11 research outputs found
Perbandingan Efek Anestetika Nembutal Dan Kombinasi Silazin-nembutal Terhadap Kadar Glutation Reduktase Pada Anjing
PERANAN INTERLEUKIN-1 DALAM PEMBENTUKAN LESI ATEROSKLEROTIK PADA TIKUS PUTIH YANG DIBERI DIET ATEROGENIK
Aterosklerosis merupakan penyakit pada jantung, yang menciri dengan adanya penebalan dinding dan penyempitan lumen arteri. Meskipun banyak masyarakat mengetahui bahwa aterosklerosis disebabkan oleh tingginya konsentrasi LDL, pengerasan dan penyempitan dinding arteri sebagai akibat deposisi lemak, kolesterol dan kalsium, namun, hanya sedikit yang mengetahui bahwa aterosklerosis sebenarnya merupakan suatu reaksi keradangan. Semenjak diketahui bahwa Interleukin-10 terbukti terlibat alam proses aterogenesis, maka timbul berbagai dugaan bahwa mediator keradangan yang berupa sitokin, seperti Interleukin-1 dan lain-lainnya juga terlibat dalam proses aterogenesis. Dua puluh ekor tikus Sprague Dawley jantan dan betina (masing-masing 10 ekor), umur 2 bulan dipergunakan dipergunakan sebagai hewan coba. Tikus ditimbang berat badannya kemudian dibagi menjadi 4 kelompok (masing-masing 5 ekor tikus). Kelompok I adalah tikus jantan yang diberi diet basa
PERBANDINGAN EFEK ANESTETIKA NEMBUTAL DAN KOMBINASI SILAZIN-NEMBUTAL TERHADAP KADAR GLUTATION REDUKTASE PADA ANJING
Peranan anestetika ketamin-silazin HCl pada peningkatan peroksidasi lipid akibat induksi diet aterogenik
RESPONS METAFISIS TULANG FEMUR DISTALIS TIKUS OVARIEKTOMI YANG MENGKONSUMSI KALSITRIOL
Penelitian ini dilakukan untuk mengaji respons metafisis tulang femur distalis tikus ovariektomi yang mengonsumsi suplemen kalsitriol selama enam minggu. Lima belas tikus Wistar umur delapan minggu, secara acak dibagi tiga kelompok (normal/N, ovariektomi/Ov, dan ovariektomi + kalsitriol/OvD) masing-masing 5 tikus. Tikus kelompok N dan Ov diberi pakan standar, sedangkan tikus kelompok OvD diberi pakan standar + kalsitriol. Pada umur 14 minggu, tikus dimasukkan kandang metabolik individu untuk studi balan. Pada hari 4-7 studi balan, setiap hari sisa pakan, urin, dan feses dikoleksi untuk pemeriksaan Ca. Pada akhir penelitian, tikus dieutanasia, tulang femur kanan diambil pemeriksaan histopatologis dengan pengecatan hematoksilin dan eosin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi Ca dan retensi Ca pada tikus OvD tidak berbeda signifikan meskipun cenderung meningkat, sedangkan ekskresi Ca dalam feses dan urin meningkat sangat signifikan (P0,01). Metafisis tulang femur distalis tikus kelompok OvD terlihat zona spikulum tulang trabekula lebih pendek dan berbentuk irreguler, dan rongga sumsum tulang didominasi jaringan adiposit. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa suplementasi kalsitriol selama enam minggu pada tikus ovariektomi menyebabkan osteoporosis pada metafisis tulang femur distalis
Penggunaan Al Aiming Reduction Forceps dan Toogling Rode yang Dimodifikasi dalam Penanganan Displasia Coxo Femoral (Hip Displasia) pada Anjing Golden Retriever
AbstractSurgical treatment of coxo-femoral dysplasia (CFD) is quite difficult. The use of al aiming reduction forceps in the installation of toogling rode is an alternative method that can be further developed for handling CFD without osteotomy of the femoral head (FHO). The combination among good action, appropriate treatment and rehabilitation therapy could be ideal step for better recovery of patients with CFD. Complete recovery in this case occurred at 4 months postoperatively, and the dog is currently in normal condition, able to stand and walk very well. Key words : CFD, al aiming reduction forceps, toogling rode, FHO, rehabilitatio
Suplementasi Calcitriol Meningkatkan Retensi Kalsium Tikus Ovariektomi
The objective of the research was to study calcitriol supplementattion for 1,5 months in ovariectomized rats on calcium retention
Pemanfaatan Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera lamk) untuk Penyembuhan Luka Tikus Ovariektomi yang Diberi Diet Tinggi Lemak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian salep ekstrak etanol daun kelor 20% (EEDK 20%) pada penyembuhan luka berdasarkan gambaran histopatologi yang meliputi jumlah leukosit pada jaringan luka dan ketebalan epitel. Enam belas ekor tikus Sprague-Dawley betina, umur 3-4 bulan dengan berat 150-200 g, dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan (A,B,C dan D) secara acak. Seluruh tikus diovariektomi dan diberi perlakuan pakan selama 8 minggu. Kelompok A dan C diberi pakan normal, sedangkan kelompok B dan D diberi pakan tinggi lemak. Setelah 8 minggu, dilakukan pengambilan darah untuk analisis kadar lemak (kolesterol dan trigliserida) dan pembuatan luka di area punggung dengan biopsy punch (8 mm). Perawatan dilakukan dengan pemberian salep selama 7 hari dan injeksi antibiotik. Kelompok A dan B diberi salep basis, sedangkan C dan D diberi salep EEDK 20%. Hari ke-7 dilakukan pengambilan jaringan kulit untuk analisis histopatologi dengan pengecatan Hematoksilin Eosin. Kadar lemak darah (kolesterol dan trigliserida) dianalisis secara statistik dengan one way ANOVA, sedangkan jumlah leukosit di jaringan dan ketebalan epitel dianalisis dengan two way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah leukosit di jaringan dipengaruhi oleh jenis salep (P<0.05), sedangkan ketebalan epitel dipengaruhi oleh jenis salep dan pakan (P<0,05). Salep EEDK 20% dapat menurunkan jumlah leukosit di jaringan, meningkatkan ketebalan epitel dan memiliki gambaran histopatologi kulit yang baik. Dapat disimpulkan bahwa pemberian salep EEDK 20% dapat meningkatkan proses penyembuhan luka tikus yang diovariektomi dan diberi pakan tinggi lemak. Kata kunci : daun kelor; luka; penyembuhan; salep EEDK 20%; tinggi lema
