1,720,973 research outputs found

    Karakteristik Ikan Asin Kambing-Kambing (Canthidermis Maculata) dengan Penggaraman Kering

    Get PDF
    Ikan kambing-kambing (Canthidermis maculata) merupakan ikan demersal yang potensial. Salah satuproduk olahan dari ikan kambing-kambing adalah ikan asin. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukanpengaruh konsentrasi garam dan lama penggaraman terhadap karakteristik ikan asin yang dihasilkan.Penelitian dilakukan dalam dua tahap, tahap pertama adalah preparasi bahan baku tahap kedua pembuatanikan asin menggunakan metode penggaraman kering dengan konsentrasi garam 5%, 10% dan 15% denganlama penggaraman 12 jam dan 24 jam. Analisis data pada pruduk ikan asin kering menggunakan rancanganacak lengkap faktorial (RALF) dengan dua kali ulangan Ikan kambing-kambing yang digunakan sebagaibahan baku dengan nilai organoleptik 7-9. Komposisi kimia dan total mikroba ikan kambing-kambingdengan kadar air yaitu 77,00±0,32% abu 0,96±0,01% lemak 0,59±0,11% protein 20,58±0,16% karbohidrat0,89±0,05% pH 6,46±0,03%, dan total mikroba 6,13x103. Konsentrasi garam dan lama penggaramanberpangaruh nyata terhadap karakteristik ikan asin yang meliputi kadar garam, kadar air dan total mikroba,konsentrasi garam 15% dengan lama penggaraman 24 jam merupakan perlakuan pruduk ikan asin terbaik

    KAMPANYE GEMAR MAKAN IKAN (GEMARIKAN) DAN PELATIHAN DIVERSIFIKASI PRODUK PERIKANAN BERBASIS LOKAL DALAM UPAYA PENURUNAN PRAVELENSI STUNTING DI DESA TANAH BARA KECAMATAN GUNUNG MERIAH KABUPATEN ACEH SINGKIL

    Get PDF
     Stunting merupakan salah satu permasalahan yang terjadi didunia dan di Indonesia. Menurut KementrianKesehatan (Kemenkes) stunting adalah anak balita dengan nilai z-scorenya kurang dari -2SD/ (stunted) dan kurang dari -3SD (severely stunted) dengan panjang badan (PB/U) atau tinggi badan (TB/U) menurut umurnya dibandingkan dengan standar buku WHO-MGRS (Multicentre Growth Reference Study) 2006 (3). Kondisi stunting disebabkan karena kurangnya asupan protein dan energi dalam jangka waktu yang panjang, dimulai dari masa kehamilan. Asupan protein yang cukup selama golden periode (bayi hingga usia 2 tahun) menjadi hal yang penting dalam pencegahan stunting (Qonita et al 2020). Salah satu sumber protein yang gampang diserap oleh tubuh dan mudah ditemui bersumber dari ikan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah sosialisasi dan praktik langsung. Kegiatan ini dilaksanakan di dua tempat yaitu untuk kegiatan Kegaitan kampanye gemar makan ikan dilaksanakan di SD Negeri 1 Tanah Barah pada tanggal 20 November 2021, dan kegiatan pembuatan produk perikanan dilaksanakan di Desa Tanah Bara, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil pada tanggal 1 Desember 2021. Dalam kegiatan ini terdapat beberapa tahapan kegiatan yaitu persiapan, penyajian materi, permainan edukasi terkait tema, melakuka sosialisasi mencoba produk olahan ikan bersama. Kegiatan ini dilaksanakan dengan baik hingga dapat mencegah stunting

    Karakteristik Kimiawi Dan Mikrobiologi Ikan Asin Kambing-Kambing (Canthidermis maculata) Selama Penyimpanan

    Get PDF
    Ikan kambing-kambing (Canthidermis maculata) merupakan ikan demersal yang potensial. Salah satu produk olahan dari ikan kambing-kambing adalah ikan asin. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan perubahan mutu ikan asin selama penyimpanan. Perlakuan pada penelitian ini adalah pengemasan vakum dan tanpa vakum, serta penyimpanan selama 3 bulan. Pengolahan data peanyimpanan ikan asin menggunakan sample t-test. Parameter yang diamati adalah kadar air, aktivitas air (aw) dan total mikroba (TPC) selama 3 bulan. Pada bulan ke 0, nilai kadar air, Aw dan TPC pada kemasan vakum masing-masing 32.30±0.39%; 0.723±0.00; 3.34±0.00 log cfu/g dan nilai kadar air, Aw dan TPC pada kemasan tanpa vakum masing-masing 32.30±0.39%; 0.723±0.00; 3.34±0.00 log cfu/g. Pada bulan ke 3, nilai kadar air, Aw dan TPC pada kemasan vakum masing-masing 31.95±0.18% , 0.710±0.00 dan negatife, serta nilai kadar air, Aw dan TPC pada kemasan tanpa vakum masing-masing 31.29±0.41%; 0.702±0.02; 4.14±0.00 log cfu/g. Setelah penyimpanan selama 3 bulan, nilai ketiga parameter mengalami fluktuasi, namun tidak signifika

    Formulation of toro tuna-based instant porridge with addition of seaweed flour for baby complementary food: Formulasi bubur instan berbasis toro tuna dengan penambahan tepung rumput laut untuk makanan pendamping ASI

    No full text
    The high incidence of malnutrition among children under five in Indonesia underscores the critical need for timely and comprehensive interventions to mitigate its impact. One of the factors contributing to malnutrition in toddlers is a lack of balanced nutrition in complementary food (CF). Fishery commodities such as tuna and seaweed have great potential to be developed into instant complementary food porridge for complementary feeding because they contain amino acids and essential fatty acids that toddlers need for brain and eye development. This research aimed to determine the best formulation for instant MPASI porridge made from toro tuna fish and seaweed flour based on organoleptic assessment, fatty acid profile, and amino acid profile. The complementary food porridge with toro tuna  and seaweed flour consists of four treatments, namely 94%:6%, 88%:12%, 82%:18%, and 76%:24%. The parameters analyzed included sensory tests (appearance, color, taste, and texture), fatty acid profile, and amino acid profile. Based on the research results, the differences in the formula of toro tuna and seaweed flour influence the panelists\u27 level of preference for appearance, smell, and taste parameters. Organoleptic evaluation selected the formula with a ratio of 82%:18% as the best. The dominant fatty acids include palmitic acid (SFA) at 33.68%, oleic acid (MUFA) at 45.95%, and linoleic acid (PUFA) at 1.34%. The dominant essential amino acid is leucine at 1.28%, and the dominant non-essential amino acid is glutamic acid at 1.37%. Toro tuna and seaweed flour can be utilized in the production of instant complementary feeding porridge.Kasus gizi buruk pada balita di Indonesia tergolong tinggi dan perlu segera ditangani dengan baik. Salah satu faktor terjadinya gizi buruk adalah kurangnya asupan makanan dengan gizi seimbang pada makanan pendamping ASI (MPASI). Ikan tuna dan rumput laut memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi bubur MPASI instan karena mengandung asam amino dan asam lemak esensial yang dibutuhkan untuk perkembangan otak dan mata balita. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formulasi terbaik bubur MPASI instan dari toro ikan tuna dan tepung rumput laut berdasarkan penilaian organoleptik, profil asam lemak, dan asam amino. MPASI toro ikan tuna dan tepung rumput laut terdiri dari 4 perlakuan, yaitu 94%:6%, 88%:12%, 82%:18%, dan 76%:24%. Parameter yang dianalisis meliputi uji sensori (ketampakan, warna, rasa, dan tekstur), profil asam lemak dan asam amino. Berdasarkan hasil penelitian, perbedaan formula antara toro tuna dan tepung rumput laut berpengaruh terhadap tingkat kesukaan panelis pada parameter ketampakan, aroma, dan rasa. Evaluasi organoleptik menetapkan formula dengan rasio 82%:18% sebagai formula terbaik. Asam lemak dominan meliputi asam palmitat (SFA) sebesar 33,68%, asam oleat (MUFA) sebesar 45,95%, dan asam linoleat (PUFA) sebesar 1,34%. Asam amino esensial dominan adalah leusin sebesar 1,28%, sedangkan asam amino non-esensial yang dominan adalah asam glutamat sebesar 1,37%. Toro tuna dan tepung rumput laut dapat dimanfaatkan dalam pembuatan bubur MPASI instan

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Get PDF
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    PENINGKATAN KAPASITAS DAN KUALITAS PENGOLAHAN PRODUK IKAN ASIN BERBASIS PENGENDALIAN MUTU DI UMKM DESA LANGKAK, KECAMATAN KUALA PESISIR, KABUPATEN NAGAN RAYA

    Get PDF
    Kecamatan Kuala Pesisir merupakan wilayah barat selatan Provinsi Aceh yang mempunyai keragaman hayati (bio-diversity) potensi ikan hasil tangkapan sangat tinggi (KKP Aceh 2015). Ikan-ikan demersal yang telah mulai di lakukan pengolahan ikan asin antara lain ikan kembung, ikan kambing-kambing, ikan kakap. Selain itu pada penelitian Riski et al. (2017) melaporkan bahwa pada sentral pengolahan ikan asin daerah Leupung Aceh Besar sebanyak 50% sampel yang diuji melebihi ambang batas SNI 8273:2016. Maka dari itu perlu dilakukan pengabdian kepada masyarakat terutama pada pelaku UMKM pengoalahan ikan asin guna untuk memberi pelatihan sehingga harapannya dengan adanya pengabdian ini bisa menambah pengetahuan lebih baik dalam proses pengolahan ikan. Pengabdian ini dilakukan dalam beberapa tahap yakni, melakukan sosialisasi Sosialisasi dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD), Pelatihan Pembuatan Para-para, Pelatihan Penggaraman Ikan Asin Lumi-lumi dan Pelatihan Penggaraman Ikan Asin Lumi-lumi. Hasil pengabdian ini menunjukan bahwa, adanya peningkatan ketrampilan pelaku UMKM Ikan Asin terkait dengan teknik pembuatan para-para sebagai media penjemuran ikan asin. Adanya peningkatan pengetahuan teknik penggaraman dan pembuatan ikan asin lumi-lumi. Adanya antusias pelaku UMKM dan masyarakat Desa Langkak untuk melanjukan pembuatan ikan asin lumi-lumi

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Get PDF
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods
    corecore