1,721,034 research outputs found

    Kincir waktu

    No full text
    Kincir Waktu adalah dwilogi dari Seri Wikan Larasati, protagonis dalam Imperia (2005) dan Trilogi Imperia: Ilusi Imperia, Rahasia Imperia, dan Coda Imperia (2014-2018) karya Akmal Nasery Basral

    ANALISIS GAYA BAHASA PADA NOVEL SANG PENCERAH KARYA AKMAL NASERY BASRAL

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan gaya bahasa yang terdapat dalam novel Sang Pencerah karya Akmal Nasery Basral, mendeskripsikan gaya bahasa yang dominan dalam novel Sang Pencerah karya Akmal Nasery Basral, mendeskripsikan hubungan gaya bahasa dengan gaya hidup tokoh utamanya. Sumber data dalam penelitian ini berupa sumber data tertulis yang diperoleh dari novel Sang Pencerah karya Akmal Nasery Basral. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi dan teknik catat. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode padan, adapun tekniknya menggunakan teknik Pilah Unsur Penentu (PUP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pertama, gaya bahasa pada novel Sang Pencerah karya Akmal Nasery Basral terdapat enam belas gaya bahasa antara lain sebagai berikut. klimaks, antitesis, epizeuksis, tautotes, anafora, mesodiplosis, pertanyaan retoris (erotesis), koreksio, hiperbola, perumpamaan (simile), metafora, personifikasi, alusio, epitet, sinekdoke, dan metonimia. Kedua, gaya bahasa yang paling dominan dipakai dalam novel Sang Pencerah adalah hiperbola. Tujuan pemakaian gaya bahasa hiperbola dalam novel Sang Pencerah karya Akmal Nasery Basral adalah memberi penekanan pada suatu pernyataan atau situasi, memperhebat serta meningkatkan kesan dan pengaruhnya. Ketiga, hubungan antara gaya bahasa dengan tokoh utama dalam novel Sang Pencerah adalah bahwa gaya bahasa yang digunakan menunjukkan nilai-nilai kemanusiaan dan nilai-nilai keagamaan tokoh utamanya. Tokoh utama dalam novel Sang Pencerah banyak menggunakan gaya bahasa meskipun tidak seluruh gaya bahasa yang ditemukan dalam penelitian digunakan oleh tokoh utamanya

    Tindak Tutur Perlokusi pada Novel Sang Pencerah Karya Akmal Nasery Basral

    Get PDF
    Penelitian ini berusaha untuk menemukan jawaban terhadap dua persoalan atau masalah utama, yakni: (1) Jenis tindak tutur perlokusi apa sajakah yang digunakan dalam novel Sang Pencerah karya Akmal Nasery Basral? dan (2) Fungsi tindak tutur perlokusi apa sajakah yang terdapat dalam novel Sang Pencerah karya Akmal Nasery Basral?. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tuturan perlokusi berupa kata dan kalimat yang diambil dari dialog tokohtokoh yang terdapat dalam novel Sang Pencerah karya Akmal Nasery Basral. Jika dilihat dari metode yang digunakan, penelitian ini tergolong dalam jenis penelitian kualitatif. Teknik penyediaan data dalam penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik simak dan teknik catat. Teknik simak digunakan untuk menyimak penggunaan bahasa pada novel Sang Pencerah. Teknik simak yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik Simak Bebas Libat Cakap (SBLC) yaitu teknik penyimakan dimana dalam proses penelitian peneliti tidak terlibat dalam proses penuturan. Teknik catat dilakukan dengan pencatatan tindak tutur perlokusi yang terdapat pada novel Sang Pencerah karya Akmal Nasery Basral. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik pilah unsur penentu (PUP). Teknik pilah unsur penentu digunakan untuk memilahkan macammacam tindak tutur yang terdapat dalam novel Sang Pencerah karya Akmal Nasery Basral berdasarkan terori tentang tindak tutur perlokusi yang digunakan. Teknik penyajian hasil analisis dalam penelitian ini menggunakan metode informal. Dengan menggunakan metode informal, penjelasan tentang kaidah menjadi lebih rinci dan terurai. Dengan demikian, rumusan yang tersaji relatif panjang. Sesuai dengan rumusan masalah yang telah ditentukan, ada dua hal yang merupakan hasil dari penelitian ini. Pertama, diperoleh empat jenis tindak perlokusi yaitu tindak tutur representatif, tindak tutur direktif, tindak tutur komisif, dan tindak tutur ekspresif. Kedua ditemukan fungsi tindak tutur perlokusi yang terdapat dalam novel Sang Pencerah karya Akmal Nasery Basral adalah fungsi kompetitif, menyenangkan, bekerja sama, dan bertentangan

    FAKTA SEJARAH DALAM NOVEL KINCIR WAKTU KARYA AKMAL NASERY BASRAL (KAJIAN NEW HISTORICISM)

    No full text
    New Historicism is one of the studies that can be used to see historical facts in literary works. One of the literary works that contains historical facts in storytelling is the novel Kincir Waktu by Akmal Nasery Basral, so this research will discuss historical facts in the novel Kincir Waktu by Akmal Nasery Basral (New Historicism Study). This study aims to investigate the historical facts in the novel Kincir Waktu by Akmal Nasery Basral. This research will provide an overview of historical facts using the New Historicism theory. The research method used is descriptive qualitative which presents and decodes the data using words. The data in this study are in the form of text contained in Akmal Nasery Basral\u27s novel Kincir Waktu which was gathered through several steps of reading and note-taking techniques to mark valuable parts in the narrative and dialogue of the characters. This analysis is used to find a picture of historical facts based on the study of New Historicism, namely sees literary works as social documentation that cannot be separated by politics, economics, and society.  The results of this study show that the novel Kincir Waktu by Akmal Nasery Basral represents the May 1998 riots. In the novel there are historical facts consisting of three parts, namely ; (1) Sexual violence against Chinese women ; (2) Political interference in the 1998 humanitarian tragedy ; (3) Background to the May 1998 tragedy.  Keywords: Novel Kincir Waktu, Historical Facts, New Historicism, Chinese EthnicityNew Historicism merupakan salah satu kajian yang dapat digunakan untuk melihat fakta sejarah dalam karya sastra. Salah satu karya sastra yang memuat fakta sejarah dalam penceritaan ialah novel Kincir Waktu karya Akmal Nasery Basral, sehingga penelitian ini akan membahas tentang fakta sejarah dalam novel Kincir Waktu karya Akmal Nasery Basral ( Kajian New Historicism). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fakta sejarah dalam novel Kincir Waktu karya Akmal Nasery Basral. Penelitian ini akan memberikan gambaran mengenai fakta sejarah menggunakan teori New Historicism. Metode penelitian yang digunakan adalah deksriptif kualitatif yang menyajikan dan memaparkan data dengan penggunaan kata-kata. Data dalam penelitian ini berupa teks yang terdapat dalam novel Kincir Waktu karya Akmal Nasery Basral yang dikumpulkan melalui proses teknik baca dan catat untuk menandai bagian-bagian penting dalam narasi dan dialog tokoh. Analisis ini digunakan untuk menemukan gambaran fakta sejarah berdasarkan kajian New Historicism yaitu melihat karya sastra sebagai dokumentasi sosial yang tidak bisa terpisahkan oleh politik, ekonomi, dan sosial.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa novel Kincir Waktu karya Akmal Nasery Basral merepresentasikan kerusuhan Mei 1998. Dalam novel tersebut terdapat fakta sejarah yang terdiri atas tiga bagian yaitu ; (1) Kekerasan seksual terhadap perempuan Tionghoa ; (2) Campur tangan politik dalam tragedi kemanusiaan 1998 ; (3) Latar belakang terjadinya tragedi Mei 1998.  Kata Kunci : Novel Kincir Waktu, Fakta Sejarah, New Historicism, Etnik Tionghoa

    Pencarian Identitas Diri Tokoh Utama dalam Novel Dayon Karya Akmal Nasery Basral Kajian Psikologi Sastra

    Get PDF
    Gebryla Rito, 1910721015. "Pencarian Identitas Diri Tokoh Utama dalam Novel Dayon Karya Akmal Nasery Basral Kajian Psikologi Sastra". SKRIPSI. Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas, Padang. Pembimbing I Drs. M. Yusuf, M. Hum., dan Pembimbing II Dra. Zurmailis, M. A. Penelitian ini membahas tentang pencarian identitas diri tokoh utama dalam novel Dayon karya Akmal Nasery Basral yang dilatarbelakangi oleh persoalan pergantian nama yang terjadi pada tokoh utama. Penelitian ini menggunakan pendekatan Psikologi Sastra. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana proses pencarian identitas diri tokoh utama dalam novel Dayon karya Akmal Nasery Basral dan untuk menjelaskan apakah proses pencarian identitas diri tersebut dipengaruhi oleh hasrat pengarang. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Psikoanalisis Jacques Lacan yang membagi tahap pembentukan diri subjek berdasarkan tiga aspek, yaitu imajiner, real, dan simbolik. Metode yang digunakan adalah metode Psikoanalisis Lacanian yang melihat bahasa sebagai tanda yang menandakan hasrat pengarang. Dari penelitian yang telah dilakukan proses pencarian identitas diri tokoh utama dimulai pada saat tokoh utama memasuki usia sekolah, hingga mengalami pengalaman traumatik yang terus berulang yang terjadi pada diri tokoh utama, lalu pencarian identitas diri tokoh utama terjadi hingga tokoh utama mengidentifikasikan diri dengan Liyan. Kemudian, hasrat pengarang berpengaruh terhadap pencarian identitas yang dilakukan oleh tokoh utama dalam novel Dayon karya Akmal Nasery Basral. Hasrat pengarang tersebut timbul secara ketaksadaran melalui bahasa yang dituangkan dalam karya sastra. Temuan penelitian ini adalah tokoh utama belum bisa memberikan pengukuhan seutuhnya mengenai identitas diri karena masih dalam tahap pencarian yang belum selesai. Kata Kunci: identitas diri, psikoanalisis, Jacques Lacan

    GAYA BAHASA DALAM NOVEL DILARANG BERCANDA DENGAN KENANGAN KARYA AKMAL NASERY BASRAL (PENDEKATAN STILISTIKA)

    No full text
    Penelitian ini membahas tentang gaya bahasa dalam novel Dilarang Bercanda dengan Kenangan karya Akmal Nasery Basral. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah gaya bahasa apa saja yang terkandung  dalam dalam novel Dilarang Bercanda dengan Kenangan karya Akmal Nasery Basral. Tujuan penelitian ini untuk menemukan dan mendeskripsikan gaya bahasa dalam novel Dilarang Bercanda dengan Kenangan karya Akmal Nasery Basral. Metode yang digunakan yang dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data tertulis berupa kata, frasa, klausa dan kalimat yang terdapat dalam novel Dilarang Bercanda dengan Kenangan karya Akmal Nasery Basral yang diterbitkan oleh Republika Penerbit, Jakarta, pada November 2018, dengan jumlah halaman 468. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini  adalah teknik baca dan teknik memberi tanda pada kata, frasa, klausa dan kalimat yang mengandung gaya bahasa dalam novel Dilarang Bercanda dengan Kenangan karya Akmal Nasery Basral.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: 1) novel mengandung lima belas jenis gaya bahasa perbandingan yaitu berupa gaya bahasa asosiasi atau perumpamaan, metafora, personifikasi, simbolik, metonimia, depersonifikasi, sinekdok,simile, alegori, sinestesia, disfemisme, eufimisme, alusio, antroporsisme. 2) gaya bahasa penegasan terdapat tujuh belas jenis gaya bahasa yaitu berupa gaya bahasa paralelisme, klimaks, antiklimaks, retorik, repetisi, parairama, tautologi, asidenton, polisidenton, intrupsi, pleonesma, okupasi, elipsis, koreksio, ekslamasio, alonim, zeugma. 3) gaya bahasa pertentangan terdapat enam jenis gaya bahasa berupa gaya bahasa antitesis, paradoks, hiperbola, kontradiksi interminus, oksimoron. 4) gaya bahasa sindiran terdapat dua jenis gaya bahasa yaitu berupa gaya bahasa sarkasme dan sinisme.   Kata Kunci : Gaya Bahasa, Novel, Stilistika

    IDE PEMBAHARUAN HUBUNGAN AGAMA DENGAN TRADISI DALAM NOVEL SANG PENCERAH KARYA AKMAL NASERY BASRAL TINJAUAN ANTROPOLOGIS

    No full text
    MUH. RIJALUL AKBAR 08340022 IDE PEMBAHARUAN HUBUNGAN AGAMA DENGAN TRADISI DALAM NOVEL SANG PENCERAH KARYA AKMAL NASERY BASRAL TINJAUAN ANTROPOLOGIS. Skripsi. Progran Studi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah. FKIP Universitas Muhammadiyah Malang. Pembimbing (1) Drs. Ajang Budiman, M.Hum (2) Dra. Tuti Kusniarti, M.Si., M.Pd Kata Kunci: Ide Pembaharuan, Hubungan agama dengan tradisi, Antropologi Penelitian tentang “Ide Pembaharuan Hubungan Agama dengan Tradisi dalam Novel Sang Pencerah Karya Akmal Nasery Basral Tinjauan Antropologis” ini berusaha untuk menemukan bentuk-bentuk dari ide pembaharuan hubungan agama dengan tradisi. Pemilihan novel Sang Pencerah karya Akmal Nasery Basral ini didasarkan pada pemikiran bahwa novel tersebut membahas tentang pembauran antara agama dan tradisi yang terjadi dalam kehidupan masyarakat, dan kemudian direkam dalam karya tulis berupa karya sastra yaitu novel. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah bentuk-bentuk dari hubungan antara agama dan tradisi Metode yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan antropologis. Adapun sumber datanyaadalah novel yang berjudul Sang Pencerah karya Akmal Nasery Basral. Wujud datanya berupa beberapa kalimat dan kutipan-kutipan dalam novel yang berkaitan dengan permasalahan penelitian. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik tekstual (pustaka) dan penganalisisannya menggunakan teknik deskriptif (mendeskripsikan kalimat/kutipan yang berkaitan dengan hubungan antara agama dan tradisi). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ide pembaharuan hubungan agama dengan tradisi memiliki berbagai bentuk di antaranya; (1) wujud kebudayaan sebagai kompleks dari ide, (2) kompleks aktivitas serta tindakan berpola masyarakat, dan (3) benda-benda hasil karya manusia dalam novel Sang Pencerah karya Akmal Nasery Basral kurang harmonis ketika ide pembaharuan yang diajarkan oleh Kiai Dahlan menyinggung ide-ide dalam beragama yang telah menjadi tradisi dan budaya dalam masyarakat. Hal ini menimbulkan ketegangan dalam masyarakat, sehingga fungsi agama sebagai pemersatu masyarakat dan penentram jiwa tidak berjalan dengan baik

    Campur Kode dalam Novel Dayon Karya Akmal Nasery Basral (Kajian Sosiolinguistik)

    Get PDF
    ABSTRAK Skripsi ini merupakan hasil penelitian mengenai karya sastra novel Dayon Karya Akmal Nasery Basral. Penelitian ini di latarbelakangi karena adanya peristiwa campur kode di dalam sebuah karya sastra, salah satu karya sastra yang terdapat campur kode tersebut adalah novel Dayon Karya Akmal Nasery Basral. Tujuan dari penelitian ini yaitu mendeskripsikan campur kode bahasa, bentuk satuan lingual, dan penyebab terjadinya campur kode di dalam novel Dayon Karya Akmal Nasery Basral. Penelitian ini menggunakan teori sosiolinguistik dan jenis dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Metode dan teknik yang digunakan peneliti untuk pengumpulan data yaitu (1) menggunakan metode simak dengan teknik sadap, (2) tahap analisis data menggunakan metode padan translasional dengan teknik dasar pilah unsur penentu dan dilanjutkan dengan teknik hubung banding memperbedakan. (3) tahap penyajian hasil analisis data menggunakan metode informal. Pada tahap analisis data dan teknik penyajian hasil data peneliti menggunakan metode informal. Berdasarkan analisis data campur kode pada novel Dayon Karya Akmal Nasery Basral ditemukan 5 bahasa yang membentuk peristiwa campur kode, yaitu bahasa Indonesia dengan bahasa Minangkabau, bahasa Indonesia dengan bahasa Inggris, bahasa Indonesia dengan bahasa Melayu, bahasa Indonesia dengan bahasa Korea, dan bahasa Indonesia dengan bahasa Belanda

    REPRESENTASI KEPERCAYAAN MASYARAKAT JAWA DALAM NOVEL SANG PENCERAH KARYA AKMAL NASERY BASRAL (Kajian Interpretatif Simbolik Clifford Geertz)

    Get PDF
    Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi adanya kebudayaan yang serta kepercayaan yang tumbuh pada masyarakat Jawa dalam novel Sang Pencerah karya Akmal Nasery Basral. Kepercayaan serta kebudayaan berpengaruh dalam kehidupan yang dijalani oleh masyarakat. Setiap upacara-upacara adat aupun sebagai simbol yang memiliki makna bagi kehidupan masyarakat Jawa. Penelitian ini mengkaji tentang Interpretatif simbolik Clifford Geertz berupa rencana-rencana, resep-resep, aturan-aturan, dan intruksi-intruksi yang terdapat di masyarakat Jawa dalam novel Sang Pencerah karya Akmal Nasery Basral. Rencana-rencana yang ada di masyarakat Jawa dalam Novel Sang Pencerah Karya Akmal Nasery Basral yaitu, Rencana Perjodohan, Menjadi Imam Masjid Gedhe Kauman, dan Pendidikan Agama Sejak Dini. Resep-resep yang ada di masyarakat Jawa dalam Novel Sang Pencerah Karya Akmal Nasery Basral yaitu Slametan Yasinan, Mendoakan Arwah Orang Meninggal, Melayat. Aturan-aturan yang ada di masyarakat Jawa dalam Novel Sang Pencerah Karya Akmal Nasery Basral yaitu Upacara Ruwatan, Upacara Nyadran, Padusan, Upacara Sekaten, Upacara perkawinan, Sultan Sebagai Pemimpin Masyarakat, dan Panggonan dalam Masjid Gedhe Kauman. Intruksi-intruksi yang ada di masyarakat Jawa dalam Novel Sang Pencerah Karya Akmal Nasery Basral yaitu Memberikan sesaji, Kemenyan Sebagai Pelengkap Ibadah, Ramalan Jayabaya Pedoman Kehidupan Kata Kunci : Sang Pencerah, kebudayaan Jawa, dan interpretatif Simbolik Clifford Geertz Abstract This research is motivated by the existence of culture and the growing trust in Javanese society in the Sang Pencerah novel by Akmal Nasery Basral. Trust and culture have an effect on the life that is lived by the community. Every traditional ceremony is also a symbol that has meaning for the life of the Javanese people. This study examines the symbolic interpretation of Clifford Geertz in the form of plans, recipes, rules, and instructions contained in Javanese society in the novel Sang Pencerah by Akmal Nasery Basral. Plans that exist in Javanese society in Sang Pencerahs novel Akmal Nasery Basrals work, namely the Arrangement Plan, Becoming the Imam of the Gedhe Kauman Mosque, and Early Religious Education. Recipes that are in Javanese society in Sang Pencerahs novel Akmal Nasery Basrals work, Slametan Yasinan, Praying the Soul of the Dead, Melayat. The rules that exist in Javanese society in Sang Pencerah Novel Akmal Nasery Basrals work are Ruwatan Ceremony, Nyadran Ceremony, Padusan, Sekaten Ceremony, Marriage Ceremony, Sultan As Community Leader, and Panggonan in Gedhe Kauman Mosque. Instructions that exist in Javanese society in the Enlightening Novel of Akmal Nasery Basrals Work which is Giving offerings, Kemenyan As a Complementary Worship, Jayabaya Prediction Life Guidelines Keywords: Sang Pencerah Novel, Javanese culture, and the Symbolic interpretative of Clifford Geert

    KAJIAN HUMANIORANOVEL BATAS KARYA AKMAL NASERY BASRAL

    No full text
    Menurut Widagdho Penelitian ini difokuskan untuk menjawab rumusan masalah yaitu, 1) Kajian teori yang mendasari permasalahan dalam penelitian ini dilakukan secara struktural yang meliputi: tema, penokohan dan perwatakan, konflik, dan latar. Pragmatik meliputi: manusia dan cinta kasih, manusia dan penderitaan, manusia dan tanggung jawab, manusia dan kegelisahan serta representasi. Adapun langkah-langkah metode kualitatif deskriptif dalam penelitian ini sebagai berikut: 10 1) Hasil analisis dari penelitian ini adalah, pertama, tema. Tema mayor novel Batas karya Akmal Nasery Basral adalah perjuangan dan kerja keras akan membawa keberhasilan bagi manusia. Sedangkan tema minor yaitu Minimnya kesadaran pendidikan menyebabkan rendahnya tingkat pendidikan, tingkat pengangguran yang tinggi dapat menyebabkan perdagangan manusia. Tema mayor dan tema minor memiliki keterkaitan yang sangat erat dan saling mendukung. Tokoh utamanya adalah Jales. Tokoh bawahan yang paling banyak berhubungan dengan tokoh utama adalah Panglima Adayak, Nawara, Borneo , Ubuh, Adeus, Otiq, Pagau. Konflik meliputi konflik antara manusia dengan manusia terjadi antara Pagau dengan Teo, Pagau dengan Natun, serta Ubuh dan samseng. Konflik antara manusia dengan masyarakat terjadi pada Jales, Nawara, Adeus dan warga Ponti Tembawang. Konflik manusia dengan alam terjadi Jales serta rombongannya saat melakukan perjalanan ke Ponti Tembawang . Konflik antara ide yang satu dengan ide yang lain mengacu pada tokoh Jales. Konflik seorang dengan kata hatinya dialami Jales dan Adeus. Latar meliputi latar tempat, latar waktu, latar sosial. Latar tempat terjadi di hotel, sungai Sekayam, rumah Panglima Adayak, rumah Nawara, warung Otiq, SD Ponti Tembawang, rumah Adeus. Latar waktu terjadi pada pagi hari, sore hari dan malam hari, hari Senin. Latar sosial berhubungan dengan kehidupan orang Dayak yang masih kental dengan budaya dan adat. Aspek humaniora yang dominan dalam novel Batas karya Akmal Nasey Basral adalah manusia dan cinta kasih, manusia dan penderitaan, menusia dan 11 tanggung jawab, serta manusia dan kegelisahan Aspek Humaniora dalan novel Batas karya Akmal Nasery Basral adalah sebagai berikut. Manusia dan cinta kasih terdapat pada tokoh Jales, ibu Jales, Nawara. Manusia dan penderitaan terdapat pada tokoh Jales, Ubuh, Adeus dan Pagau. Manusia dan tanggung jawab terdapat pada tokoh Jales, Arifin, Panglima Adayak. Manusia dan kegelisahan terdapat pada tokoh Jales, Adeus dan Otiq. Representasi novel Batas karya Akmal Nasery Basral yaitu penyelundupan manusia terjadi di daerah perbatasan Indonesia dengan Malaysia dan perdagangan perempuan
    corecore