningkatkan karakter peserta didik sejak usia dini dimaksudkan agar menghasilkan individu yang berkualitas tinggi dan memiliki kemampuan untuk mengembangkan potensi mereka, peserta didik dapat membangun dan memeperkuat karakter yang berakhlakul karimah serta berpusat pada ajaran islam seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW, 2). Strategi meningkatkan karakter peserta didik melalui kegiatan monitoring ramadhan di SDN 2 Bawu, hasilnya dapat membentuk karakter pada setiap peserta didik yaitu menciptakan sikap tanggung jawab, kepedulian, disiplin, selalu bersikap jujur, dan adil, kerja keras, pantang menyerah, rendah hati, toleransi, menjadikan pribadi yang optimis, serta selalu percaya diri. Mereka yang memilki kebiasaan baik akan menjadi individu yang bermoral, begitupun sebaliknya. Dari lingkungan keluarga, masyarakat, dan disekolah sebaiknya menanamkan kebiasaan positif dalam diri peserta didik sejak usia dini.
 
Moral Education Approach Through the Art of Jangkar Bumi Theater: A Case Study of the Kapai-Kapai Script for Class XI Students of MA Qudsiyyah Kudus
Pendidikan akhlak merupakan aspek mendasar dalam pembentukan karakter peserta didik, khususnya dalam lingkungan pendidikan Islam. Berbagai metode telah diterapkan untuk menginternalisasi nilai dan akhlak melalui seni teater. Penelitian ini menganalisis bagaimana seni teater, khususnya pementasan Kapai-Kapai oleh Teater Jangkar Bumi, dapat menjadi media yang efektif untuk pembelajaran Akhlak di MA Qudsiyyah Kudus. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus, yang melibatkan observasi, wawancara dengan sutradara, aktor, guru akhlak, dan siswa kelas XI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa naskah Kapai-Kapai mengandung nilai dan akhlak yang kuat, seperti keimanan kepada Tuhan, pentingnya shalat, bahaya materialisme, serta kesadaran akan ketergantungan manusia kepada Tuhan. Teater ini terbukti membantu peserta didik memahami rancangan akhlak secara lebih mendalam melalui pengalaman kritik langsung dan reflektif terhadap peristiwa yang dipentaskan. Meskipun terdapat tantangan, seperti keterbatasan waktu, daya sumber, dan adaptasi naskah agar sesuai dengan kurikulum, pementasan tetap memberikan dampak positif terhadap kesadaran dan pemahaman peserta didik tentang nilai-nilai akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, seni teater dapat menjadi alternatif inovasi dalam pendidikan akhlak di madrasah dan lembaga pendidikan Islam lainnya
A Policy Analysis of the implementation of local content curriculum for SMP/MTs in Jepara Regency
This study evaluates the implementation of SMP/MTs local content curriculum policies (LCCP) in Jepara Regency. It includes an analysis of Regional Regulation No. 1 of 2018 formulation, evaluation of local government policies regarding SMP/MTs local content curriculum, analysis of policy impact on local content curriculum, and sustainability analysis to the SMA/MA/SMK level. The qualitative evaluation method was employed, focusing on Jepara District Government's policy. Data were sourced from the Department of Youth and Sports (Dispora), DPRD, SMP/MTs, and the furniture industry. Data collection methods included in-depth interviews, document studies, surveys, observations, and questionnaires, validated internally and externally through qualitative data analysis. Findings indicate Jepara Regional Government Policy formulation involved various stakeholders and met community representation and scholarly standards. However, the local government's policy implements Curriculum 2013, integrating carving skills into Arts and Crafts Lessons, contrary to the local regulation mandating carving as a separate subject in SMP/MTs. Non-compliance impacts limited involvement of the younger generation in tradition development, risking the decline of local culture. For sustainability, local regulations are needed for teaching carving content in SMA/MA/SMK, as these graduates contribute to the workforce. This study emphasizes aligning policy with practice to preserve and promote local traditions and skills across educational levels
Penerapan Pembelajaran Berbasis Sumber (Resource Based Learning) untuk Meningkatkan Pemahaman Fiqih Peserta Didik Kelas VIII MTS Mafatihul Akhlaq Demangan Jepara
Pembelajaran Fiqih di madrasah selama ini cenderung menekankan aspek hafalan teks dengan keterlibatan peserta didik yang masih terbatas. Kondisi ini menimbulkan urgensi untuk menghadirkan inovasi pembelajaran yang lebih kontekstual, partisipatif, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik di era digital. Salah satu alternatifnya adalah Resource Based Learning (RBL) yang menekankan pemanfaatan berbagai sumber belajar agar peserta didik dapat membangun pemahaman secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan RBL dalam meningkatkan pemahaman Fiqih peserta didik kelas VIII MTs Mafatihul Akhlaq Demangan Jepara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas guru Fiqih, kepala madrasah, dan peserta didik. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan sebagaimana model Miles & Huberman, sedangkan keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber, metode, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi berbagai sumber belajar seperti buku teks, LKS, video, dan praktik nyata mampu meningkatkan pemahaman konseptual, keterlibatan aktif, serta keterampilan berpikir kritis peserta didik. Sebagian besar siswa menyatakan lebih mudah memahami materi melalui media visual dan praktik langsung, meskipun sebagian lainnya tetap mengandalkan LKS sebagai sumber utama. Faktor pendukung berupa kesiapan guru dan dukungan kelembagaan sangat berperan dalam keberhasilan implementasi RBL, sedangkan kendala meliputi keterbatasan manajemen kelas dan akses internet yang tidak stabil. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa penerapan RBL berkontribusi dalam menggeser orientasi pembelajaran Fiqih dari sekadar hafalan menuju pemahaman yang lebih aplikatif, kontekstual, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Secara teoretis, penelitian ini memperkuat konstruktivisme dalam konteks pendidikan agama Islam. Secara praktis, penelitian ini memberikan rekomendasi bagi guru dan lembaga pendidikan untuk merancang pembelajaran yang variatif dan adaptif. Penelitian lanjutan disarankan untuk memperluas cakupan materi, menggunakan pendekatan mixed-methods, serta mengeksplorasi dampak jangka panjang penerapan RBL terhadap praktik keagamaan peserta didik
Implikasi Aliran Utama Filsafat Pendidikan Islam Terhadap Metodologi Pembelajaran
There are three main schools in Islamic educational philosophy in this research. First, the conservative sect, with the main figure being al-Ghazali. This school tends to use various learning methods, including hasanah models or uswatun, habituation, good relationships, self-introspection, and stories or qishoh. Second, the religious-rational flow, with the main figure being the Ikhwan al-Shafa. This school tends to prioritize group learning methods. Third, the pragmatic school, with the main figure being Ibn Khaldun. This school prioritizes a learning method known as learning by doing or direct practice. The aim of this research is to analyze the main schools of Islamic educational philosophy and identify their implications for learning methodology. This research uses descriptive methods to study and analyze certain phenomena. It is a qualitative research method that focuses on understanding the concept or phenomenon being discussed. The data used is relevant literature, such as journals and books related to Islamic education. The data collection method is literature study, and the data verification technique is the content analysis method. The results of this research show that each school of Islamic educational philosophy has a unique approach to learning methodology. The conservative school places more emphasis on traditional methods, the religious-rational school tends more towards group discussions, and the pragmatic school encourages learning through direct practice. Thus, Islamic education can be adapted to various learning methods according to the values and goals of each philosophical school
