155 research outputs found

    POSISI WAHYU DALAM EPISTEMOLOGI ILMU PENGETAHUAN PERSPEKTIF SYED MUHAMMAD NAQUIB AL-ATTAS

    Get PDF
    Ilmu beserta turunannya yang disinyalir Syed Muhammad Naquib Al-Attas sebagai salah satu masalah utama kemunduran umat Islam cukup berdasar, dilihat dari gejala-gejala yang ada dengan penjelasan filosofisnya yang holistik dan kuat (mengakar), Naquib Al-Attas menjadikan Alquran dan Sunnah sebagai basis penjelasan argumentatifnya. Karenanya penulis tertarik menelitinya lebih jauh, guna memahaminya secara komprehensif mengenai tema yang penulis angkat. Penulis berikhtiar dari penulisan ini dapat diungkap jawaban dari pertanyaan yang ada pada rumusan masalah, kemudian penulis menjelaskan dan menganalisis apa yang dimaksud dengan wahyu, epistemologi ilmu pengetahuan, dan posisi wahyu dalam epistemologi ilmu pengetahuan perspektif Naquib Al-Attas. Penulis menggunakan metodologi penelitian studi tokoh guna mengeksplorasi pemikirannya, yang merupakan bagian dari penelitian studi kualitatif. Sehingga penelitian ini berbentuk kepustakaan yang secara metodik menggunakan metode dokumentasi yang mengeksplorasi karya-karya Naquib Al-Attas dengan paradigma mikro-subjektif, pendekatan tematik-filosofis. Karena kedua hal terakhir, maka fokus dikerucutkan pada persoalan wahyu dan epistemologi ilmu pengetahuan Naquib Al-Attas. Data yang ada kemudian dianalisis menggunakan analisa taksonomi serta analisa fungsi. Teori yang digunakan tercermin dari variabel judul tulisan, atas alasan itu dimunculkan teori-teori mengenai wahyu, epistemologi, ilmu pengetahuan dari berbagai tokoh. Dari kesemuanya dapat dilihat hasilnya, bahwa pemikiran Naquib Al-Attas memang dapat dikatakan cukup berbeda dibanding pemikir kontemporer lainnya, sekali pun itu Ismail Raji’ Al-Faruqi, karena Naquib Al-Attas menjadikan wahyu, atau yang dibahasakannya sebagai tanzil menjadi ruh dari ilmu beserta turunannya; ilmu pengenalan dan ilmu pengetahun. Karena perbedaan itu, diketahui konsepsi pemikirannya mengenai ilmu yang mengakar, filosofis, dan holistik sangat berguna untuk membaca gejala dan menghadapi kehidupan dunia, sebab sudah memuat suatu pandangan alam atau pandangan hidup yang lengkap. Science and its derivatives that were indicated by Syed Muhammad Naquib Al-Attas as one of the main problems of the decline of Muslims are quite reasoned, as seen from the phenomena that exist with a holistic and strong philosophical explanation (rooted), Naquib Al-Attas enacted the Qur'an and Sunnah as the basis for his argumentative explanation. Therefore, the author was interested in examining it further, in order to understand it comprehensively about the theme that the writer adopted. In this study, the author endeavored to seek the answers of research questions, then the author explained and analyzed what is meant by revelation, epistemology of science, and the position of revelation in Naquib Al-Attas’ perspective of epistemology of science. This qualitative study used character study research methodology to explore his thoughts. This research took the form of a literature which methodically used a documentation method that explored the works of Naquib Al-Attas with a micro-subjective paradigm, a thematic-philosophical approach. Due to above, the focus was narrowed into the question of the revelation and Naquib Al-Attas’ epistemology of science. Existing data were then analyzed using taxonomic analysis and function analysis. The theory used was reflected by the variable title of the study, based on that, theories about revelation, epistemology, science of various figures were raised. The results showed that the thought of Naquib Al-Attas could be indeed said to be quite different from other contemporary scholars, albeit Ismail Raji 'Al-Faruqi, for Naquib Al-Attas made a revelation, or what he termed as tanzil, became the spirit of science along with its derivatives; introductory knowledge and knowledge. Because of these differences, the conception of his thought about rooted, philosophical, and holistic knowledge is considered very useful for reading phenomena and dealing with world life, because it contains a natural or complete view of life

    Analisis Semiotika Charles Sander Peirce Dalam Novel Napas Cinta Para Ahli Doa Karya Wahyu Sujani

    No full text
    Literary works function as a forum where authors can express their thoughts, beliefs and experiences directly, as well as their imaginations. The language used by the author has a special meaning. Language that contains interesting signs must be examined semantically. According to Charles Sander Pierce Semiotics is the study of signs which have three aspects, namely, icons, indices and symbols. The novel Breath of Love for Prayer Experts by Wahyu Sujani tells the story of the love journey of a Muslim named Fikri. The problems of this research are (1) What is the semiotic aspect of the icon contained in the novel Napas Cinta Para Ahli Doa by Wahyu Sujani?, (2) What is the semiotic aspect of the index contained in the novel Napas Cinta Para Ahli Doa by Wahyu Sujani?, (3) How is it semiotic aspects of symbols contained in the novel Napas Cinta Para Ahli Doa by Wahyu Sujani?. The aim of this research is to find out, analyze and interpret icon, index and symbol data in the novel Napas Cinta Para Ahli Doa by Wahyu Sujani. This research uses a qualitative approach. The research method uses descriptive methods. The data collection technique used is the hermeneutic technique. The data analysis technique is content analysis. The data validity technique uses triangulation techniques. The theory used is the theory of Sobur (2020), Hoed (2014), Pradopo (2019),. The results of this research are the icons of the entire novel Napas Cinta Para Ahli Doa by Wahyu Sujani, consisting of 14 pieces of data. The index for the entire novel Napas Cinta Para Ahli Doa by Wahyu Sujani is 9 data. The symbols for the entire novel Napas Cinta Para Ahli Doa by Wahyu Sujani are 19 data. The results of this research are that the author found icons, indexes and symbols. The most dominant aspect in this novel is symbols. The reason this aspect is more dominant is because symbols are related to culture. Novels are usually based on the author's experiences in interacting with society

    DESAKRALISASI TEKS WAHYU: KAJIAN TERHADAP PEMIKIRAN NASR HAMID ABU ZAID

    Get PDF
    ABSTRAK Sebuah pemikiran memiliki peran yang penting bagi seseorang. Jika benar pemikirannya maka akan berdampak kepada suatu pemahaman yang mengarah kepada baiknya sikap serta perilakunya. Namun, jika rusak pemikirannya maka sangat berakibat kepada rusaknya sikap serta perilakunya dan bahkan bisa berdampak kepada rusaknya keimanan seseorang. Nasr Hamid Abu Zaid adalah salah seorang cendikiawan yang sangat kontroversial, salah satu ulama Islam modernis. Abu Zaid tidak takut untuk mengkritik keaslian dan kesucian teks wahyu dengan mencetuskan konsep desakralisasi teks wahyu. Hal itulah yang mendorong peneliti untuk membuat makalah berbasis kajian terhadap konsep desakralisasi teks wahyu dan implikasinya terhadap studi Al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mengambil data primer dan sekunder dari literatur (library research). Analisis data yang digunakan adalah analisis isi, yaitu teknik yang digunakan untuk menganalisis dan memahami teks. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa faktor utama yang melatar belakangi konsep desakralisasi teks wahyu oleh Abu Zaid adalah pengaruh faham marxisme, pendekatan metodologis studi sastra dan penggunaan metode hermeneutika untuk menafsirkan teks wahyu dalam al�Qur’an. Berdasarkan ketiga faktor tersebut, maka Abu Zaid berani dan yakin mencetuskan konsepnya. Konsep tersebut lahir dari ide dan pemikirannya yang kontroversial, dan yang terpenting adalah: (1) Teks wahyu merupakan produk budaya; (2) teks wahyu adalah fenomena sejarah; (3) al-Qur’an adalah teks dan karya Muhammad yang manusiawi; (4) teks wahyu tidak lebih dari teks Arab biasa, seperti teks lainnya; (5) teks wahyu boleh ditafsirkan siapa saja, bahkan seorang ateis, dan (6) fase konsep turunnya teks wahyu menurutnya tidak sepenuhnya tanzil namu ada peran ta’wil Nabi. Kemudian penelitian ini pun mengungkap dampak negatif konsep tersebut terhadap perkembangan studi al-Qur’an, diantaranya yang paling kritis adalah: (1) dekonstruksi al-Qur’an; (2) relativisme interpretasi; dan (3) ketidakpercayaan dan penghinaan terhadap ulama. Kata Kunci: Al-Qur'an, Nashr Hamid Abu Zayd, Teks, Wahyu, Desakralisasi. x ABSTRACT A thought has an important role for someone. If the thought is correct, it will have an impact on an understanding that leads to good attitudes and behavior. However, if one's thinking is damaged, it will greatly damage one's attitude and behavior and can even impact one's faith. Nasr Hamid Abu Zaid is one of the most controversial schoolar, one of the clerics of modernist Islam. Abu Zaid was not afraid to criticize the authenticity and sanctity of the revealed text by instigating the concept of desacralization of the revealed text. This is what prompted the researcher to create a paper based on a study of the concept of desacralization of the text of revelation and its implications for the study of the Qur'an. This study used a qualitative method by taking primary and secondary data from the literature (library research). The data analysis used is content analysis, namely the technique used to analyze and understand text. Based on the research results, it is known that the main factors behind the concept of desacralization of the text of revelation by Abu Zaid are the influence of Marxism, a methodological approach to literary studies and the use of the hermeneutical method to interpret the text of revelation in the Qur'an. Based on these three factors, Abu Zaid was brave and confident in coming up with the concept. The concept was born from his controversial ideas and thoughts, and most importantly: (1) Revelation texts are cultural products; (2) the text of revelation is a historical phenomenon; (3) the Qur'an is the humane text and work of Muhammad; (4) the text of the revelation is nothing more than an ordinary Arabic text, like any other text; (5) Anyone can interpret the text of revelation, even an atheist, and (6) according to him, the concept phase of the revelation text is not completely tanzil, but there is the role of the Prophet's ta'wil. Then this research also reveals the negative impact of this concept on the development of al�Qur'an studies, among which the most critical are: (1) deconstruction of the Qur'an; (2) interpretation relativism; and (3) distrust and contempt of the clergy. Keywords: Al-Qur'an, Nashr Hamid Abu Zayd, Text, Revelation, Desacralization. xi املُلَ َّخض . ي ونا ك ا لاه ى ا ا الفكر له دور مهم لشخص ما. ذاااا.ا الفكار حاا ا الفهام الا ي دا دي ذىل امل اقاو والنا ا .ي ا. اع وماذ الا ي ذاا ار ر فكا املارني و ا ه س ار بشاك ابا مب قفاه وسا اه وميكاأ ا دا ر لاإ ا ذمي. اه ار ه اع با اداع نيا لاع ا ار ا اعا ا.اعيي ونيا ماأ راا.ن الاعدأ ال ربال ا دكاأ با اداع قشا ا ا.د حا.لة ولرماة اص الا لي ماأ لالن ال اارد ا مفها ع نا ة اص الا لي ونيا ا ما. دواذ الب.لا ذىل ىل او ورقاة مبى اة ا دراساة ملفها ع نا ة اص الا لي ورهرع ا دراسة ال ررا. اسا خعم نيا ع العراساة قرد اة اة ماأ لالن لا الب ا.اي انول اة وال . داة ماأ اندب ا.ي ا املك بة( حت الب ا.اي املنا خعمة ا نيا حت ا او ا ي ي ال ى اة املنا خعمة ل ا ا ووهام الاىص بىا.ن ا.ال الباا ي ماأ امللارو ا الل اماا الرا نا ة وران مفها ع نا ة اأ الااىص املىا ن ني اداع نياي ى اا امل.ران ة ي وهنل املىهل ل عراس.ي اندب ة ي واس خعا املىهل اهل م ى ق ي ل فن الىص املى ن يف ال ررا بى.ن . يف اب كا.ر املفها شاا نيا ا املفها ماأ وكا.رع و وكا.رع . ووا ا ني ع الل ام ال ل ةيا.ا ب اداع جاع. امل ا ل عاعن ي و ها.) 1 )ا ا الا لي مى ا.ث ا.يفي 2 )اص الا لي ةا.نير رق اةي 3 )ال اررا نيا الىص اإل ن.ين و م حممعي 4 )ا ص ال لي ل س ا ر مأ ص ري .دي ااي ص رلاري 5 )ميكاأ ا ي ني جاخص ا دفنار ااص الا لي ي لااإ ولا ااا.ا م ااع 6 )و ابلىنابة لااه ي وا ا مرل ااة املفها لااىص الا لي ل نا ىا ل ابلك.ما ي ولكاأ نيىا.أت دور ىودا الىا د مث دكشاو نيا ا الباا اأ ان ار النا هلا ا املفها ا ا ر دراسا.ي ال اررا ي وماأ ها.) 1 )فك ا ال ارراي 2 )ناب ة ال فنا ي 3 )و اع ال اة واادران حن را.ن العدأ. ِ الكلمات املفتاحية: ال رراي ر ه ع ب ادعي صي وني ع ن ة

    USULAN PENINGKATAN PERFORMA MESIN POMPA HYDRAZINE BERDASARKAN ANALISA NILAI OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE) PADA PLTU 4 PT. PJB UP GRESIK

    Get PDF
    Di era kompetisi global seperti sekarang ini, perkembangan teknologi semakin pesat dan kompetitif menyebabkan banyak perusahaan mulai memikirkan bagaimana cara agar dapat meningkatkan efektivitasnya. Salah satu cara yang dilakukan perusahaan adalah perbaikan secara terus menerus (Continuous improvement) dalam setiap proses produksi didalamnya, hal ini bertujuan untuk dapat meningkatkan kapasitas produksi perusahaan, meningkatkan kualitas produk yang diproduksi dan lain sebagainya. Untuk mengetahui efektivitas dari aktivitas produksi yang telah dilakukan, perlu dilakukan pengukuran berdasarkan faktor penunjang efektivitas dan kondisi riil di lantai produksi PTPJB UP Gresik merupakan perusahan bidang pembangkit listrik. Sebagai langkah awal untuk mengetahui posisi atau kondisi efektivitas sehingga dapat nenentukan arah perbaikan sistem perusahaan yaitu dengan melakukan pengukuran efektivitas untuk pertama kalinya. Tingkat efektivitas mesin pompa hydrazine dapat dilihat berdasarkan pencapaian nilai kinerja OEE di setiap proses injeksi dimana hasil nilai Availibility (95,07%), nilai Performance (99,72%) dan Quality (94,53). Nilai OEE (89,62%) pada proses injeksi pompa hydrazine sudah sesuai standar OEE kelas dunia, akan tetapi terdapat salah satu faktor yang belum memenuhi standar kelas dunia yaitu faktor Quality, hal ini menunjukan bahwa kualitas injeksi mesin pompa hydrazine masih kurang optimal oleh karena itu saran untuk kedepanya penelitian diharapkan dilakukan di peralatan lainnya. Hal ini akan membantu peningkatan efektivitas secara menyeluruh di perusahaan

    Potensi Populasi Gandum (Triticum aestivum) Putatif Mutan Generasi M4 untuk Toleransi terhadap Dataran Menengah Iklim Tropis Basah di Indonesia

    No full text
    Wheat is an important food world because of its many benefits. According to their home environment, wheat can be grown well in areas with low temperature and in Indonesia is only found on the plateau with limited area. Therefore wheat varieties that are tolerant to the mid- to low-latitude with higher temperatures needed to be created. Gamma-ray irradiation has been treated on four wheat introduced varieties, namely Basribey, Kasifbey, Oasis and Rabe. The fourth generation of putative mutant populations shows higher mean and variance compare with the wildtype on plant height, tiller number, panicle length and spikelet number, but not on seed weight. The Basribey putative mutant population has the highest mean for almost all of the characters than the other three populations. Characters with moderate to high broad sense heritability were number of tillers, flowering, harvesting, number of spike, percentage of empty florets, main panicle seed weight, tillers panicle seed weight and seed weight per plant

    PERAN TEKNIK SELF MANAGEMENT DALAM PENGENDALIAN EMOSIONAL PECANDU NARKOBA PADA REMAJA DI YAYASAN DHARMA WAHYU INSANI PALEMBANG

    Get PDF
    Skripsi ini berjudul “Peran Teknik Self Management Dalam Pengendalian Emosional Pecandu Narkoba Pada Remaja di Yayasan Dharma Wahyu Insani Palembang”. Latar belakang masalah yaitu remaja pecandu narkoba cenderung mengalami emosi yang tidak stabil karena narkoba adalah zat yang mengubah mood seseorang, saat menggunakan narkoba, perasaan serta emosi seseorang ikut terpengaruh. Seorang yang berada dalam pengaruh narkoba sering tidak mampu untuk mengendalikan diri sehingga sering kali melakukan tindakan yang emosional yang menimbulkan suatu tindakan kriminal. Rumusan masalah yaitu bagaimana gambaran emosional pecandu narkoba, bagaimana proses pelaksanaan self management pecandu narkoba, bagaimana peran teknik self management dalam pengendalian emosional pecandu narkoba. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran emosional pecandu narkoba, untuk mengetahui proses pelaksanaan self management pecandu narkoba, untuk mengetahui peran teknik self management dalam pengendalian emosional pecandu narkoba. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif, untuk meningkatkan kredibilitas penelitian digunakan triangulasi data. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu menggunakan reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini yaitu gambaran emosional pecandu narkoba terlihat pada wajah, lidah, anggota tubuh, dan hati, proses pelaksanaan teknik self management meliputi tahap monitor diri, tahap evaluasi diri, pemberian penguatan, penghapusan atau hukuman, memberikan reward terhadap diri sendiri, membuat kontrak dengan diri sendiri, dan penguasaan terhadap rangsangan, peran teknik self management dalam pengendalian emosional pecandu narkoba yaitu mengatur perilakunya yang bermasalah pada diri sendiri ataupun orang lain, konselor dan konseli menentukan tujuan yang ingin dicapai, setelah proses konseling berahir klien dapat mempola perilaku, pikiran dan perasaan yang diinginkan

    Konteks Teguran Allah terhadap Nabi Muhammad dalam Al-Qur’an

    No full text
    Prophet Muhammad is a messenger of God who carries the trust to deliver the message and be an example for all mankind. On the other hand, in certain contexts the Prophet Muhammad also received a rebuke from Allah for the mistake of his attitude. This paper aims to explain the opinion of the commentator on the rebuke and in what context the Prophet Muhammad received a rebuke from God. This research is qualitative by examining various sources of tafsir books. The results of this study show that God's rebuke to the Prophet is intended as a teaching and refinement of the Prophet's personality. The author finds several contexts about Allah's rebuke to the Prophet Muhammad in the Qur'an, namely about the Prophet's sour-faced attitude towards Ummi Maktum, giving permission to the hypocrites not to take part in the war, performing pray for the hypocrites who died in disbelief, asking for forgiveness for the polytheists, moving the tongue during the revelation of verses, cursing the polytheists, desiring the spoils of war, making treaties with the polytheists of Mecca without accompanying them with the word ‘Insyā Allāh’ and forbidding things that are lawful by Allah. The various rebukes are recorded in the Qur'an in various contexts, and this proves that the Qur'an is not the work of the Prophet, but he is the recipient of revelation from God and shows that the Prophet Muhammad was a weak creature before God. Nabi Muhammad merupakan salah seorang utusan Allah yang mengemban amanah untuk menyampaikan risalah serta menjadi contoh teladan bagi seluruh umat manusia. Di sisi lain, pada konteks tertentu Nabi Muhammad juga mendapat teguran dari Allah atas kekeliruan sikap yang dilakukan. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan pendapat mufasir terhadap teguran tersebut dan dalam konteks apa saja Nabi Muhammad mendapat teguran dari Allah. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan mengkaji berbagai sumber dari kitab tafsir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teguran Allah terhadap Nabi dimaksudkan sebagai pengajaran dan penyempurnaan kepribadiannya. Beberapa konteks teguran Allah terhadap Nabi Muhammad dalam al-Qur’an adalah sikap Nabi yang bermuka masam terhadap Ummi Maktum, memberi izin kepada orang-orang munafik untuk tidak ikut berperang, melakukan salat terhadap munafik yang mati dalam keadaan kafir, meminta ampunan bagi orang-orang musyrik, menggerakkan lisan ketika turun wahyu, melaknat orang-orang musyrik, menghendaki harta rampasan perang, membuat perjanjian dengan orang-orang musyrik Mekah tanpa mengiringi dengan kata ‘Insyā Allāh’ dan mengharamkan hal yang dihalalkan oleh Allah. Berbagai teguran tersebut terekam dalam al-Qur’an dalam berbagai konteks, dan ini membuktikan bahwa al-Qur’an bukanlah hasil karya Nabi Saw., tetapi ia adalah penerima wahyu dari Allah serta menunjukkan bahwa Nabi Muhammad merupakan makhluk yang lemah di hadapan Tuhan-Nya.

    Pengembangan E-Module Guided Interaktif Mata Kuliah Praktikum Multimedia pada Program Studi S1 Pendidikan Teknik Informatika

    No full text
    ABSTRAK   Akbar, Muhammad Sonhaji. 2014. Pengembangan E-Module Guided Interaktif  Mata Kuliah Praktikum Multimedia pada Program Studi S1 Pendidikan Teknik Informatika. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) I Made Wirawan S.T., S.ST., M.T. Pembimbing (II) Drs. Wahyu Sakti G.I., M.Kom.   Kata Kunci : Pengembangan, E-Module, Guided, media, Praktikum Multimedia   Kegiatan belajar mengajar Praktikum Multimedia di Prodi Pendidikan Teknik Informatika (PTI) Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang berlangsung menjenuhkan bagi mahasiswa. Kejenuhan mahasiswa dalam mengikuti proses pembelajaran disebabkan karena modul praktikum yang digunakan terlalu statis dan kurang interaktif sehingga mahasiswa kurang tertarik dalam mengikuti proses pembelajaran dan kurang bereksplorasi dalam mengembangkan ilmu pengetahuannya. Modul yang tidak dapat berdiri sendiri karena asistensi juga kurang maksimal mengakibatkan mahasiswa membutuhkan  media penjelas. Beberapa alasan telah diperoleh dari sampel total 12 mahasiswa PTI angkatan 2011 yang menyatakan bahwa Modul Praktikum Multimedia 2013 membutuhkan media tambahan dan terdapat 7 mahasiswa dan sisanya menganggap Modul Praktikum Multimedia 2013 sudah cukup. Dosen pengampu mata kuliah praktikum multimedia juga mengatakan bahwa modul yang digunakan sebelumnya masih belum bisa mendemonstrasikan secara detail proses atau langkah-langkah kegiatan dalam praktikum multimedia perlu diperjelas dengan adanya video pembantu untuk mendampingi mahasiswa dalam pembelajaran. Berdasarkan latar belakang tersebut maka pengembangan E-Module Guided sebagai media pembantu mahasiswa dalam kegiatan pembelajaran Praktikum Multimedia. Model pengembangan untuk mengembangkan E-Modul Guided sebagai media pembelajaran menggunakan model pengembangan Sadiman. Tahap-tahap dari model pengembangan Sadiman antara lain, (1) Identifikasi kebutuhan; (2) Perumusan tujuan; (3) Perumusan butir-butir materi; (4) Perumusan alat pengukur keberhasilan; (5) Penulisan naskah media; (6) Tes/uji coba; (7) Naskah siap diproduksi. Subjek uji coba dalam pengembangan yaitu ahli media, ahli materi, dan mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Informatika Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Instrumen pengumpulan data yang digunakan berupa kuisioner rating scale dan dihitung menggunakan rumus dari Arikunto. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data maka didapatkan presentase validitas 91,5% dari ahli media dan 82,9% dari ahli materi, presentase kelayakan 82,5% dari uji coba kelompok kecil, dan  85,4% dari uji coba kelompok besar. Didapatkan hasil rata-rata sebesar 85,6% yang berarti layak dari batas minimal presentase kelayakan sebesar 76%. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa E-Module Guided Praktikum Multimedia valid dan layak digunakan sebagai media bantu dalam pembelajaran di kelas maupun digunakan secara individu

    Pengembangan Bahan Ajar Mata Pelajaran Sistem Operasi Jaringan Berbasis Mobile Web Untuk Kelas XI SMK Program Keahlian Teknik Komputer Jaringan

    No full text
    ABSTRAK   Firmansyah, Muhammad Faiz. 2015. Pengembangan Bahan Ajar Mata Pelajaran Sistem Operasi Jaringan Berbasis Mobile Web Untuk Kelas XI SMK Program Keahlian Teknik Komputer Jaringan. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang.Skripsi. S1 Pendidikan Teknik Informatika. Jurusan Teknik Elektro. Fakultas Tehnik. Universitas negeri Malang. Pembimbing (1) Heru Wahyu Herwanto, S.T., M.Kom (2) Aji Prasetya Wibawa, S.T., M.M.T., Ph.D.   Kata Kunci: pengembangan, media pembelajaran, mobile learning, smartphone, media interaktif.   Berdasarkanhasilobservasi yang dilakukanterdapat beberapasiswa yang mendapatnilainilaidibawahStandarKompetensi Minimal (SKM). Disisi lain terdapatpotensi teknologi yang dapat dikembangkan menjadi media pembelajaran interaktif. Hal itu dibuktikan dengan adanya 80% siswa di sekolah tersebut memiliki ponsel Smartphone. Sehingga dapatdikembangkan sebuah media interaktif yang layak pada mata pelajaran sistem operasi jaringan di SMK. Media yang dikembangkan hendaknya bias diakses dimana saja dan kapan saja serta mengintegrasikan bahan materi ke dalam media pembelajaran. Sehingga media pembelajaran ini dapat digunakan sebagai suplemen pembelajaran. Pengembangan ini menggunakan model penelitian dan pengembangan menurut Borg and Gall yang telah disesuaikan dengan kebutuhan pengembangan. Instrumen pengumpulan data menggunakan angket pada uji coba ahli materi dan  ahli media sebagai evaluator serta siswa sebagai uji pengguna. Sedangkan analisi data menggunakan teknik prosentase oleh Akbar dan Sriwiyana. Hasil penelitian media pembelajaran berbasis web pada perangkat bergerak ini dinyatakan sangat valid dengan data akhir sebesar 82.9% dengan rincian data dari validasi ahli materi yaitu 80.0% , validasi ahli media 81.5%, dan siswa 84.3 %. Hal ini menunjukkan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan valid dan layak untuk digunakan sebagai suplemen dalam kegiatan pembelajaran
    corecore