85 research outputs found
Mengenal Allah Sejak Dini
Mengenalkan Allah sejak dini kepada anak-anak adalah tugas orang tua. Sering kali, dalam proses pengenalan itu, muncul pertanyaan yang tak terduga dari anak-anak. Orang tua pun kadang kelabakan untuk menjawabnya. Menjawab pertanyaan anak-anak pun tidak sesederhana menjawab pertanyaan orang dewasa. Orang tua harus menjawab dengan bahasa yang sesuai dengan daya tangkap anak.Buku ini berisi kumulan pertanyaan anak-anak tentang Allah dan hal yang berhubungan dengan Islam. Semua pertanyaan dikemas dalam bentuk cerita dan dialog antara orang tua dan anak. Anak-anak pun bisa membaca buku ini dengan riang gembira karena setiap cerita dilengkapi ilustrasi yang menarik. Selain cerita, buku ini juga berisi asmaul husna dan sifat 20.67 Halama
Analisis Tari Kinayat Sindiran Pesan Koreografer Sunardi Di Sanggar Seni Megad Syah Alam Kabupaten Lingga Provinsi Kepulauan Riau
This thesis aims to find out in detail about Tari Kinayat Says Message from Sunardi at the Megad Syah Alam Art Studio Lingga Regency, Riau Islands Province, this research was conducted in Sanggar Megad Syah Alam Art starting from October 17, 2018 - January 15, 2019. Kinayat Sindiran Pesan Dance is a dance originating from the Art Studio Megad Syah Alam created by a choreographer named Sunardi, this work was created in Daik Lingga in 2012 and displayed on Sasono Langen Budoyo Building. The purpose of this work was created for the event dance parade competition at the Riau Islands Province level. This dance tells about the meeting of Sultan Mahmud and Engku Hamidah who were children from Raja Ali Haji. Starting from an allusion to Sultan Mahmud's message to Raja Ali Haji through Abdullah Intermediary to replace Raja Ali's burden Hajj with the requirement to marry Engku Hamidah with Sultan Mahmud. Method used by the author is an interactive qualitative method of analysis with using non participant qualitative data. This work is useful for the writer namely to find out how the dance analysis of Kinayat Sindiran Message works Sunardi, for the Sendratasik Study Program this research is expected to be wrong one requirement to complete S1 Islamic Education in Riau University Teacher Training and Education Faculty Sendratasik Education Study Program
Making a Video Profile of the Sultan Mahmud Riayat Syah Mosque: Pembuatan Video Profil Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah
In making mosque profile videos, the author chooses to use video to make it more interesting to see both in the community and for a wider scope such as introducing the media as religious tourism. Methods for using data using observation and literature study. After obtaining data to solve existing problems, namely using SWOT analysis (strengths, weaknesses, opportunities, threats) in order to position which ones need attention in the mosque profile video and be different from other mosques. In making a video profile of the Sultan Mahmud Riayat Syah Mosque, the author uses the Luther Sutopo method. There are 6 (six) stages of the development method, namely concept, design, material collection, assembly, testing and distribution. The research that resulted from the making of video profiles was analyzed from the quality of the video which was measured from the material and media aspects using the Likert scale and got "Very Good" results from the respondents with an interpretation value of 83.4%. Then with an analysis of the aspect of public understanding using the One Group Pre-test and Post-test, which before watching the video with an average value of 45 and after watching the video increased with a value of 83.Didalam pembuatan video profil masjid, penulis memilih menggunakan video agar dapat lebih menarik untuk ditampilkan baik dalam lingkup masyarakat maupun untuk lingkup yang lebih luas seperti media memperkenalkan sebagai wisata religi. Metode untuk pengumpulan data ini menggunakan observasi dan studi pustaka. Setelah mendapatkan data-data untuk memecahkan masalah yang ada, yaitu menggunakan analisis SWOT (strength, weakness, opportunity, threat) agar dapat memposisikan mana yang perlu ditampilkan dalam video profil masjid dan menjadi berbeda dengan masjid lain. Dalam Pembuatan Video Profil Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah ini, penulis menggunakan metode Luther Sutopo. Adapun metode pengembangan terdapat 6 (enam) tahapan yaitu concept, design, material collecting, assembly, testing dan distribution. Penelitian yang dihasilkan dari pembuatan video profil dianalisis dari kualitas video yang diukur dari aspek materi dan media menggunakan skala likert dan mendapatkan hasil "Sangat Baik" dari responden dengan hasil nilai interpretasi 83,4%. Kemudian dilanjutkan dengan analisis dari aspek pemahaman masyarakat dengan menggunakan One Group Pre-test dan Post-test, yang sebelum menonton video dengan rata-rata nilai 45 dan sesudah menonton video menjadi meningkat yaitu dengan nilai 83
Rule behind the silk curtain: the Sultanahs of Aceh 1641-1699.
PhDThis thesis is about the kingdom of Aceh Dar al-Salam in the latter half of the
seventeenth century when four women ruled in succession: Sultanah Tajul Alam
Safiatuddin Syah (1641-1675), Sultanah Nur Alam Naqiatuddin Syah (1675-1678),
Sultanah Inayat Zakiatuddin Syah (1678-1688) and Sultanah Iamalat Zainatuddin Syah
(1688-1699). How and why these queens came to power, and how they exercised it, are
problems that have fascinated enquirers, prompting a range of comments and
observations, especially the assertion that the queens were mere figureheads, during
whose reigns the male elite (orangkaya) captured power. The Sultanahs were held
responsible for the erosion of royal power and the kingdom's decline in the seventeenth
century. Yet no in-depth study has ever investigated these claims. The main objective of
this thesis is to evaluate the received views on these female sovereigns. The thesis also
seeks to examine the origin, nature and impact of these Sultanahs. Female rule seems a
curious phenomenon in a Muslim state. Furthermore, in a largely patriarchal kingdom
such as Aceh, queens seemed to be strangely out of place. This unique episode in Aceh's
history happened when European Companies - the Dutch VOC (Veerinigde Ooost-Indische
Compagnie) and the English East India Company - were gradually increasing their
commercial hold and flexing their military muscles in the region. Indigenous polities
suffered increasing interference and pressure from Westerners. Most Malay and Muslim
coastal polities in maritime Southeast Asia fell into European intruders' hands. By
exploring the circumstances and arguments surrounding female accession, and
examining some key episodes that show how power worked in Aceh at the time, I hope
to approach a new understanding of how and why the male elite of Aceh placed the fate
of the kingdom in the hands of women, and with what effects
Wastewater treatment of chemical laboratory using electro assisted-phytoremediation (EAPR)
Application of Fuzzy C-Means Clustering for Human Resource Development Data Clustering
58 HalamanData mining adalah proses untuk medapatkan informasi yang berguna dari basis
data yang besar dan perlu diekstraksi agar menjadi informasi baru dan dapat
membantu dalam pengambilan keputusan. Sebagai bidang ilmu yang relative baru
Data mining menjadi salah satu pusat perhatian para akademis maupun praktisi.
Dan salah satu tekniknya yaitu clustering sebuah metode pengelompokkan data.
Clustering sebuah proses untuk mengelompokkan data ke dalam beberapa cluster
atau kelompok sehingga dalam satu cluster memiliki tingkat kemiripan yang
maksimum dan data antar cluster memilki kemiripan. Fuzzy C-Means adalah suatu
algoritma pengklasteran data yang mana keberadaan tiap-tiap titik data dalam suatu
cluster ditentukan oleh derajat keanggotaannya. Untuk data hrd yang digunakan
adalah suatu data pegawai yang mengajukan pensiun, data pegawai yang memiliki
jabatan, lama waktu bekerja perlu di kelompokkan agar dapat menentukan
kelompok data berdsarkan jabatan, lama jabatan, untuk dilakukan prioritas dalam
mengajukan berkas pegawai. Oleh karena itu penilitian ini merumuskan masalah
yaitu bagaimana menerapkan algoritma Fuzzy C-Means kedalam suatu sistem
untuk menggelompokkan pegawai yang mengajukan pensiun. penulis memiliki
tujuan untuk membangun sebuah sistem dan menerapkan metode dalam sistem agar
mempermudah dalam pengurusan berkas pensiun pegawai. Pengujian dengan data
berjumlah 1303 data Human Resource Development dengan jumlah cluster 1
dengan masing-masing iterasi sebanyak 3 dan minimum error 0.7 mendapatkan
hasil Silhouette Index (SI) 0.95504618735587, untuk cluster 2 mendapatkan hasil
Silhouette Index (SI) 1. Silhouette Coefficient (SC) pada clustering Human
Resource Development dengan menggunakan meode Fuzzy C-Means mendapatkan
hasil 0.97254424443181 pada jumlah cluster 2 dengan kode C0008, yang artinya
struktur clustering bagus. Data mining is the process of obtaining useful information from a large database
and needs to be extracted so that it becomes new information and can assist in
decision making. As a relatively new field of science, data mining has become a
center of attention for both academics and practitioners. Clustering is a process
of grouping data into several clusters or groups so that one cluster has the
maximumlevel of similarity and the data between clusters have similarities. Fuzzy
C-Means is a data clustering algorithm in which the existence of each data point
in a cluster is determined by its membership degree. For HRD data used is
employee data applying for retirement, employee data with positions, length of
time working needsto be grouped so that data groups can be determined based on
position, length of office, to be prioritized in submitting employee files.
Therefore, this research formulates a problem, namely how to apply the fuzzy cmeans
algorithm into a system to classify employees applying for retirement. the
author has a goal to build a system and apply methods in the system to make it
easier to manage employee retirement files. Testing with data totaling 1303
Human Resource Development data with the number of clusters 1 with each
iteration of 3 and a minimum error of 0.7 obtained the results of the Silhouette
Index (SI) 0.95504618735587, for cluster2 the results of the Silhouette Index (SI)
1. Silhouette Coefficient (SC) in Human Resource Development clustering using
the Fuzzy C-Means method, the results are 0.97254424443181 in the number of
clusters 2 with code C0008, which means a good clustering structure
Pengenalan Wajah Secara Real Time dengan Fisherface Menggunakan Satu Gambar Per Orang dalam Android
Rapid development in technology, especially in multimedia provides feature to visualize data. In this research, author choose to visualize student data which can be obtained from student directory. For better visualization, face recognition would ease users. But face recognition needs a lot of train data before recognizing people. This would be a problem as in student directory, each student only have one image. To implement face recognition, the system needs a method where face recognition system could be trained with one single image per person. With Fisherface Methods, it is possible to have face recognition with only one image per person. A pre-processing technique is applied in this system as it increase the accuracy of face recognition. This system is developed in mainstream mobile operating system, Android. This research result concludes that Fisherface Methods with student directory data achieved 85% in accuracy.Perkembangan pesat dalam dunia teknologi, terutama di bidang multimedia dapat dimanfaatkan untuk memvisualisasikan data. Dalam penelitian ini, peneliti memilih memvisualisasikan data mahasiswa.yang didapatkan pada direktori mahasiswa. Untuk memudahkan visualisasi ini, maka sistem menggunakan pengenalan wajah. Namun pengenalan wajah memerlukan banyak data dalam melatih sistem sebelum mengenali wajah. Hal ini merupakan masalah utama karena pada direktori mahasiswa, setiap mahasiswa hanya memiliki sebuah gambar. Untuk menerapkan pengenalan wajah, sistem memerlukan sebuah metode dimana sistem pengenalan wajah dapat dilatih hanya dengan satu gambar per orang. Dengan metode Fisherface, pengenalan wajah menggunakan satu gambar per orang memungkinkan. Teknik pre-processing pun digunakan dalam sistem ini karena mampu meningkatkan akurasi pengenalan wajah. Sistem ini dibangun untuk perangkat mobile yang sering digunakan orang, Android. Hasil penelitian ini menunjukkan metode Fisherface dengan data direktori mahasiswa memberikan akurasi hingga 85%.Skripsi Sarjan
Pengenalan Wajah Secara Real Time dengan Fisherface Menggunakan Satu Gambar Per Orang dalam Android
Rapid development in technology, especially in multimedia provides feature to visualize data. In this research, author choose to visualize student data which can be obtained from student directory. For better visualization, face recognition would ease users. But face recognition needs a lot of train data before recognizing people. This would be a problem as in student directory, each student only have one image. To implement face recognition, the system needs a method where face recognition system could be trained with one single image per person. With Fisherface Methods, it is possible to have face recognition with only one image per person. A pre-processing technique is applied in this system as it increase the accuracy of face recognition. This system is developed in mainstream mobile operating system, Android. This research result concludes that Fisherface Methods with student directory data achieved 85% in accuracy.Perkembangan pesat dalam dunia teknologi, terutama di bidang multimedia dapat dimanfaatkan untuk memvisualisasikan data. Dalam penelitian ini, peneliti memilih memvisualisasikan data mahasiswa.yang didapatkan pada direktori mahasiswa. Untuk memudahkan visualisasi ini, maka sistem menggunakan pengenalan wajah. Namun pengenalan wajah memerlukan banyak data dalam melatih sistem sebelum mengenali wajah. Hal ini merupakan masalah utama karena pada direktori mahasiswa, setiap mahasiswa hanya memiliki sebuah gambar. Untuk menerapkan pengenalan wajah, sistem memerlukan sebuah metode dimana sistem pengenalan wajah dapat dilatih hanya dengan satu gambar per orang. Dengan metode Fisherface, pengenalan wajah menggunakan satu gambar per orang memungkinkan. Teknik pre-processing pun digunakan dalam sistem ini karena mampu meningkatkan akurasi pengenalan wajah. Sistem ini dibangun untuk perangkat mobile yang sering digunakan orang, Android. Hasil penelitian ini menunjukkan metode Fisherface dengan data direktori mahasiswa memberikan akurasi hingga 85%.Skripsi Sarjan
THE IMAGES OF WOMEN THROUGH MALE PERSPECTIVE AS SEEN IN MICHAEL CUNNINGHAM’S, THE HOURS
Skripsi yang berjudul “The Images of Women through Male Perspective as seen in
Michael Cunningham’s Novel, The Hours” ini membahas tentang penggambaran pengarang
sendiri terhadap tiga tokoh utama di dalam novel. Dalam penelitian ini, penulis melihat
bagaimana ketertindasan wanita dibawah penekanan nilai-nilai patriaki dan bagaimana usaha
wanita tersebut untuk melepaskan diri dari penindasan yang mereka alami. Penelitian
dilakukan dengan memakai pendekatan feminism yang menghubungkan karya sastra dengan
kondisi ketiga tokoh wanita tersebut. Penulis menerapkan teori kritik sastra feminis yang
dikemukakan oleh Cherri Register, the analysis of the “image of woman”, nearly always as it
appears in works by male author sebagai acuan bahwa novel ini adalah hasil karya sastra
penulis laki-laki. Penulis mengkaji/menelaah bagaimana seorang penulis laki-laki
menggambarkan ketertindasan wanita dalam budaya patriaki. Dalam penelitian ini, penulis
melihat beberapa penindasan dan dominasi oleh suami ataupun orang-orang terdekat mereka
terhadap diri mereka sendiri kemudian perjuangan mereka membebaskan diri dari penindasan
tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan dijabarkan secara deskriptif, data
berasal dari novel itu sendri dan sumber-sumber lainnya seperti buku, pencarian di internet
dan artikel yang relevan. Setelah melakukan penelitian ini, penulis menemukan kesimpulan
bahwa pria cenderung mendominasi para wanita juga memberikan batas-batas dalam
berekspresi. Sehingga untuk lepas dari penindasan, mereka para wanita harus berani
mengambil tindakan dan berjuang demi mendapatkan kebebasan mereka kembali.
Kata kunci: feminism, patriarchal ideology, author, three women major characters, image of
women
Implementasi Augmented Reality untuk Terapi Pretend Play pada Anak Autism Spectrum Disorder
Autism Spectrum Disorder is usually shown by pervasive developmental disorder
which affect children in interpersonal communication, social interaction, and
imagination when playing. As the time progressed, there is therapy which able to train
hand muscle, motor, and imagination which usually called Pretend Play. Pretend Play
is a therapy that entice children to play by pretending one thing can be another thing
and explain what that thing’s purpose in child’s imagination. But with recent advance
technology, a lot of medical therapy apply Augmented Reality (AR) Methods. With
this, author will present that therapy in AR by using marker based tracking and
visualized the result in a block with a marker to create three kinds of 3D objects,
which are car, ship, and train. With this system, children will be excited to do therapy
while training their motor nerves and visual strength in this therapy. The end result of
this research is a scene and transportation vehicles which will run in a specified track.
This method gives 100% accuracy as long as the object is 0o and 31 cm away from
camera.Autism Spectrum Disorder biasanya di tandai dengan adanya gangguan perkembangan
pervasif yang akan mempengaruhi anak dalam segi komunikasi interpersonal,
interaksi sosial, serta tingkat imajinatif dalam bermain. Seiring berkembangnya jaman
terdapat terapi yang melatih kekuatan otot tangan, dan motorik serta tingkat imajinasi
yang sering disebut dengan terapi Pretend Play. Pretend Play merupakan terapi yang
mengajak anak dalam bermain memperagakan seakan-akan sebuah benda lainnya dan
memberitahukan kegunaan dari benda yang dianggap dalam imajinasi anak. Namun
pada masa era teknologi yang sangat berkembang ini banyak terapi kedokteraan yang
menggunakan metode Augmented Reality (AR). Dengan ini peneliti akan
menghadirkan terapi tersebut dalam bentuk AR dengan menggunakan Marker Based
Tracking dan akan memunculkan hasil visualisasi dari balok yang sudah ditempel
dengan marker yang akan menghasilkan 3 objek 3D yaitu mobil, kapal, dan kereta api.
Dengan adanya sistem ini anak akan lebih tertarik melakukan terapi serta menguatkan
saraf motorik dan kekuatan visual setelah melakukan terapi ini. Hasil dari penelitian
ini yaitu berupa scene yang telah diberikan serta alat transportasi yang akan dijalankan
sesuai dengan track yang diberikan. Akurasi 100% apabila objek terletak pada sudut
0o dan jarak 31 cm dari kamera.Skripsi Sarjan
- …
