6 research outputs found
Performance of Combining Hill Cipher Algorithm and Caesar Cipher Algorithm in Text Security
In a data security, a technique is needed to secure data from experiments and attacks carried out by cryptanalysts. The technique of securing data is also known as cryptography. In this research, data security has been increased by combining the Hill Cipher Algorithm with the Caesar Cipher Algorithm. This can be seen in Table 4.3 and Figure 4.7 with Table 4.6 and Figure 4.8 from the tests that have been carried out in this study which resulted in different processing times and increased considerably both in terms of decryption and encryption that have been carried out. By combining 2 cryptographic algorithms, the results of this study indicate that message security has increased than before. This is also because the encryption and decryption process of the message is carried out using 2 different keys. From the tests that have been carried out on the 5x5 matrix key, it shows that the time of the encryption process with the decryption process has a very different difference compared to the use of a 3x3 matrix key. This can be seen in Table 4.6 and Figure 4.8 from the use of a larger matrix key which will have an effect on the time difference between the encryption and decryption processes, compared to before being combined.Dalam sebuah keamanan data diperlukan sebuah teknik untuk mengamankan data dari percobaan maupun serangan yang dilakukan oleh kriptanalis. Teknik mengamankan data disebut juga dengan kriptografi. Dalam penelitian ini telah dilakukan peningkatan keamanan data dengan cara menggabungkan Algoritma Hill Cipher dengan Algoritma Caesar Cipher. Hal tersebut dapat dilihat pada Tabel 4.3 dan Gambar 4.7 dengan Tabel 4.6 dan Gambar 4.8 dari pengujian yang telah dilakukan dalam penelitian ini yang menghasilkan waktu proses yang berbeda dan cukup meningkat baik dari segi dekripsi maupun enkripsi yang telah dilakukan. Dengan dilakukannya penggabungan 2 buah algoritma kriptografi, maka hasil penelitian ini menunjukkan keamanan pesan meningkat daripada sebelumnya. Hal ini juga dikarenakan proses enkripsi dan dekripsi pada pesan yang dilakukan menggunakan 2 buah kunci yang berbeda. Dari pengujian yang telah dilakukan pada kunci matriks 5x5 menunjukkan waktu proses enkripsi dengan proses dekripsi memiliki selisih yang sangat berbeda jauh dibandingkan penggunaan kunci matriks 3x3. Hal tersebut dapat dilihat pada Tabel 4.6 dan Gambar 4.8 dari penggunaan kunci matriks yang lebih besar akan berpengaruh terhadap perbedaan waktu proses enkripsi dan dekripsi, dibandingkan sebelum digabungkan.65 HalamanTesis Magiste
Kinerja Gabungan Algoritma Hill Cipher dan Algoritma Caesar Cipher dalam Pengamanan Teks
In a data security, a technique is needed to secure data from experiments and attacks carried out by cryptanalysts. The technique of securing data is also known as cryptography. In this research, data security has been increased by combining the Hill Cipher Algorithm with the Caesar Cipher Algorithm. This can be seen in Table 4.3 and Figure 4.7 with Table 4.6 and Figure 4.8 from the tests that have been carried out in this study which resulted in different processing times and increased considerably both in terms of decryption and encryption that have been carried out. By combining 2 cryptographic algorithms, the results of this study indicate that message security has increased than before. This is also because the encryption and decryption process of the message is carried out using 2 different keys. From the tests that have been carried out on the 5x5 matrix key, it shows that the time of the encryption process with the decryption process has a very different difference compared to the use of a 3x3 matrix key. This can be seen in Table 4.6 and Figure 4.8 from the use of a larger matrix key which will have an effect on the time difference between the encryption and decryption processes, compared to before being combined.Dalam sebuah keamanan data diperlukan sebuah teknik untuk mengamankan data dari percobaan maupun serangan yang dilakukan oleh kriptanalis. Teknik mengamankan data disebut juga dengan kriptografi. Dalam penelitian ini telah dilakukan peningkatan keamanan data dengan cara menggabungkan Algoritma Hill Cipher dengan Algoritma Caesar Cipher. Hal tersebut dapat dilihat pada Tabel 4.3 dan Gambar 4.7 dengan Tabel 4.6 dan Gambar 4.8 dari pengujian yang telah dilakukan dalam penelitian ini yang menghasilkan waktu proses yang berbeda dan cukup meningkat baik dari segi dekripsi maupun enkripsi yang telah dilakukan. Dengan dilakukannya penggabungan 2 buah algoritma kriptografi, maka hasil penelitian ini menunjukkan keamanan pesan meningkat daripada sebelumnya. Hal ini juga dikarenakan proses enkripsi dan dekripsi pada pesan yang dilakukan menggunakan 2 buah kunci yang berbeda. Dari pengujian yang telah dilakukan pada kunci matriks 5x5 menunjukkan waktu proses enkripsi dengan proses dekripsi memiliki selisih yang sangat berbeda jauh dibandingkan penggunaan kunci matriks 3x3. Hal tersebut dapat dilihat pada Tabel 4.6 dan Gambar 4.8 dari penggunaan kunci matriks yang lebih besar akan berpengaruh terhadap perbedaan waktu proses enkripsi dan dekripsi, dibandingkan sebelum digabungkan.65 HalamanTesis Magiste
Kinerja Gabungan Algoritma Hill Cipher dan Algoritma Caesar Cipher dalam Pengamanan Teks
In a data security, a technique is needed to secure data from experiments and attacks carried out by cryptanalysts. The technique of securing data is also known as cryptography. In this research, data security has been increased by combining the Hill Cipher Algorithm with the Caesar Cipher Algorithm. This can be seen in Table 4.3 and Figure 4.7 with Table 4.6 and Figure 4.8 from the tests that have been carried out in this study which resulted in different processing times and increased considerably both in terms of decryption and encryption that have been carried out. By combining 2 cryptographic algorithms, the results of this study indicate that message security has increased than before. This is also because the encryption and decryption process of the message is carried out using 2 different keys. From the tests that have been carried out on the 5x5 matrix key, it shows that the time of the encryption process with the decryption process has a very different difference compared to the use of a 3x3 matrix key. This can be seen in Table 4.6 and Figure 4.8 from the use of a larger matrix key which will have an effect on the time difference between the encryption and decryption processes, compared to before being combined.Dalam sebuah keamanan data diperlukan sebuah teknik untuk mengamankan data dari percobaan maupun serangan yang dilakukan oleh kriptanalis. Teknik mengamankan data disebut juga dengan kriptografi. Dalam penelitian ini telah dilakukan peningkatan keamanan data dengan cara menggabungkan Algoritma Hill Cipher dengan Algoritma Caesar Cipher. Hal tersebut dapat dilihat pada Tabel 4.3 dan Gambar 4.7 dengan Tabel 4.6 dan Gambar 4.8 dari pengujian yang telah dilakukan dalam penelitian ini yang menghasilkan waktu proses yang berbeda dan cukup meningkat baik dari segi dekripsi maupun enkripsi yang telah dilakukan. Dengan dilakukannya penggabungan 2 buah algoritma kriptografi, maka hasil penelitian ini menunjukkan keamanan pesan meningkat daripada sebelumnya. Hal ini juga dikarenakan proses enkripsi dan dekripsi pada pesan yang dilakukan menggunakan 2 buah kunci yang berbeda. Dari pengujian yang telah dilakukan pada kunci matriks 5x5 menunjukkan waktu proses enkripsi dengan proses dekripsi memiliki selisih yang sangat berbeda jauh dibandingkan penggunaan kunci matriks 3x3. Hal tersebut dapat dilihat pada Tabel 4.6 dan Gambar 4.8 dari penggunaan kunci matriks yang lebih besar akan berpengaruh terhadap perbedaan waktu proses enkripsi dan dekripsi, dibandingkan sebelum digabungkan.65 HalamanTesis Magiste
Aplikasi Marketplace Penyewaan Barang Menggunakan_Algoritma Slope One sebagai Rekomendasi kepada Pengguna
Abstrak— Menyewa barang merupakan solusi untuk mendapatkan barang yang dinginkan tanpa harus dibeli. Dikarenakan alasan tertentu banyak orang yang memilih untuk menyewa barang daripada harus membelinya. Namun penyewa terkadang kesulitan dalam menemukan tempat menyewa barang yang dicari serta pemilik barang kekurangan tempat untuk menyewakan barang yang dimilikinya. Untuk membantu penyewa dan pemilik barang maka perlu dibuat suatu Marketplace yang dilengkapi dengan sistem rekomendasi produk. Sistem rekomendasi tersebut menggunakan algoritma Slope One. Hasil dari aplikasi menunjukan bahwa algoritma Slope One cukup sesuai memberikan rekomendasi. Kecenderungan yang ada yaitu semakin banyak rating diberikan terhadap produk maka nilai MAE yang dihasilkan semakin kecil. Kata Kunci— Marketplace, Recommender System, Slope One, MAE. Abstract— Renting goods is a solution to get the desired item without having to be purchased. Due to certain reasons many people choose to rent goods rather than have to buy them. But the problem is that tenants are hard to find the place to rent the item they are looking for and the owner of the item lacks a place to market the goods he owns. To help tenants and property owners, it is necessary to create a Marketplace equipped with a product recommendation system. The system uses Slope One algorithm. The results of the application show that the Slope One algorithm is quite appropriate to provide recommendations. The existing trend is that the more rating is given to the product, the smaller the MAE value. Keywords— Marketplace, Recommender System, Slope One, MAE. </jats:p
PENGAMANAN PESAN MENGGUNAKAN ALGORITMA HILL CIPHER DALAM KEAMANAN KOMPUTER
Dalam sebuah pengamanan data atau informasi pastinya memiliki teknik untuk mengamankan data atau informasi. Kriptografi menjadi salah satu teknik dalam enkripsi (merubah informasi menjadi bentuk yang tidak dimengerti) dan dekripsi (mengembalikan informasi dari bentuk yang tidak dimengerti menjadi informasi aslinya). Ada dua sebutan dalam proses enkripsi dan dekripsi yang digunakan yaitu plainteks merupakan pesan atau informasi asli dan cipherteks yang merupakan hasil dari penyandian. Algortima hill cipher merupakan salah satu bagian dari algoritma kriptografi yang sangat sulit untuk dipecahkan oleh kriptanalis. Dalam algoritma hill cipher proses yang dilakukan dengan menggunakan matriks kunci dan modulo. Setiap karakter yang berada di plainteks maupun cipherteks akan dikonversikan kedalam bentuk angka atau desimal. Enkripsi dilakukan dengan mengalikan matriks kunci dengan matriks plainteks, sedangkan Dekripsi dilakukan dengan mengalikan invers matriks kunci dengan matriks cipherteks. Matriks yang digunakan pada hill cipher adalah matriks persegi, yang dimana memanfaatkan matriks persegi sebagai matriks kunci untuk plainteks dan cipherteks. Plainteks maupun cipherteks yang digunakan berupa angka huruf dan simbol yang dikonversikan sebanyak 29 karakter
Implementasi Algoritma Backtracking Pada Knight’s Tourproblem
Algoritma Backtracking merupakan algoritma yang berhubungan pada DFS untuk menemukan solusi secara lebih mangkus dari pada algoritma brute force. Algoritma Backtracking secara umum menentukan solusi dengan cara memangkas (pruning) bagian yang tidak mengarah ke solusi. Dalam kehidupan seharihari, algoritma Backtracking sering diterapkan untuk menemukan lokasi yang dituju maupun masalah lainnya. Dalam penelitian ini algoritma Backtracking di implementasikan ke dalam suatu masalah mengenai Knight’s Tour, dimana untuk menemukan solusi yang lebih baik. Knight’s Tour adalah sebuah jalur yang akan di lewati oleh knight pada sebuah papan catur 8 x 8, dimana posisi dimulai dari titik yang ditentukan untuk melewati semua kotak tepat hanya satu kali dilalui pada papan catur 8 x 8. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa algoritma Backtracking dapat menemukan solusi yang lebih optimal dibandingkan algoritma brute forc
